Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
Bagian 55. Daddy


__ADS_3

Malam semakin larut tak lantas membuat wanita hamil 7 bulan itu bisa terlelap nyaman di dalam dekapan sang suami. Ia gelisah menatap jarum jam yang berdenting sesuai waktu yang seharusnya. Pikirannya menerawang jauh disaat dimana dia hamil Ayman dulu.


Dulu, disaat hamil Ayman tak pernah dia merasakan kenyamanan tidur dalam dekapan meski hatinya sangat ingin, sangat haus dan merindui sosok Ayah kandung dari Ayman. Dia mengingat kembali dimana masa sulitnya dulu melalui fase kehamilan yang cukup bulan membuatnya sering merasa kegerahan.


Dia menatap teduh sosok lelaki yang kini terlelap dengan dengkuran halus yang mengiringinya. Wajahnya teduh dan terlihat damai, tenang dan berkabut sendu. Lelaki yang menemaninya selama 8 bulan terakhir ini, lelaki yang selalu ada untuknya dari bertahun-tahun lamanya.


Kamu pasti lelah Kean.


Dinda mengusap garis tegas rahang Keanu. Tak terusik dengan pergerakan lembut yang dilakukan istrinya, Keanu malah semakin mempererat pelukannya.


" Kenapa tidak tidur hum? " Keanu mengusap lembut perut buncit Dinda dan mencium lehernya menyalurkan kehangatan dan memberikan kenyamanan. " Apa dia banyak bergerak? " Seraknya tanpa membuka matanya.


Wanita mana yang tak meleleh bila perlakuan suaminya selembut ini? Hati Dinda sungguh senang bahkan meletup-letup saat ini. Keanu seolah selalu tau apa yang dia inginkan.


^^^" Aku susah tidur Mas."^^^


^^^Dinda membalas mengusap tangan berurat yang bergerak mengusap perutnya.^^^


" Apa yang kau pikirkan sampai tidak tidur? ini sudah sangat malam Sayang. " Keanu beringsut dan duduk lalu membelai kepala Dinda. Dia tau Dinda saat ini tengah memikirkan sesuatu yang cukup pelik.


Dinda ikut terduduk dan kini membelakangi Keanu. " Mas, apa yang kulakukan selama ini salah?" Dinda meminta pendapat sang suami yang masih bingung kemana arah pembicaraan ini.


Salah? apanya yang salah? kemana arah topik pembicaraan ini bergulir? Keanu mengusap wajahnya mencoba membuatnya tak merasa mengantuk lagi.


" Hoamz...!" Keanu menguap dan melihat ponselnya. Waktu masih menandakan pukul satu dini hari. " Masih malam Sayang..., tidurlah. Kau butuh istirahat."


" Katakan Mas, apa aku salah telah memilih untuk merahasiakan keberadaan Ayman?"


" Tidak sayang kau tidak salah. Jikapun aku berada di posisimu, aku juga akan melakukan hal yang sama. Kenapa, apa kau menyesal? Kau ingin mereka bertemu?" Keanu menyisihkan rambut panjang Dinda hingga sebelah bahunya terlihat.


Sering kegerahan membuat Dinda hanya mengenakan daster dengan tali spaghetti yang tipis dan menerawang. Sejujurnya tampilan seperti ini membuat Keanu merasa kelaparan dan ingin melahapnya. Tapi tidak kali ini sebab Dinda seharian mengeluh sakit pinggang.


Dinda mengangguk. " Iya, Mas..., Bagaimana jika kita diam-diam mempertemukan mas Andra dan Ayman?" Pertanyaan itu sontak membuat Keanu terbelalak.


" Tidak bisa Istriku. Jika kau melakukan itu, itu sama halnya dengan kau melukai harga diri Papa. Kau tentu ingat bagaimana Papa sangat membenci Andra? Hargailah Papa sayang. Selama kau menjanda Papa yang mati-matian memberikan semangat, beliau juga yang melimpahimu dengan kasih sayang. Kau seharusnya berterima kasih untuk itu. Tidakkah kau tau, tak semua Ayah itu sama seperti Papa. Pahamilah Sayang, Papa hanya ingin putri dan cucunya aman."


Panjang lebar nasihat Keanu membuat Dinda terdiam dan termenung. Benar memang hanya Papa satu-satunya manusia yang tulus menyayanginya tanpa pamrih. Hanya Papa yang mau berkorban.


" Tapi Mas, aku takut dosa karena telah memisahkan Ayman dan Ayah kandungnya."


^^^" Ya, aku tau sayang. "^^^


Ayman mengecup bahu Dinda lalu duduk di belakangnya hingga Dinda bisa bersandar di dada bidang Keanu dengan kedua kaki Keanu yang merenggang dan Dinda berada di tengahnya.


^^^" Mau makan sesuatu? atau Mau kubuatkan susu hangat?"^^^


^^^Ayman mengusap perut besar Dinda dengan lembut.^^^


Dinda menggeleng. Tak ada yang diinginkannya saat ini. Kenyamanan itu sudah di dapatkannya dari sikap dan perlakuan hangat suaminya. Semuanya sudah cukup bahkan lebih dari cukup.


" Nanti, ada Masanya dimana kalian akan berbaikan lagi. Kamu, Papa, Ayman dan Mas Andra. Kalian semua akan berkumpul bersama." Ucapnya dengan nada lembut.


^^^" Dan kau Mas?"^^^


^^^Dinda mengalihkan atensinya saat Keanu tak menyebutkan dirinya.^^^


" Aku? Hem..." Keanu hanya tersenyum.

__ADS_1


" Aku akan dengan tenang melihat kalian berkumpul bersama lagi. Ya, aku melihat dari kejauhan saja untuk menahan rasa cemburuku nanti. "


^^^" Mas~~~" Dinda mendongak menatap wajah Keanu dan melihat rahangnya yang tegas.^^^


" Tidak, aku hanya bercanda Sayang. Aku tidak cemburu. Aku tau bagaimana setianya istriku ini." Lagi-lagi dia mencium kening Dinda saat Dinda mendongak.


" Sudah, ayo tidur. Aku akan berangkat pagi-pagi sekali besok. Mungkin akan menginap 3 sampai 4 hari."


" Ya, dan aku akan merindukanmu Mas." Dinda kemudian berbalik dan menangkup wajah Keanu lalu menciuminya layaknya sepasang kekasih yang lama tak bertemu.


Selama 3 sampai 4 hari Keanu ada urusan bisnis ke Malaysia. Kerjasama dengan perusahaan penyedia bahan baku kosmetik membuatnya rajin wara Wiri dan itu sudah membuat Dinda terbiasa.


Tapi tidak kali ini Dinda seperti tak rela melepaskan kepergian suaminya.


" Suruh yang lain saja Mas yang berangkat." Ucap Dinda dengan mulut yang mencabik tak rela.


^^^" Tidak bisa Sayangku. aku yang di utus dan dipercaya. Mana bisa melimpahkan tanggung jawab ini kepada yang lain?"^^^


" Ya aku paham." Dinda memeluk erat mendengarkan debar jantung Keanu. Baginya suara detak jantung suaminya ini sangatlah merdu.


Baru saja mereka hendak tertidur, pintu kamarnya sudah di gedor oleh tangan mungil dan suara lirih Ayman.


" Daddy...!" Serunya " Buka... !"


Keanu terkekeh kecil dan berjalan membukakan pintu. Bocah kecil itu langsung menghambur dan memeluk kaki Keanu. " Daddy... iman takut.." Rengeknya dengan matanya yang ternyata sudah basah.


" Kean, dia ingin tidur bersamamu. Sepertinya tadi dia mimpi buruk. " Papa Dimas yang juga ternyata ada di belakang Ayman untuk mengantarkannya.


Dinda mendekat " Ayman mimpi apa Nak? Sini sama Ummi." Tangan Dinda terulur dan mengusap rambut bocah kecil yang kusut itu tapi Ayman menggeleng.


" Ya sudah ayo sama Daddy. Iman bobo ditengah ya?"


Ayman mengangguk tanpa melepaskan pelukannya.


Papa Dimas hanya bisa menggeleng dan kembali ke kamarnya. Rasa kantuknya masih menggelayut di matanya.


Keanu dengan sabarnya mengusap terus-menerus punggung Ayman yang masih memeluknya erat meski kini mereka tengah berbaring. Lama mengusap lembut akhirnya terhenti saat terdengar suara dengkuran halus dari bibir mungilnya. Ayman terlelap nyaman di pelukan sang ayah sambungnya. Dinda tersenyum senang melihatnya lalu mengabadikan momen itu dengan ponselnya.


" Manis sekali kalian." Ucapnya yang kemudian mencium kening keduanya dengan hangat.


...🌷🌷🌷...


" Daddy....!"


" Daddy....!"


Ayman tantrum bocah kecil itu mengamuk dan menangis histeris saat bangun dari tidurnya dan tak mendapati Keanu di sebelahnya. Presensi Keanu jelas sudah tidak ada, karena perjalanan bisnis yang mengharuskannya untuk berangkat pagi-pagi sekali bahkan tak sempat sarapan.


Hanya saja, subuh sebelum berangkat, tak biasanya dia meminta jatahnya.


FLASHBACK ON.


" Sayang bangun, sudah pagi.." Keanu mengguncang pelan lengan Dinda.


" Eungh?" Dinda beringsut dan melihat jam di ponselnya. " Kau akan bersiap berangkat Mas?"


" Iya, bangunlah temani aku mandi." Ucapnya dengan senyum tipis yang penuh arti.

__ADS_1


Dinda tau apa maksud terselubung dari ucapan suaminya. Ya apalagi kalau bukan kerja kelompok suami istri?


Sekali?


tidak tiga kali Keanu menyemburkan cairan pekatnya dan membuat Dinda kewalahan. Dinda bahkan merasa sedikit heran saat Keanu meminta lagi dan lagi.


" Tumben Sampai tiga kali?" Dinda menggoda suaminya sembari mengeringkan rambut basah Keanu dengan handuk.


Keanu duduk di kursi meja rias dan menghadap ke Dinda yang berdiri di depannya dengan mengeringkan rambutnya. Tangan Keanu masih melingkar di pinggang sang istri. " Tak apa untuk bekal saja nanti selama kita tidak bertemu kan? Aku takut sangat merindukanmu nantinya. Kau tau sayang, semenjak hamil kau terlihat begitu seksi dan sepertinya senang menggodaku."


" Aku tidak menggodamu Sayang, hanya saja kepalamu penuh dengan sesuatu yang liar." Dinda menyisir rambut Keanu.


" Peluk aku Sayang... Masih ada 10 menit lagi. Aku ingin memelukmu lebih lama." Pinta Keanu yang sudah memeluknya terlebih dahulu sebelum mendapatkan jawabannya.


" Anak Abi jangan nakal ya, Abi pergi dulu. " Keanu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan perut Dinda dan berceloteh dengan bayi di dalam perut Dinda.


" Iya Abi. " Dinda mengusap - usap rambut Keanu dengan lembut dan sayang.


" Aku akan berangkat Sayang. " Keanu lantas berdiri dan mengecup kening Dinda dengan lama.


Dinda hanya menikmati semua itu dengan dalam. Memang begitulah Keanu yang selalu memperlakukan semua orang yang di sayanginya seperti tak ada hari esok. Trauma atas kepergian anggota keluarganya karena kecelakaan pesawat membuatnya terkadang berpikir jika mungkin saja takdirnya nanti akan sama seperti ayah dan ibunya yang pergi dengan membawa berjuta kenangan secara mendadak.


Untuk itu Keanu selalu ingin meninggalkan kesan baik di setiap orang yang dikenalnya.


" Daddy berangkat ya jagoan. Jangan nakal, jaga ummi ya." Keanu mengusap pipi tembem Ayman lalu menciumnya.


" Aku berangkat ya sayang." Keanu memeluk kembali Dinda dengan hangat dan lama seakan mereka sangat tak rela berpisah.


FLASHBACK OFF.


" Daddy sudah bekerja sayang." Lembut Dinda memberikan penjelasan agar mudah dimengerti oleh anak kecil yang sedang mengamuk itu.


" Iman mau Daddy..." Cicitnya lirih setelah lelah menangis.


" Iya, besok Daddy juga pulang sayang. " Usapan sayang membelai kepala bocah yang tiba-tiba terdiam tetapi seperti mengingat sesuatu.


Mata Ayman membulat lalu meluncurkan satu pertanyaan. " Apa Daddy naik pesawat ummi? "


Dinda mengangguk dan mengusapnya perlahan " iya sayang."


Lagi Ayman menangis sejadi-jadinya Setelah mendengar jawaban dari umminya yang mungkin menurutnya sangat mengecewakan di telinganya.


" Daddy... Daddy...." Ayman turun perlahan dan berjalan menuju keranjang baju kotor.


Ia mendekap baju baju kotor Keanu yang belum sempat Dinda cuci ." Ummi, jangan cuci baju Daddy. Iman kangen Daddy..." Tuturnya dengan wajah polos yang mengiba.


Ada apa denganmu Nak?


Tak biasanya kamu seperti ini.


Apa mimpimu sangat buruk, sampai kamu ketakutan dan ingin selalu bersama dengan Daddy?



**Maafkanlah typo yang berkeliaran, maaf juga gambar pemanis yang tak terbit. servernya lagi bermasalah 😭😭.


happy reading ya gengs**...

__ADS_1


__ADS_2