Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
Bagian 54. Ayah biologis.


__ADS_3


...🌷🌷🌷...


Riuh ramai para tetangga datang bersamaan untuk membantu jalannya acara 7 bulanan Dinda. Pun juga dengan paman Sam dan Bibi Nur yang jauh-jauh datang.


Mereka tengah sibuk memasak bersama di halaman belakang dan para lelaki juga ikut sibuk membantu persiapan acara.


Sudah jelas ustadz penceramah pada acara ini adalah Paman Sam, siapa lagi memangnya?


Bibi Nur mengusap lembut perut Dinda dan tengah duduk bersama Dinda di kamarnya.


" Laki-laki atau perempuan? " Tanyanya dengan tatapan mata yang teduh.


^^^" Perempuan Bi." Jawab Dinda disertai dengan senyuman.^^^


" Lengkap sudah satu laki-laki dan satu perempuan. " Bibi Nur kemudian beralih mendekat kepada Ayman yang masih terlelap " Lihat dia sangat mirip dengan Ayahnya." Celetuknya tiba-tiba.


" Iya Bi, Sangat. Setiap melihatnya aku kembali teringat akan Mas Andra. Aku merindukannya Bi. Bagaimanapun juga dulu, dia adalah orang yang sangat dekat denganku." Dinda mengusap air matanya yang luruh begitu saja.


" Iya, aku sangat ingat bagaimana dulu kalian tumbuh bersama dan... " Bibi Nur menatap kedua mata Dinda lalu mengusap bulir air matanya " Dia.., dia yang selalu menjagamu, melindungimu dari anak-anak nakal lainnya. Dia menyayangimu dengan caranya."


Dinda menarik tangan Bibi Nur perlahan dan mengajaknya untuk duduk dekat dengan jendela kamarnya. " Bi, aku ingin berbicara hal penting denganmu. Aku ingin meminta pendapat darimu. Hal ini sudah sangat lama mengganjal di hatiku." Dinda menoleh dan melihat Ayman sekilas lalu berbicara lagi " Ini tentang Ayman Bi. Menurutku dan Mas Kean, Bagaimanapun Mas Andra, Ayman harus tau jika Ayah biologisnya adalah Mas Andra dan bukan Mas Kean."


"Iya Kau benar. Bibi senang kini kau sudah sadar. Hatimu sudah terbuka Sayang." Bibi Nur tersenyum lega.


"Tapi,...."


"Tapi apa?"


"Tapi Papa Bi..., Dia belum mau memaafkan Mas Andra. Papa bahkan tak memperbolehkan aku dan Mas Kean untuk memberitahukan hal ini kepadanya. " Ujar Dinda berterus terang.


" Hatimu bagaimana? Kau ibunya. Kau orang tuanya. Kau yang berhak memutuskan disini. Jangan Sampai kau menanggung dosa karena memisahkan Ayah dari anak kandungnya."


" Iya Bibi benar. Aku juga berfikir kearah sana. Semampuku berlari menghindarinya, itu semua tak merubah kenyataan jika darah yang mengalir dalam nadi putraku adalah darah mas Andra. " Dinda berucap dengan lirih dan sedih.


" Nanti, biar Pamanmu yang menasehati Papamu. Bagaimanapun juga Andra lah ayah biologisnya bukan Keanu. "

__ADS_1


" Iya Bi, Terimakasih..." Dinda memeluk Bibi Nur dengan mengusap lembut punggungnya.


Acara berlangsung dengan lancar, saat semua berlangsung, seseorang dari atas bukit terus memantau jalannya acara. Terlihat dalam pantauannya bagaimana Ayman bersikap manja kepada ummi dan juga Daddy-nya walaupun umminya sedang berperut besar.


" Kamu tak membedakan." Ucapnya saat melihat Dinda menggendong Ayman yang menangis setelah terjatuh.


Kebiasaan Ayman sangat mirip dengan Andra. Dia sering terjatuh, saat tidur ataupun berjalan di atas tempat yang rata sekalipun.


Andra tersenyum melihatnya. " Iman, kamu sangat mirip dengan ayahmu ini Nak." Gumamnya.


" Ada lagi yang ingin kau titipkan? Saranku sih, jangan terlalu banyak. Nanti mereka akan curiga. Sedikit sajalah..." Gerutu Bayu yang menata beberapa bungkus kado untuk Dinda.


Andra tanpa menoleh dan terus memantau dari balik teropongnya. " Tak apalah, yang di kandungnya juga sudah ku anggap seperti anakku sendiri Bay. Walaupun bukan istriku lagi, tapi bagiku dia masih adikku. Anaknya adalah anakku. Bukankah nanti anaknya juga akan memanggilku dengan sebutan Pakde?" Ujarnya dengan seulas senyum tipis.


" Bay, apakah dia tau kalau aku tidak jadi menikah dengan Natasya?" Andra tiba-tiba menoleh dan mendekati Bayu.


Bayu masih saja sibuk dengan kado-kadonya " Oh, untuk itu aku tidak tau. Bagaimana jika nanti kucari informasi? Setelahnya akan ku ceritakan padamu. Tapi...."


^^^" Tapi apa? " Andra menatap serius. ^^^


" Em..., bisakah aku meminta imbalan?"


" Bukan... bukan uang " Bayu menggoyangkan telapak tangannya tanda tidak beberapa kali " Aku ingin nomornya Bianca." Ujarnya malu-malu.


^^^" Bi... Bianca Anak magang itu?"^^^


Bayu mengangguk.


" Ah, bukankah dia terlalu muda untukmu? Kau tak takut dengan sebutan pedofil?" Andra meledeknya.


^^^" Ya....! Deal atau tidak?" Bayu mengancamnya dengan mendorong sedikit bungkusan kado yang menandakan penolakan kerja sama.^^^


" Oke, Ok! " Andra terbahak " Ini, sudah ku bayar dimuka. " Andra mengirimkan nomor Bianca.


Bianca adalah anak magang yang baru saja bergabung dengan perusahaan yang di pimpin Andra dalam satu bulan ini. Bayu memiliki ketertarikan pada Bianca karena sifatnya yang lemah lembut.


Selama magang, Bianca sebenarnya menduduki bagian pemasaran, tapi karena sikapnya yang mudah menurut malah membuatnya di manfaatkan dan menjadi pesuruh, lebih banyak waktunya mengerjakan sesuatu untuk mengambil ini itu kebutuhan karyawan lain.

__ADS_1


Tak menyangka saja, jika seorang Bayu akan jatuh hati kepada anak yang sederhana dan berkacamata tebal.


...🌷🌷🌷...


Jalannya acara sempat terhenti sebentar karena kedatangan Bayu. Bayu berbincang lama dan memberikan kado dari Andra mengatasnamakan namanya.


Selama pengajian, banyak ceramah yang di berikan oleh Paman Sam mengenai peranan dan tanggung jawab orang tua. Juga termasuk hubungan antara orang tua kandung dan anak yang tak dapat di pisah atau di hapuskan. Ceramahnya terus terang saja kali ini untuk menyinggung keputusan kakak iparnya yang masih berkeras hati menolak Andra sebagai ayah biologis dari cucunya Ayman.


Acara pengajian selesai dan di lanjutkan dengan acara Makan makan.


" Din, kemana Keanu? sedari tadi aku tak melihatnya. " Bayu menanyakan Keanu yang tak nampak batang hidungnya.


^^^" Mas kean? Oh dia sedang di dalam menjamu tamu yang ada di dalam. Mas Bayu tidak masuk saja biar bisa ngobrol bersama." Tawaran Dinda.^^^


" Tidak Ah, di dalam sangat penuh." Bohongnya " Din apa kamu tidak ingin kembali ke Jakarta?" Tanyanya tiba-tiba saja.


^^^" Untuk apa? Aku sudah sangat nyaman berada disini Mas. Disana hanya ada kenangan pahit ku."^^^


" Din, Apakah tak ada niatan untuk mempertemukan Andra dengan Ayman?" Tanyanya yang membuat Dinda yang tadinya menunduk kini menatapnya serius.


" Mas, mas dengar ceramah tadi? " Dinda menekankan. " Hubungan yang tak akan terputus meski raga sudah tak bernyawa adalah orang tua dan anaknya. " Ucapanya terhenti dan melihat bungkusan kado yang berada di atas meja.


^^^" Aku tau Mas, apa yang Mas Bayu bawakan semuanya adalah dari mas Andra kan?"^^^


Bayu tergelak dan menelan ludahnya perlahan. Dia tak berani menjawabnya.


" Pasti saat ini kau bertanya-tanya darimana aku tau semua itu?" Dinda terkekeh lalu memegang bungkusan kado tersebut dan mengendusnya. " Sedari awal kau memberikan banyak hadiah itu, membuatku teringat akan dia. Dan aku tak salah. Aku hapal bagaimana bau dari parfumnya. " Dinda tersenyum tipis.


^^^" Ja... jadi kau?"^^^


" Iya Mas aku tau. Sampaikan padanya juga bahwa aku merindukannya sebagai mata elang."


" Bagaimanapun juga, Ayman adalah putranya. Aku tak bisa menukarnya. Dia adalah ayah biologisnya. Sampaikan padanya aku tak menyimpan dendam. Sampaikan padanya aku merawat putranya dengan baik. Sampaikan juga kepadanya aku turut berbahagia atas kehidupannya yang sempurna bersama Natasya."


^^^" Ta... tapi Din. Andra tidak..."^^^


" Eh Kak Bayu! Mari sini masuk." Keanu menjabat tangannya dan menariknya perlahan membawanya masuk dan tak terlihat lagi dari halaman.

__ADS_1


Dinda masih terdiam, perkataan Bayu yang terpotong membuatnya penasaran.



__ADS_2