Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
30. Bercerita


__ADS_3

"Jes, bukan gitu." Saka berniat mengejar Jesica, tetapi niatnya di cegah oleh Mama Nita.


"Saka, biarkan Jesica seperti itu dulu. Dia butuh waktu untuk sendiri. Dia butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini, Ini terlalu mendadak bagi Dia. Kamu harus tahu, Dia itu sedang hamil. Wanita hamil itu sangat sensitif. Tenangkan diri Kamu dulu sebelum Kamu menemuinya, jangan sampai Kamu salah bicara. Wanita hamil itu mood nya mudah berubah-ubah Kamu harus sabar menghadapainya." Saran Mama Nita.


"Tapi Ma-" Belum selesai Saka berbicara, ucapannya di potong oleh Papa Brian.


"Benar kata Mama Kamu. Lebih baik Kamu di sini, ceritakan semuanya yang terjadi pada Kami. Kamu bilang Kamu dan Jesica melakukan itu karena pengaruh obat." Tanya Papa Brian. Dia masih penasaran bagaimana Saka bisa tega melakukan itu kepada Jesica, adiknya sendiri.


Saka berjalan kearah Sofa, Dia duduk di sana. Lalu di ikuti Papa Brian dan Mama Nita yang ikut duduk di sisi kanan dan kiri Saka. Jadilah posisi Saka kali ini duduk di apit oleh ke dua orang tuanya.


"Semua bermula pada saat pesta anniversary pernikahan Papa dan Mama sewaktu di Bali waktu itu." Saka mulai buka suara.


"Jadi kejadian kelam itu terjadi di malam waktu pesta anniversary ?" Mama Nita bertanya. Dia semakin di buat penasaran dengan cerita yang di ceritakan oleh Saka.


"Iya Mah." Saka menjawab dengan di iringi anggukan kepala.


Saka menceritakan semua kejadian yang terjadi pada malam itu. Dari mulai jus mangga hingga rencana Bayu dan Lingga yang menolongnya, dengan cara mengorbankan Jesica. Papa Brian dan Mama Nita mendengarkan cerita Saka dengan sangat serius.


"Jadi semua itu terjadi karena Sahabat Kamu yang Casanova itu ?" Mama Nita bertanya dengan nada yang sudah tidak bersahabat.


"Iya Mah." Jawab Saka ragu melihat raut wajah Mama Nita yang tidak bersahabat.


"Dasar bodoh. Bisa-bisanya Dia mengorbankan putri Ku. Tapi kenapa Jesica mau? seharusnya Dia kan bisa menolak rencana bodoh Si Casanova itu." Mama Nita berkata dengan nada bicara yang sangat sinis.

__ADS_1


"Bayu penuh dengan rencana Ma. Dia memberi Jesica minuman dan minuman itu sudah di isi obat. Jadilah Saka dan Jesica sama-sama dalam kondisi di bawah pengaruh obat pada waktu itu. Dan terjadilah yang bisa membuat Jesica hamil seperti pada saat ini." Jawab Saka.


Melihat istrinya yang mulai terpancing emosi mendengar cerita Saka. Papa Brian buka suara.


"Mah, sebenarnya niatan Bayu dan Lingga itu baik, tapi caranya itu yang salah. Dia itu mau menolong Sahabatnya. Dia tidak tega melihat sahabatnya menghadapainnya sendiri. Tidak mungkin dia menyewakan Saka kupu-kupu malam, karena Dia itu tahu saka bukanlah laki-laki yang seperti itu. Mungkin dalam pikirannya, karena Dia itu tahu bahwa Saka sangat mencintai Jesica dan ternyata Jesica itu bukan adik kandung dari Saka. Jadi Dia melakukan rencana itu demi Saka. Coba Mama pikirkan bila Saka melakukan itu dengan orang lain, terutama misalnya Saka melakukan itu dengan Istri orang. Kan masalahnya akan tambah besar." Jelas Papa Brian."


"Bukannya Papa membela Bayu dan Lingga. Tetapi coba pahami kondisi Bayu dan juga Lingga pada waktu itu. Mungkin bila Saka tidak memberitahukan mereka bahwa Saka itu anak angkat Kita. Papa rasa Dia juga tidak akan merencanakan ide gila itu. Sekali lagi Papa tegaskan, bukan maksud Papa untuk membela perbuatan salah Bayu dan Lingga. Tetapi Papa hanya berusaha memahami jalan pikiran Bayu dan Lingga pada waktu itu." Jelas papa Brian lagi.


"Iya Mama coba pahami. Ohh iya. Kenapa Kamu bisa menceritakan pada Bayu dan Lingga bahwa Kamu itu anak anggkat di keluarga Mahendra? berarti Kamu sudah tahu tentang kebenarannya sebelum Papa dan Mama bongkar tadi?" Jawab Mama Nita dan di tambah dengan pertanyaan.


"Iya. Saka udah tahu kebenaran itu lama. Saka nggak sengaja denger obrolan Papa dan Mama beberapa bulan lalu." Jawab Saka.


"Kamu bilang Kamu itu terkena minuman yang berisi obat, yang seharusnya minuman itu bukan di tujukan untuk Kamu? Lalu untuk siapa minuman itu sebenarnya ? Dan siapa dalang dari itu semua." Tanya Papa Brian.


"Jadi itu semua rencana Kenzo untuk menjebak Jesica ?" Suara Mama Nita langsung terdengar sangat lemah. Mungkin Dia juga teringat kenangan Jesica sewaktu di tinggal Kenzo.


"Iya Mah."


"Dari mana Kamu tahu?" Kini giliran Papa Brian yang bertanya pada Saka.


"Dari pelayan yang memberi Saka minuman itu." Jawab Saka.


"Lalu di mana sekarang Pelayan itu?" Tanya Papa Brian. Terlihat gurat wajah kebencian di wajahnya.

__ADS_1


"Beraninya Dia menjadi penghianat di keluarga Mahendra !" Papa Brian berbicara dengan suara yang di penuhi oleh nada emosi.


"Dia, sudah Saka beri hukuman untuk menebus semua perbuatannya Pah."


"Lalu Bayu dan Lingga?" Tanya Papa Brian lagi.


"Bayu dan Lingga, Saka pindahkan ke kantor cabang Pah. Saka masih belum bisa melihat wajah mereka berdua. Namun kalau untuk memecat mereka berdua rasanya Saka tidak tega Pah. Dia adalah Sahabat Saka yang paling pengertian dengan Saka. Saka nggak bisa memberi hukuman yang lebih kejam dari itu Pah kepada Mereka. Papa ngertiin Saka Kan?" Saka mencoba memberi pengertian pada Papa Brian. Dia tidak mau bila ke dua Sahabat baiknya itu menjadi sasaran Papanya yang terkenal dengan kekejamannya.


"Beri perintah pada Mereka berdua untuk kembali ke Kantor pusat. Beri tugas pada Mereka berdua untuk membantu Ar mengangani semua urusan Sakas Grup selama beberapa hari kedepan. Keputusan itu Papa ambil karena Kamu harus sudah mulai ambil cuti untuk persiapan pernikahan Kamu dengsn Jesica. Bila masalah Mahendra Company biar Papa yang turun tangan dengan di bantu oleh Roby."Jelas Papa Brian.


"Iya Pah."


......................


Saka, Papa Brian dan Mama Nita terlalu asik berbicara bertiga, hingga melupakan Jesica yang sedari tadi meninggalkan ruang keluarga.


Di sinilah Jesica berada. Di Kamar yang sudah tidak berbentuk seperti sebuah Kamar. Kamar bercat putih yang sangat elegan dan di penuhi barang-barang mewah yang sudah pasti bermerek itu. Kamar yang awalnya sangat rapi kini bertransformasi menjadi seperti sebuah gudang yang tidak pernah di rapikan.


Bantal, guling, selimut sudah tergeletak di lantai. Semua perlengkapan make-up Jesica yang biasanya tertata rapi di atas meja rias kini sudah berserakan tak terhitung di lantai. Bahkan ada beberapa alat make-up yang pecah karena terbentur dengan kerasnya lantai.


Vas kaca berwarna putih bening di atas nakas yang berisi air dan bunga mawar putih itu tak luput dari luapan emosi Jesica. Air yang berada di dalam Vas, yang berguna untuk membuat bunga mawar supaya tidak layu kini sudah tercecer di lantai. Serpihan kaca dan serpihan kelopak bunga mawar putih bercampur menjadi satu di atas genangan air yang tercecer di atas lantai.


Jesica berdiri di Balkon kamarnya. Terlihat Dia memegang sebuah wadah kecil yang di wadah itu terdapat gambar obat. Entah obat apa yang sedang di pegangnya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2