Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
Cuap


__ADS_3


...🌺🌺🌺...


Sedikit spill dari salah satu Bab di Hasrat 3 cinta.


Jangan lupa mampir yaπŸ€—πŸ€—πŸ’™.


Ayana kembali duduk dan mematung di meja kerjanya. Pikirannya berkecamuk, surat pengunduran dirinya ditolak mentah-mentah dan di robek tanpa perasaan dihadapannya. Sosok yang dulu merupakan pelindungnya, kini menjadi sosok yang paling menakutkan yang harus di hadapinya.


" Argh... Tiga tahun, Awalnya aku senang kontrakku lebih lama daripada yang lainnya dengan posisiku yang juga lumayan tinggi dibandingkan sebelumnya. Tapi..., bila selama 3 tahun selalu dekat dengannya, dengan segala sikapnya, aku rasa aku akan mati muda." Ayana menggumam dan mengetuk-ngetukan pena di tangannya pada mejanya.


Alarm di ponselnya berbunyi. Ini waktunya bagi Ayana untuk melihat agenda si Bos yang arogan. Tertulis disana, Memeriksa bahan baku di storage blok A.


Ayana menghela nafasnya, dia risau perasaannya tak enak. Dia harus mempersiapkan diri dan bersikap profesional dalam bekerja. Dia tak mau terkena denda karena sikapnya yang tak profesional dan dituding merugikan perusahan dan menyalahi aturan kerja.


Kembali di kalungkan kelehernya, tanda pengenalnya sebab dia akan segera menuju ke storage.


Mengumpulkan mental untuk kembali menemui lelaki yang sesaat lalu menghinanya dan merendahkan harga dirinya. Tanpa disadarinya keringat dingin sampai menyembul dari keningnya. Astaga dia sangat ketakutan sekarang.


Setelah mengetuk pintu dan hanya mendapatkan sahutan berupa deheman membuat Ayana berani melangkah masuk. Namun, nyalinya menciut kala mendapat sorotan tajam dari seberang meja. Si empunya ruangan menatapnya tajam layaknya mangsa.


Tanpa bertanya dan hanya menaikkan sebelah alisnya, Ayana sudah paham maksud si atasan adalah menyakan tujuannya masuk kedalam ruangan kerjanya.


" Pe... permisi Pak, Maaf sekarang adalah jadwal Bapak mengunjungi storage yang ada di blok A untuk memeriksa bahan baku produk kita." Kata Ayana tergugup.


Jackie hanya mengangguk dan lalu kembali melanjutkan aktivitasnya. Apa aktivitasnya? dia hanya bermain game online. Oh astaga ingin rasanya Ayana membunuh sosok yang ada di hadapannya ini. Tidak sebentar, sudah satu jam Ayana berdiri menunggu sahutan dari Jackie namun Jackie tetap diam tak bergeming. Dia malah asik dengan gamenya.


" Pak, bolehkah saya permisi jika tidak di butuhkan disini? Untuk agenda ini kita bisa menundanya jika Bapak sedang ada kesibukan lain." Ucapnya sopan dan tak ada yang salah dalam nada bicaranya.


Tapi....,


" Siapa yang membolehkanmu pergi? Bahkan untukmu yang hanya berdiri selama berjam-jam disana pun, perusahaan sudah membayarnya. Setidaknya berdiri di kantorku lebih terhormat daripada melayani Om Om." Sarkas Jackie berbicara lantang menggores hati Ayana dan tak memperdulikan betapa wanita itu terluka.


Ayana terdiam, dia menunduk dan mulai menangis tanpa suara. Sebegitu rendahkan dia Dimata mantan pacarnya ini? Ayana adalah wanita yang pandai bersyukur. Dia masih bersyukur setidaknya Jackie tidak melakukan apapun terhadapnya selain memintanya untuk tetap berdiri sebagai pajangan dalam ruangannya.


" Baik Pak." Jawab Ayana datar dan tanpa ekspresi.


Bukanya senang, Jackie malah semakin tertantang dan kesal. Dia kesal dengan gaya Ayana yang sok kuat dan terkesan menantang balik dirinya.


Jackie menyeringai dan kembali fokus pada permainan di ponselnya.


Satu, dua, tiga, empat jam terlewatkan. Jam makan siang pun juga terlewatkan. Ayana masih berdiri tanpa bergeser dari tempatnya. Kakinya sudah pegal dan kesemutan boleh di bilang kakinya mulai mati rasa. Sesaat dia menghentakkan kakinya perlahan.


" Apa, kau lelah? Memang berdiri disitu tidak seasik saat kau bermain bersama Om Om." Sarkas nya lagi dan lagi.

__ADS_1


Pintu terketuk dari luar, sesaat bisa meredamkan emosi Ayana yang hampir saja menyahuti hinaan Jackie.


" Masuk!" Titahnya yang kemudian melihat ke arah pintu.


" Permisi Pak, ini dokumen yang bapak minta." Ratih meletakkan dokumen yang di bawanya. Sesaat dia melihat Ayana yang berdiri di depan meja pas.


Ratih melihatnya terlihat sedikit pucat dan berkeringat juga kakinya yang beberapa kali terlihat dihentakkan pelan.


" Sudah, dan kau boleh keluar." Ucapnya Setelah menandatangani berkas tersebut.


" Terimakasih pak" Ratih memutar badannya dan terhenti kala Jackie kembali memanggilnya. " Tunggu! aku minta makan siang ya, antarkan kemari. Tadi aku terlalu sibuk."


Ratih sedikit heran, mengapa tak menyuruh sekretarisnya saja yang jelas jelas ada di hadapannya?


" Menu makan siangnya apa Pak?"


" Em, aku mau Sushi dan juga tempura."


" Minumnya?"


" Em, minumnya colla dingin saja."


Terdengar enak? memang. Dan itu membuat perut Ayana keroncongan.


* **Hallo Pak, selamat siang."


"Ya, selamat siang. Ada apa kau menelpon ku?"


" Pak, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu. Tadi dan kemarin, terjadi keanehan. Hari pertama, Ayana jatuh pingsan. Dan hari ini, Ratih memberitahu padaku Ayana seperti sedang di strap."


" Oh, Biarkan saja. Asal tidak membahayakan nyawa, kau tidak usah bertindak dan cukup laporkan padaku saja."


" Iya pak baik**."


Selesai sudah tugasnya, Dita sudah melaporkan semuanya kepada atasan.


Di sebrang sana, Gino terdiam menatap keluar jendela besar di ruangannya. Dia sebenarnya juga cemas bila Jackie melakukan sesuatu yang melampaui batas. Selama ini, Jackie termakan hasutan Lena. Dan setelah itu Jackie memutus segala komunikasi dengan Gino. Sudah sangat jelas ini karena sebelumnya Ayana adalah pacarnya dan malah menikah dan membuat hancur rumah tangga kakaknya sendiri. Manusia mana yang bisa menolerir hal tabu macam ini?


Kakaknya dan pacarnya menikah? Sakit, sungguh sakit.


Siapapun jika dia berada di posisi Jackie sudah pasti akan melakukan hal yang sama. Membenci mati-matian dan mendendam.


🐣🐣🐣


Perut keroncongan dan menyaksikan orang makan di hadapannya dengan lahap? Sudah pasti semakin menyiksa Ayana. Seolah tanpa etika, Jackie sengaja memamerkan makanannya di hadapan Ayana. Dia makan dengan lahap tanpa menawari.

__ADS_1


Ayana hanya bisa menenggak ludahnya sendiri. Disana dia tetap berdiri, membuktikan jika dia bukan wanita yang mudah menyerah dan remeh. Dia hanya ingin Jackie melihat kesungguhannya. Bukan menilai atas persepsinya sendiri.


" Ah... kenyang." Jackie mengusap perutnya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa.


Terlihat nikmat dan nyaman. Merasa sudah v


cukup waktu untuk beristirahat, Ayana kembali membacakan agendanya.


" Pak, apakah kita sudah bisa mengunjungi storage? Ini sudah pukul 14. sebentar lagi jam operasional akan berhenti. Kita hanya punya waktu dua jam."


Jackie melihat jam tangannya. " Dua jam? masih cukup." Gumamnya.


" Bawakan jas dan tasku." Titahnya yang langsung berdiri dan beranjak pergi menyisakan Ayana yang merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku Setelah empat jam berdiri.


Hemh, akhirnya gadis itu bisa terbebas juga. Menyambar tas dan jas atasan yang masih tertinggal, Ayana kemudian keluar meninggalkan ruangan. Dita dan Ratih hanya bisa menatapnya iba. Mereka kasihan dan tak habis pikir ternyata Jackie si bos kecil adalah sosok penindas.


Ada lift untuk turun, tetapi apa yang dilakukan oleh Jackie?


" Kalian naik lift, aku ingin sedikit membakar kalori. Aku akan lewat tangga darurat saja." Katanya terdengar sangat menggilai olahraga.


Ayana mengangguk dan dia berfikir jika dia di perbolehkan untuk menggunakan lift. Tapi tidak.


" Kalian saja." Jackie menunjuk tiga orang yang merupakan kepala bagian produksi dan juga pengawas lapangan.


" Sekertaris ku, biar denganku. Ada hal yang bisa kami rundingkan sembari berjalan nanti." Katanya yang terkesan terlalu mencari alasan.


Menuruni tangga dari lantai 12 sampai lantai dasar menggunakan high heels? Sudah kalian dapat pastikan jika kakinya akan lecet parah. Ya, Ayana betapa malang nasibmu kini.


Tak berbicara tetapi Jackie berjalan setengah berlari dan membuat Ayana pontang-panting mengikutinya. Nafasnya terengah-engah dan keringatnya mulai membasahi kemeja kerjanya yang berwarna kuning pastel.


Kenapa tak bunuh saja aku langsung? Keluhnya dalam hati. Dia kesal bukan main.


Sampai di storage, sudah tentu mereka kembali berkeliling dan memeriksa kualitas bahan baku. Lagi-lagi Jackie menyiksa Ayana dengan caranya. Selesai memeriksa Jackie memerintahkan untuk kepala bagian produksi dan pengawas untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Sedangkan dia berdalih ingin memeriksa persediaan di blok lain.


Tapi nyatanya? Dia malah berjalan menuju ke salah satu storage yang sudah tak terpakai. Yang usang dan berdebu tak terurus. "Kau, cobalah masuk dan periksa dengan teliti apakah ruangan ini masih bisa di alih fungsikan untuk tempat lain?" Titahnya yang terdengar cukup logis.


Dan Ayana menurut, dia malas berdebat dan jujur saja dia sangat lapar. Saat Ayana masuk, dengan cepat Jackie menguncinya dari luar. Entah apa yang ada di kepalanya. Mungkin dia menjadi psikopat? Yang ingin menyiksa targetnya sebelum dihabisi nyawanya.


" Ah, sudahlah aku tau dia pasti sangat membenciku." Ayana berputus asa.


Adakah yang akan membukakan pintu untuknya??


Apakah benar Jackie Putra Armanto akan menjadi lelaki kejam?


Atukah akan ada headline news tentang DITEMUKAN KORBAN MATI KELAPARAN DI GUDANG TAK TERPAKAI?

__ADS_1


__ADS_2