Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
bagian 52. Tamu utusan.


__ADS_3

**Hohoho.


Terimakasih banyak atas dukungannya ya. Untuk like dan juga komentar kalian. Tapi yang vote belum ada sama sekali.


Kayaknya memang harus sadar diri deh, karya ku ini sepertinya tidak pantas untuk tampil di laman utama.


Oh, iya Jan lupa follow me juga ya. Biar rame gitu. biar tambah Deket kan kalau jauh ga enak. Hehehe!


Oh, iya mampir juga di karya baruku ya.


Happy Ending judulnya.


kisahnya sih seputar jodoh yang tertunda. Sedari kecil bersama lalu di persatuan kembali di usia senja setelah melewati banyaknya badai dan halang rintang. 🤭🤭🤭.


Pokoknya mampir ya.



...🌷🌷🌷...


...POV Author**....


Bintang berkelap-kelip menghiasi langit malam. Andra sendirian berada di atap gedung kantornya. Banyak uang tak lantas membuatnya bahagia. Apa yang Natasya goreskan benar-benar membuatnya tak mampu berkutik. Dia terpuruk dan remuk.


KRIET....!


Pintu dari besi yang tebal dan berkarat itu terbuka. " Kau disini Ndra. Sampai lelah aku mencarimu. Kenapa tak mengangkat panggilanku?" Bayu mengomel sembari terus mendekati Andra dan melepaskan jasnya.


" Malas. Aku ingin sendiri."


^^^" Sendiri? Apa masih kurang setelah 3 tahun kau selalu menyendiri? kapan kau akan kembali menjadi Andra yang dulu? "^^^


^^^Bayu menepuk pundak Andra dan mereka saling tatap sekilas.^^^


" Ada apa mencariku?" Andra mengabaikan pertanyaan Bayu.


^^^" Kamu tau desa penghasil bahan baku produk baru kita?"^^^


"Hem.."


^^^" Banyak potensi di desa itu Ndra."^^^


Bayu berniat memancing rasa ingin tau Andra. Tapi Andra hanya acuh.


" Sudah tahu, kita kesana bulan lalu. kan?"


Andra memainkan lidahnya dan membasahi bibirnya.


^^^" Ndra, kalau sesuatu yang lain terkuak bagaimana?"^^^


" Apa lagi? Bicaramu tak jelas Bay. Sesuatu yang lain apa? Cepatlah aku sedang ingin berdiam diri." Andra memutar bola matanya jengah.


^^^" Semisal ternyata saat dulu kau dan Dinda bercerai dia tengah mengandung anak darimu bagaimana?"^^^


" Eh! Tidak mungkin! Aku ingat betul bagaimana dia bilang terakhir kali padaku kalau dia sedang haid. Bahkan dia menghindar untuk tidur bersamaku. Dan kau tau, Setelah itu kami sama sekali tak pernah melakukannya. Kalaupun dia hamil mungkin dengan pria lain."


^^^" Kau mengatakan jika dia gadis gampangan?"^^^


^^^Bayu mendelik tak percaya.^^^


" Bukan itu maksudku. Ya mungkin dia punya anak dengan suami barunya." Ralat Andra yang kini beralih duduk di bangku panjang bercat putih di teras kamarnya.


" Kenapa tiba-tiba membicarakan Dinda? Apa kau habis bertemu dengannya?" Andra menaruh curiga dan mulai menelisik.


^^^*Andra, aku bingung sekarang. Kau sahabatku dan Keanu saudaraku.^^^


^^^Om Dimas, dia memintaku merahasiakan keberadaan putramu Ndra. Tapi melihatmu yang seperti ini aku juga tak tega. Argh....! Sial!! ini semua membuatku pusing*!!^^^


" Kenapa melamun? " Andra menepuk paha Bayu yang juga duduk di sebelahnya.


^^^" Oh tidak, aku hanya mengantuk."^^^


^^^Dusta Bayu yang tersenyum dengan penuh kepalsuan.^^^


" Lama aku mencarinya Bay. Mereka menghilang tanpa kabar. Ingin sekali aku meminta maaf atas semua kesalahanku." Andra menunduk dan menyesap wine miliknya.


Bayu hanya menepuk punggung Andra, menyalurkan energi positif guna mengusir kegundahan hati sahabatnya.


" Aku... aku menyesal!! Seharusnya aku lebih tau diri. Tap... tapi... aku juga kala itu berpikir apa yang kulakukan hanyalah untuk Arumi putri kandungku yang ternyata bukan. Aku tak tau lagi harus bagaimana Bay. Aku bisa berada di posisi saat ini, semua karena keluarga Pramudya. " Ujarnya dengan air mata yang jatuh meski tanpa suara isakan.


" Aku sekolah tinggi dan mencapai gelar yang... kau tau kan? Semua atas kerja keras Papa dan Mama. Aku bukan anak kandungnya tetapi mereka tak membesarkanku. Tapi anak kandung mereka sendiri, yang sudah banyak mengalah padaku, dia hanya selesai S1. Dan tak menggunakan ijasahnya karena menikah denganku. Dan... aku menyia-nyiakannya." Andra mendongakkan kepalanya dan kembali menatap gelap langit malam.


" Jika nanti suatu saat aku menemukan mereka, Apa mereka mau menerimaku lagi?" Andra sungguh berurai air mata.


Bayu hanya bisa terdiam dan mendengarkan segala keluh kesah sahabatnya. Tak mampu dia berucap apapun saat ini.


" Orang suruhanku pun tak ada yang bisa menemukan mereka Bay. Kemana mereka sebenarnya?"


" Apa mereka makan dengan baik?"


"Apa mereka punya tempat untuk tidur yang layak?"


" Apa mereka... Aku... aku ingin..." Tak kuasa berbicara dan terhenti karena isakan.


^^^" Sudahlah Ndra. Suatu saat pasti kalian akan bertemu kembali."^^^


^^^Kata Bayu yang tak mendapatkan Jawaban dari Andra.^^^

__ADS_1


Bayi terkejut karena Andra jatuh tersungkur begitu saja. Dia tak sadarkan diri. Tubuhnya panas dan keringat dingin menyembul dari keningnya.


...🌷🌷🌷...


^^^" Makanlah! " Bayu menyodorkan sendok makan yang penuh dengan nasi dan lauk di hadapan Andra.^^^


Andra menggeleng. " Tidak, mulutku terasa pahit."


^^^" Ish merepotkan sekali! Para suster pikir aku ini Gay kau tau!" Bayu mendengus kesal dan menaruh piring di atas malas dengan kasarnya.^^^


Andra tak merespon dan hanya diam sembari memijit pangkal keningnya.


^^^" Satu tahun ini kau sudah berkunjung ke rumah sakit ini sebanyak 5 kali. Bisa-bisa kau menjadi pasien VVIP dan mendapatkan kartu member." Sindir Bayu.^^^


" Kau ikhlas tidak mengurusku?" Celetuk Andra.


^^^" Hmm, Tidak! buang-buang waktu saja. Sudah kukatakan berulang kali padamu Ndra. Jaga kesehatan!! Makan! makan! makan! susah sekali? Apa gigimu akan rontok jika mengunyah makanan sehari 3 kali?"^^^


^^^Seperti ibu bawel marahi anaknya yang bebal Bayu saat ini.^^^


" Pergilah jika tidak ikhlas. Itu pintunya." Lirih Andra menunjuk pintu keluar.


^^^" Carilah pacar, buka lembaran baru, menikahlah agar ada yang mengurusmu!"^^^


" Hatiku masih penuh dengan Adindaku Bay. Kau tau itu. Tak ada ruang untuk yang lain."


^^^Ya, dan akan semakin penuh jika kau tau wanitamu itu telah berhasil melahirkan putra yang tampan untukmu Ndra.^^^


" Mungkin, inilah balasan untukku. Aku pantas mendapatkan ini." Andra berbicara dengan tatapan kosongnya.


" Apa yang kupunya saat ini nyatanya tak bisa membeli kebahagiaan. Untuk apa aku hidup. Ini semua gara-gara kau!" Andra menatap tajam Bayu bak laser.


^^^" Gara-gara aku?" Bayu terkesiap dan menunjuk batang hidungnya.^^^


" Kalau bukan karena kau malam itu. Mungkin saat ini aku sudah tenang berada di bawah tanah dan tak memikirkan semua ini." Sarkas Andra yang mengingat kembali bagaimana dia berupaya untuk bunuh diri yang di gagalkan oleh Bayu.


^^^" Iya, kau hanya akan menjadi makanan cacing dan arwahmu akan menjadi buronan malaikat. Kau sanggup? mau cepat-cepat mati apa kau punya kunci surga? Atau kau punya orang dalam?" Bayu meledek dan menaikkan sebelah alisnya.^^^


Andra mengehela nafasnya. " Berapa hari aku tak sadar?"


Bayu mendekat dan menunjukkan kalender di ponselnya.


" Ah, dua hari ternyata. Kenapa tidak seminggu." Gumam Andra.


^^^" Aishh....! Bisa seminggu kalau kau pukul kepalamu dengan botol minumanmu kemarin. Kenapa mau di ulang?" Bayu kesal.^^^


" Boleh." Sahut Andra dengan enteng dan terkikik.


^^^Kau benar-benar putus asa untuk hidup Ndra. Nampaknya aku harus memberitahukan hal ini padamu.^^^


Andra mengangguk lalu membuka ponselnya dan menunjukkannya pada Bayu. Ternyata dia menyimpannya. " Ini kan?" Andra tersenyum.


^^^" Apa kau tak sadar jika anak itu sangat mirip denganmu?"^^^


" Bay.. jangan mengada-ada!"


^^^" Aku serius, amatilah. Dia sangat mirip denganmu kan?"^^^


Andra terdiam dan mengamati dengan seksama wajah Ayman.


" Iya Bay. Memangnya ini anak siapa?"


^^^" Dia AYMAN DHAKAA PRAMUDYA."^^^


" AYMAN DHAKAA PRAMUDYA?" Andra mengulang pelafalan dengan wajah yang sulit di artikan.


" Dia anak Dinda? Dinda sudah menikah lagi? Ka.. kau tau hal ini? Jadi waktu itu kau bertemu mereka? dimana mereka Bay?" Tanya Andra dengan antusias dan semangat. Terlihat sekali matanya kembali berkaca-kaca.


^^^" AYMAN DHAKAA PRAMUDYA, dia anakmu. Darah dagingmu. Kalian punya anak."^^^


" Kau bohong kan?" Andra tak percaya dan matanya sudah penuh dengan air mata yang siap meluncur.


^^^" Aku tak pernah seyakin ini Ndra. Anak itu semuanya mirip denganmu, bahkan cara berjalan dan gaya bicaranya. Dia sungguh tampan." ^^^


" Bay, pertemukan aku dengan anakku Bay. A... Aku...." Bergetar tubuh dan suara Andra. Dia menangis saat ini.


^^^" Makanlah! Atau aku tidak mau meberitahumu!" Ancam Bayu sebagai syarat pertemuan antara Andra dan Ayman. ^^^


Andra makan dengan lahapnya. Walaupun mengeluh mulutnya terasa pahit. Nyatanya sekarang dia makan dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan. Semua ini karena rasa bahagianya yang membuncah. Sungguh dia sangat senang sekarang. Mungkin dikepalanya saat ini keberadaan Dinda dan putranya merupakan penyemangat baru. Tak perduli nanti bagaimana rintangannya yang harus di hadapinya.


Bayu sampai menitikan air matanya. Dia terharu melihat Andra yang mau makan dengan lahap setelah 3 tahun kehilangan selera makan.


...🌷🌷🌷...


" Iman makan ya? " Keanu datang dengan membawa semangkuk bubur ayam kesukaan Ayman.


^^^" Bubun?"^^^


" Iya sayang, ini Bubun. Mau kan?"


^^^" Mau~~~!"^^^


Ayman melonjak-lonjak senang ingin menggapai bubur ayam kesukaannya.


Di teras depan rumah. Mereka duduk dengan lesehan tanpa alas apapun. Ya, meskipun disini mereka terkenal dengan sebutan JURAGAN. Tak lantas membuat keluarga mereka sombong ataupun tinggi hati.


Uang sisa pelunasan rumah waktu itu digunakan Papa Dimas untuk membeli beberapa bidang tanah yang cukup untuk melanjutkan hidupnya dan juga anak cucunya.

__ADS_1


Di dalam mobil dari seberang jalan setelah menempuh perjalanan 4 jam. Andra hanya bisa melihat putranya dari balik kaca mobilnya. Bayu melarangnya untuk turun dan menemui langsung.


Bayu tidak siap jika dirinya dituduh sebagai orang yang tak bisa dipercaya oleh Papa Dimas.


" Bay, anakku sehat sekali. Dia aktif dan pintar." ucap Andra dengan antusias. Jangan ditanya lagi. Air mata bahagianya sudah terlebih dahulu meluncur tanpa aba-aba.


Ingin sekali rasanya dia mendekap erat putranya. Namun apa dayanya. Dia juga tak mau membuat posisi Bayu menjadi sulit. Nanti saja dia akan mencari cara untuk bertemu agar tak melibatkan Bayu dalam posisi sulit.


^^^" Iya, dia juga narsis seperti kau. Kalau ku bilang dia jelek, dia akan mengamuk."^^^


" Anakku tidak narsis, dia hanya realistis Bay. " Andra tersenyum dan mengusap air matanya.


" Berikan semua ini padanya dan juga rekam videonya ya Bay. Sebagai obatku saat aku merindukannya nanti." Andra berbicara dengan raut wajahnya yang berbinar.


^^^" Iya...."^^^


Dari kejauhan, terlihat Ayman tengah lahap menyantap makanannya dan kini Dinda keluar dengan perut buncitnya. Dia berjalan sembari mengusap lembut perutnya.


Andra terbelalak dan kembali menitikan air matanya. Entahlah hari ini dia sangat cengeng. Entah air mata bahagia atau kesedihan hanya Andra dan Tuhan yang tau.


" Dia hamil Bay?"


^^^" Iya, dia sekarang hamil besar mungkin sudah hampir 7 bulan. Dia menikah 8 bulan yang lalu. Sungguh wanita yang subur. Denganmu yang jarang-jarang saja bisa tokcer apalagi dengan Keanu yang tekun dan rajin." Ucap Bayu tanpa filter.^^^


PLETAK!


Andra menepak kepala bagian belakang Bayu yang berbicara seenak jidatnya.


" Kau..." Andra melotot tak suka.


^^^" Iya iya, jangan marah. Aku hanya bercanda. Sudah kamu tunggu saja aku akan turun."^^^


Bayu melangkah turun namun sebentar kembali lagi.


^^^" Mau kubawakan masakan Dinda? aku tau kau merindukanya."Bayu terkikik.^^^


" Boleh Bay, yang banyak ya!!"


...🌷🌷🌷...


"Selamat sore Bapak ibu JURAGAN! " Seru Bayu yang datang dan menenteng beberapa kantong plastik besar.


^^^" So.. re!" Dinda terheran dan menyipitkan matanya. ^^^


" Kak?" Keanu menyambutnya meski masih terkejut. Bayu datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


" Hai keponakannya Paman yang tampan!!" Bayu berseru yang di sambut antusiasme dari Ayman.


^^^" Paman Bau....!" Serunya.^^^


" Bayu Nak!" Dinda membetulkan.


^^^" Bau...!" Ayman ngotot merasa sudah benar dalam menyebutkan. ^^^


" Iya Paman Bau. Bau wangi....!" Bayu tertawa senang lalu menggendong Ayman dan menciuminya dengan gemasnya.


^^^" Kakak kenapa tidak memberikan kabar kalau mau datang? " tanya Keanu ^^^


" Tidak sengaja melihat kerja anak-anak tadi di dekat sini dan sekalian mampir. " Bohong Bayu.


" Eh, iman. Ini paman punya hadiah banyak buat iman. " Bayu membuka kantong yang di bawanya.


Baju-baju, mainan dan juga Snack. Ayman terlihat antusias sementara Dinda hanya tersenyum sembari mengusap-usap perut buncitnya. Dia senang jika melihat anaknya senang.


" Mari masuk Mas." Dinda mengajak masuk yang mendapatkan penolakan halus dari Bayu.


^^^" Tidak lah, disini saja. Aku suka melihat sinar matahari sore seperti ini. Em, apa kalian punya makanan?" Bayu beralasan. ^^^


" Hahaha, kau kesini hanya untuk makan?" Keanu bercicit.


^^^" Aku buru-buru tadi waktuku habis untuk memilih hadiah untuk keponakanku yang tampan ini. Jadi bisa di bungkus saja Din?"^^^


" Apa mas, di bungkus? Makanlah saja disini sembari beristirahat sebentar." Ucap Dinda menawarkan.


^^^" Tidak cukup waktuku. Kalau bukan karena kangen dengan anak ini aku tidak akan mampir di waktu yang sempit ini." Ujar Bayu sembari menciumi Ayman yang berada di dalam dekapannya. ^^^


" Makanya Mas, nikah biar punya anak sendiri." Ucap Dinda tertawa.


^^^" Tadinya kan maunya sama kamu. Tapi kamu malah sudah sold out Din." seloroh Bayu yang mendapatkan sorotan tajam dari Keanu. ^^^


^^^" Bercanda kean... Jangan terlalu serius." Bayu terkekeh melihat raut wajah Keanu yang sedang cemburu.^^^


" Hilangkan sifat penggodamu itu Kak." Keanu cemberut.


Bayu mengabaikan dan memilih bermain sambil merekam Ayman yang aktif bersamanya. Sembari berbincang dengan Keanu juga tentunya.


^^^" Bagaimana? aku handal kan?" Bayu menunjukkan video dan juga memberikan bungkusan makanan. ^^^


" Iya, kau tamu utusan yang ahli Bay. Terimakasih banyak." Keanu tersenyum dan mengusap bulir air matanya yang lolos.


**Yuhu.... 2000 kata nih. Lumayan panjang kan? jangan bilang pelit lagi ya sayang. Mimi hanya lagi banyak pekerjaan yang menumpuk saja.


cie, sok sibuk sekali si Mimi. 🤭🤭


Udahlah happy reading ya sayang ku. Jan lupa mampir juga di HAPPY ENDING ya😘😘**.


__ADS_1


__ADS_2