
Beberapa bulan berlalu.
Dinda seiring dengan bertambahnya usia kehamilannya kini semakin terlihat gembil dan terkadang kesusahan untuk melakukan aktivitas. Seperti pagi ini saat dia menyapu halaman rumahnya, tak sengaja dia menjatuhkan ponselnya. Dia terlihat kesusahan untuk mengambilnya. Keanu yang juga tengah membersihkan rumput di halaman lantas membantunya untuk memungut ponsel istrinya.
"Hati-hati Ummi," lembut Keanu yang memberikan ponselnya lalu mengusap punggungnya perlahan dengan sayang.
"Terimakasih Abi," balas Dinda dengan tersenyum.
"Ummi...! Daddy....!" seru Ayman yang kini hampir menginjak 3 tahun. Dia sudah tumbuh menjadi anak yang aktif dan pandai berceloteh.
Ayman dan Papa Dimas baru saja datang stelah membeli Es krim. Ayman terlihat senang dengan es krim kesukaan yang berada di tangannya.
"Iman sudah pulang?" Sahut Dinda menoleh juga dengan Keanu.
"Jagoan Daddy, bagaimana tadi, seru?" Keanu mengusap kepala Ayman dengan sayang.
"Selu Daddy, Iman dibilang ganteng sama Puput, Ina, pokokna banak!"
"Banyak Nak." ralat Dinda.
"Hai Dedek! Dedek udah mam?" Iman meraba perut sang ibu lalu berbicara dengan calon adiknya.
"Udah Kakak." Sahut Dinda dengan menirukan suara anak kecil.
"Cepat kelual ya, nanti Kakak kasih es kin," celotehnya yang tentu saja membuat semua yang ada di sana ikut tertawa.
Ayman juga sayang kepada calon adiknya yang ternyata berjenis kelamin perempuan ini. Keanu yang juga bersikap adil terhadap keduanya meski Ayman bukanlah darah dagingnya. Bagaimana tidak, sedari Ayman masih berada di dalam perut Dinda, segala perhatiannya hanya tertuju kepada mereka. Dari mulai mengidam sesuatu sampai saat melahirkan, Keanu sudah seperti suami yang siaga meski Dinda berkali-kali menolak perasaannya.
Hingga akhirnya Dinda luluh dan mau membuka lembaran baru setelah mendapatkan banyak wejangan dari Papa Dimas, Bibi Nur dan juga paman Sam. Dimana lagi dia bisa temukan laki-laki yang tulus dan setia tanpa pernah berubah perasaanya? Itulah Keanu yang tulus mencintai Dinda. Tak ada pemikiran bekas siapa, gadis atau janda, beranak atau belum.
Semuanya bukanlah Maslah bagi Keanu. Yang terpenting baginya adalah rasanya yang tetap sama dan sikap baiknya. Dia suka karakter Dinda yang lembut dan suka mengalah. Sebab Dinda sering mengalah, Keanu semakin tergerak untuk melindunginya.
...🌷🌷🌷...
Dari jauh, dari rumah di atas bukit yang di sewanya yang masih satu desa dengan Dinda, Andra melihat surat kebahagiaan putra dan mantan istrinya dari teropong. Apa lagi? Ya, hanya dengan cara seperti itu bisa mengobati rindunya. Dengan cara seperti itu dia bisa tenang dan menjalani hidupnya layaknya manusia normal pada umumnya.
Bukan lagi manusia yang hanya ingin mati, mati, dan mati. Ponselnya berdering dan mengganggu konsentrasinya. Ia berdecak kesal tetapi tetap mengangkat Panggilan tersebut.
__ADS_1
'Hallo!'
'Ndra, Kapan kamu kembali? Bulan ini sudah 3 hari kamu cuti.'
'Potong saja gajiku jika aku terlambat'
'Hey! ini bukan masalah potong memotong kau tau! Ini tentang klien penting kita. Apa kau lupa?'
'Santai, dua jam lagi aku akan kembali.'
^^^'Dua jam lagi katamu? Kembali sekarang!'^^^
TUT....
TUT....
Pembicaraan terputus karena Bayu yang mengamuk sudah mematikan ponselnya dan melemparnya ke sembarang arah karena kesal. Bayu sebenarnya sudah melarang Andra untuk menyewa rumah di desa itu. Selain takut ketahuan, tentu saja juga karena dia tak mau urusan pribadi sahabatnya akan menganggu kinerjanya.
Dan, benar saja beberapa bulan berlalu, Andra sering tak fokus dan lebih banyak memikirkan tentang putranya. Tak ingin terus-menerus menjadi semakin kacau, Bayu meminta Andra untuk bisa mengendalikan perasaannya.
Di kantor, 4 jam berlalu dan Andra kini berada di pantry. " Bukan aku melarangmu Ndra, tapi ini klien penting kita!" Bayu terdengar tegas.
"Tolong pisahkan antara urusan pribadi dan pekerjaan Ndra. Bersikaplah profesional Kau bukanlah amatiran Ndra."
"Iya Bay." Tak melawan atau beradu argument, Andra memilih hanya menurut dan bernada rendah agar Bayu tak tersulut emosi. Bagaimanapun juga, berkat Bayu jugalah dia bisa melihat kembali orang-orang yang disayanginya. Karena Bayu juga semangat hidupnya telah kembali.
"Sebenarnya semua bahan presentasi sudah kusiapkan. Semuanya sudah tertata rapi di atas meja di ruanganmu," ucap Andra dengan santai dan duduk sambil membaca koran pagi.
"Apa?" Bayu melongok tak percaya.
"Kenapa kau tak bilang dari awal?" sambungnya lagi. Bayu menjadi tak enak hati karena telah memarahi sahabatnya, yang dia tau Andra belum mengerjakan bahan presentasi.
"Hemh..., sudahlah aku bisa apa selain berterima kasih kepadamu atas semua kebaikanmu? Tanpa kau mungkin sampai saat ini aku belum mengetahui jika ternyata aku tak sendiri di Dunia ini."
"Ndra,"
"Terimakasih Bay," ucap Andra dengan tatapan sendunya membuat Bayu terdiam dan menurunkan emosinya.
"Itulah gunanya sahabat. Tapi kumohon padamu Ndra. Jangan dulu kau menemui Ayman sebelum Dinda melahirkan."
__ADS_1
"Kenapa? aku sudah sangat ingin memeluk putraku Bay."
"Ndra, wanita hamil itu mudah stress dan itu berpengaruh terhadap janinnya. Jadi kumohon padamu mengertilah. Bila dulu Keanu yang menjaga Dinda dengan sebaik mungkin sampai putramu terlahir, maka sekaranglah saatnya kau membalas kebaikan dan pengorbanan Keanu."
"Kau benar Bay. " Andra termenung dan menerawang.
...🌷🌷🌷...
...POV Andra...
Dia benar, saat ini yang bisa kulakukan adalah menjaga jarak aman. Aku hanya bisa memantau perkembangan mereka. Memantau pertumbuhan anakku dari kejauhan tentunya. Apapun itu aku bersyukur, duniaku telah kembali. Putraku, dan... kau Dinda.
Kau terlihat bahagia bersamanya. Dia lebih baik dariku. ( Terasa getir di dalam hati ).
Bayu memberitahuku akan ada acara 7 bulanan di rumahnya besok. Apa yang harus kuberikan padanya? Aku turut bahagia Nda. Semoga putrimu terlahir sehat dan cantik sepertimu. Aku hanya bisa mengenang lagi masa dimana kita bersama dan aku menyesal telah menyia-nyiakan wanita yang baik sepertimu.
Apa yang bisa kulakukan setelah ini? Rasa rinduku semakin menggebu kepada kalian setiap harinya. Kapan aku bisa memelukmu Nak? Ayman Dhakaa Pramudya. Nama yang bagus. Tumbuhlah menjadi anak yang baik, tangguh dan bertanggungjawab. Jadilah sosok pelindung untuk Ibu dan juga adikmu nanti. Ayah selalu mendoakanmu dari kejauhan.
Aku bersedih, jika saja kala itu aku tak menjadi lelaki bodoh, mungkin saja saat ini aku yang berada diantara kalian. Bukan Keanu. Saat subuh, berarti yang kulihat waktu itu adalah kau Nda. Kau yang berjalan pulang dari masjid dengan menggandeng lengan suamimu dan Ayman yang bermanja di dalam dekapan Ayah sambungnya.
Terimakasih Keanu, kau telah memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang kusayangi. Mungkin aku sudah gila, tapi... akan ada masanya aku kembali dan menunjukkan siapa aku sebenarnya di hadapan anakku.
Dan untuk kau Dinda, tak tau apa ini cinta ataukah hanya rasa penyesalan yang tersamarkan. Tapi, selama ini, di hatiku tetaplah kamu yang menguasai.
Setelah kau pergi, barulah aku tau bagaimana pentingnya kau bagiku.
Setelah kau pergi, baru ku tahu betapa beruntungnya aku yang dulu.
Setelah kau pergi, hilang sudah separuh nyawaku.
Kini ku tahu kau berharga dan aku masih dengan doaku yang gila. Aku berdoa agar kita bisa kembali bersama Nda.
Dari jauh ku bisa melihatmu.
Dari jauh dan semilir angin kutitipkan rasa rinduku.
Dari jauh, disini ku berkata. I Love you Adindaku.
__ADS_1