Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
LAGI


__ADS_3

Annisa malu dengan kelakuan dirinya yang begitu berani untuk mencium bibir suaminya lebih dulu namun tidak dapat ia pungkiri jika dirinya memang sangat menginginkan suaminya juga pada saat itu.


Seandainya suaminya tidak berinisiatif duluan maka Annisa yang akan lebih dulu menerjangnya. Pelukan diantara mereka masih terjadi tanpa sehelai benang pun yang menghalanginya. Tubuh polos mereka hanya tertutupi oleh selimut saja, Annisa mendongakkan kepalanya lagi keatas untuk melihat wajah suaminya dan yang ia dapat adalah sang suami belum tidur kembali dan malah menatap balik kearahnya.


Reza :


"Ada apa sayang?" tanya Reza kepada Annisa yang tiba tiba melihat kearahnya.


Annisa :


"Mas belum tidur, udah jam sembilan lewat lo ini" tanya balik Annisa kepada Reza dengan tangan sebelahnya mengelus pipi Reza.


Reza memejamkan matanya untuk merasakan sentuhan tangan lembut sang istri dan ada sesuatu yang tiba tiba terdengar ditelinga Reza. Sesuatu yang sangat tidak ia sangka, apakah benar yang ia dengar barusan.


Reza :


"Bisa kamu ulangi sayang apa yang kamu katakan tadi?" tanya Reza untuk memastikan kembali jika apa yang didengarnya tadi memang tidak salah.


Annisa terlihat malu lalu menundukkan kepalanya, Reza hanya menatap kelakuan istrinya itu dan masih menunggu jawaban dari bibir mungilnya. Terlihat Annisa kembali mendongakkan kepalanya dan menatap Reza lagi.


Annisa :


"Annisa pengen lagi mas" jawab Annisa malu karena dapat terlihat jika wajahnya memerah akibat sikap malunya.


Reza :


"Pengen lagi apa sayang?"tanya Reza yang berpura pura tidak mengerti dengan maksud sang istri.


Annisa :


"Pengen itu" jawab Annisa malu.


Reza :


"Pengen apa sayang, mas ngga ngerti? jawab Reza lagi berpura pura tidak tahu padahal hatinya sekarang sedang tertawa lepas karena berhasil membuat sang istri malu untuk terus mengucapkan keinginannya.


Annisa :


"Masa mas ngga ngerti sih. Itu... Annisa pengen diulang lagi yang barusan kita lakuin" jawab Annisa yang akhirnya mengeluarkan kata kata yang sangat sulit ia keluarkan lantaran malu tadi.


Reza terkekeh dengan kata kata yang diucapkan istrinya barusan apalagi ditambah dengan sikap malu malunya.


Annisa :


"Mas kok malah ketawa sih, ih jahat" ucap Annisa dengan memukul mukul dada Reza.


Reza mencekal kedua tangan Annisa yang sedang memukulnya tadi dan membawanya keatas kepala annisa. Posisi berpelukan tadi sudah berbeda dan berubah dengan Reza yang sudah berada diatas tubuh Annisa. Reza mendekatkan bibirnya ke telinga Annisa dan membisikkan sesuatu.


"Jangan salahkan mas jika besok kamu tidak bisa berjalan dan berangkat kerja"


Glekkk..


Annisa menelan ludahnya dengan susah setelah mendengar kata kata suaminya barusan.


Karena permintaan sang istri untuk mengulangi kembali adegan panas mereka yang tadi maka dengan senang hati Reza melayaninya bahkan kalo perlu setiap hari dia akan siap siaga melayani sang istri. Untunglah kamar mereka kedap suara jadi tidak ada yang akan mendengar alunan musik yang begitu merdu terlantun dari mulut keduanya.


***


Pagi ini seperti biasa Annisa dan Reza sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat kerja, bukan hanya mereka berdua yang ada dimeja makan namun Sarah juga berada disitu duduk berhadapan dengan Reza sedangkan Annisa berada disamping suaminya.


Suasana hening menyelimuti sarapan pagi mereka hingga suara Sarah membuat Annisa tersedak dari makannya.


Sarah :

__ADS_1


"Jadi kapan kalian akan memberi mamah cucu??" tanya Sarah kepada kedua orang yang sedang makan dihadapannya.


Reza hanya tersenyum sedangkan Annisa jangan ditanya lagi, sekarang dia sedang tersedak gara gara ucapan mertuanya barusan. Annisa bukan terkejut karena sang mertua meminta cucu, karena menurut Annisa itu memang hal yang wajar.


Namun proses pembuatannya yang membuat Annisa tersedak, ia kembali mengingat malam panasnya tadi malam bersama sang suami yang dimana dirinya menjadi perempuan yang memalukan karena dirinya meminta kepada sang suami untuk mengulang lagi dan lagi adegan mereka.


Reza tersenyum menatap kearah Annisa yang wajahnya sudah merah padam akibat malu.


"Mas Reza apaan sih malah senyum senyum kearah ku, nanti kalo dilihat mamah kan jadi malu"


Batin Annisa.


Sarah melihat kearah anaknya yang sedari tadi tersenyum menatap sang istri dan Annisa pun menyadari jika mertuanya sedang melihat kearah mereka berdua dengan cepat Annisa langsung mencubit paha suaminya hingga membuat Reza meringis kesakitan.


Reza mengusap pahanya yang terkena cubit sang istri tadi.


Sarah :


"Jadi gimana, kapan kalian memberi mamah mu ini cucu?" tanya Sarah lagi.


Reza :


"Ini lagi usaha mah, iyakan sayang?" ucap Reza dengan menatap kearah Annisa.


Annisa :


"Ehh.. Oh iya mah, ini juga kami lagi usaha. Mamah doain aja biar kita bisa diberi cepat" jawab Annisa agak malu.


Sarah :


"Baiklah, mamah harap kalian secepatnya dapat memberi mamah kabar gembira" jawab Sarah.


"Dan juga mamah mau memberitahukan kepada kalian berdua jika mamah ingin kembali keluar negeri dulu sebentar untuk refreshing" Lanjut Sarah


Sarah :


"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, mamah hanya ingin liburan saja lagian dirumah juga mamah bosan dan jenuh ngga ada temennya. Nah kalo nanti udah ada cucu mamah bakal pulang kok" jelas Sarah kepada Annisa dan Reza yang hanya mendapat anggukan dari keduanya.


Mereka tidak menjawab ataupun bertanya karena toh mereka juga tidak bakalan bisa menghentikan kepergian Sarah.


***


WORLD HOTEL


Reza sudah memulai harinya dengan berbagai macam berkas yang memerlukan tanda tangan persetujuannya dan berbagai macam proposal tentang perhotelan cabangnya. Kalau sudah bekerja Reza bahkan sampai lupa waktu jika saja sang istri tidak menelpon untuk mengingatkan dirinya kalau waktu makan siang telah tiba.


Memikirkan makan siang, Reza terbesit sebuah ide yang tiba tiba muncul dikepalanya. Reza pun segera memanggil Doni dan Angela kedalam ruangannya.


"Untuk makan siang hari ini aku mau kita makan di kantin perusahaan saja" ucap Reza kepada Doni dan Angela.


Sedangkan mereka berdua hanya berdiam diri sambil melongo mendapat ajakan bosnya untuk makan siang di kantin perusahan. Seumur umur Reza tidak pernah makan dikantin perusahaan, ada angin apa yang membuatnya jadi ingin makan disana.


Begitulah kiranya pikiran kedua sekertaris Reza tersebut.


Sesampainya memasuki kantin perusahaan, para pegawainya menatap Reza terkejut dan langsung berdiri untuk memberi salam namun Reza mengangkat tangannya untuk mempersilahkan para pegawainya melanjutkan makan kembali tanpa perlu memberinya salam.


"*Seumur gue kerja disini, baru kali ini gue lihat bos makan dikantin"


"Kalo gini mah gue betah makan dikantin terus, pemandangannya bagus"


"Huss bos kita udah punya istri, jadi ngga mungkin mau sama kamu"


"Memangnya kamu hadir diacara nikahan bos dan lagi memangnya kamu pernah melihat istrinya?"

__ADS_1


"Perempuan yang sering makan siang disini pasti istrinya bos"


"Oh perempuan itu, paling cuman rekan bisnis, lagian bos juga ngga pernah memberikan pengumuman secara langsung*"


Begitulah suasana pergosipan yang terjadi dikantin perusahaan pada jam makan siang setelah melihat keberadaan Reza ditengah tengah mereka.


Reza sudah selesai mengambil makanannya dan berpikir untuk mencari tempat duduk untuk dirinya dan kedua sekertarisnya itu hingga matanya menemukan tempat duduk yang tepat.


Reza :


"Bolehkah saya bergabung disini?" tanya Reza kepada yang sedang duduk sendirian ditempat makannya yang tidak lain adalah Dian.


Dian :


"Pak Reza. Oh silahkan pak" ucap Dian sembari berdiri mempersilahkan untuk Reza duduk semeja dengan dirinya.


Doni pun ingin menyusul Reza untuk duduk bersama namun dengan cepat tangan Angela menarik kerah baju bagian belakang Doni dan menuntunnya pergi mencari tempat duduk yang lain. Sekarang Angela paham mengapa sang atasannya tiba tiba ingin makan dikantin perusahaan.


Reza membuka pembicaraan diantara mereka karena sedari tadi mereka berdua hanya berdiam diri saja.


Reza :


"Kamu juga lulusan SMA XX??" tanya Reza kepada Dian.


Dian :


"Iya pak saya lulusan SMA XX" jawab Dian seadanya.


Reza :


"Ketika saya membaca resume kamu ternyata kamu satu sekolah dengan istri saya dan kalian pun lulus di tahun yang sama, aku tidak menyangka dan yang paling mengagetkan adalah kalian pun berada di satu ruangan yang sama" ucap Reza dengan lirikan tajamnya kearah Dian


Dian :


"Benarkah pak, jadi istri bapak satu ruangan dulunya dengan saya?" tanya Dian memperjelas.


Reza :


"Iya" jawab Reza singkat.


Dian pun diam membisu memikirkan siapa istri dari atasannya tersebut.


"*Siapa istri dari Pak Reza?? seingatku diruang kelas ku dulu perempuannya hanya biasa biasa saja tidak ada yang menonjol kecuali Annisa yang terkenal pintar dan cantik"


"Tapi mana mungkin Annisa, diakan belum menikah. Tidak mungkin sekali*"


Batin Dian.


Dian pun menggelengkan kepalanya setelah berbagai macam pemikiran yang terjadi didalam otaknya.


Reza yang berada di sebrang meja hanya tersenyum sinis melihat reaksi Dian.


*******


Maaf jika banyak terjadi kesalahan dalam penulisan dan semoga kalian suka dengan episode terbarunya.


Pantengin terus ya novel author.


Jangan lupa vote, komen dan like ya 😁😁


Terima kasih teman 😘😘😘


23 Maret 2020

__ADS_1


__ADS_2