Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
12. Perasaan


__ADS_3

Saat Saka keluar dari Kamar terlihat Saka menghubungi seseorang.


"Cek, CCTV. Cari pelayan yang memberi saya minuman semalam. Saya beri waktu 30 menit." Perintah Saka dengan suara tegas.


"Baik Tuan." Jawab si penerima telepon.


"Dan Cari Lingga sama Bayu ke kamarnya. Setelah Lingga, Bayu dan pelayan itu ketemu bawa keruang kerja Jesica yang ada di Hotel ini.


"Baik Tuan. Sesuai perintah."


Setelah menelpon seseorang Saka tidak kembali masuk ke Kamar. Dia berjalan kearah dapur Hotel memesan makanan sarapan untuk Jesica. Sebenarnya Dia bisa saja menelpon dengan telpon Hotel untuk memesan makanan atau memesan makanan di Restoran yang terdapat di Hotel itu. Tapi dia lebih memilih Turun langsung Ke tempat masak, supaya lebih cepat mendapatkan makanan.


......................


Di sinilah Saka berada sekarang, di Dapur Bersih tempat Bayu memesan minuman semalam. Terdapat beberapa pelayan yang menjalankan tugasnya masing - masing. Juga terdapat dua orang Koki sedang memasak, serta dua orang Asisten Koki. Mungkin saja Koki itu sedang menyiapkan pesanan dari tamu di Hotel itu.


"Siapkan breakfast untuk Nona Jesica." Ucap Saka singkat.


"Baik Tuan Saka." Melihat air muka Saka tidak bersahabat Koki itu langsung menjawab dengan cepat dan singkat. Koki itu tidak mau menjawab dengan bertele - tele, Dia takut melewati batasannya sebagai bawahan Karena bila dia membuat kesalahan Dia harus siap di depak dari Hotel itu. Jesica memang baik dan ramah, tapi bila sudah menyangkut soal pekerjaan Jesika tidak segan memecat karyawan yang membuat kesalahan. Bagi Jesica kedisiplinan dalam bekerja adalah yang nomor satu.


Koki itu gemetar, karena sedari mulai memasak Dia terus di perhatikan oleh Saka. Dia tidak mau membuat kesalahan se-kecil apapun, karena yang memakan masakannya sekarang bukan Tamu Hotel, melainkan pemilik Hotel tempat dia bekerja.


Ya tuhan. Kenapa Kau berikan cobaan seberat ini. Tuan Saka, bisakah Tuan jangan memperhatikan Saya seperti itu? Sungguh ini olahraga jantung terberat yang pernah saya alami. Tatapan mata Anda sangat tajam Tuan, seperti ada sebilah bambu runcing menusuk jantung Saya. Apakah Tuan sedang ada masalah? Bila memang Tuan sedang ada masalah ceritakan pada Saya Tuan. Saya akan menjadi pendengar sejati untuk Tuan. Asalkan jangan menatap Saya seperti itu.


"Cepat selesaikan pesanan Saya. Jangan kebanyakan gemeteran. Saya disini untuk memesan dan menunggu makanan. Bukan untuk melihat Koki yang kerja lambat karena gemeteran." Ucap Saka singkat. Lalu Dia berjalan ke arah kursi yang tersedia disana dan duduk sembari memainkan handphone nya.

__ADS_1


Ahhhh, untung saja. Nah lebih baik Anda di sana Tuan. Supaya saya tidak gemetar, dan bisa cepat menyelesaikan pesanan anda.


......................


Saka sudah berada di kamar. Dia melangkah mendekat ke tempat tidur. Dilihatnya Jesica tengah terlelap tidur dengan terbungkus dengan selimut. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Jesica. Dan,,,,


Cup


Bibir Saka mendarat dengan sempurna di dahi Jesica.


Kakak sayang sama kamu Jes.


Tidak ada pergerakkan dari Jesica. Dia masih terlelap dalam tidurnya. Saka pun berinisiatif mengguncang bahu Jesica.


"Jesica Aulia, bangun !" Jesica menggeliat pelan dan mulai mengerjapkan matanya.


"Ehhh, Kak ngapain?" Tanya Jesica. Degan suara serak, khas orang bangun tidur.


"Bangun. Sarapan dulu." Saka mengambil nampan berisi makanan, yang di letakannya di atas Nakas. Di nampan itu terdapat sepiring nasi goreng di lengkapi dengan telur mata sapi dan daun selada. Dan juga terdapat segelas air hangat di atas nampan itu.


"Jesi belum nafsu makan Kak." Jawab Jesica.


"Tapi kamu harus makan Dek." Saka menyuapi Jesica.


"Yaudah Jesica makan. Tapi Jesica makan sendiri aja." Jawab Jesica hendak mengambil nampan yang berisi makanan dari Saka.

__ADS_1


"Enggak. Pokoknya Kakak aja yang nyuapin kamu. Kamu cukup buka mulut, ngunyah, dan nelen." Jawab Saka tegas.


Jesica yang mendengar jawaban dari Saka hanya bisa cemberut dan mencebikan bibirnya. Dan terpaksa Jesi menerima suapan dari sendok yang di pegang Saka.


" Nah, gitu dong. Kan tambah sayang." Ucap Saka tanpa sadar. Sambil mengacak rambut Jesica gemas.


Deggg


Jantung Jesica berdetak sangat cepat mendengar ucapan Saka.


Sayang. Yang kakak maksud sayang sebagai Kakak atau sebagai yang lain?


Jujur Jesica terkejut mendengar pengakuan cinta Kakak tadi pagi. Sebenarnya fakta besar apa yang Jesica nggak tahu? Mungkin bila Jesica bukan Adik dari Kakak, Jesi bisa membalas perasaan Kakak.


Jesi nggak bisa mengatur perasaan Kakak untuk jatuh cinta pada siapa. Karena cinta itu datang secara tiba-tiba dan tanpa permisi.


Maka dari itu teruntuk Kak Saka yang mencintai Jesi. Jesi akan mencoba membuka hati Jesi dan belajar mencintai Kakak.


Tapi baru saja Jesi ingin membuka hati Jesi untuk Kakak. Jesi di hadapkan dengan kenyataan bahwa kita itu Kakak adik. Dan tidak mungkin kita bisa menjalin hubungan. Ini jalan takdir kita Kak, Kita nggak bisa bersama. Jesi doakan Kakak mendapatkan yang lebih baik dari Jesi.


Bersambung


Note :


Jangan lupa Like dan Comment.

__ADS_1


__ADS_2