
Saka yang masih dikira sopir sungguhan oleh buk Sri mempunyai rencana jahil untuk mengerjai buk Sri. Saka mengulurkan tangan kirinya untuk mengacak gemas rambut Jesica. Sedangkan tangan kanan Saka tetap memegang kemudi. Jesica hanya tersenyum mendapat perlakuan manis dari kakak sekaligus calon suaminya itu.
Kakak jangan pernah tinggalin Jesica ya! Jesica nggak mau kalau pengalaman Jesica beberapa tahun yang lalu harus Jesica ulangi lagi. Dan, alasan yang paling kuat dan logis untuk Jesica ngelarang kakak pergi dari sisi Jesica adalah, Jesica rasa ada getaran lain dihati Jesica mendapat perlakuan manis dari kak Saka. Apakah ini perasaan yang salah karena menyimpan perasaaan untuk kakak sendiri? Jesica rasa tidak. Perasaan ini tidaklah salah karena, kita hanyalah saudara angkat. Terlebih dari itu kita memang harus segera menikah, supaya anak kita nanti mempunyai status yang jelas.
Mungkin perasaan Jesica ke kakak belum sebesar perasaan kakak ke Jesica. Tapi dengan besarnya perjuangan kakak untuk meluluhkan hati Jesica, Jesica yang awalnya seteguh batu karang di Pantai, kini mulai luluh dengan perhatian dan perjuangan kakak untuk mendapatkan Jesica.
Dan setelah itu Saka mengulurkan tangan kirinya lagi kearah Jesica, tepat di depan wajah Jesica. Awalnya Jesica bingung apa maksud dari uluran tangan Saka. Tapi, karena mendapatkan kode mata yang lumayan ampuh akhirnya Jesica paham dan langsung menerima uluran tangan itu. Jadi tangan mereka berdua kini saling mengenggam. Saka menarik tangan Jesica lebih dekat kearahnya. Jadi, yang tadinya tangan Saka yang terulur ke arah Jesica, sekarang tangan Jesica yang posisinya terulur ke arah Saka.
Diletakkannya tangan Jesica yang masih Saka genggam di atas pahanya. Saka menjalankan rencana selanjutnya yaitu, saka mencium seluruh bagian tangan Jesica. Jesica membiarkan saka untuk melakukan apapun pada tangannya. Jesica hanya mengeluarkan sedikit tawa dari bibir ranumnya, karena Saka mencium tangannya dengan mulut tertutup masker.
Sedangkan buk Sri yang masih belum mengenali kalau yang menjadi sopir itu adalah Saka putranya, buk Sri menahan emosinya. Dia tidak mengira kalau Jesica menduakan putra semata wayangnya. Padahal menurut pandangan mata buk Sri, Saka sangat mencintai Jesica. Tapi mengapa Jesica setega itu untuk menduakan Saka.
Awalnya buk Sri mengira bahwa sopir itu lah yang berniat untuk bertindak kurang ajar pada Jesica. Baru saja buk Sri ingin mengeluarkan jurusnya. Tetapi setelah buk Sri melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Jesica tidak sedikitpun menolak perlakuan manis itu, membuat bik Sri yakin, bahwa Jesica mempunyai perasaan lain pada sopir itu.
Karena sudah terlanjur emosi buk Sri angkat bicara. Tetapi sebelum berbicara buk Sri menarik napas sedalam-dalamnya lalu dikeluarkan secara perlahan lewat mulutnya.
"Maaf nona bila saya lancang, pria ini siapa? Nona menduakan putra saya, Saka? Tuan Saka sangat mencintai nona Jesica, jadi saya mohon jangan menduakan putra saya nona!" Ucap buk Sri denga suara sedikit gemetar. Walaupun Jesica akan segera menjadi menantunya tetapi kini status buk Sri masihlah sebatas seorang pembantu di Rumah utama keluarga Mahendra.
__ADS_1
"Hah!" Jesica kaget. Jesica langsung menarik tangannya yang masih di cium Saka. Dia lupa bahwa di dalam mobil itu ada buk Sri. Terlebih sedari tadi buk Sri melihat perhatian Saka yang diberikan ke Jesica, rasanya Jesica ingin tenggelam ke dasar bumi saja. Walaupun buk Sri belum tahu bahwa yang menjadi sopir itu adalah Saka. Tapi, Jesica merasa bahwa Saka akan memberitahukan pada buk Sri bawa itu dirinya.
"Kok non tega sama tuan Saka. Tuan Saka itu anak ibu. Jadi ibu nggak tega kalau anak ibu itu diduakan sama orang yang dicintainya." Kata buk Sri. Meneteskan air mata.
"Saya nggak menduakan kak Saka buk!" Kata Jesica. Menengok ke belakang, melihat keadaan buk Sri.
Jesica kebingungan melihat situasi dan kondisi yang jauh dari rencananya. Dia mengkode Saka untuk menjelaskan semuanya dengan buk Sri. Karena tidak mungkin Saka menjelaskan dalam kondisi berada di dalam mobil, Saka berinisiatif untuk menepikan mobilnya. Kebetulan mereka melewati Restoran yang baru disahkan oleh Saka beberapa minggu yang lalu. Saka menepikan mobilnya lalu memakirkan di parkiran VVIP. Saka turun dan masuk ke dalam Restoran lebih dulu. Sedangkan Jesica dan buk Sri berjalan santai mengikuti Saka. Buk Sri jadi pendiam, dia tidak bertanya mengapa berhenti di restoran, padahal tujuan utamanya adalah ke Mall. Mungkin bik Sri masih memikirkan kejadian di dalam mobil tadi, makanya jadi terkesan tidak peduli. Sedangkan Jesica sangat tidak nyaman dalam kondisi seperti ini, dia ingin masalah calon suaminya itu cepat terselesaikan, supaya dia bisa menjalin hubungan lebih baik lagi dengan buk Sri.
Sopir kok tidak punya sopan santun. Sopir itu kalau sudah sampai di tempat tujuan, turun dari mobil langsung membuka pintu mobil untuk tuannya. Lah ini, turun dari mobil malah langung jalan duluan seenaknya sendiri. Dikira dia kali bosnya.
Sedangkan di dalam Restoran.
"Siapkan ruang VVIP dalam waktu lima menit." Kata Saka yang membuka masker sebentar lalu langsung di pakainya lagi.
"Baik tuan. Tapi ruang VVIP memang selalu siap kapanpun tuan butuhkan. Jadi bisa langsung tuan gunakan." Jawab pelayan yang diberi tugas oleh Saka.
"Kerja bagus." Kata Saka. Berjalan keluar menghampiri Jesica dan buk Sri.
__ADS_1
Setelah sampai di hadapan Jesica dan buk Sri Saka mengarahkan jalan untuk bisa sampai di ruang VVIP.
"Ikuti saya nona Jesica, buk Sri. Kita akan makan di ruang VVIP." Kata Saka. Menirukan gaya bicara sopir sungguhan.
Jesica ingin tertawa mendengar ucapan kakaknya itu. Namun dia berusaha untuk menahannya. Karena akan sangat memalukan bila dia tertawa di ruang terbuka seperti Restoran milik Saka ini, bisa hilang julukan the Queen of Cold CEO dari dirinya.
Nona, lucu juga ya kalau kak Sak manggil aku nona.Hahaha.
Sedangkan pelayan Restoran yang di beri tugas oleh Saka untuk menyiapkan ruang VVIP menatap Saka dengan penuh kebingungan. Karena Saka yang tegas bertranformasi menjadi sopir dari Jesica dan juga buk Sri. Yang dalam penglihatan mata pelayan itu bik Sri terlihat seperti wanita parubaya yang berpenampilan sangat sederhana.
Siapa wanita parubaya itu? Dan kenapa tuan Saka berpenampilan seperti itu? Apakah tuan Saka mempunyai channel Youtube? Dan karena mempunyai channel youtube, tuan Saka membuat konten eksperimen di jalanan. Tapi dengan karakter dingin dan tegas seperti tuan Saka aku rasa tidak mungkin.
Saka, Jesica dan buk Sri sampai di ruang VVIP. Terjadi keheningan sesaat, lalu Saka buka bicara.
"Nona Jesica tidak menduakan tuan Saka putra ibu!" Kata Saka nemecah keheningan.
Bersambung
__ADS_1