
Aku belum paham dengan apa yang terjadi. Mengapa Papa dan Mama mengatakan kalau Kak Saka itu anak dari Bik Sri ?
Kak Saka terlihat biasa saja saat Papa dan Mama mengatakan bahwa dirinya adalah anak Bik Sri. Mengapa hanya diriku yang terlihat paling bingung di sini? Sebenarnya apa yang terjadi ? Masalah Ku yang hamil belum selesai, sudah ada masalah baru lagi. Ini yang paling di rugikan di sini adalah Aku ! Tapi mengapa tidak ada yang memahami posisiku untuk saat ini ?
Jesica berusaha memahami dengan apa yang terjadi saat ini di hadapannya. Walaupun Dia masih sesenggukan Dia berusaha menahan tangisnya.
"Saka, Benar yang di katakan Tuan Brian dan Nyonya Nita? Bahwa Kamu telah menghamili Nona Jesica ?" Bik Sri menanyakan kebenarannya pada Saka. Bik Sri sudah tidak memakai panggilan Tuan Muda lagi. Toh tadi Papa Brian dan Mama Nita sudah mengucapkan bahwa Saka adalah anak kandungnya di hadapan Saka dan Jesica. Itu artinya Papa Brian dan Mama Nita mempersilakannya untuk membongkar semuanya.
"Iya Buk." Jawab Saka menatap Ibunya.
Tanpa terasa air mata Bik Sri menetes. Dia sangat kecewa pada putra semata wayangnya itu. Dia merasa gagal mendidik anaknya, walaupun mendidik dengan cara menjadi pengasuh. Namun mau bagaimanapun Bik Sri adalah Ibu biologis dari Saka, Dia yang mengandung Saka selama sembilan bulan, dan di juga yang melahirkan Saka seorang diri tanpa di dampingi sosok suami.
"Tuan, Nyonya. Tolong izinkan Saya untuk menyadarkannya Saka, bahwa yang di lakukan itu perbuatan yang salah." Sebenarnya Bik Sri bebas untuk memberi pelajaran pada Saka. Tapi karena di sana terdapat orang tua Saka di atas kertas, Buk Sri memilih untuk meminta izin terlebih dahulu. Karena Dia merasa sangat tidak sopan bila langsung memberi Saka pelajaran tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Orang tua angkat Saka.
"Silakan Sri !" Jawab enteng Papa Brian.
Plakkkkkkkkkk
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Bik Sri menampar Saka dengan sangat keras. Sampai-sampai Saka langsung memegang pipinya yang di tampar ibunya itu, terdapat bekas kemerahan di pipi Saka yang terkena tamparan dari Bik Sri.
"Ibuk kecewa sama Kamu Saka ! " Ucap Bik Sri sangat keras, hampir memenuhi ruangan. Dengan air mata yang bercucuran membanjiri pipinya.
"Maafin Saka Buk." Saka ingin memegang tangan Bik Sri, namun Bik Sri langsung menghindarinya.
"Ibu kecewa Saka. Ibu udah berusaha mendidik Kamu menjadi laki-laki yang baik. Ibu sudah mengabdi di keluarga Mahendra hanya demi bisa melihat Kamu. Kalau Ibu egois bisa saja Ibu sedari dulu membawa Kamu pergi dari sini dan tidak membiarkan keluarga Mahendra mengadopsi Kamu. Tapi Ibu nggak egois, Ibu ingin Kamu tumbuh menjadi anak yang tidak kekurangan kasih sayang. Ibu ingin Kamu tumbuh dengan keluarga yang utuh. Keluarga bahagia, ada seorang Papa, Mama, dan yang melengkapi hidup Kamu dengan datangnya seorang Adik. Adik yang bisa membuat Kakaknya tidak merasa kesepian sebelum menikah. Ibuk nggak bisa ngasih itu semua ke Kamu, maka dari itu Ibuk mengizinkan Kamu di adopsi Keluarga Mahendra. Ibu yakin bahwa keluarga Mahendra akan menyayangi kamu dengan sepenuh hati, Kamu nggak akan kekurangan kasih sayang. Tapi apa balasan Kamu dengan keluarga Mahendra ? Kamu menghamili Nona Jesica. Walaupun Nona Jesica bukan adik kandung Kamu secara biologis, tapi apakah Kamu setega itu hingga menghamili Adik yang sedari kecil sudah bersama Kamu ? Hah ? Jawab ! Jangan hanya diam saja." Buk Sri berbicara dengan air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya. Terlihat raut wajah kekecewaan yang sangat jelas di wajah Buk Sri.
"Buk, Saka dan Jesica melakukan itu dalam kondisi yang tidak sadar. Kita sama-sama dalam pengaruh obat Buk. Ibuk tolong ngertiin posisi Saka saat ini. Saka sangat mencintai Jesica. Tapi bukan dengan cara begini Saka mendapatkan Jesica Buk. Maafin Saka Buk, Saka bakal tanggung jawab dengan perbuatan Saka terhadap Jesica." Saka menjelaskan secara singkat tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Karena tidak ada yang merespon ucapannya, Saka melanjutkan bicara dengan mengungkapkan permintaan maaf.
"Nggak ada kata maaf dari Ibu Saka ! Yang Kamu lakukan sangat membuat Ibu kecewa." Ibu Sri menghindari Saka yang akan memeluknya. Dia berjalan ke arah dapur meninggalkan semua yang ada di sana.
Lalu tidak berselang lama dengan kepergian Bik Sri ke dapur, Papa Brian buka suara.
" Setelah Papa dan Mama pikirkan, Papa dan Mama mengizinkan Kamu menikahi Jesica, tapi Kamu harus berjanji dengan Papa dan Mama Jangan pernah Kamu sakiti Jesica. Jesica adalah putri tunggal keluarga Mahendra. Bila sampai Kamu berani menyakiti atau Kamu berani mengkhianati putri kesayangan Papa dan Mama, Kamu langsung berhadapan dengan pendiri Mahendra Company. Kamu sudah tahu bagaimana kejamnya pendiri Mahendra Company bila sedang menghadapi orang yang berani mengusik hidupnya dan orang-orang tersayangnya." Ucap Papa Brian memperingati Saka. Sedangkan Pendiri Mahendra Company yang sedari tadi Papa Brian ucapkan adalah dirinya sendiri. Papa Brian bisa bertindak sangat kejam bila ada yang mengganggu atau mengusik kehidupannya dan juga keluarganya.
__ADS_1
"Iya Pah, Saka janji. Saja nggak bakal menyakiti Jesi atau menghianati Jesi. Jesica adalah segalanya bagi Saka. Jadi Saka nggak akan pernah mengkhianati Jesica." Ucap Saka. Dia langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Papa Brian dengan sangat erat.
"Makasih Pah !" Ucap saka di sela isakannya. Sekuat-kuatnya laki-laki. Laki-laki juga bisa menangis. Bukan karena cengeng laki-laki menangis. Tapi karena rasa kecewa yang sangat besar pada diri sendiri. Rasa bersalah karena telah mengecewakan orang-orang yang kita sayangi. Dan juga, melihat orang yang Kita sayang menangis di hadapan Kita.
"Buktikan ucapan Kamu ! Jangan kecewakan Papa dan Mama untuk yang ke dua kalinya. Papa yakin Kamu bisa di andalkan untuk menjaga Jesica. Papa dan Mama yakin bila semua yang Kamu bilang itu adalah benar adanya." Papa Brian mengelus punggung Saka yang berada dalam peluksnnya.
"Saka bilang apa Pah?" Tanya Saka bingung, karena sedari tadi banyak sekali yang sudah di katakan.
"Tentang perasaan Kamu untuk Jesica yang udah ada sejak SMA." Jawab Mama Nita menyambungkan.
"Ohhh itu. Memang bener kok itu, kalau Saka udah suka sama Jesica sejak SMA. Tapi karena Saka mengira Jesica adalah Adik kandung Saka, Saka nggak pernah mengungkapkan perasaan Saka ke Jesica." Jelas Saka.
"Papa, Mama, Kak Saka. Semua sama aja nggak ada yang memberi tahu Jesica tentang ini semua." Ucap Jesica lalu pergi ke kamarnya.
"Kalian tega menyimpan ini semua dari Jesi. Cuma Jesi yang nggak tahu." Jesi berkata sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.
"Jes. Bukan gitu." Saka berniat mengejar Jesica. Tapi...
__ADS_1
Bersambung