
Detik berganti menit.
Menit berganti jam
Jam berganti hari.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya sehingga tanpa disadari sekarang sudah satu minggu berlalu semenjak Annisa siuman. Keadaan Annisa semakin hari semakin membaik dan dokter Bobby juga berkata jika hari ini adalah hari terakhir Annisa dirumah sakit yang artinya juga besok ia sudah diperbolehkan pulang.
Kesembuhan Annisa semata mata bukan hanya karena pengobatan yang selama ini ia jalankan saja namun kesungguhan, kesabaran, dan kelembutan Reza dalam merawat Annisa selama ini patut diacungi jempol. Karena berkat dialah Annisa bisa sembuh dalam waktu yang terbilang cepat.
Tanpa ada paksaan maupun keluhan, Reza setiap hari terus melayani istrinya itu dalam hal menyuapi makan, mengganti pakaian, mengajak istrinya bercerita dan masih banyak lagi. Meskipun apa yang dilakukan Reza terbilang sederhana namun begitu menyentuh dihati Annisa.
Ia sangat bersyukur karena memiliki suami seperti Reza yang begitu sangat menyayangi nya sepenuh hati, tidak pernah mengeluh meskipun Annisa tau jika Reza selama ini kurang tidur karena tengah malam ketika Annisa ingin kekamar mandi, Reza yang masih tertidur akan bangun dengan cepatnya untuk membantu mengantarkan Annisa kekamar mandi. Reza pun tidak akan tidur sebelum melihat Annisa tidur terlebih dahulu.
Kecupan dan ciuman sering diberikan Reza kepadanya dan Annisa sangat menyukai hal itu. Ia juga kadang menyuruh Reza untuk tidur bersama nya diranjang rumah sakit yang sangat luas itu. Seperti yang mereka lakukan sekarang, padahal matahari sudah perlahan naik namun mereka berdua masih saja enggan melepas pelukan yang sedari tadi mereka lakukan. Mata mereka saling menatap dalam keheningan, sesekali tawa mereka pecah ketika mereka saling pandang terlalu lama.
Reza :
"Kamu ngga mau bangun sayang, hari udah mulai mau siang" tanya Reza sembari menunjuk kearah jendela kaca dikamar mereka yang sudah tidak tertutupi tirai lagi.
Annisa :
"Ngga ah mas, Annisa mau tidur lagi" jawab Annisa kepada Reza.
Reza :
"Ya udah, kita tidur lagi aja sayang" tutur Reza.
Annisa :
"Mas tolong tirainya ditutup dong, Annisa ngga bisa tidur kalau silau" rengek Annisa dan mau tidak mau Reza pun melepas pelukan yang sedari tadi pagi mereka lakukan.
Reza berjalan mendekati kaca yang lebar itu dan perlahan menarik tirai yang ada disamping kirinya untuk mengahalau cahaya masuk yang akan mengganggu istrinya tidur.
Setelah selesai Reza berjalan kembali menuju ranjang mereka namun yang didapatinya adalah istrinya sudah tertidur duluan padahal ia meninggalkannya hanya sebentar.
"Udah tidur, padahal belum juga puas mesra mesraan tadi" batin Reza ketika melihat sang istri telah terlelap tidur padahal baru ditinggal sebentar.
Reza pun melangkahkan kakinya dan kembali merebahkan dirinya disamping sang istri. Posisi Annisa sekarang sedang membelakangi dirinya namun tidak menyulitkan Reza untuk memeluk sang istri yang sudah tidur lebih dulu tanpa memberitahu.
Mereka berdua pun kembali menyambung tidur dengan Reza yang memeluk Annisa dari belakang dengan manisnya.
***
Di Tempat Lain.
Sarah dan citra terlihat sedang berbicara serius diruang keluarga kediaman Pratama tersebut. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat Citra begitu kesal dibuatnya. Mata Citra memberikan tatapan seakan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
Citra :
"Tante, apa maksud Tante dengan bicara seperti itu, memangnya aku salah apa??" tanya Citra yang masih diam mematung tidak percaya dengan ucapan Sarah kepadanya.
Sarah :
"Kamu tidak salah apa apa, Tante hanya mau kamu sekarang pergi dari rumah ini, lebih baik kamu pergi sekarang dari pada Reza nanti yang akan mengusirmu" tutur Sarah.
Citra :
"Tapi Tante ngga bisa dong tiba tiba mengusir aku begini tanpa alasan yang jelas" sahut Citra lagi.
Sarah :
__ADS_1
"Ingat Citra, kamu cuman numpang disini jadi jangan berbicara seolah kamu punya hak atas rumah ini. Dan perlu Tante ingatkan lagi kalau kamu itu sudah putus lama dengan Reza jadi Tante harap kamu bisa meninggalkan Reza dan rumah ini sekarang juga sebelum Tante panggilankan keamanan untuk menyeret kamu keluar dari rumah ini" tegas Sarah kepada Citra.
Citra yang mendengar kata kata yang begitu menyakitkan telinga dan hatinya itu pun langsung berbalik dan pergi meninggalkan Sarah diruang keluarga rumah itu.
Citra memasuki kamarnya dan membereskan pakaiannya yang berada didalam lemari untuk ia pindahkan kedalam koper.
"Itu si nenek sihir kenapa ngga mati aja sih sekalian kemarin, kalau tau taunya pas hidup malah kaya gini sifatnya keaku, awas aja kalian ngga akan aku biarkan hidup bahagia" batin Citra seraya membereskan barang barangnya.
Setelah selesai Citra melangkahkan kakinya meninggalkan kamar tersebut dan mendapati Sarah masih berada diruang keluarga, Citra yang melihat Sarah hanya pergi berlalu melewatinya tanpa menyapa sedikitpun.
Sarah :
"Citra?" Panggil Sarah.
Citra :
"Ada apa lagi sih, ini gue juga udah mau pergi" bentak Citra kepada Sarah yang memanggilnya dengan badannya yang sudah ia balikkan kearah Sarah.
Sarah :
"Tante hanya mau mengingatkan, jangan lagi kamu mengganggu kehidupan Reza dan Annisa atau kamu akan tau sendiri akibatnya" ancam Sarah kepada Citra yang seakan ia tau jika Citra tidak akan tinggal diam setelah diperlakukan seperti ini.
Citra :
"Bodo" teriak Citra sekaligus membalikkan badannya dan pergi berlalu meninggalkan kediaman Pratama.
"Semoga ini adalah jalan yang benar, semoga keputusan yang ku ambil ini tidak akan salah" batin Sarah sembari menatap punggung citra yang mulai menghilang dari pandangannya.
***
Keesokan Harinya.
Annisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Bobby dan sekarang yang mereka lakukan ialah bersiap siap dan berganti baju untuk pulang kerumah.
Reza :
Annisa :
"Makasih mas" senyum Annisa dan mencium pipi kanan Reza sebagai ungkapan terima kasihnya.
Reza pun membalas ciuman Annisa dengan ciuman dibibirnya meskipun hanya sebentar karena Annisa sudah menghentikan aksinya itu.
Annisa :
"Mas ganti baju duluan aja dikamar mandi, Annisa tunggu" kata Annisa mempersilahkan suaminya untuk duluan mengganti bajunya.
Reza pun mengangguk dan berlaku oeegi kekamar mandi dengan membawa baju gantinya yang berada dipaper bag yang ia pegang.
Tidak memakan waktu lama, Reza pun keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian yang menurutnya simple dan tidak formal sepeti biasa ia berangkat bekerja.
Annisa yang melihat suaminya baru kuat dari kamar mandi langsung menatap bengong tanpa suara dan jangan tanya lagi matanya seperti apa. Yang pasti mata Annisa sudah tidak berkedip sama sekali.
"Astagaaaaaa..... Suami gue kaya boyband, ini mah boyband juga lewat" jerit Annisa didalam hatinya ketika melihat suaminya yang sudah tampan namun bertambah tampan lagi setelah memakai baju yang simple seperti ini.
Reza :
"Sayang, hei sayang" tegur Reza sambil melambai lambaikan tangannya dihadapan wajah istrinya itu.
Annisa :
"Hahh" jawab Annisa bingung namun matanya masih saja memandangi suaminya itu.
__ADS_1
Reza :
"Kamu ngga ganti baju sekarang, nanti keburu siang kita pulangnya" kata Reza yang membuyarkan tatapan istrinya dan mengingatkan jika mereka sekarang akan pulang kerumah.
Annisa yang merasa malu pun langsung pergi saja kekamar mandi tanpa membalas ucapan suaminya.
Reza terkekeh melihat kelakuan istrinya itu.
"Baru tau dia kalau suaminya tampan" batin Reza sembari tersenyum menatap kepergian istrinya kekamar mandi.
Selama menunggu Annisa ganti baju, Reza berberes barang barang mereka yang ada dikamar itu meskipun tidak banyak namun Reza dengan teliti membereskan barang mereka supaya tidak akan ada yang tertinggal. Pekerjaan Reza yang membereskan barang tadi pun sudah selesai dibarengi dengan suara pintu kamar mandi yang terbuka.
Dan nampaklah sosok malaikat menurut Reza, yah malaikat dihatinya.
Annisa melangkahkan kakinya mendekati sang suami.
Annisa :
"Gimana mas, bagus ngga penampilan Annisa?" tanya Annisa kepada Reza sembari ia berpose dihadapan suaminya itu.
"Oh shitttt... Sekarang malah aku lagi yang terpesona olehnya. Aku harus memberi Doni bonus bulan ini karena telah memilihkan baju yang bagus untuk istriku meskipun bergaya simple namun sangat indah" batin Reza yang masih menatap lekat istrinya itu dengan mata yang juga tidak berkedip.
Annisa :
"Mass???" panggil Annisa lagi kepada Reza karena merasa bahwa ia sedang diacuhkan
Reza langsung menyadarkan dirinya dari lamunannya itu.
Reza :
"Bagus sayang, kami sangat cocok memakai baju itu, kamu semakin cantik" jawab Reza dengan senyuman mautnya.
Annisa :
"Benarkah??? Makasih sayang" ucap Annisa yang lagi lagi memberikan ciuman di pipi suaminya namun dengan cepat Reza menatik pinggang istrinya itu dan mencium bibirnya.
Ciuman mereka berlangsung lumayan lama hingga nafas mereka seakan habis menghentikan aktifitas ciuman mereka.
Annisa :
"Sudah mas, ayo kita pulang, kalau ciuman terus ngga bakal kelar sampai besok" canda Annisa.
Reza :
"Yasudah, kita sambung dirumah ya nanti" sahut Reza.
Annisa hanya menganggukkan kepalanya saja tanda menyetujui namun pipinya menjadi merah merona karena ia membayangkan apa yang akan terjadi dirumah nanti.
Reza dan Annisa pun berjalan beriringan keluar dari kamar VVIP tersebut, dengan tangan yang saling menggandeng seakan tidak ingin terlepaskan. Para perawat yang melihat mereka lewat mendadak kagum dan iri karena mereka menjadi saksi perjalanan kisah cinta Reza yang senantiasa setia menunggu kesembuhan istri tercintanya itu.
*******
Maaf baru update sekarang dan maaf juga kalau penulisannya ada kesalahan.
Terima kasih sekali lagi kepada kalian yang masih menjadi pembaca setia novel author 🙏🙏🙏
Jangan lupa favoritkan ya..
Like, komen dan vote selalu buat author.
Terus dukung author ya 😘😘😘
__ADS_1
04 Maret 2020