
Di sinilah Jesica sekarang. Di depan pintu Kamar Saka. Setelah Saka memanggilnya dengan nama panjang dan bahasa yang formal, Jesica sudah tahu bila kakaknya itu sedang menahan sesuatu. Dan Jesica sudah paham apa yang di inginkan Kakak nya itu.
Jesica berjalan bolak - balik di depan pintu kamar Saka. Dia sedang menunggu teman Kakak nya yaitu Lingga dan Bayu. Jesi bingung harus berbuat apa. Jadi Dia memutuskan untuk menelpon Lingga dan meminta mereka berdua segera ke atas, tepatnya Kamar Presidential Suite nomor 3. Jesi merasa bahwa dia membutuhkan bantuan Lingga dan Bayu, karena Mereka bertiga itu sama - sama Pria. Jadi menurut Jesica Lingga dan Bayu itu tahu apa yang mereka butuhkan bila berada di posisi Saka.
"Jes, ada apa? Kenapa Loe manggil kita berdua untuk ke atas?" Tanya Lingga yang kini sudah berdiri di depan Jesica, sedangkan Bayu berdiri di sebelah Lingga.
"Itu Kak. Coba Kakak buka pintu kamarnya Kak Saka sedikit dan perhatikan Kak Saka. Dia itu bisa kayak gitu kenapa? " Jesica memberikan kartu akses ke tangan Lingga.
Sedangkan Bayu, bukannya mendengarkan perkataan Jesica, Dia malah asik memperhatikan paha mulus Jesica yang putih dan mulus itu. Yang kala itu Jesica menggunakan hots pants. Bayu menelan salivahnya dengan susah payah karena baru menyadari bahwa adik dari sahabatnya itu memiliki postur tubuh yang di idam - idamkan oleh kebanyakan perempuan. Alias body goals.
Cantik Loe Jes.
No. Gue nggak boleh ambil Jesica dari Saka. Persahabatan Gue sama Saka dan juga Lingga itu lebih peting dari apapun. Gue bisa dapetin perempuan yang lebih cantik dan body nya lebih bagus dari Jesica. Jadi Gue nggak boleh ganggu Jesica. Terlebih Saka udah suka sama Jesica itu dari SMA. Dan dia baru tahu kebenaran tentang dirinya juga baru - baru ini. Jadi biarin aja Saka perjuangin cinta pertamanya dulu. Kalau Saka nggak bisa bikin Jesica bahagia, barulah waktunya Gue yang bertindak. Itu Juga kalau Jesica nya mau sama Casanova kayak Gue. Haha, miris bener kisah cinta Gue. Apa bener ya kalau Casanova jatuh cinta itu bakal susah move on kayak di novel - novel yang di baca Mami? Ketemu udah sering tapi baru merasakan getaran cintanya sekarang.
Lingga memanggil - manggil Bayu tapi tidak ada sahutan dari Bayu. Lalu dia mengikuti arah pandangan mata Bayu. Dannnn...
" Jaga mata Loe. Loe mau di jadiin Sop Bayu sama Saka?" Ucap Lingga yang menyadari kemana arah pandangan mata Bayu.
"Ehhh, maaf. Pemandangan gratis. Sayang kalau di sia - siakan. " Kata Bayu dengan terkekeh.
"Mata Loe Bay. Kalau udah lihat yang kayak gitu langsung 100 watt, padahal dari tadi ngajakin pulang terus waktu di Party, katanya ngantuk mata tinggal 5 watt. La ini masih kuat melotot tu mata Loe." Cibir Lingga.
"Lingga, kata nenek Gue yang di kampung. Kita itu nggak boleh yang namanya menolak rezeki. Jadi ini itu termasuk rezeki Gue, mendapat pemandangan yang indah untuk di pandang." Bayu berucap sembari tersenyum penuh arti ke arah Lingga.
__ADS_1
"Mungkin ini itu hadiah dari Tuhan Yang Maha Esa, karena Gue itu rajin menabung, tidak lupa beribadah dan juga suka berbagi." Kata Bayu dengan sombong, sembari membusungksn dadanya.
Dalam hati Lingga menggerutu.
Rajin menabung. Yang rajin nabung itu Mami Loe. Kalau Mami Loe itu nggak pinter - pinter megatur keuangan, walaupun yang di atur itu gaji loe sendiri Loe bakal jadi gelandangan dengan gaya hidup Loe itu.
Tidak lupa beribadah. Cih, Bisa di itung Loe ibadah semenjak jadi Casanova.
Dan, apa tadi yang terakhir? Ahhh, suka berbagi. Itu jauh dari kamus hidup Loe setelah kita lulus SMA.
Bohong aja terus, ahhh Gue tau Loe berusaha menggait Jesica ya?
Mau di jadiin Sop Bayu Loe sama Saka? Sebesar apapun perasaan Loe untuk Jesica, Loe harus bisa lupain Jesica. Karena di antara kita bertiga itu Saka udah suka Jesica semenjak SMA. Sebelum Dia mengetahui kebenaran tentang dirinya.
Ingin rasanya Lingga mengatakan itu semua. Tetapi di urungkan niatnya karena biar bagaimanapun Bayu itu salah satu teman terbaiknya selain Saka.
"Iya deh Iya. Baru aja Gue ngomong beberapa kata udah ketebak." Ucap Bayu dengan air mila yang di buat seolah - olah sedang marah.
"Kak Bay, Kak Lingga. Kok malah ngobrol sih? Cepetan tengokin Kak Saka." Ucap Jesica jengkel. Sebab kedua sahabat Kakaknya itu malah mengobrolkan hal tidak penting.
"Ehhh, iya - iya lupa." Lingga melangkahkan kaki mendekat ke arah pintu. Dan akhirnya setelah pintu sedikit terbuka dia mengintai Saka dari pintu.
......................
__ADS_1
Di Toilet Kamar Jesica.
"Gimana rencana Gue Ling?" Tanya Bayu.
"Nanti kalau Saka marah sama kita gimana Bay?" Lingga kurang yakin dengan rencana yang di usulkan oleh Bayu.
"Terus Loe tega lihat Saka menghadapi efek obat itu sendirian? Dia bisa mati karena menahan itu semua, terlebih Dia sampek menyakitkan dirinya sendiri. Efek obat itu belum hilang sebelum besok Pagi. Dan Loe mau lihat Dia nanti nyakitin dirinya sendiri sampek pagi? Kasian Dia bolak balik kamar mandi terus, karena melawan rasa itu sendirian!" Ucap Bayu dengan suara penuh penekanan.
"Tapi Rencana Loe itu terlalu beresiko menurut Gue. Nanti kalau Saka bangun dan tahu itu semua rencana kita gimana? Bisa di pecat kita dari kantor sama Dia." Ucap Lingga.
"Demi Sahabat kita. Kita harus berani ambil resiko." Ucap Bayu.
"Oke. Kita udah buntu sekarang, nggak ada jalan lain selain ini. Yang bisa nyelamatin Saka cuma Jesica. Jadi ayo kita jalanin rencana ini sekarang." Ucap Lingga. Lalu mereka berdua keluar dari Toilet untuk mulai menjalankan rencananya.
Ternyata saat Bayu dan Lingga mengintip Saka tadi, Mereka berdua melihat penampilan Saka yang sangat Kacau, Keringat bercucuran dari tubuhnya. Dan beberapa kali disaat Mereka mengintip Saka, Saka terlihat keluar masuk kamar mandi.
Dan yang sangat membuat miris adalah Bayu dan Lingga melihat Saka membenturkan kepalanya ke tembok beberapa kali. Setelah itu Saka beralih mencari remot AC. Mungkin dirasa AC tidak berguna dalam kondisi seperti itu Saka yang geram langsung mengacak - acak seluruh isi kamarnya. Semua itu tidak lepas dari penglihatan Bayu dan Lingga.
Setelah itu Saka langsung masuk ke Kamar Mandi lagi. Dan disaat yang bersamaan Bayu menarik tangan Lingga.
"Jes, Kita berdua ke Toilet dulu. Pinjem Toilet kamar Loe ya?" Ucap Bayu
"Iya, Kak. Masuk aja, Kamarnya nggak Jesi kunci kok." Ucap Jesi.
__ADS_1
Tanpa menjawab Jesica, Bayu langsung menarik tangan Lingga masuk ke Kamar Jesica.
Bersambung