Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MAKANAN FAVORIT SARAH


__ADS_3

Tetes embun yang masih menggenang diantara dedaunan, hawa dingin yang masih menusuk hingga kekulit, udara yang masih bersih disitu lah Annisa mengawali paginya dengan berjalan kaki santai tanpa menggunakan alas kaki mengelilingi perumahan mewah dikompleknya. Sebenarnya rutinitas jalan pagi seperti ini sudah biasa dilakukan Annisa dirumahnya dulu namun semenjak Annisa menikah ia jadi tidak melanjutkan rutinitasnya itu.


Sudah lumayan lelah Annisa berjalan mengitari komplek perumahan nya yang mewah nan megah karena hanya orang orang terpandang saja yang bisa tinggal dikawasan ini, perumahan ini pun dilengkapi dengan banyak cctv dari area masuk komplek sampai jalannya pun tidak luput dari pengintaian cctv.


Annisa berpikir untuk pulang saja karena waktu sudah mau menunjukkan pukul 6 yang artinya ia harus siap siap untuk berangkat kerja.


Sepanjang perjalanan pulang Annisa dengan nyamannya menghirup udara yang masih segar itu.


"Ahh sungguh nyamannya" gumam Annisa.


Tiba tiba Annisa melihat seseorang.


"Siapa tu orang, celingak-celinguk kaya maling aja didepan rumah gue lagi" batin Annisa ketika melihat seorang pria berjalan mondar mandir didepan rumahnya sambil sesekali melihat kearah dalam rumah.


"Tapi masa sih maling ngga sesuai deh sama gayanya" batin Annisa lagi lalu ia memutuskan untuk menghampiri lelaki itu.


Annisa pun berjalan perlahan untuk menghampiri orang tersebut sekedar untuk bertanya, Annisa menepuk pelan bahu laki laki itu dari belakang jika dilihat dari gaya berpakaiannya lelaki itu pasti orang kaya karena dalam sekali lihat saja bisa diketahui pakaian yang dipakainya dari atas sampai bawah ialah pakaian mahal yang terkesan tidak menampakkan jika dia itu seorang pencuri apalagi tampang nya yang juga tampan yah meskipun ngga setampan suami Annisa wkwk..


Annisa :


"Nyari siapa mas?" tanya Annisa kepada lelaki itu


Namun bukannya mendapat jawaban melainkan lelaki itu malah pergi meninggalkan Annisa dengan cepatnya tanpa menoleh sekalipun kebelakang.


Annisa :


"Aneh, ditanyain malah kabur. Lo pikir gue hantu pas ngeliat langsung lari, somplak tuh orang" umpat Annisa ketika melihat reaksi lelaki tersebut sehabis ia tegur.


Annisa pun tanpa pikir panjang langsung masuk saja kerumahnya dan mendapati bi ati yang tengah menata makanan dimeja makan untuk sarapan Annisa beserta Sarah dan Citra. Annisa menyapa bi ati yang tengah sibuk dengan meja makan dan Annisa pergi berlalu kedapur untuk mengambil minuman didalam kulkas.


Annisa melihat ada sesuatu yang berbeda berada di dapurnya tepatnya diatas kompor sedang ada panci besar yang mengeluarkan aroma sedap, Annisa berjalan mendekati panci tersebut dan dibukanya panci itu yang ternyata isinya ialah sup daging sapi yang sepertinya baru selesai dimasak.


Annisa menutup kembali panci tersebut dan kembali ketempat awalnya ia berdiri yaitu didepan kulkas untuk mengembalikan botol minumnya. Annisa pun bertanya kepada bi ati dalam rangka apa bi ati bikin sup daging sapi segala.


Annisa :


"Bi, itu sup daging sapi bibi yang buat ya?" Tanya Annisa.


Bi ati :


"Bukan non, itu mba citra yang buat katanya makanan favorit nyonya sup daging sapi" jawab bi ati yang sekarang sudah berada didekat Annisa.


Annisa :


"Oh gitu, sudah disiapkan ke meja makan ya bi" tanya Annisa lagi.


Bi Ati :


"Belum non, kata mba Citra biar nanti dia sendiri aja yang nyiapin buat nyonya" jelas bi ati.


Annisa :


"Sekarang citra dimana bi?" Kata Annisa dengan kepala yang kekanan dan kekiri seperti sedang mengawasi keadaan.


Bi Ati :


"Kalau ngga salah setelah selesai memasak tadi mba citra langsung pergi ke kamarnya non mungkin lagi mandi sekarang" tutur bi ati.


Annisa mengangguk tanda mengerti perkataan bi ati.


Annisa :

__ADS_1


"Ya udah bi, bibi bisa lanjutkan kerjanya lagi" jawab Annisa.


Setelah memberi hormat, bi ati pun pergi berlalu meninggalkan Annisa yang masih berada di dapur.


Setelah Annisa rasa kalau bi ati telah pergi menjauh dan sudah tidak nampak batang hidungnya lalu Annisa mendekati kompor tempat panci yang ada sup daging sapi didalamnya.


Annisa membuka lagi tutup panci besar itu dan ....


"Gue kerjain ah" batin Annisa sembari tersenyum senyum sendiri.


Tidak beberapa lama Annisa keluar dari dapur dan berjalan kembali menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap akan berangkat kerja. Annisa memasuki kamarnya dan merasa kekosongan lagi di dalamnya, sungguh dia memang sangat merindukan sosok Reza yang sering kali mengusilinya ketika pagi hari.


"Kapan kamu pulang mas, Annisa kangen. Katanya pengen bikin anak tapi betah banget lama lama disana" gumam Annisa sendiri didalam kamarnya.


Tidak terlalu lama Annisa akhirnya telah menyelesaikan kegiatannya untuk berangkat bekerja, namun sebelum itu Annisa turun kebawah untuk sarapan terlebih dahulu tanpa membawa tas kerjanya karena biasanya annisa bisa kembali lagi kekamar untuk mengecek kalau saja ada berkasnya yang tertinggal jadi menurutnya mending sekalian saja tas nya tidak usah dibawa turun dulu.


Annisa menjadi orang pertama yang sampai dimeja makan, Annisa menunggu sebentar Citra dan Sarah agar mereka dapat sarapan bersama. Tidak beberapa lama Citra dan Sarah pun datang dengan berjalan beriringan.


Annisa :


"Pagi mah" sapa Annisa kepada mertuanya.


Sarah hanya melihat saja kearah Annisa tanpa menghiraukan sapaan menantunya itu, citra yang berada disamping Sarah pun tersenyum senang karena melihat Annisa yang diacuhkan oleh mertuanya sendiri.


"Senyum aja Lo terus, habis ini bakal ilang tu senyuman, gue jamin" batin Annisa melihat kearah Citra dengan senyuman yang tak kalah jahat dan pandangan mereka bertemu dengan mata yang menatap tajam satu sama lain seperti akan terjadi perang setelah ini.


Annisa menyudahi tatapannya kepada Citra dan beranjak mengambilkan piring dan nasi untuk Sarah ibu mertuanya namun belum juga Annisa berdiri Citra sudah lebih dulu berinisiatif.


Citra :


"Tante, Citra tadi bikinin sup daging sapi buat Tante. Kira kira makanan favorit Tante masih ngga berubah kan" tanya Citra dengan senyum manisnya kepada Sarah.


Sarah :


Citra :


"Ya udah Tante Citra siapin ya" sahut Citra dengan senyumannya.


Citra pun pergi menuju dapur dan menyuruh bi ati untuk menaruh sup daging sapi buatannya tadi kedalam mangkuk untuk ia sajikan kepada Sarah. Tidak memakan waktu lama bi ati pun memberikan mangkuk yang telah berisi sup tadi kepada citra.


Dengan pedenya Citra melangkah dari dapur menuju meja makan sambil tersenyum seperti telah menang lotre. Annisa yang tengah mengunyah makanannya hanya bisa melirik saja tanpa mau menghiraukannya.


Citra :


"Ini Tante sup nya, semoga Tante suka ya" kata Citra meletakkan sup daging sapi tadi dihadapan Sarah.


Sarah hanya menjawab dengan senyuman manis kearah Citra lalu Citra pun membalas dengan tersenyum manis pula. Citra pun mendudukkan diri kembali disamping Sarah.


"Sumpah mau muntah gue lihat dia senyum kaya gitu" batin Annisa ketika melihat citra tersenyum Sarah.


Annisa hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan Citra yang so manis, baik, pengertian dan lainnya. Tidak seberapa lama terdengar suara hempasan peralatan makan, sontak membuat Annisa yang sedang menguyah makanannya langsung menoleh kearah sumber suara dan dilihatnya Sarah yaitu ibu mertuanya tengah minum air putih dengan cepat dan sangat banyak sampai beberapa kali.


Citra yang mendengar hempasan peralatan makan tadi yang berupa sendok langsung ikut kaget serta langsung menolah kearah sumber suara yang berada disampingnya dan didapatinya Sarah yang tengah minum air putih dengan tergesa-gesa dan minum pun sampai beberapa gelas.


Annisa pun pura terkejut dan menolong Sarah dengan memberikan minum lagi kepadanya.


Annisa :


"Mamah kenapa, jangan minum terlalu cepat nanti mamah tersedak" kata Annisa kepada Sarah dengan wajah yang dibuat terlihat khawatir.


Setelah dirasa cukup lalu Sarah menghentikan aktivitas minumnya tadi dan langsung menghadapkan badannya kearah Citra, Citra yang melihat wajah Sarah yang sedang menahan amarahnya langsung gemetar ketakutan.

__ADS_1


Sarah :


"Citra, kamu itu kalo ngga bisa masak mending ngga usah masak, sup apa yang kamu berikan kesaya ini" bentak Sarah kepada Citra.


Citra yang gemetaran pun tidak bisa berucap apa apa hanya bisa diam membisu mendengar perkataan Sarah. Namun Annisa dengan polosnya bertanya kepada Sarah.


Annisa :


"Memangnya kenapa dengan sup buatan Citra mah?" tanya Annisa basa basi.


Sarah :


"Kamu coba aja sendiri gimana rasanya" jawab Sarah ketus.


Annisa pun menyendok sup daging buatan Citra dan ......


Huuueeeeekkkkk.....


Annisa ingin muntah setelah mencoba sesendok sup buatan Citra yang rasanya sangat sangat sangat asiiinnnnnnn....


Annisa dengan cepat juga ikut seperti yang dilakukan Sarah tadi yaitu meminum air putih yang banyak untuk menghilangkan rasa asin di mulutnya. Ketika mulai berkurang rasa asin yang telah menodai mulutnya tadi lalu Annisa kembali berbicara kepada Citra.


Annisa :


"Citra aku mohon deh mending kamu ngga usah masak aja lagi, dari pada buang buang bahan makanan" kata Annisa menghujat Citra.


Citra :


"Eh Lo ngga usah ikut menghina gue ya" jawab Citra.


Annisa :


"Lah memang kenyataannya begitu kok" jawab Annisa dengan mukanya yang santai.


Sarah :


"Sudah kalian berdua diam, bikin kepala saya sakit saja mending saya jalan jalan dari pada dirumah sama kalian berdua" jawab Sarah dengan wajahnya yang masih marah dan pergi berlalu dari meja makan.


Citra pun hanya bisa terdiam karena perilaku Sarah kepadanya sangat kasar, ini juga menjadi kali pertama Citra dibentak oleh Sarah. Annisa yang melihat Citra diam terpaku lalu dengan polosnya juga ikut pergi meninggalkan meja makan seperti ibu mertuanya.


Annisa :


"Bi tolong beresin meja makannya ya, berantakan banget nih sama kaya suasana hati seseorang" kata Annisa yang berteriak kepada bi ati yang sedang berada didapur.


Annisa melenggokkan badannya pergi berlalu meninggalkan Citra yang masih setia diam terpaku ditempat.


Bersambung..


*******


Maaf ya kalau banyak typo dan juga terima kasih buat kalian yang masih setia untuk membaca novel author.


Semoga kalian suka ya sama kelanjutan ceritanya 😁😁😁


Author ngga bakal bosan untuk ngingetin kalian buat Like, Komen, Favoritkan dan Vote.


Vote sebanyak banyaknya ya teman teman 😘😘😘


Salam hangat dari Author 😘😘😘


Terima Kasih.

__ADS_1


12 Februari 2020


__ADS_2