Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
LOWONGAN PEKERJAAN


__ADS_3

Disebuah rumah sepasang suami istri tengah membicarakan sesuatu yang tengah menjadi berita sekarang yaitu lowongan pekerjaan yang tengah dibuka di World Hotel. Bisa dikatakan jarang sekali atau sangat jarang untuk World Hotel membuka lowongan pekerjaan karena para pekerja disana sangat menyukai dan betah bekerja karena segala fasilitas yang diberikan maupun gaji yang ditawarkan sangat tinggi mengingat World Hotel adalah sebuah hotel bertaraf atau berstandar internasional jadi dalam segala aspek harus diperhatikan secara mendetail bahkan untuk para pekerja sekalipun.


Begitu juga dalam pemilihan karyawan atau pegawai mereka sangat menyeleksi dengan begitu ketat dan teliti jadi bisa dikatakan bahwa hanya untuk menjadi karyawan biasa saja mereka harus melalui proses yang sulit apalagi sekarang kesempatan sedang terbuka lebar karena World Hotel tengah membuka lowongan pekerjaan untuk bagian Manager.


Siapa yang tidak akan tertarik??


Jika gaji yang ditawarkan sangat besar, fasilitas sangat banyak bahkan untuk makanan pun dijamin oleh perusahaan untuk mereka para pekerja. Kantin hotel untuk para pekerja berbeda, jadi mereka bisa makan dengan tenang tanpa gangguan dari para tamu yang sedang menginap dihotel mereka.


Jangan disalah artikan meskipun kantin tempat mereka makan berbeda dengan para tamu. Mengapa??


Karena kantin tempat mereka makan pun sangat bagus, luas, bersih dan tertata rapi. Perusahaan tidak membedakan antara pegawai biasa maupun para atasannya karena mereka semua makan pada satu tempat yang sama.



Siapa yang tidak akan senang bekerja di World Hotel, meskipun mereka sedang lembur sekalipun akan tetap tersedia makanan gratis untuk para pegawainya termasuk cemilan dan snack makanan ringan untuk menemani para pegawainya yang sedang lembur bekerja.


***


Seorang istri sedang menghampiri sang suami yang tengah duduk diruang keluarga. Istri itu pun mendudukkan tubuhnya disamping sang suami.


Istri :


"Sayang, kamu udah lihat belum kalau WORLD HOTEL sedang membuka lowongan pekerjaan untuk bagian Manager??" ucap sang istri yang berniat memberitahukan berita itu kepada suaminya.


Suami :


"Sudah, memangnya kenapa?" tanya balik sang suami.


Istri :


"Kamu tau kan gaji disana sama dengan 3 bulan gaji kamu ditempat kamu bekerja sekarang" jawab sang istri.


Suami :


"Iya aku tau, memangnya kenapa?" tanya lagi sang suami kepada istrinya namun tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari layar tv yang sedang berada didepannya.


Istri :


"Aku mau kamu kerja disana, pokoknya kamu harus kerja disana, aku ngga mau tau" ucap sang istri lantang dan penuh penekanan.


Suami tersebut langsung saja menengok ke sebelah tempat istrinya sekarang sedang duduk.


Suami :


"Apa kamu gila, kamu tau aku sudah mempunyai pekerjaan sekarang. Dan apa kamu pikir mendapatkan pekerjaan disana mudah, semudah omongan mu itu" sahut sang suami dengan nada agak meninggi karena mendengar permintaan konyol sang istri.


Sang istri pun kemudian beranjak berdiri dari tempat duduknya dan berteriak kepada suaminya tersebut.


Istri :


"Aku tidak peduli, yang harus kamu lakukan adalah mendapatkan pekerjaan disana, kalau tidak aku akan minta cerai kepadamu. CERAI!!!" kata sang istri dengan sangat berteriak dan penuh penekanan dalam mengucapkan kata cerai.


Istri tersebut langsung pergi berlalu begitu saja meninggalkan suaminya setelah mengeluarkan segala keinginannya itu yang harus dituruti. Sang suami hanya bisa memijat keningnya tersebut karena sakit kepala yang melandanya akibat permintaan konyol istrinya tersebut.


Laki laki itu kembali membuka pengumuman lowongan pekerjaan tersebut melalui handphonenya.


Suami :


"Pembukaan lowongannya cuma satu hari dan sekaligus interview dihari yang sama. Bahkan besok adalah harinya, bagaimana aku dapat mempersiapkan segalanya jika dengan waktu sesingkat ini" kata laki laki itu yang sedang berbicara kepada dirinya sendiri.


Lagi lagi ia kembali memijat keningnya karena sakit kepala yang ia landa, bagaimana mungkin mempersiapkan segala sesuatu dalam waktu yang hanya satu hari. Oh bukan satu hari, melainkan setengah hari lebih tepatnya. Meskipun ia sadar jika dirinya juga pintar dan dapat mempersiapkan segalanya dalam waktu singkat namun untuk bisa memasuki dunia kerja di WORLD HOTEL juga perlu mempersiapkan segala sesuatu dengan matang agar tidak terjadi kesalahan.


***


****Keesokan Harinya


Hari Tes****


Pagi yang cerah ini diawali dengan kesibukkan sang istri yang begitu bersemangat untuk membantu persiapan suaminya yang akan pergi untuk mengikuti tes kerja di WORLD HOTEL. Yang akan melamar kerja adalah sang suami, namun sang istri lah yang terlihat begitu sangat berbahagia, entah apakah yang membuatnya begitu sangat bahagia seperti itu.


Sekarang dirinya tengah membantu sang suami untuk memakaikan dasi, dengan telaten dia memasangkan dasi suaminya tersebut dengan wajah yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.


"Jika suami ku bisa bekerja di WORLD HOTEL apalagi bagian Manager, maka aku akan menyombongkan nya dengan teman teman ku yang lain dan bahkan gaji yang akan diterima sangat besar, aku akan puas berbelanja" batin sang istri dengan senyuman licik yang menghiasi wajahnya.


Suaminya melihat istrinya tersenyum senyum sendiri membuatnya jadi bingung dengan apa yang terjadi kepada sang istri.


Suami :


"Ada apa kamu senyum senyum sendiri" tanya suaminya itu.


Istri :


"Oh tidak ada, aku hanya senang karena kamu mau melamar bekerja di WORLD HOTEL" jawab sang istri tersebut.


Suami :


"Oh.. Aku kira ada apa. Tapi aku tidak bisa menjamin kalau aku akan diterima bekerja disana" tungkas suaminya agar membuat sang istri tidak terlalu berharap lebih.

__ADS_1


Istri :


"Pokoknya aku mau kamu berusaha sebaik mungkin, kamu harus membuktikan kalau kamu layak untuk bekerja disana" kata istrinya lagi.


"ya tentu saja kamu harus diterima bekerja disana, aku ingin mendapatkan uang lebih untuk belanja setiap bulannya" batin sang istri.


***


WORLD HOTEL


Kegiatan pagi yang terjadi di hotel milik keluarga PRATAMA itu terjadi seperti biasa. Para pegawai yang masing masing sibuk dengan pekerjaannya, para tamu yang baru saja check on maupun check out, dan beberapa tamu yang sedang bersantai di lobby hotel dengan keluarganya.


Namun pagi ini ada sedikit pemandangan yang perbedaan terjadi di hotel tersebut, yakni banyaknya para pelamar kerja dengan pakaiannya yang sudah sangat rapi.


Dapat dilihat jelas kegugupan yang begitu nampak diwajah para pelamar tersebut, ada sebagian dari mereka yang sedang menghafalkan sesuatu dengan sebuah kertas ditangannya. Ada juga yang sedari tadi kerjaan bolak balik toilet karena kebanyakan minum untuk mengatasi kegugupannya. Namun ada satu orang pria yang terlihat santai saja menghadapi tes tersebut, dengan tenang ia duduk dikursi yang telah disediakan pihak hotel tersebut.


Reza seperti pagi biasanya telah datang disambut dengan kedua sekertarisnya yang senantiasa menunggunya didepan pintu masuk hotel. Reza berjalan bersama Angela dan Doni yang berada dibawah belakangnya.


Sebelum menaiki lift khusus Presdir, Reza melihat begitu banyak dan antusiasnya para pelamar kerja yang berminat untuk bekerja di perusahaannya.


Ada satu orang yang menarik perhatian Reza yaitu seorang pria yang sedang duduk dikursi tunggu tersebut. Reza melihat ketenangan yang nampak pada wajahnya, tidak ada kegugupan sama sekali yang terlihat pada wajah pria tersebut tidak seperti para pelamar yang lain.


Reza :


"Tolong kamu awasi pria itu, sepertinya dia cocok untuk bekerja di perusahaan kita" kata Reza kepada kedua sekertarisnya yang berdiri dibelakangnya.


Angela :


"Baik pak" sahut Angela.


Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju lift khusus Presdir untuk membawa mereka kelantai paling atas hotel ini.


***


DINAS PARIWISATA


Annisa memulai paginya seperti biasa dengan berbagai macam pekerjaan yang menunggu hingga waktu makan siang pun datang.


Amelia :


"Woy.. Ayo makan" ajak Amelia kepada Annisa dengan menepuk bahunya dari belakang.


Annisa :


"Astaga, lo ngagetin gue aja. Ada yang masih mau gue urus sebentar, lo duluan aja sama Andre nanti gue nyusul deh" ucap Annisa.


Amelia :


Annisa :


"Iya deh, takut gue sama ancaman lo" tawa Annisa melihat kearah Amelia yang juga ikut tersenyum.


Amelia :


"Yaudah, gue duluan ya. Gue ajak Andre aja kalau gitu" sahut Amelia sembari meninggalkan Annisa.


Annisa membereskan pekerjaannya sebentar, tidak menunggu lama akhirnya ia telah menyelesaikan berkas berkas tersebut.


Sebelum kekantin, Annisa terlebih dahulu mengirimkan pesan chat kepada suaminya.


📨


Annisa :


"Mas, udah makan siang??"


Tidak menunggu lama, pesan Annisa langsung dibalas oleh Reza.


Reza :


"Ini sebentar lagi mau makan sayang, kamu udah??"


Annisa :


"Ini Annisa lagi mau ke kantin mas, yaudah mas jangan lupa makan ya entar sakit. Jangan fokus sama pekerjaan terus"


Reza :


"Iya sayang, mas pasti makan kok. Kamu jangan khawatir, kalau mas sakit juga kan ada kamu yang bakal ngerawat mas"


Annisa :


"Apaan sih mas. Oh iya, nanti sore Annisa kekantor mas ya buat jemput mas"


Reza :


"Perlu mas antar supir ngga sayang?"

__ADS_1


Annisa :


"Ngga usah mas, Annisa pakai taksi aja nanti. Yaudah mas, Annisa mau makan dulu ya. Love you mas"


Reza :


"Love you too sayang".


*WORLD HOTEL


Setelah selesai membalas pesan dari sang istri, wajah Reza yang tadinya tersenyum kembali datar dan serius lagi bahkan tambah mengerikan namun tidak membuat ketampanannya luntur sedikitpun.



Reza sekarang tengah berada didalam ruangan tempat tes para pelamar kerja.


Reza :


"Tes nya kita hentikan sebentar, karena sekarang sudah masuk waktu makan siang" ucap Reza kepada Angela dan Doni.


Mereka memutuskan makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan kembali tes.


*Waktu makan siang telah berlalu..


Reza kembali memasuki ruangan bersama Angela dan Doni untuk melanjutkan tes pegawai yang sempat tertunda tadi, hingga akhirnya seorang pegawai yang membuat Reza tertarik sedari awal juga memasuki ruangan tersebut setelah mendengar namanya dipanggil.


Reza :


"Dian Saputra" panggil Reza.


Pria tersebut memasuki ruangan tes dan duduk dikursi yang telah disediakan yang berada dihadapan Reza.


Dian pun menjelaskan tentang tentang dirinya dan potensi yang ia miliki, setelah menjelaskan tentang dirinya, Dian mendapat beberapa pertanyaan dari Reza dan dengan mudah dan lancar ia dapat menjawab pertanyaan tersebut.


Terlihat kepuasaan diwajah Reza ketika mendengar jawaban dari pria didepannya tersebut. Tidak memakan waktu lama Dian pun diperkenankan untuk meninggalkan ruangan karena ia telah selesai melewati tes tersebut.


Setelah kepergian Dian, Reza berbicara untuk meminta pendapat kepada kedua sekertarisnya dan mereka pun juga merasa puas akan jawaban pria tadi namun ada sesuatu yang mengganjal di hati Reza tetapi meskipun telah ia pikirkan lama namun tak kunjung juga mendapatkan jawabannya.


***


SORE HARI


Waktu pulang telah sampai, Annisa bergegas menuju kantor sang suami dengan sebuah taksi online yang telah dipesannya tadi. Memakan waktu lumayan lama dijalan yang disebabkan karena macet, wajar saja karena sekarang memang sudah jam pulang kerja.


Hampir setengah jam Annisa berada didalam taksi tersebut dan akhirnya ia pun telah sampai ditempat tujuan.


Annisa memasuki hotel milik suaminya tersebut, sesampainya di lobby entah apakah dia terlalu cepat berjalan atau tidak fokus yang mengakibatkan dirinya menabrak seseorang.


Brukk..


Annisa terjatuh karena posisi badannya yang tidak siap untuk menyangga tubuhnya tersebut, sekarang dirinya tengah terduduk dengan posisi wajah yang menunduk kebawah. Annisa mendengar suara pria yang tengah menanyakan keadaannya.


Pria :


"Apakah kamu tidak apa apa?" tanya pria tersebut kepada Annisa yang masih terduduk dilantai.


Annisa :


"Tidak, aku tidak apa apa" sahut Annisa dengan mencoba mendirikan badannya tersebut.


Setelah tubuhnya berdiri tegap, Annisa lalu memutar kepalanya untuk melihat pria yang menabrak atau ditabraknya tadi, karena memang Annisa tidak tahu sekarang posisi siapa yang disalah diantara mereka berdua.


Betapa terkejutnya Annisa ketika mengetahui siapa orang yang dia tabrak tadi, begitupun dengan pria tersebut yang menampakkan wajah kagetnya.


"Annisa??"


"Dian??"


Ucap mereka berdua bersamaan dengan saling memandang wajah satu sama lain.


*Cast pemeran Dian Saputra.



*******


Selalu support author ya.


Maaf jika masih banyak terjadi kesalahan dalam penulisannya.


Terima kasih untuk para pembaca setia author 🙏🙏😘😘😘


Jangan lupa favoritkan, like dan vote ya buat author 😁😁😁


Komennya jangan lupa juga, soalnya author suka banget baca komentar kalian semua.


Jangan bosan ya 😁😁😁

__ADS_1


10 Maret 2020


__ADS_2