
Setelah melakukan pertemuan dan berhasil menandatangani kontrak kerjasama, sekarang Doni dan Angela dalam perjalanan kembali kekantor lagi. Suasana hati Doni sekarang sedang senang-senangnya, bagaimana tidak ??! jika selama didalam mobil sedari tadi dia memegang tangan Angela namun si perempuan itu diam saja seperti tidak merasa terganggu dengan aktivitas itu.
Kalau begini kan Doni jadi besar kepala lebih dulu, meskipun dia belum mendapat jawaban dari Angela atas pengakuan cintanya namun dengan sikap Angela beberapa hari belakangan ini Doni jadi menyimpulkan sendiri jika cintanya akan diterima.
Wah wah tuh kan Doni jadi kepedean lagi.
Setibanya dikantor Doni dan Angela datang berbarengan dengan atasan mereka yaitu Reza. Merekapun menyapa sekaligus memberi hormat kepada Reza.
" Jadi bagaimana, apakah berjalan lancar ?? " tanya Reza.
Doni pun dengan gembira menjawab " Tenang saja pak, kerjasama kita berjalan lancar " sahut Doni dengan senyuman penuh kebanggaan.
" Bukan kamu, tapi Angela " ucap Reza yang seketika membuat Doni maupun Angela sendiri menjadi bingung.
Reza pun menyenggol lengan Angela menggunakan tubuhnya " Jadi bagaimana, apakah tadi berhasil ?? apakah kamu sudah memperjuangkan nya ?? " Reza menaik-turunkan alisnya seperti ingin membuat Angela malu saja.
" Memperjuangkan, ini bagaimana maksudnya. Kenapa rasanya hanya aku sendiri yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka berdua " Doni memandang atasannya dan wanita yang ia cintai itu dengan tatapan curiga, sebenarnya ada apa ini. Begitu pikir Doni.
Angela bingung mau menjawab apa " Eh.. itu pak, semuanya berjalan lancar, bapak tenang saja saya sudah memperjuangkan dan mendapatkannya " sahut Angela lugas.
Entahlah dia sekarang pasrah saja jika setelah ini dirinya akan dibuat malu oleh atasannya sendiri.
Mata Reza berbinar namun jika diteliti lebih jauh lagi binar itu termasuk dalam kategori ejekan " Benarkah, wah selamat, aku tidak menyangka kalau kamu seberani itu Angela " Reza memegang tangan Angela sambil memberi ucapan selamat, sedangkan perempuan itu hanya diam saja dan tersenyum kaku kepada atasannya sendiri.
Doni tidak suka itu, tidak suka.Ketika tangan wanita yang ia cintai dipegang oleh laki-laki lain meskipun itu bosnya sendiri Dengan cepat Doni melepaskan pegangan tangan Reza dari Angela.
" Maaf pak, kami berdua masih ada banyak pekerjaan, jadi kami akan masuk terlebih dahulu. Permisi pak " Doni mengajak Angela untuk segera pergi meninggalkan Reza didepan pintu hotel.
Reza hanya tersenyum melihat tingkah kedua sekertarisnya itu " belum juga apa-apa udah posesif " Reza tertawa, seakan terhibur dengan pemandangan kedua anak buahnya itu.
* * *
Hari yang ditunggu...
Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan untuk kedua insan yang tengah dilanda asmara. Hari ini ialah hari penentuan dimana Angela akan memberikan jawaban atas pengakuan cinta Doni minggu lalu.
Waktu satu minggu ternyata sangatlah singkat. Buktinya dalam satu minggu ini saja sudah banyak hal yang terjadi diantara mereka berdua. Entah itu kebetulan atau takdir. Namun semua kejadian itu seperti sudah digariskan sejak lama karena bagaimana mungkin dalam waktu seminggu saja mereka bisa menjadi sedekat ini padahal selama ini mereka sudah bekerja bersama bertahun-tahun namun tidak pernah ada yang terjadi diantara mereka.
Yah, mungkin itu lah yang dinamakan takdir dan kalau mungkin bisa dikatakan lagi mungkin memang Doni adalah jodoh yang dikirim untuk Angela.
Pagi ini tidak seperti pagi minggu lalu yang dimana Doni mengacaukan segalanya karena telah melupakan janji mereka. Sekarang dirinya sudah berada di taman kota ini sejak pagi-pagi buta. Entahlah mukjizat dari mana hingga bisa membangunkan Doni yang setiap hari libur pasti akan bangun kesiangan.
Sedari malam ia tidak bisa tidur dan ingin cepat-cepat hari berubah menjadi besok, namun ketika hari sudah berubah hatinya malah menjadi tidak karuan dan perasaannya menjadi tidak tenang begini.
Sekarang Doni dilanda syndrom serba salah. Ingin mendengar jawabannya tapi takut ditolak, ingin tidak mendengar jawabannya tapi penasaran. Bolehkah Doni langsung saja melamar Angela kerumahnya dan bertemu dengan kedua orangtuanya dari pada harus melalui drama hidup mati seperti ini.
Sejak menunggu kedatangan Angela sedari tadi mulut dan hati Doni tidak henti-hentinya berucap dan berdoa agar segala sesuatunya dilancarkan.
Ini sebenarnya Doni lagi nunggu jawaban cinta atau lagi mau wajib militer, doanya kok gitu amat.
Mulut yang sedari tadi bergumam sendiri akhirnya terhenti setelah kedua bola matanya menangkap sosok yang sedari tadi ia tunggu yakni Angela. Perempuan itu terlihat sedang berjalan menuju kearah Doni yang masih diam mematung.
Doakan lah semoga Doni siap mendengar jawaban apapun yang akan Angela berikan nanti dan jangan lupa siapkan obat bius kalau-kalau setelah Doni ditolak oleh Angela nanti dirinya akan mengamuk.
" Angela " panggil Doni ketika tubuh perempuan itu kini telah berhenti berjalan dan telah berdiri dihadapannya.
Angela malah menundukkan pandangannya dan tidak mau menatap wajah Doni yang sebenarnya sangat gugup sekarang.
Doni menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan sebelum dirinya kembali mengeluarkan kata-kata pertanyaan.
__ADS_1
" Jadi bagaimana, apakah kamu sudah siap untuk menjawab perasaan ku sekarang " tanya Doni dengan nada selembut mungkin.
Doni juga bukan laki-laki yang keras, karena ia berpikir perempuan adalah makhluk yang lemah dan sensitif, ia tidak ingin hanya karena suara kerasnya nanti akan membuat Angela takut karena ia akan lebih takut lagi jika Angela pergi meninggalkannya.
Kalau Doni bisa memilih, lebih baik dirinya ditolak dari pada harus berpisah dan dijauhi apalagi ditinggalkan Angela. Oh itu sungguh lebih mengerikan untuk ia bayangkan.
Eh tunggu, apa? ditolak? sungguh, Doni benar tidak apa-apa bila ditolak nantinya, apakah dia sanggup. Ahh sekarang Doni kembali lagi kedalam jurang dilema yang mematikan.
" Angela, jadi apakah jawabanmu ?? " tanya Doni lagi karena sedari tadi Angela hanya diam saja tidak menyahuti sedikitpun pertanyaan darinya.
Doni menatap Angela yang masih menundukkan kepalanya, kemudian dengan perlahan kepala itu ia tegakkan kembali seperti biasanya. Kalau dilihat seperti ini, kayanya Angela akan memberikan jawabannya segera.
Ahh Doni jadi ngga sabar kan, apalagi jantungnya sedari tadi tidak henti-hentinya berdetak kencang karena gugup sekaligus penasaran.
Angela menggenggam kedua tangan Doni dan menangkup kedua tangan Doni menggunakan kedua tangannya.
" Doni " panggil Angela.
Doni menatap penuh pengharapan. " Iya Angela " sahut Doni.
" Aku harus berterus terang sekarang sebelum semuanya terlambat " ucap Angela dengan ada jeda sebentar dan ia lihat Doni begitu hikmat menatap serta mendengarkan dirinya yang mulai berbicara.
" Maaf Doni, aku ngga bisa jadi pacar atau kekasih mu. Aku mohon maafkan aku dan aku sangat berterima kasih atas kebaikan kamu selama seminggu belakangan ini" Angela akhirnya memberikan jawaban atas perasaan Doni.
Duaarrrrrrr......
Doni seperti tersambar petir disiang bolong, eh maksudnya pagi karena kan mereka akan olahraga pagi setelah ini. Dalam garis miring jika semua berjalan sesuai rencana awal Doni.
Doni melepaskan kedua tangannya yang Angela tangkup tadi dengan perlahan, ia menggercapkan matanya seakan tidak percaya akan apa yang baru saja ia dengar.
" Tunggu. Biarkan aku mencoba mengerti semuanya " ucap Doni dadanya naik turun seperti kekurangan oksigen.
Sepertinya Doni sudah dapat mengatur nafasnya dan berpikir dengan tenang.
" Jadi maksud kamu tadi, kamu tidak bisa menerima perasaan ku. Tapi kenapa?? bukankah aku sudah menunjukkan segalanya kepadamu selama satu minggu ini, aku berusaha membuktikannya kalau aku memang serius kepadamu Angela. Harus dengan apa lagi aku membuktikannya. Katakan!!! " lirih Doni. Disetiap katanya tadi sungguh membuat Angela sakit untuk mendengarnya.
Apakah ini keputusan yang tepat untuk mereka berdua.
" Aku sungguh mencintaimu Angela, aku tidak tahu lagi harus bagaimana aku mengucapkan maupun membuktikannya. Karena aku sudah melakukan semua yang aku bisa, harus bagaimana lagi aku bisa membuatmu mempercayai diriku. Sungguh, aku sungguh sangat mencintaimu " runtuh lah segala pertahanan Doni, dia menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangannya bahkan Angela sempat melihat bagaimana tadi matanya berkaca-kaca.
" Aku sungguh mencintaimu sangat mencintaimu Angela " Doni berucap dengan wajah yang masih ia tutupi bahkan suaranya terdengar seperti seseorang yang sedang menahan agar tangisnya tidak keluar.
Doni pasrah, ia tidak tau lagi harus berkata apa. Biarlah dia malu karena Angela melihat dirinya yang begitu lemah, dia sudah tidak peduli lagi.
Angela mendekati Doni dan memegang kedua tangannya yang menutupi wajahnya itu. Ia perlahan menarik tangan Doni agar menjauh dari wajahnya dan benar saja ada bekas air mata yang menetes dikedua pipinya dan bahkan belum kering.
Angela menatap Doni yang wajahnya masih memancarkan aura kesedihan. Mereka berdua hanya saling tatap dalam suatu kesunyian tidak ada yang berbicara, hanya sunyi lah yang mengambil alih suasana.
Hingga Angela rasa Doni sudah dapat menenangkan hati dan perasaannya barulah dirinya berbicara.
" Doni " panggil Angela.
Doni tidak menyahut, hanya memandang wajah gadis uang ia cintai itu sedang berdiri didepannya dengan tangan mereka yang masih berpegangan karena Angela sedari tadi tidak melepaskannya. Hanya sorot mata Doni saja yang menjawab panggilan Angela tadi.
" Aku memang sungguh tidak bisa untuk menjadi kekasihmu " Angela menjeda kalimatnya.
Sungguh, haruskah Angela mengulangi kata-kata yang menyakitkan itu lagi. Doni sungguh tidak ingin mendengarkan nya lagi.
" Karena aku hanya ingin menjadi istri dan ibu dari anak-anak mu " senyuman Angela secerah mentari pagi yang kembali menyinari dan memberi kehangatan untuk hati dan perasaan Doni yang sempat hancur tadi.
__ADS_1
Oh sungguh, benarkah apa yang diucapkan Angela tadi, sungguh Doni merasa tidak percaya.
Ini benarkan, ngga lagi halusinasi. Pendengaran Doni masih berfungsi dengan baik kan??
Angela tersenyum sedangkan Doni malah bengong. Antara percaya atau tidak dengan apa yang baru saja ia katakan tadi.
" Angela " panggil Doni dengan kembali menatap wajah itu.
Angela tersenyum menatap balik " Iya Doni " sahut Angela.
Doni menangkup wajah kecil itu dengan kedua tangannya " Yang barusan aku dengar tadi apakah benar, apakah kamu benar ingin menjadi istriku " tanya Doni serius.
Angela tersenyum sekaligus menganggukkan kepalanya. " Sekaligus ibu dari anak-anak kita kelak " sambung Angela.
Oh bolehkah Doni hari ini langsung membawa Angela ke KUA. Eh maaf, ini kan hari libur mana ada KUA buka.
Sungguh Doni jadi ngga sabar pingin malam pengantin. Astaga Doni, belum juga nikah kok mikirnya udah kesana.
Mereka saling tersenyum, Doni menarik Angela kedalam pelukannya dan mendekapnya erat, entahlah Doni sangat takut kehilangan perempuan yang sekarang ini sedang dalam pelukannya.
" I love you Angela " bisik Doni didalam pelukan mereka.
Angela lagi-lagi tersenyum " I love you too Doni " Angela ikut mengeratkan pelukan diantara mereka. Dia juga sama takutnya jika harus kehilangan pria yang benar-benar mencintainya itu.
Doni merenggangkan pelukan mereka namun tidak benar-benar lepas, tangan Angela masih berada di pinggang Doni sedangkan kedua tangan Doni berada dikedua bahu Angela.
" Besok ngga usah kerja aja ya, kita ke KUA aja buat nikah. Aku udah ngga sabar, takut kamu bakal berubah pikiran nanti. Karena makin cepat, makin baik " ucap Doni senyum-senyum tidak jelas, seperti ada makna lain dibalik senyumannya itu.
Angela mencubit pinggang Doni " Apaan sih kamu " Angela malu jadinya.
" Kok muka kamu kaya malu gitu sih, kalau kita udah nikahkan jadi bisa cepat malam pengantin " sambung Doni lagi.
Astaga, ini sebenarnya otak Doni lagi dimana sih, kok pikirannya udah kesitu aja, Angela kan jadi malu.
" Ihh Doni, kamu kenapa jadi bahas itu sih, minta ijin dulu sama keluarga aku baru nikah " ucap Angela memberitahukan langkah-langkahnya.
" Oke baiklah, ayo cepat kita pulang, biar aku bisa ketemu sama calon mertua aku supaya bisa cepat halalin anaknya yang cantik ini " goda Doni.
Tuh kan, Doni godain Angela lagi. Bisa ngga sih godain nya jangan disini tapi nanti aja pas malam pengantin, saling menggoda sebelum menuju kedalam surga dunia.
Eh sekarang malah Angela kan jadi ikut-ikutan otak mesum Doni.
* * *
Tuh udah dijawab sama Angela perasaan Doni, udah puas kan sama mereka berdua.
Doain ya semoga mereka bisa nyampe kepelaminan dengan selamat.
Eh kok kaya lagi mau kemana gitu ya wkwk...
Minta dukungannya ya teman-teman dalam vote, like maupun komentar nya.
Author mau tau bagaimana tanggapan kalian tentang pasangan ini.
Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya 😘😘😘
Semoga suka sama kelanjutan ceritanya
Terima kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1