Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Annisa dan Reza sudah sampai dikediaman keluarga PRATAMA, mobil mewah Reza memasuki pekarangan rumah yang begitu luas. Reza keluar terlebih dahulu dari mobil dan berjalan agak cepat untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Reza memberikan tangannya untuk membantu istrinya itu bangun dari tempat duduknya dan dengan senang hati Annisa menerima uluran tangan suaminya itu.


Reza :


"Selamat datang kembali sayang" ucap Reza seraya berjalan bergandengan dengan Annisa untuk memasuki rumah mereka.


Annisa :


"Iya mas, makasih udah membawa aku kesini lagi, aku udah kangen banget dengan rumah ini" jawab Annisa antusias dan menerima senyuman manis suaminya sebagai tanda sahutannya, tangan Reza mengelus kepala sang istri karena tingkahnya yang menurut Reza sangat lucu.


Annisa dan Reza tidak lepas lepasnya saling tertawa dan bercanda saat memasuki rumah mereka hingga kemunculan seseorang membuat Annisa menghilangkan senyuman manis dibibirnya itu dan Reza pun seakan paham dengan perubahan ekspresi istrinya itu.


Sarah :


"Kalian sudah pulang??" tanya Sarah kepada anak dan menantunya itu.


Reza :


"Iya mah, Annisa hari ini sudah dibolehkan pulang karena keadaanya sudah mulai membaik" jawab Reza atas pertanyaan ibunya tadi namun lain halnya dengan citra hanya diam mematung ditempat dengan wajah menunduk kebawah.


Sarah pun paham mengapa Annisa tidak menjawab pertanyaannya tadi. Namun dengan segera Sarah mengubah topik pembicaraan mereka.


Sarah :


"Kalian sudah sarapan??" tanya Sarah lagi kepada keduanya namun lagi lagi hanya Reza yang menjawab.


Reza :


"Belum mah,tadi kami terburu buru untuk pulang jadi kami tidak sempat sarapan" jawab Reza dengan kejujurannya.


Sarah :


"Baguslah, mamah juga sudah masak untuk kita semua sarapan, ayo kita ke ruang makan sekarang" ajak Sarah kepada anak dan menantunya itu.


Reza pun memegang tangan Annisa untuk membawanya keruang makan, Annisa yang tangannya ditarik pun hanya bisa ikut saja. Jujur Annisa sekarang memang masih takut kepada Sarah, entah apa yang membuatnya takut kepada Sarah hanya saja semenjak dia siuman dari komanya, Annisa berpikir untuk tidak mau banyak bicara lagi kepada mertuanya itu, ia takut kalau sampai mertuanya akan kembali berkelahi dengan anaknya dan mengakibatkan hal hal yang berbahaya seperti kemarin.


Mereka bertiga sekarang sudah berada dimeja makan dengan Annisa dan Reza yang duduk bersebelahan dan Sarah yang duduk didepan Reza. Annisa berdiri kembali hendak mengambilkan makanan untuk reza namun baru hanya piring yang ia ambil sudah mendapat teguran.


Sarah :


"Reza, kamu tau kan istrimu baru sembuh masa kamu suruh dia buat mengambilkan makanan untukmu" ucap Sarah tanpa menoleh kepada Annisa dan Reza, Sarah masih fokus makan dan menatap piring makannya namun suaranya seakan begitu terdengar peduli kepada menantunya.


"Ehh aku ngga salah dengar nih" batin Annisa setelah mendengar ucapan mertuanya.


Reza langsung mengambil piring ditangan Annisa dan meletakkan piring itu kembali ke meja, kedua tangan Reza menyentuh kedua bahu Annisa dan menekannya pelan tanda jika Reza menyuruh Annisa untuk duduk kembali. Reza mengambil lagi piring yang ia letakkan tadi dan mengisinya dengan nasi, beberapa lauk dan sayur yang lumayan banyak. Setelah piring yang terlihat begitu banyak isinya itu ia berikan kepada Annisa.


Annisa melotot melihat makanan yang begitu penuh dipiring yang dibarisan diberikan suaminya itu.


Annisa :


"Mass, kamu beneran mau bikin aku gendut ya?" tanya Annisa dengan wajahnya yang kesal.


Reza :


"Kan mas udah pernah bilang, meskipun kamu gendut atau bagaimana pun itu, mas akan tetap mencintai kamu" rayu Reza agar istrinya tidak ngambek karena dari raut wajahnya bisa dikatakan kalau Annisa sudah mulai kesal.


Annisa :


"Ngga ah, semua cowo memang manis bicaranya tapi pas lihat kenyataannya, ngga akan sesuai sama omongannya dulu" sahut Annisa.


Reza :


"Yasudah kalau kamu ngga mau makan makanan yang mas ambilin tadi, mas juga ngga akan makan" ancam Reza kepada istrinya itu.


Annisa mengerutkan keningnya.


Annisa :

__ADS_1


"Loh kok gitu??" jawab Annisa yang merasa heran.


Reza :


"Iya. Kalau kamu ngga makan, mas juga ngga akan makan. Biar setelah ini kita berdua sama sama masuk rumah sakit lagi" ancam Reza lagi kepada Annisa.


Annisa :


"Iya iya aku makan deh, tapi mas janji ya harus makan juga, Annisa ngga mau mas sakit" ucap Annisa dengan tatapan sendunya yang menatap wajah suaminya yang tengah duduk disebelahnya.


Reza meraih pipi Annisa menggunakan tangan kanannya dan mengelusnya lembut, Annisa pun memegang tangan Reza yang sedang bertengger di pipinya itu.


Reza :


"Iya sayang, mas janji ngga akan sakit sebelum minta ijin darimu" sahut Reza dengan senyuman dan tertawa kecil, begitupun Annisa yang membalas senyuman dan tawa suaminya.


Ehemm hemmm...


Suara deheman yang berasal dari hadapan mereka langsung membuat Annisa dan Reza menoleh.


Sarah :


"Sudah, sudah. Ayo makan, kalau mau mesra mesraan dikamar aja setelah ini" kata Sarah Yang sedari tadi tertawa melihat kelakuan anak dan menantunya dimeja makan ini.


Blushhhhhh...


Wajah Annisa langsung merah merona karena diejek mertua sendiri, ia pun menjadi malu dan kikuk. Annisa langsung melepaskan tangan Reza dan kembali melanjutkan makannya.


*Beberapa lama kemudian..


Annisa merasa ada yang kurang dirumahnya sedari tadi namun ia lupa apa yang kurang dari rumahnya ini. Perabotan? Pembantu? Suami? Mertua?, Annisa masih bingung dan memaksa kepalanya untuk berpikir keras untuk mengingatnya hingga Reza menyadari jika sedari tadi istrinya itu sedang celingak-celinguk menatap kesemua arah.


Reza :


"Nyari apa sayang?" tanya Reza.


Annisa :


Sarah :


"Kamu nyari Citra??" tanya Sarah yang ikut dalam pembicaraan mereka berdua.


Annisa :


"Ahh mamah benar, Citra. Hampir aja aku kelupaaan pantes aja sedari tadi ada yang kurang. Sekarang Citra dimana mah?"


Sarah :


"Citra udah pergi, katanya dia mau nginap dihotel aja, ngga mau lama lama disini" jawab Sarah untuk menyakinkan menantunya itu.


Annisa :


"Ehh benarkah?" jawab Annisa terheran heran dengan jawaban mertuanya barusan.


Reza :


"Udahlah sayang ngapain juga kamu nyariin dia, mendingan kamu cepetan makan lagi gih, itu makanan kamu dipiring kamu masih banyak" jawab Reza yang melihat jika makanan Annisa masih tersisa lumayan banyak.


Annisa mengerucutkan bibirnya setelah mendengar perkataan suaminya itu dan kembali melanjutkan makannya kembali.


"Lagian siapa juga tadi yang beri aku makanan banyak kaya gini, dia pikir aku kebo apa" batin Annisa yang menggerutu.


Setelah beberapa saat mereka bertiga telah menyelesaikan makannnya, dan Reza membawa Annisa kembali kekamar mereka dengan terlebih dahulu menaiki anak tangga. Reza melihat istrinya agak kesusahan naik tangga membuatnya merasa kasihan.


Reza :


"Sayang, apa mas bikin lift aja ya dirumah biar kamu ngga capek turun naik tangga terus" kata Reza yang masih setia memegangi tangan istrinya untuk membantu nya naik.


Annisa :

__ADS_1


"Apaan sih mas, lebay deh kamu. Ngga ah, ngga ada pake lift segala, mas ini rumah ya bukan hotel" jawab Annisa yang merasa aneh mendengar perkataan konyol suaminya itu.


Reza pun tidak lagi melanjutkan perkataannya dan hanya membantu istrinya untuk menaiki tangga tersebut dan tidak seberapa lama mereka telah sampai dikamar.


Sesampainya dikamar Reza malah terlihat mengganti bajunya dengan baju kerja, dan Annisa yang merasa bingung langsung bertanya kepada suaminya itu.


Annisa :


"Mas mau kemana? Mas mau kerja ya?" pertanyaan itulah yang keluar dari mulut Annisa.


Reza :


"Iya sayang, hari ini mas ada rapat penting, kamu dirumah aja ya tiduran sama istirahat, kalau ada apa apa panggil bi ati atau mamah aja" jawab Reza.


Annisa hanya menganggukkan kepalanya Tandak mengiyakan perkataan sang suami.


Reza :


"Ya udah, mas berangkat dulu ya" pamit Reza yang kemudian mengecup kening Annisa.


Annisa hanya terdiam dan menatap kepergian suaminya itu.


***


WORLD HOTEL


Reza telah sampai ketempat ia bekerja dengan sambutan hormat oleh semua pegawai hotel yang sudah ada ditempat kerjanya masing masing. Reza terus saja berjalan tanpa membalas sapaan para pegawainya hingga Angela dan Doni terlihat memang sedang menunggu kedatangan bosnya itu untuk melakukan rapat dengan para dewan direksi, setelahnya Reza bersama dua sekretaris nya itu langsung saja pergi keruang rapat.


Setelah beberapa jam lamanya akhirnya rapat mereka pun selesai, Reza kembali keruangannya dan diikuti lagi oleh Angela dan Doni. Sampai diruangannya Reza melihat begitu banyak berkas menumpuk dimeja kerjanya. Ya bisa dikatakan ialah kerjaannya yang tertunda selama ini karena kesibukan yang ia lakukan dirumah sakit.


Bukannya marah, Reza malah tersenyum dan hal itu lantas saja membuat kedua sekertarisnya merasa bingung, Reza menceritakan betapa bahagianya dia saat ini karena istrinya telah sembuh dan sudah dibolehkan pulang, senyuman yang menghiasi wajah tampannya tidak pernah luntur sedari tadi. Itu juga yang menyadarkan Angela jika bosnya itu sangat mencintai istrinya.


"Ternyata pak Reza sangat mencintai ibu Annisa, aku berharap mereka akan selalu bahagia seperti sekarang dan jangan sampai terpisahkan lagi" batin Angela yang melihat bosnya itu sangat bahagia sekali.


Reza terus saja bercerita sambil berdiri didepan meja kerjanya, senyuman itu seakan telah terukir permanen diwajahnya dengan kacamata khas kerjanya yang selalu ia pakai jika sedang bekerja menambah daya yrarik ketampanannya.



Setelah banyak bercerita dan mendengarkan, Angela dan Doni permisi untuk keluar dan akan menyambung pekerjaan mereka, Reza pun hanya mengangguk dan memberikan senyuman kepada mereka berdua.


***


Malam Hari di Kediaman PRATAMA


Saking banyaknya pekerjaan yang menumpuk dikantor membuatnya jadi pulang malam, setelah sampai di kamarnya ia melihat Annisa sudah tertidur. Reza takut membangunkan istrinya dan memilih untuk duduk terlebih dahulu dikursi sebelum tidur.


Namun niat yang awalnya yang hanya duduk tiba tiba membuat dia ketiduran dikursi hingga ketiduran. Annisa yang masih menutup matanya meraba sebelah tempat tidurnya dan masih tidak ia temukan kehadiran sang suami disebelahnya. Annisa lantas membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya diatas kasur. Annisa masih mengucek ngucek matanya dan melihat suaminya dengan masih menggunakan pakaian kerja sedang tertidur disofa kamar mereka.


Annisa turun dari kasur dan menghampiri suaminya, ia berdiri dihadapan sang suami, memandang dan menatapnya lumayan lama hingga bibirnya ia daratkan dikening suaminya.


"Maaf ya mas, gara gara Annisa mas jadi kecapean gini" batin Annisa ketika melihat wajah suaminya yang begitu lelah sehabis bekerja.


Karena tidak ingin membangunkan suaminya, Annisa pun memilih ikut tidur didekat suaminya, namun Annisa tidur dengan duduk dilantai dan menjadikan paha suaminya menjadi bantalnya.



Begitulah mereka terlelap tidur untuk malam ini, melewati malam malam seperti biasanya berharap kebahagiaan selalu datang ketika pagi hari menyapa.


*******


Jangan lupa Favoritkan novel author ya.


Jangan lupa like dan vote setelah membacanya.


Dan apabila ada kritik dan saran dapat kalian sampaikan dikolom komentar.


Dukung author terus ya 😁😁😁


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


05 Maret 2020


__ADS_2