Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
44. Menjelang Hari Pernikahan


__ADS_3

Malam hari di kamar Jesica


Jesica duduk di tepian ranjang. Dia melihat ke seluruh penjuru kamar. Semua barang yang berada di kamarnya tak luput dari sapuan pandangannya. Dilihatnya foto-fotonya sedari kecil sampai kini dia sudah dewasa. Foto seorang Jesica yang masih lajang. Dimana sewaktu dia masih lajang dia akan berbuat apapun yang dia inginkan. Namun, setelah menikah nanti apakah dia masih diizinkan untuk berbuat apapun yang dia inginkan? Terlebih dia tahu bagaimana perasaan Saka terhadap dirinya. Apakah Saka akan menjadi lebih protektif setelah mereka resmi menikah? Bila memang Saka akan bersikap protektif, jujur saja jangan sampai berlebihan. Karena Jesica tipe orang yang tidak bisa dikekang.


Hati Jesica kini tengah dilanda kebimbangan. Dia tidak menyangka setelah malam ini statusnya akan berubah, dari lajang menjadi menikah. Yang untuk perempuan disebut sebagai seorang istri.


Jesica bangun dari duduknya. Dia berjalan kearah frame foto yang berbaris rapi di dinding kamarnya. Di dalam frame-frame foto itu terdapat foto-foto masa kecilnya, hingga dewasa seperti saat ini dimana Jesica sedang memandangi foto itu.


Jesica berjalan perlahan sembari meraba foto-foto yang terpajang di dinding kamarnya. Di awali dengan foto bayi lucu yang baru lahir, foto anak kecil beranjak bisa berjalan, foto anak manja kepang dua disaat menempuh pendidikan kanak-kanak, foto kuncir kuda sewaktu pendidikan sekolah dasar, foto gadis cantik disaat Jesica beranjak remaja sewaktu menempuh pendidikan sekolah pertama, foto Jesica mengikuti acara camping saat mengawali tahun ajaran baru di sekolah menengah atas, foto Jesica yang menggunakan baju sekolah yang sudah penuh warna dan tanda tangan sewaktu kelulusan sekolah menengah atas, foto dia mengunakan kalung pete dan permen sewaktu mengikuti kegiatan ospek di kampusnya, foto Jesica melempar toga disaat wisuda pendidikan perguruan tinggi, foto Jesica disaat dia disahkan menjadi CEO Mahendra Company oleh papa Brian, dan yang terakhir foto dimana saat Mahendra Company berada dibawah pimpinan Jesica Mahendra Company memenangkan tender kontrak terbesar dalam sejarah perkontrakan bisnis Mahendra Company.


Jesica meneteskan air mata disaat mengenang masa-masa indah itu. Masa yang tidak akan pernah terulang di dalam kehidupannya.


Terakhir, ditatapnya dua frem foto yang masih kosong disamping foto disaat dia memenangkan tender kontrak terbesar Mahendra Company. Ada banyak tanda tanya di benak Jesica. Mengapa ada dua frame foto kosong yang sengaja dipasang dibarisan foto kenang-kenangannya itu.


Disaat Jesica sedang terharu mengenang masa lalu manisnya, ada seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke kamarnya. Orang itu berbicara dengan sedikit keras hingga mengagetkan Jesica.


"Kamu ingin tahu kenapa dua frame foto itu masih kosong?" Tanya orang itu. Berjalan kearah Jesica. Dan ternyata orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Saka.


"Iya. Jesi ingin tahu. Karena yang susun foto ini kan mama, jadi mungkin cuma mama yang tahu kenapa ada dua frame yang masih kosong disini. Memang kakak tahu kenapa frame nya kosong dua?" Tanya balik Jesica pada Saka.


Saka sampai di hadapan Jesica.


"Kamu bener nggak tahu maksudnya? Ini mudah loh nebaknya. Kakak yang sekali lihat saja sudah tahu apa maksud dua frame itu kosong." Kata Saka. Menunjuk dua frame foto kosong yang berada disisi paling sebelah kanan.

__ADS_1


"Jesica paham itu kan urutan foto Jesica sedari kecil sampai Jesica sebesar ini. Yang dalam keseluruhan foto itu adalah bukti jalan hidupnya Jesica. Dari masih bayi sampai Jesica besar dan dewasa seperti saat ini berdiri di depan ksk Saka. Dan foto terakhir itu foto dimana Jesica memenangkan tender kerja sama kontrak, yang artinya Jesica sudah bisa bertanggung jawab atas semua yang sudah ditugaskan oleh papa ke Jesi. Mungkin makna singkat dari foto itu bahwa Jesica itu sudah dewasa, sudah bisa bertanggung jawab pada diri sendiri dan kewajiban yang harus dipenuhi. Dan bila seorang wanita sudah dewasa itu artinya perempuan itu hanya tinggal membina rum-" Kata Jesica. Namun ucapannya dipotong oleh Saka.


"Stop! Kamu kepanjangan jelasinnya Jes! Nanti pembaca novelnya jadi nggak paham. Biar kakak yang kasih tahu dengan singkat padat dan jelas. Kamu cukup menjadi pendengar setia." Kata Saka. Dia sedikit kesal karena Jesica terlalu banyak penjelasan.


"Silakan dijelaskan calon suamiku yang tampannya tak tertandingkan. Saya akan menjadi pendengar setia anda!" Kata Jesica tersenyum mengejek.


"Kamu tadi panggil kakak apa Jes? Kakak nggak dengar?" Kata Saka pura-pura tidak mendengar.


"Apaan sih, cepet jelasin!" Kata Jesica. Dia malu sendiri karena Saka mendengarnya saat dia memangil Saka dengan panggilan 'calon suamiku yang tampannya tak tertandingkan'


"Jawab dulu!" Kata Saka.


"Jawab apa?" Kata Jesica pura-pura lupa dengan apa yang baru saja dia katakan.


Dengan bermalas-malasan Jesica akhirnya memutuskan untuk menjawab. Dia menjawab dengan tatapan mata yang menatap tembok karena malu. Dia akan sangat malu lagi bila dia mengatakannya tepat di hadapan dan menatap Saka, jadi keputusan menatap tembok saat berbicara adalah keputusan paling tepat.


"Oke. Jesica jawab ni. Tadi Jesica manggil kak Saka dengan panggilan 'calon suamiku yang tampannya tak tertandingkan'. Gimana udah pu-" Ucapan Jesica terputus. Dia sangat kaget mendapat serangan mendadak dari Saka.


Disaat Jesica sedang berbicara Saka langsung mendekat kearah Jesica. Dan...


Cup


Saka mencium sekilas bibir merah muda milik Jesica. Jesica hanya bisa terbengong disaat Saka mencium bibirnya.

__ADS_1


"Kalau lagi berbicara itu ditatap orang yang sedang diajak berbicara, bukan malah menatap tembok seperti itu, terlebih yang sedang kamu ajak berbicara adalah calon suami kamu!" Kata Saka menasehati Jesica.


"Maaf," Hanya satu kata itu yang berhasil lolos dari bibir ranum milik Jesica.


"Serius banget sih Jes!" Kata Saka. Ternyata dia hanya mengerjai Jesica. Melihat raut wajah Jesica yang ditekuk, membuat Saka langsung ambil tindakan.


" Iya. Nggak usah sampai kayak gitu mandangin wajah tampan kakak. Ni, sekarang bakal kakak jelaskan mengapa dua frame foto itu kosong." Kata Saka. Jesica hanya diam, mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir seksi Saka.


"Frame yang pertama itu kosong karena frame itu akan di isi foto pernikahan kamu. Yang mana kamu akan menikah dengan kakak besok." Kata Saka. Menjeda ucapannya.


"Sedangkan frame foto kedua itu itu kosong, karena frame itu akan di isi oleh foto kamu , suami kamu dan anak kamu. Yang artinya kamu sudah hidup bahagia bersama keluarga kecil kamu. Yang mana suami kamu itu akan kakak, dan anak kamu itu Saka junior yang ada di dalam rahim kamu." Jelas Saka panjang lebar.


Jesica tersentuh mendengar penjelasan Saka. Ternyata dua frame foto kosong itu memiliki makna yang sangat dalam.


"Kakak hebat! Bisa menebak semuanya." Kata Jesica. Mendekat kearah Saka dan langsung memeluknya.


"Ya pastilah! Kak Saka gitu!" Membalas pelukan dari Jesica.


Jesi sayang kakak. Ingat baru SAYANG. Batin Jesica.


Kakak cinta kamu Jes! Batin Saka


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2