Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
RUMAH MERTUA PART 2


__ADS_3

Entah berapa lama sudah posisi mereka yang sedang berdiri sambil berpelukan itu, reza hanya diam saja tanpa berkata apapun yang reza lakukan hanya terus mengelus punggung annisa untuk menenangkan istrinya itu.


Reza tidak tau mengapa annisa tiba tiba menangis sedangkan beberapa saat tadi mereka masih sempatnya berdebat kecil, reza lebih suka melihat annisa marah atau memarahinya dari pada harus melihat istrinya itu mengeluarkan air mata karena sangat sakit melihat orang yang dicintainya itu menangis.


Annisa yang baru sadar kalau dia menangis dengan memeluk suaminya sedangkan yang ia tau mereka sedang dalam keadaan yang masih bertengkar. Dengan refleks annisa mendorong dada reza dengan kuat untuk melepaskan pelukan mereka.


Annisa :


"Apaan sih mas main peluk peluk aja" kata annisa setelah pelukan mereka terlepas sambil mengelap sisa air mata yang masih tertinggal dimatanya itu.


Reza :


"Bukannya kamu yang dengan tiba tiba memeluk aku sayang" goda reza sambil tertawa kecil melihat istrinya yang salah tingkah


Annisa :


"Terus kenapa kamu ngga ngehindar pas aku peluk" jawab annisa lagi.


Reza :


"Masa dipeluk istri sendiri malah menghindar sih, apalagi yang meluk cantik begini, yah aku nya mau aja dong kan enak" sahut reza yang masih setia menggoda istrinya sambil tertawa puas.


Annisa tau bahwa perdebatan ini tidak akan kunjung ada habisnya karena annisa sudah sangat hafal dengan sifat reza. Annisa pergi melanjutkan kegiatannya untuk memetik beberapa sayuran untuk dimasak, reza dengan setia mengikuti annisa dibelakang dengan sebuah baskom ditangannya.


Tidak berapa lama akhirnya kegiatan memetik sayuran telah mereka selesai kan dan annisa mengambil baskom yang penuh sayuran itu dari tangan reza untuk membawanya kedapur agar dicuci terlebih dahulu.


Reza hanya duduk dimeja makan sambil memainkan ponselnya dan sesaat kembali melihat kearah istrinya yang tengah sibuk dengan kegiatan memasaknya, annisa yang sedari tadi merasa kegiatannya diperhatikan reza ia pun merasa risih dan menegur suaminya itu.


Annisa :


"Kalo ngga ada kerjaan mending mandi gih sana" suruh annisa kepada suaminya itu agar dia pergi mandi dan meninggalkan annisa didapur.


Reza :


"Nanti dulu sayang, aku masih nunggu seseorang. Bentar lagi mandi kok" jawab reza.


Annisa yang sedang memotong motong sayuran pun langsung berhenti dengan pisau yang masih ada ditangan kanannya setelah mendengar kalau suaminya sedang menunggu seseorang. Annisa berpikir siapa kah orang yang tengah ditunggu suaminya itu.


"Siapa yang ditunggu reza ya, masa iya citra yang ditunggunya. Eh ngga mungkin, berani amat reza bawa bawa citra kesini" batin annisa.


"Tapi kalau memang benar yang ditunggu reza itu ialah citra, gue jamin ini pisau bakalan terbang" batin annisa kembali berbicara.


Tidak beberapa lama ponselnya reza berbunyi yang sepertinya ada seseorang menelpon, dengan cepat reza mengangkat telpon itu dan berkata bahwa dia akan segera kedepan untuk menemuinya.


Annisa yang sedari tadi pura pura tidak mendengar akhirnya mulai bergerak menyusul reza yang sudah duluan keluar rumah.

__ADS_1


Annisa dengan hati hati berjalan pergi dari dapur menuju kearah pintu masuk dan mengintip dari dalam, dilihatnya sebuah mobil berhenti didepan pagar rumahnya. Annisa melihat reza berinteksi dengan seorang perempuan yang baru saja keluar dari mobil itu meskipun wajahnya terhalang pagar rumahnya tetapi annisa yakin jika perempuan itu ialah citra mantan kekasih suaminya.


Annisa mendengus kesal karena ternyata dugaannya benar jika reza akan menemui citra, annisa masih tidak percaya begitu mudahnya reza membohongi dirinya lagi.


Reza yang telah selesai dengan urusannya itu pergi kembali masuk kedalam rumah mertuanya, reza mendorong pagar rumah lalu masuk dan menutupnya kembali.


Reza berjalan santai menuju pintu rumah sambil membawa tas yang lumayan besar entah apakah isi didalam tas tersebut.


Ketika reza sampai dipintu ia pun lalu membuka pintu tersebut dan didapatinya annisa tengah menunggu dibalik pintu itu dengan sebuah pisau ditangannya.


Reza sudah sangat dikagetkan dengan annisa yang muncul tiba tiba dari balik pintu dan yang lebih mengerikan lagi pisau yang tengah dipegang annisa itu. Reza menelan salivanya dengan kuat sampai sampai jakunnya bergerak sangat cepat.


Reza :


"Ada apa sayang, kok kamu malah berdiri disini ngga didapur buat masak" tanya reza kepada istrinya.


Annisa :


"Terserah aku lah ini rumah aku kok, lagian kamu ngapain keluar rumah terus bicara sama perempuan lagi" tanya balik annisa.


Reza :


"Bisa ngga sayang nanya nya ngga usah pake pisau ditodongkan keaku segala, ngeri kan ngeliatnya" jawab reza agak takut kalau pisau yang tengah dipegang istrinya itu akan melayang kearahnya.


Annisa :


Reza :


"Iya iya sayang, perempuan tadi itu Angela dia mengantarkan beberapa berkas untuk ku tanda tangani serta membawakan pakaian ganti" jawab reza dengan mengarahkan tas yang sedang ia pegang yang berisikan pakaian dirinya.


Annisa :


"Ohhhhh gitu" jawab annisa singkat dengan menganggukan kepalanya sembari memutar badannya meninggalkan reza.


Merasa aman karena sang istri telah meninggalkannya dengan pisau yang tadi sempat dikira reza akan melayang kearahnya. Tetapi reza bingung mengapa istrinya tiba tiba menanyakan pertanyaan aneh kepadanya seakan akan telah memergoki dirinya tengah bertemu dengan selingkuhan, jelas saja reza masih ingat dengan tatapan tajam istrinya yang begitu mengerikan tadi.


Beberapa saat reza berpikir dan terukirlah senyuman dibibir reza yang seakan mengartikan kalau dia tau dan paham mengapa istrinya tadi bersikap seperti itu.


"Jadi kamu cemburu ya sayang, kenapa ngga jujur aja sih tadi" batin reza sambil tersenyum.


Reza berjalan menemui istrinya yang sudah kembali kedapur dengan melanjutkan kegiatan memasaknya, dengan muka jahilnya reza mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang.


Reza :


"Sayang apa kamu sedang cemburu tadi?" tanya reza dengan masih memeluk sang istri.

__ADS_1


Annisa :


"Oh yang benar saja untuk apa aku cemburu kepada kamu, jangan kepedean deh" jawab annisa.


Reza :


"Benarkah?? Tetapi aku tadi melihat sepasang mata seseorang yang tengah membara dengan api yang berkobar didalamnya seakan akan ingin membunuh orang" ledek reza.


Annisa :


"Udah ah mandi sana, bau tau ngga. Kalau ngga mandi mau aku potong itu adenya mumpung aku megang pisau nih" jawaban annisa yang kembali mengarahkan pisaunya.


Reza :


"Janganlah sayang, nanti hancur lo masa depan kita berdua" jawab reza sambil tertawa.


Annisa :


"Masa depan kamu aja, aku mah engga" jawab annisa.


Reza :


"Masa sih, nanti kamu ngga bisa merasakan nikmat dunia lo" tawa reza


Annisa dengan wajah yang mulai memerah didalam pelukan suaminya itu jadi salah tingkah dan bingung akan menjawab apalagi karena annisa tau arah pembicaraan mereka sedang kejalan yang aneh.


CUP


Reza mendaratkan bibirnya disebelah kanan pipi annisa karena reza melihat istrinya itu tengah malu dengan muka yang memerah, jadi sekalian saja reza membuatnya jadi tambah malu.


Reza segera kabur setelah mencium pipi istrinya tadi karena kalau dia tidak segera kabur pisau yang tengah digenggam sang istri bisa saja benar-benar memotong punyanya.


Mendapat ciuman yang tiba tiba kesekian kalinya annisa langsung berteriak segera setelah melihat kalau suaminya itu telah kabur dari dirinya.


"Masssss!!!!!!!!!! Awas aja kamu kalau dapat nanti" teriak annisa.


"Aku tunggu sayang" teriak suara dari arah kamar mereka yang tidak lain ialah suara reza yang sudah berada dikamar.


Semoga kalian suka ya dengan kelanjutan ceritanya meskipun agak sedikit datar deh kayanya. Ini aja aku mencari inspirasi dengan jalan jalan pagi sekalian olahraga hehe 😂😂


Mohon dukungan ya teman2 dengan Vote, Like & Komen dan jangan lupa tambahkan kefavorit juga 😊😊😊


Jangan bosan ya sama novel aku, meskipun jalan ceritanya biasa tapi kalau bisa menghibur kalian itu sudah lebih dari cukup.


Makasih semuanya 🙏🙏🙏

__ADS_1


LOVE ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2