Jodoh Warisan

Jodoh Warisan
MENOLONG SANG IBU MERTUA


__ADS_3

Terlihat beberapa orang yang sedang berlarian di lorong rumah sakit dengan wajah yang cemas apalagi si laki laki yang sedang membopong perempuan paruh baya ditangannya dan seorang perempuan yang masih muda disampingnya yang juga ikut berlari beriringan sambil memegangi tangan perempuan yang sedang digendong oleh sang laki laki dan tidak lupa satu perempuan lagi yang juga ikut berlari bersama dua orang yang sudah berada didepannya.


"Panggilkan dokter cepat!!!" teriak Reza.


Reza bersama Annisa dan Citra sudah berada dirumah sakit, raut wajah Reza tidak lepas lepasnya dari rasa khawatir melihat sang ibunda yang entah akan bisa diselamatkan apa tidak.


Tidak selang beberapa lama datang lah dokter dan beberapa perawat yang berjalan kearah Reza.


"Silahkan bawa keruangan ini pak" kata dokter kepada Reza agar Reza membawa Sarah kearah ruangan operasi.


Tidak ada kata yang terucap dari mulut Reza hanya terlihat anggukan saja, Reza dengan cepat berlari kecil membawa Sarah keruang operasi.


"Silahkan bapak tunggu diluar terlebih dahulu" kata salah satu perawat kepada Reza dan dengan berat hati ia meninggalkan ibunda nya dikamar operasi sendirian tanpa bisa ia temani.


Ada Annisa dan Citra yang sudah menunggu Reza untuk keluar terlebih dahulu dari ruang operasi tersebut. Annisa bangkit dari tempat duduk dilorong rumah sakit dan berjalan mendekati suaminya yang keluar dengan wajah gusar seperti sudah tidak memiliki niat untuk hidup.


Sedangkan Annisa yang melihat keadaan suaminya sekarang semakin tambah merasa bersalah atas kejadian yang menimpa keluarganya sekarang terutama hal yang terjadi kepada ibu mertuanya. Annisa merasa karena dirinya lah suaminya itu sampai bertengkar dengan ibunya kandungnya sendiri dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan seperti ini terjadi.


Annisa dan Reza duduk bersebelahan dibangku yang tersedia dirumah sakit itu. Sedangkan Citra duduk dibangku bersebrangan dengan mereka, wajah citra terlihat biasa saja tanpa khawatir sedikitpun.


"Mass" panggil Annisa lirih.


Reza mengangkat dan memalingkan wajahnya menghadap kearah Annisa yang semula wajahnya ia hadapkan kearah lantai rumah sakit itu.


Annisa memeluk suaminya itu dan berusaha memberinya kekuatan agar dapat bertahan atas segala yang sedang terjadi ini.


Annisa :


"Maafkan aku mas. Gara gara aku ..." kata kata Annisa terhenti seketika karena jemari telunjuk Reza menutupi bibirnya.


Reza seakan paham dan mengerti apa yang akan istrinya itu katakan selanjutnya dan dia pun tidak mau istrinya itu berbicara seperti itu, dia juga tidak mau Annisa merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa ibunya karena Reza tau Annisa tidak ada sangkut pautnya atas masalah ini.


***


Ruang Operasi


Dokter dan beberapa perawat sedang melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan Sarah, untungnya Sarah mengiris tangannya tidak terlalu dalam dan tidak sampai memutus urat nadinya namun darah yang dikeluarkan oleh tangannya yang teriris sangat banyak hingga membuat kondisi nya menjadi kritis akibat kekurangan darah.


Dokter merasa cemas dengan keadaannya dan dengan cepat menyuruh salah seorang perawat untuk keluar ruangan mengambilkan darah untuk pasien.


Dokter :


"Suster, tolong anda ambilkan darah untuk pasien. Golongan darah pasien O negatif" perintah dokter kepada salah satu suster yang berada disampingnya.

__ADS_1


Perawat :


"Maaf dok, stok golongan darah O negatif saat ini sudah habis dirumah sakit dan bank darah" jawab perawat itu kepada dokter yang tadi menyuruhnya mengambilkan kantung darah.


Terlihat wajah dokter tersebut nampak berubah karena sahutan perawat disebelahnya.


Dokter :


"Bagaimana kamu tau kalau stok darah golongan ini sudah habis sedangkan kamu belum pergi mencarinya" sahut dokter tersebut dengan wajah yang memang sudah nampak tidak sabaran.


Perawat itu nampak berusaha tenang sebelum menjawab perkataan dokternya yang memang nampak kemarahan menyelimuti wajahnya saat ini.


Perawat :


"Sebelum saya kesini, saya tadi telah membantu operasi dokter lain dan saya sendiri yang sudah mengeceknya jika pasokan darah untuk golongan O negatif telah habis dan terakhir dipakai pada operasi yang sebelumnya" jawab perawat itu panjang lebar karena ia meyakini sebelumnya jika dokter sudah tidak mempercayai omongannya.


Nampak wajah dokter muda nan ganteng tersebut gusar setelah menerima jawaban dari perawat muda yang juga tidak kalah cantiknya.


"Oh shitttt golongan darah ini sangat langka dan jika tidak mendapat donor secepatnya bisa dipastikan pasien ini akan meninggal dunia" batin dokter muda itu.


Dokter :


"Cepat kamu keluar, tanya keluarganya apa mereka ada yang bergolongan darah sama dengan pasien??" perintah dokter itu lagi dengan nada tinggi kepada perawat yang tadi selalu menyahut omongannya.


"Itu cewe berani amat langsung pergi tanpa menyahut omongan gue" batin dokter muda nan ganteng itu.


"Kenapa gue baru sadar sekarang kalo itu cowok kelakuannya nyebelin banget" batin perawat itu yang kesal karena tingkah dokternya yang dengan mudahnya tidak memperhatikan omongannya.


Perawat tersebut berjalan cepat meninggalkan ruang operasi tersebut dan pergi menemui keluarga pasien yang sedang menunggu diluar.


Perawat :


"Keluarga pasien ibu Sarah??" kata perawat yang baru saja keluar dari ruang operasi.


Dengan sigap Reza, Annisa dan Citra berdiri dari tempat duduk mereka sebelumnya dan berlari kecil menuju perawat yang memanggil mereka.


Reza :


"Iya kami keluarga ibu Sarah" jawab Reza cepat.


Perawat :


"Pasien kehilangan banyak darah dan rumah sakit saat ini sedang kehabisan stok darah tersebut, jika tidak secepatnya mendapat pendonor maka bisa dipastikan pasien tidak dapat tertolong" kata perawat itu menjelaskan kepada pihak keluarganya.

__ADS_1


Annisa :


"Apa golongan darahnya sus?" tanya Annisa yang ikut dalam pembicaraan suami dan perawat itu.


Perawat :


"O negatif, ini salah satu golongan darah langkah dan sangat susah dicari" jawab perawat itu yang seketika menoleh kearah Annisa.


"Lebih baik kalian cepat mencari pendonor sekarang karena keadaan pasien sedang kritis dan tidak dapat menunggu lama" lanjut perawat itu.


Annisa :


"Ambillah darah saya sus, darah saya juga bergolongan O negatif" jawab Annisa dengan memegang salah satu tangan perawat itu menggunakan kedua tangannya seperti permohonan untuk secepatnya menolong mertuanya itu.


Perawat tersebut langsung tersenyum mendengar perkataan Annisa, seketika dirinya dapat bernafas lega karena mendengar bahwa perempuan didepannya saat ini dapat membantu operasi yang akan sedang mereka hadapi sekarang.


Perawat :


"Syukurlah, bantuan Ibu disaat seperti ini sangat berharga bagi nyawa pasien".


Annisa tersenyum bahagia, ia merasa sangat di hargai saat ini karena dirinya dapat bertindak secara langsung untuk menolong sang mertua meskipun situasi mereka berdua sedang dalam keadaan yang tidak baik karena sang mertua sampai saat ini masih belum bisa menerima dirinya sebagai menantu di dalam keluarga terhormat seperti keluarga Pratama tersebut.


Annisa melemparkan senyuman bahagia dan tatapan yang menyakinkan kearah sang suami tercinta yang dibalas dengan anggukan dan senyuman hangat oleh Reza.


Berkali-kali tidak terputus sebuah ucapan doa yang begitu indah serta pujian yang sangat tulus dalam hati Reza yang saat ini ia berikan kepada sang istri karena rasa syukur memiliki seorang istri seperti Annisa yang tidak pernah lelah menemani dirinya dari saat awal menikah hingga sekarang.


Meskipun berbagai drama awal pernikahan mereka lewati tanpa cinta namun Reza saat ini sangat-sangat tidak bisa kehilangan istri tercinta tersebut, yang bahkan masih menyumbangkan darahnya untuk sang mertua meskipun Ibunda Reza itu telah berkali-kali menyakiti hatinya.


"Ternyata kakek memang tidak salah dalam memilih istri untuk ku, terimakasih kakek telah mengirimkan seorang malaikat berhati tulus ke dalam kehidupan cucumu ini" Reza sangat berterima kasih kepada sang kakek atas Jodoh Warisan yang ia terima saat ini.


*******


Hai semuanya yang masih setia sama novel author, makasih banyak ya atas segala dukungannya selama ini.


Semoga kalian suka dengan kelanjutan ceritanya.


Jangan lupa Like, Komen, Favoritkan dan Vote author ya..


Terima Kasih dan


Happy Reading


20 - 02 - 2020

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2