Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
NYONYA SARAH


__ADS_3

Ditempat lain.


Doni yang sudah mendapatkan konfirmasi dari Reza bahwa ia akan berangkat hari ini juga kebali untuk mengurus kendala pembangun cabang hotel, tidak serta merta membuat Doni lega karena dia tau dari nada bicaranya saja bosnya tadi itu sedang sangat marah seperti seekor singa yang tengah diganggu dari tidur siangnya.


Doni yang merasa was was takut kena marah bosnya itu lalu meminta saran kepada Angela.


Doni :


"Kira kira habis ini aku kena marah ngga ya??" tanya Doni kepada Angela yang tengah berdiri disampingnya.


Angela :


"Enggak bakalan kok" jawab Angela singkat dengan wajahnya yang datar.


Doni


"Masa iya sih, tadi pas saat aku telponan suara bos kita sangat mengerikan"


Angela :


"Iya ngga.. Ngga salah lagi" jawab Angela dengan tertawa kecil.


Doni :


"Angelaaaaa" teriak Doni yang melihat Angela kabur dari samping dirinya..


Doni pun mengejar Angela yang sudah pergi lebih dulu darinya. Ketika sudah dekat dengan Angela, Doni memegang pergelangan tangan Angela untuk menghentikannya berlari. Angela yang ditarik tangannya pun refleks memutarkan badannya dan menghadap Doni.


Langkah kaki Angela terhenti, dipandangnya sebentar wajah Doni yang imut itu apalagi ditambah dengan kacamata yang membuat keimutannya semakin bertambah. Bahkan jika orang yang tidak tahu akan mengira jika Doni masih berusia dibawah 30 tahun namun sebenarnya Doni sudah berusia diatas 30 tahunan.


Namun karena muka Doni yang baby face maka akan membuat dia senantiasa awet muda dan tidak bosan untuk dipandang.


Doni melihat Angela malah melamun sambil memandang lekat kepadanya. Muncul lah ide jahil Doni.


Doni mendekatkan tubuhnya kearah Angela, semakin dekat dan semakin dekat hingga tiada jarak diantara mereka, Angela yang begitu gugup didekati Doni dengan cara begini sedangkan biasanya dia tidak pernah gugup seperti ini.


Doni mendekatkan bibirnya kearah telinga Angela dan .....


"Kamu cantik kalau tersenyum" kata Doni ditelinga Angela.


Entah apakah yang membuat muka Angela menjadi merah padam, hanya ada dua kemungkinan yang membuat wajah Angela malu.


Yang pertama, karena Doni membisikkan kata katanya ditelinga yang merupakan daerah sensitif jadi membuat muka Angela merah.


Yang kedua, karena kata kata dari Doni tidak seperti biasanya.


Angela meronta minta lepaskan pergelangan tangannya yang dipegang Doni sedari tadi, namun bukannya dilepaskan yang ada malah Doni menarik lengan Angela dan membawa tubuh wanita itu kedalam pelukannya.


Angela yang berada didalam pelukan Doni hanya bisa membelalakkan matanya serasa tidak percaya dengan yang sedang ia alami karena ini merupakan pelukan pertama baginya dengan seorang lelaki.


Doni :


"Enak ya??" tanya Doni kepada Angela sambil tersenyum karena sedari tadi Angela tidak bergerak ataupun meronta didalam pelukannya, tidak ada perlawanan sama sekali dari Angela.


Angela akhirnya tersadar setelah mendengar suara Doni dan dengan cepat dia mendorong dada Doni dan pergi dengan berlari kecil sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Oh Angela apa yang kamu lakukan, ini sungguh sangat memalukan, ingin rasanya aku terjun saja dari atap paling atas gedung ini biar ngga ketemu Doni besok" gumam Angela sambil masih terus berlari agar tidak bertemu dan melihat Doni lagi.


Angela berlari kecil dan tanpa sadar telah berada didepan pintu masuk hotel, angela melihat Reza yang telah sampai dihotel dan baru keluar dari mobilnya. Angela menghampiri Reza yang baru saja tiba.


Angela :


"Anda sudah tiba pak?" tanya Angela basa basi sambil membuka pembicaraan.

__ADS_1


Reza :


"Ada masalah apa dengan pembangunan hotel cabang kita di Bali, bukankah sudah 50% rampung, mengapa masalah baru datang sekarang" kata Reza panjang lebar dengan wajah yang masih marah karena aktivitas nya tadi terganggu.


Angela :


" Kami juga tidak mengetahui detailnya pak, pihak dari sana ingin bapak langsung meninjaunya" jawab Angela.


Tidak beberapa lama Doni telah sampai didepan kedua orang tersebut yaitu Doni dan Angela. Doni memberi salam kepada Reza dengan sedikit membungkukkan badan dan setelah itu dia melirik kearah Angela sebentar, Angela yang merasa Doni menatapnya langsung mengalihkan pandangan kearah lain dan membuat suasana diantara ketiganya menjadi canggung.


Reza merasa aneh melihat tingkah kedua sekertaris nya yang begitu canggung, Reza menaikkan alisnya sebelah ketika melihat Doni sedang bermain mata kepada Angela namun dibalas dengan acuhan oleh Angela. Namun Reza tida mau ikut campur masalah mereka berdua karena masalahnya saja belum selesai.


Reza :


"Apakah pesawat pribadi ku sudah kalian siapkan" tanya Reza memecah keheningan diantara mereka.


"Sudah pak" jawab Angela dan Doni berbarengan dan sontak membuat Angela tersipu malu lagi karena Doni langsung melirik kearah Angela sehabis berbicara tadi.


Reza akhirnya dengan berat hati meninggalkan Annisa sendirian dengan perasaan yang sangat sedih, karena semenjak menikah baru pertama kali ini mereka berpisah.


Reza pun telah menelpon Annisa sebelum pesawat mereka meninggalkan bandara untuk mendengarkan suara istrinya itu dan memberitahukan bahwa dirinya sudah mau berangkat dan tidak tau akan memakan waktu berapa lama disana namun Reza berjanji akan pulang secepatnya jika pekerjaannya telah selesai.


Annisa hanya mengiyakan perkataan Reza dan berpesan agar selalu menjaga kesehatan disana jangan sampai terlalu larut dalam pekerjaan yang akan membuat dia sakit. Sebenarnya disini bukan hanya Reza yang sedih namun Annisa juga, ia merasa kehilangan sosok seseorang yang sering menjahilinya, padahal Annisa baru saja berpikir untuk menghabiskan waktu dengan reza namun rencana itu harus ia urungkan terlebih dahulu.


*******


Sore Hari


Di Kediaman PRATAMA


Tidak terasa sudah 2 hari Reza pergi dari rumah untuk mengurus pekerjaan dan hanya menyisakan Annisa dan dua orang asisten rumah tangga mereka dirumah yang begitu besar ini. Sore ini Annisa sudah pulang kerja dan pergi kedapur membantu bi ati untuk memasak, belum genap langkah kaki Annisa sampai kedapur harus ia hentikan karena mendengar suara bel rumahnya yang dipencet seseorang.


Annisa berjalan menuju pintu utama rumah mereka, Annisa membuka pintu tersebut dan didapatinya seorang wanita yang lumayan sudah menua namun tetap cantik entah karena wajahnya atau penampilannya yang galmour.


Annisa :


ya perempuan itu ialah orang tua reza yang bernama Sarah. Sarah sendiri baru menampakkan diri karena selama ini ia pergi keluarga negeri untuk liburan dan berfoya foya, Sarah sudah meninggalkan tanah air sejak Reza menikah.


Sarah langsung masuk saja melewati Annisa yang masih berdiri di samping pintu masuk tanpa menyahut sapaan Annisa terlebih dahulu, Sarah mendudukkan dirinya disofa ruang keluarga dengan kaki keduanya yang dia angkat diatas meja, tangan Sarah melipat didepan dadanya tidak lupa juga wajah Sarah yang kelihatan jahat seperti di sinetron sinetron wkwk..


Annisa berjalan agak cepat untuk menyusul mertuanya yang ia lihat sudah duduk diruang keluarga.


Annisa :


"Mau aku buatkan minum mah?" tanya Annisa kepada Sarah.


Sarah :


"Ya iyalah, masa kamu suruh saya ngambil minum sendiri. Itukan tugasnya kamu" jawab Sarah dengan nada ketus namun pandangannya masih tetap kedepan tanpa mau memandang kearah Annisa sedikitpun.


Annisa mengelus dadanya yang terasa sesak mendengar mertuanya berbicara seperti itu kepadanya.


"Sabar Annisa sabar, itu mertua lo bukan emak emak komplek" batin Annisa.


Annisa :


"Iya mah, yaudah Annisa kedapur dulu ngambil minuman buat mamah" jawab Annisa sembari pergi berlalu meninggalkan Sarah diruang tamu untuk pergi menuju dapur.


Tidak beberapa lama Annisa datang membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa kue cemilan untuk mertuanya itu.


Sembari berjalan menuju mertuanya, Annisa melihat mertuanya itu sedang asik bertelponan terlihat dari nada bicaranya yang lembut tidak seperti berbicara kepada Annisa tadi dan senyuman yang selalu mengembang menghiasi bibirnya.


Annisa menaruh minuman dan cemilan diatas meja didepan Sarah dan terlihat Sarah telah selesai bertelponan bertepatan dengan Annisa sampai.

__ADS_1


Annisa :


"Diminum mah, itu juga ada kue sedikit" kata Annisa menawarkan kepada mertuanya.


Sarah lagi dan lagi tidak menjawab perkataan Annisa dan langsung saja mengambil gelas yang berisi minuman didepannya itu. Setelah beberapa tegukan kecil Sarah minum lalu ia meletakkan kembali gelas minuman tersebut.


Sarah melihat Annisa masih setia berdiri didekatnya dengan nampan yang masih ia pegang.


Sarah :


"Mana Reza??" tanya Sarah.


Annisa :


"Mas Reza lagi dibali mah buat ngurusin masalah pembangunan hotel cabang katanya"


Sarah hanya membulat kan mulutnya untuk menjawab Annisa.


Ya Sarah tidak tahu kalau Reza sedang berada diluar kota, yang Sarah pikir bahwa Reza masih belum pulang bekerja saat ini.


Sarah :


"Saya akan menginap disini sementara"


Annisa :


"Iya mah, Annisa malah senang kalau mamah tinggal disini jadinya rumah ngga sepi" jawab Annisa dengan senyuman.


Ting.. Tongg..


Suara bel rumah berbunyi lagi pertanda ada seseorang yang datang tapi siapa pikir Annisa.


Annisa berjalan menuju arah pintu dan membukanya perlahan, Annisa membelalakkan mata saat tau siapa yang datang bertamu kerumahnya namun mengapa ia membawa koper segala pikir Annisa. Annisa masih berdiri mematung dihadapan citra dengan wajah bingung diam seribu bahasa.


Ya orang yang datang ialah citra, ini kedua kalinya citra datang kerumah Reza.


"Kamu sudah datang?" kata Sarah yang tiba tiba muncul dari belakang Annisa dan membuat Annisa bingung lagi dari mana mertuanya itu kenal dengan citra.


"Iya mah" sahut citra dengan senyumannya.


Sarah menarik tangan citra untuk membawanya masuk kedalam rumah melewati Annisa.


Annisa dengan setengah sadar langsung berjalan mengikuti mereka berdua yang sudah terlebih dahulu pergi. Annisa berhenti diruang keluarga dengan duduk dikursi disebelah mereka berdua dan melihat kearah Sarah dan citra yang terlihat sangat akrab.


Sarah menghentikan candaannya bersama citra dan berbalik menghadap Annisa yang tengah duduk dikursi disebelah dirinya.


Sarah terlihat serius menatap Annisa dan bibirnya mulai bergerak seperti ingin berbicara sesuatu, Annisa dengan telaten melihat kearah Sarah sambil menunggu bibir itu mengeluarkan suara.


"Citra akan tinggal disini mulai sekarang untuk menemani saya" kata Sarah kepada Annisa.


Jdarrrrrrrrrrr bagai petir disiang bolong...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Semoga suka ya sama kelanjutan ceritanya dan ngga bosan, jika ada kritik dan saran dapat kalian tinggalkan dikolom komentar.


Jangan lupa selalu dukung author dengan Like, Komen, dan Vote sebanyak banyaknya.


Jangan lupa juga untuk menambahkan diFavorit ya 😁


Mau tau dong author siapa aja pembaca setia novel ini dan dari kota mana kalian berasal?? Jangan lupa komen dibawah ya 👇👇👇


Happy reading dan Terima kasih 😘😘😘

__ADS_1


Jum'at, 07 Februari 2020


__ADS_2