Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MAIN PELAN


__ADS_3

Disinilah sekarang Annisa dan Reza berada, masih ditempat yang sama yaitu restauran yang berada dihotel milik Reza. Masih dengan wajah yang malu akibat ulat suaminya tadi, sekarang Annisa sangat berusaha untuk menelan makanannya yang sepertinya sangat susah sekali ia telan. Beberapa pandang mata sesekali masih melirik kearah mereka berdua yang tengah berusaha serius untuk makan serta berpura pura tidak tahu jika sedari tadi beberapa pengunjung sepertinya masih membicarakan mereka.


Ingin sekali rasanya Annisa membawa bergulat suaminya ini karena telah dengan mudah membuat dirinya malu didepan umum.


Ettss bergulat dalam hal berkelahi ya bukan dalam hal hubungan wkwk


Namun manusia yang sedang Annisa umpat didalam hati sedari tadi terlihat biasa saja, masih bisa mengunyah dan menelan makanannya dengan sangat mudah tanpa hambatan sedikitpun.


* * *


Beberapa bulan kemudian...


Usia kandungan Annisa sudah memasuki bulan ke 6 yang sudah membuat Annisa terlihat memiliki perut yang buncit serta pipi Annisa yang semakin hari semakin cubby sehingga sangat enak untuk dicubit oleh sang suami.


Bahkan setiap malam Reza dibuat tertantang oleh perbuatan sang istri meskipun tidak bisa dikatakan semua itu adalah kesalahan Annisa karena memang faktor kehamilan yang membuat dirinya semakin berisi bahkan dibeberapa bagian tubuhnya pun ikut membesar seperti payudara dan bokong.


Reza harus bisa belajar mengendalikan dirinya setiap waktu ketika melihat tubuh sang istri, seperti saat ini saja dirinya dibuat sengsara ketika saat ingin merebahkan dirinya ditempat tidur yang sudah terlebih dahulu ditempati istrinya. Terlihat Annisa sudah tertidur nyenyak diatas kasur kebanggaan mereka yang begitu empuk dan nyaman.


Entah karena bawaan hamil atau apa, sekarang Annisa nampak mudah merasakan lelah tidak seperti dirinya dulu yang selalu memiliki stamina cadangan untuk mengerjakan segala pekerjaan kantornya maupun terkadang jika ada lembur dadakan.


" Ohh tuhan, cobaan apalagi kah ini. Aku ingin sekali memakan tubuh istriku itu tetapi aku tidak tega ketika sering melihat dirinya yang begitu lelah karena sedang mengandung buah hati kami " Reza.


Reza pun duduk diatas kasur dengan kaki berselonjor dan badan yang ia sandarkan dibahu ranjang, tangannya terulur mengusap lembut kepala istri tersayang nya itu.


" Sehat selalu istri dan anakku, kalian adalah sumber kebahagiaan untuk keluarga kecil kita terutama suamimu ini sayang. Aku sangat bahagia memiliki mu dan juga calon anak kita yang sebentar lagi akan terlahir kedunia ini. Suami mu ini akan selalu berusaha membahagiakan kalian berdua sayang, tetaplah bersama dan bahagia selamanya "


Reza mencium kening Annisa begitu lama dan melepas ciumannya perlahan, tangannya masih setia mengelus pipi Annisa dengan lembut sesekali mencubit pipi tembem itu karena gemas dibuatnya. Alhasil kegiatan Reza tersebut membuat sang istri terbangun dari tidurnya.


Annisa :


" Mas belum tidur " pertanyaan yang keluar pertama kali dari mulut Annisa dengan setengah nyawa yang masih belum terkumpul bahkan sesekali ia masih menguap akibat kantuknya.


Reza :


" Ini mas mau tidur, kamu kebangun gara gara mas ya?? " pertanyaan balik Reza lontarkan.


Reza pun kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri, menarik Annisa kedalam pelukan dan mendekapnya. Mengusap punggung Annisa dengan lembut membuat Annisa merasa sangat nyaman didalam pelukan sang suami.


Annisa :


" Mas ?? " Annisa mendongakkan wajahnya untuk menatap sang suami.


Reza menurunkan pandangannya sedikit kebawah agar dapat melihat wajah sang istri yang kini sedang menengadah menatap dirinya.


Annisa :

__ADS_1


" Mamah kapan pulang ya mas, Annisa kangen deh ".


Entahlah apa yang sedang merasuki Annisa sekarang, tiba tiba saja dirinya merindukan sosok ibu mertuanya yang pernah memperlakukan ia dengan tidak baik. Tetapi meskipun begitu Annisa masih sangat menyayangi sang mertua, tidak dapat dipungkiri juga kalau Annisa memang merindukan sosok seorang ibu.


Reza :


" Kenapa sayang, kamu kangen mamah? " Reza bertanya balik kepada sang istri.


Annisa menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan suaminya barusan.


Reza :


" Nanti ya mas hubungin mamah buat nanyain kapan bisa pulang "


Senyuman itu terbit begitu indah dibibir manis Annisa yang membuat Reza menjadi gemas, dengan sekejap mata, bibir Reza sudah menempel dibibir sang istri. Mengecupnya berulang kali hingga berakhir dengan memberikan ******* ******* kecil.


Jangan tanya lagi dimana keberadaan tangan Reza, karena tangannya yerse sudah menyusup kedalam gaun tidur Annisa sambil mengelus lembut punggung sang istri.


Tatapan mata Reza kearah sang istri seolah mengartikan jika sekarang dirinya tengah meminta ijin untuk melanjutkan kegiatannya sekarang. Hingga anggukan kepala dari sang istri membuat dirinya begitu bahagia seperti tengah mendapatkan lotre.


Ketika tangan Reza sudah siap membuka gaun tidur sang istri, Annisa memegang tangan Reza dan menghentikan sebentar kegiatan mereka tadi. Reza pun dibuat bingung dan menatap kearah sang istri untuk meminta jawaban.


" Bukannya tadi sudah mendapatkan lampu hijau, lalu apalagi sekarang ?? "


Mungkin begitulah isi pikiran Reza.


Annisa :


Ahh istrinya itu tau saja jika dirinya memang sering hilang kendali jika sedang menikmati tubuh sang istri. Oh ayolah, Reza tidak dapat berbohong jika dirinya memang sangat menikmati kegiatan bercinta mereka.


Reza :


" Iya sayang, mas bakalan main pelan kok, kamu tenang saja dan tinggal menikmati permainan suami ganteng kamu ini " mulai memuji dirinya sendiri.


Annisa mengerucutkan bibirnya sebelum mengeluarkan kekesalannya.


Annisa :


" Iihhh mas, kamu itu ya. Awalnya memang pelan tapi lama kelamaan mainnya jadi kecepetan, kalo nabrak gimana "


Reza tergelak lucu mendengar guyonan dari bibir sang istri yang sedang maju sedikit kedepan karena kesal. Jujur demi apapun sekarang istrinya itu jadi semakin pintar bercanda dan semakin menggemaskan pula.


Reza :


" Ya ampun sayang, memangnya mas bisa nabrak apa?? memangnya kita lagi dijalan, inikan lagi dikasur sayang "

__ADS_1


Annisa :


" Nabrak anak kita lah mas, memangnya nabrak apalagi ".


Hahaaa tawa Reza lepas setelah mendengar perkataan sang istri barusan, jujur saja semenjak istrinya hamil malah membuat pola pikir perempuan itu seperti anak-anak yang polos, menggemaskan dan lucu.


Annisa semakin mengerucutkan bibirnya yang menandakan dirinya makin sebal ketika melihat sang suami yang malah tertawa disaat dirinya berbicara serius.


Reza mengecup bibir sang istri yang tengah merajuk tersebut.


Reza :


" Iya sayang, mas janji deh bakal main pelan, kalau sampai mas mainnya terlalu cepat, kamu pukul aja mas biar sadar " Reza menunjuk arah sebelah kiri pipinya.


Annisa :


" Beneran ya, jangan salahin Annisa kalau nanti Annisa bakal pukul mas " ancam sang istri.


Reza mencubit hidung mancung sang istri dan tersenyum kearah Annisa.


Reza :


" Iya istriku tersayang "


Astaga Reza pinter banget buat Annisa luluh, jadi merona kan itu kedua pipinya. Belum juga diapa apain udah merah malu Annisa nya.


Akhirnya kegiatan mereka yang terhenti barusan kembali dapat berlanjut sebagaimana mestinya. Sekarang ruangan kamar mereka hanya diisi oleh suara desahan dan erangan kenikmatan dari kedua orang insan suami istri tersebut. Dengan Reza yang sangat puas akhirnya dapat kembali menikmati tubuh sang istri yang sudah lama tidak ia rasakan kenikmatannya.


Padahal ya engga lama juga, baru juga dua minggu Reza libur tapi udah kaya berbulan bulan aja nafsunya menginginkan tubuh sang istri wkwk...


* * * * * * *


Hai author kembali 👋👋👋


Untuk para pembaca setia novel ini, author ucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena sudah mau menunggu kelanjutan cerita ini 🙏🙏🙏


Minal aidzin walfaizin ya 😁


Maaf author baru ngucapin sekarang hehe..


Semoga kalian suka ya sama kelanjutan ceritanya dan jangan bosan hehe..


Ramaikan kolom komentar, beri dukungan terus buat author ya ...


Jangan lupa juga buat like dan votenya 😘😘

__ADS_1


28 Mei 2020.


__ADS_2