Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MENEMANI


__ADS_3

Hari ini Annisa berencana untuk ikut menemani Reza ke kantor dari pagi hingga pulang, entah lah dia sekarang sudah bosan berdiam diri dirumah terus. Semenjak dirinya disuruh oleh sang suami untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya ia hanya menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah hingga akhirnya jenuh dan merasa bosan sendiri.


Pagi ini Annisa dan Reza sudah berada dimeja makan untuk menyantap sarapan mereka.


" Sayang, kamu beneran mau ikut mas kekantor ?? " tanya Reza lagi untuk memastikan.


" Iya sayang, Annisa udah bosan dirumah, lagian kalau mau jalan-jalan juga ngga kamu bolehin "


Reza tersenyum " Yasudah kalau gitu, tapi janji ya cuman diruangan mas aja jangan kemana-mana kecuali sama mas, mas ngga mau sampai terjadi apa-apa sama kamu nanti disana " Reza memperingati sang istri.


Annisa menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia akan menuruti apa saja yang dikatakan oleh suaminya agar ia diperbolehkan untuk keluar rumah. Ahh rasanya Annisa dapat bernafas lagi jika sudah keluar dari rumah ini.


Setelah menghabiskan sarapan, mereka berdua lalu menuju ke mobil untuk perjalanan menuju tempat kerja Reza. Selama perjalanan Annisa mengumbar senyumannya terus tanpa pernah bosan sedikitpun.


Bahkan membuat sang suami merasa aneh dibuatnya. Reza kemudian melirik kearah sang istri " Senang banget kayaknya yang bisa keluar rumah " canda Reza.


Annisa menganggukkan kepala antusias " Iya mas, Annisa seneng banget. Sering-sering aja kaya gini " Annisa tertawa bahagia.


Istrinya itu bisa saja membuatnya gemas, Reza pun mengacak rambut sang istri dan tersenyum bahagia, ia pun kembali fokus menyetir.


Setelah memakan waktu beberapa lama, akhirnya mereka berdua sampai ditempat tujuan. Namun belum tepat Reza menghentikan mobilnya didepan hotel, dari jarak kejauhan Annisa melihat Angela dan Doni yang sedang terlihat bercanda ria didepan hotel sepertinya mereka sedang menunggu sang atasan sambil sesekali bercanda. Terlihat sekali Doni begitu bahagia ketika berada didekat Angela, begitu menurut pandangan Annisa.


" Mas lihat deh, mereka berdua bahagia banget kayaknya " ucap Annisa dengan menepuk pelan tangan Reza yang berada di kemudi dan menunjuk kearah Angela dan Doni.


Reza pun mengikuti arah telunjuk sang istri dan mendapati Doni dan Angela sedang bercengkrama ria, terukir senyum diwajah tampan Reza. Ia turut bahagia dapat melihat kedua sekertarisnya dapat bersatu dalam ikatan sebuah cinta meskipun ia juga mengetahui bagaimana perjuangan sekertaris laki-lakinya itu yang sudah sangat lama memendam rasa kepada teman kerjanya. Bagi Reza, ia sangat bangga kepada anak buahnya itu karena mau memperjuangkan cintanya, karena tidak semua orang mau berjuang.


Mobil Reza berhenti tepat didepan Angela dan Doni, mereka berdua pun dengan sigap dan serius menyambut kedatangan bos nya itu. Terlihat Reza dan Annisa keluar dari mobil yang disambut sapaan hangat oleh kedua sekertarisnya itu.


" Pagi Pak Reza dan Ibu Annisa " sapa Angela dan Doni berbarengan.


Reza hanya menganggukkan kepalanya saja untuk membalas sapaan mereka sedangkan sang istri dengan gembiranya membalas sapaan mereka.


" Pagi juga Angela dan Doni, aku kangen banget lho sama kalian berdua, lama ngga ketemu " ujar Annisa gembira.


Angela tersenyum " Iya Bu, kami juga merindukan ibu Annisa " ucap Angela.


Annisa pun tidak ragu-ragu untuk menggandeng tangan Angela seperti temannya sendiri. " Oh iya, kayanya kamu bahagia gitu mukanya, lagi jatuh cinta ya " ledek Annisa.


Sebenarnya Annisa bisa menebak jika pegawai suaminya ini memang sedang dalam mode jatuh cinta, karena wajah orang jatuh cinta itu beda tidak seperti biasanya.


Ahh Annisa bisa aja nebaknya.


" Masa sih Bu, emang keliatan banget ya?? " tanya Angela dengan berbisik agar Reza dan Doni yang berjalan didepan mereka tidak mendengar pembicaraan mereka berdua.


Annisa tertawa kecil " Iyalah, muka orang jatuh cinta itu beda banget, berseri seri gimana gitu " canda Annisa dengan menangkup kedua pipi Angela.


Sepertinya sekarang Angela jadi tambah malu.


Annisa melepaskan kedua tangannya dari pipi Angela, kemudian Angela sendiri merasakan kedua pipinya menggunakan kedua tangannya.


Panas...


Apakah hanya Angela yang merasakan panas dikedua pipinya tersebut. Ah sungguh dia malu.


Mereka pun berjalan berbarengan keruangan Reza dengan Annisa yang ikut masuk keruangan suaminya itu. Setelah memasuki ruangan Reza langsung melepaskan jas kerjanya dan menggantung jas tersebut digantungkan jas dengan model bubut didekat meja kerjanya.


Sedangkan Annisa duduk di sofa yang terdapat didalam ruangan suaminya itu. " Mas, ada yang bisa Annisa bantu, ngga?? " tanya Annisa dengan badan yang bersandar di sofa.


" Ada sayang " jawab Reza.

__ADS_1


Annisa terlihat bahagia " Beneran, terus apa yang bisa Annisa bantu, mas ?? " tanya Annisa sungguh-sungguh dengan wajah yang nampak bahagia akhirnya ia bisa bekerja lagi begitu pikirnya.


" Bantu puasin ade nya mas " sahut Reza.


Wajahnya yang tiba-tiba berubah menjadi mesum dan penuh maksud yang membuat Annisa langsung bergidik ngeri akan maksud dari suaminya tersebut.


Harusnya sedari awal tadi Annisa sudah tidak mempercayai suaminya itu, kalau sudah seperti ini kan jadi ribet urusannya. Reza juga, udah tau istri serius malah dikerjain kaya gitu.


" Masss??!.. " teriak Annisa. " Kamu itu ngga jauh-jauh ya pikirannya, kenapa sih harus arahnya kesitu mulu, emang ngga ada yang lain apa isi dari otak kamu itu. Mesum mulu " sungut Annisa kesal.


Tuh kan, keluar jadinya kekesalan Annisa. Reza pagi-pagi udah ngajakin ribut kayaknya.


Melihat muka istri yang nampak kesal, Reza malah menyunggingkan senyuman nya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


" Iya deh, mas kan cuman bercanda, maaf ya sayang " ucap Reza. Ia pun berjalan kearah sang istri yang nampak membuang wajah kearah lain seperti tidak ingin menatapnya.


Reza duduk disamping sang istri dan menatap kearahnya namun Annisa masih saja membuang wajahnya kearah depan, ia tidak memperdulikan suaminya yang berada disamping sedang menatap dirinya sedari tadi.


Tangan jahil Reza mulai bekerja, tangan itu lantas mencolek dagu Annisa. " Cie ngambek ni ceritanya, aduh jadi tambah cantik aja kalo ngambek " goda Reza dengan diiringi tawa kecilnya.


" Engga, siapa juga yang ngambek, Annisa cuman lagi males ngomong aja " sahut Annisa. Ia masih tidak mau menatap wajah sang suami.


Kedua tangan Reza pun terulur menangkup wajah Annisa dan menariknya perlahan untuk menatap dirinya. " Bikin gemes deh kalau lagi ngambek kaya gini " Reza kemudian mengecup bibir Annisa sekali.


Bisa aja Reza ngeluarin jurusnya supaya Annisa ngga ngambek lagi.


" Kalau masih ngambek, mas cium beneran lho. Kalau ngga percaya coba aja " ancam Reza. Ia tau sang istri tidak akan mau ia ajak bercinta didalam ruangan kerja seperti ini jadilah ide itu muncul dikepala nya.


Annisa kemudian melepaskan kedua tangan suaminya itu dari wajahnya. " Udah dibilangin Annisa ngga ngambek kok, masih aja ngga percaya " sahut Annisa.


" Beneran, masa sih ??! " goda Reza lagi.


" Hehee iya deh,mas percaya " Reza kembali memberikan sentuhan lembutnya dikepala sang istri.


Ketika sedang asik bercanda dengan sang istri, terdengar ketukan dari pintu ruangan Reza yang beberapa saat nampaklah Angela masuk kedalam ruangan itu.


" Maaf pak, client kita sudah menunggu untuk rapat " Angela memberitahukan jadwal rapatnya kepada sang atasan.


Reza pun mengangguk dan mengibaskan tangannya seperti kode untuk Angela keluar terlebih dahulu nanti dia akan menyusul sebentar lagi.


" Udah sana rapat dulu, siapa tau habis itu pikiran mas bisa bersih dari hal-hal mesum " ledek Annisa.


" Pinter banget ya ngolokin suami sendiri " Reza mencubit hidung Annisa. " Yasudah, mas rapat dulu ya sayang " pamit Reza dengan mencium kening sang istri.


Annisa pun mengangguk dan memberi kecupan di bibir Reza sebelum suaminya itu pergi rapat. Namun bukannya pergi, Reza malah tertahan diruangan kerjanya.


" Kamu mancing mas ya??!.. " Reza memajukan wajahnya ke wajah sang istri hingga kening mereka saling bertemu.


Annisa pun langsung mendorong dada Reza agar memberi jarak diantara mereka. " Udah sana pergi " Annisa mengibaskan tangannya.


" Mas pergi ya " pamit Reza.


Annisa menganggukkan kepalanya.


" Beneran pergi nih??!.. " tanya Reza lagi.


Annisa tidak memandang kearah Reza namun masih menganggukkan kepalanya.


" Yasudah mas pergi ya " akhirnya Reza sudah keluar dari ruangannya dan menyisakan Annisa sendirian didalamnya.

__ADS_1


Annisa hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami, memang siapa juga yang mau melarangnya untuk pergi, dasar Reza suami aneh tapi tampan. Annisa terkikik geli mendengar kata hatinya sendiri yang memuji suaminya sendiri tampan.


Sudah dua jam lebih Reza meninggalkan Annisa untuk rapat namun sampai sekarang tidak ada tanda-tanda jika suaminya itu akan kembali.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar yang menandakan jika akan ada seseorang yang akan memasuki ruangan ini. Tetapi itu pasti bukan suaminya, karena tidak mungkin suaminya itu mengetuk pintu terlebih dahulu untuk masuk secara inikan ruangannya sendiri.


Lalu tidak selang lama muncullah sosok yang mengetuk pintu tadi hingga membuat Annisa terkejut, pasalnya yang seseorang yang masuk ialah Dian.


Oh astaga, Annisa bingung ingin bertindak atau berbicara apa, rasanya dirinya sendiri menjadi kaku hingga tidak bisa bergerak sedikitpun.


Bukan hanya Annisa, Dian juga dibuat terkejut karena yang ia lihat didalam ruangan tersebut bukanlah atasannya melainkan istri atasannya yang tidak lain teman sekolahnya dulu.


Dian dengan sopan menundukkan diri sedikit sebagai tanda hormat. " Maaf Bu, apa bapak Reza nya ada ?? " tanya Dian sopan.


Annisa bingung ingin menjawab apa, padahal dia hanya tinggal menjawab jika suaminya itu sedang rapat dan tidak ada diruangan ini. Namun pikiran dan mulutnya tidak sejalan, disaat pikirannya begitu mudah berpikir namun mulutnya serasa kelu hingga tidak dapat berucap sepatah kata pun.


Namun Dian masih menatap Annisa seperti menunggu jawaban dari temannya itu perihal atasan sekaligus suaminya.


Belum juga Annisa bersuara namun mereka berdua tiba-tiba dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka dan nampaklah seseorang yang mereka nantikan sedari tadi akhirnya muncul. Dian dan Annisa, mereka berdua akhirnya dapat bernafas lega karena tidak perlu menghabiskan waktu yang lama didalam ruangan ini apalagi hanya mereka berdua.


Dilain tempat, disaat Annisa dan Dian sudah merasa lega namun bukan hal nya Reza. Dirinya malah merasa tidak suka ketika membuka ruangan kerjanya mendapati sang istri bersama orang yang pernah dicintai istrinya itu meskipun sudah berapa kali Annisa bilang kalau dirinya sudah melupakan masa lalu namun cemburu tetaplah cemburu. Reza tidak suka orang lain yang berdekatan dengan istrinya itu.


" Sedang apa kamu disini ?? " tanya Reza kepada Dian. Lihatlah tatapan nya itu sudah menampakkan sekali jika dirinya sedang tidak suka dengan keberadaan Dian diruangan nya ini.


Dian pun menyodorkan berkas yang sebelumnya ia bawa tadi. " Ini pak, saya kesini hanya untuk meminta tanda tangan bapak sebagai bentuk persetujuan " lalu Reza pun dengan cepat mengambil berkas itu dan menandatangani nya dengan bolpoin yang berada di dalam saku jasnya.


" Sudah.. ini, kamu sekarang bisa keluar " Reza menyodorkan kembali berkas itu dan mengusir Dian secara tidak langsung.


" Baiklah pak, terima kasih. Saya permisi dulu " Dian pun menundukkan tubuhnya lagi kepada Reza dan tersenyum kecil kepada Annisa yang masih setia duduk di sofa ruangan.


Annisa pun membalas senyuman Dian tadi, dia tidak ingin di bilang menjadi seseorang yang sombong oleh karena itu Annisa juga melemparkan senyuman kepada Dian.


Setelah Dian betul-betul keluar, Reza dengan cepat langsung mendudukan tubuhnya disamping sang istri Annisa.


" Kenapa tersenyum tadi?? " tanya Reza langsung.


Annisa ingin sekali menepuk jidatnya setelah mendengar lontaran pertanyaan sang suami, apa salahnya jika dirinya itu cuman tersenyum untuk menghargai orang lain.


" Annisa cuman tersenyum untuk menghargai Dian saja sayang, ngga ada maksud apa-apa kok " Annisa berbicara langsung ke intinya karena ia mengetahui sekarang kemana arah pembicaraan Reza.


Cemburu. itulah yang saat ini cocok untuk suaminya itu.


" Ohhh " Reza hanya berucap satu kata.


Untunglah suaminya itu yang menghentikan langsung pembicaraan mereka yang tidak penting ini.


" Oh iya sayang, gimana kabar Dian sama indah ya, lama ngga ketemu sama mereka berdua langsung " tanya Annisa membuka pembicaraan.


Reza mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan sang istri. " Kenapa ?? " tanya balik Reza.


Annisa menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal itu. " Ahh bukan apa-apa sih mas, cuman nanya aja " sahut Annisa.


Reza pun menyandarkan tubuhnya disandaran sofa bagian belakangnya. " Entah lah, mas juga tidak terlalu tahu. Terakhir yang mas tahu dari Doni adalah mereka berdua memutuskan untuk bercerai dan Dian pun sudah mengirimkan surat perceraian dari pengadilan untuk indah. Setelah itu mas tidak tahu lagi apa yang terjadi terhadap mereka berdua " jawab Reza.


Iya benar, Reza hanya tahu sebatas itu saja tentang permasalahan kehidupan pernikahan Dian dan Indah. Bukannya tidak tahu, hanya saja Reza tidak ingin mengetahui lebih lanjut perihal mereka karena menurut Reza itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dia urus.


* * * * * * *


Beri dukungan dalam vote dan likenya.

__ADS_1


__ADS_2