Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
45. Cara Minta Maaf


__ADS_3

Saka dan Jesica masih nyaman dengan posisi pelukannya, memberi kenyamanan dan saling memberikan kehangatan. Diruangan terasa sunyi, hanya terdengar suara jarum jam dinding yang terus bergerak. Disaat mereka berdua sedang berpelukan tiba-tiba saja Jesica teringat akan sesuatu. Dia langsung melepaskan pelukannya secara sepihak, dan karena itu Saka langsung terkejut dibuatnya.


"Kak kita besok mau menikah, terus publik gimana? Kan mereka tahunya kita kakak adik. Nanti kalau ada masalah di Mahendra Company atau Sakas Grup karena pernikahan ini gimana?" Tanya Jesica khawatir.


"Nggak usah diambil pusing. Kita punya dua sekertaris sekaligus asisten pribadi yang handal. Mungkin sebentar lagi saja mereka datang kesini." Kata Saka enteng.


"Ngapain mereka kesini?" Tanya Jesica bingung.


"Kita tunggu saja. Ehhh, itu bukannya foto Kenzo?" Menunjuk foto yang ada di dinding bagian sudut kamar.


"Iya."Jawab singkat Jesica. Perasaannya mulai di jalani petasan tidak enak.


"Kamu masih cinta sama Kenzo Jes?" Seketika keringat dingin menetes di dahi Saka menunggu jawaban yang keluar dari bibir Jesica.


"Ya enggaklah kak. Ya kali aku masih mencintai seseorang yang sudah membuat aku hampir gila!" Kata Jesica dengan suara penuh keyakinan.


"Terus kenapa fotonya masih disimpan?" Suara Saka sudah terdengar tidak suka saat mengatakan itu.


"Kakak difoto itu kan Ken-" Ucapan Jesica dipotong oleh Saka.


"Jangan sebutkan nama! Pakai panggilan pengganti saja. Kakak nggak mau bibir manis kamu ternodai jadi pahit karena menyebut nama pria sialan itu!" Kata Saka dengan suara datar.


"Hah? Manis? Maksudnya?" Tanya Jesica bingung.


Perasaan aku nggak ada makan gula deh.


"Lupakan. Kembali ke topik awal!" Kata Saka. Memasang wajah tak suka.


"Gini-gini kak, Jesica jelasin ya! Di foto itu kan Si pria sialan itu nggak cuma sendiri. Difoto itu juga ada Jesica dan sahabatm Jesica semasa SMA, yaitu Kinan sama Ele. Itu foto terakhir Jesica sama sahabat Jesica, sewaktu masih SMA. Jadi ya sayang kalau mau dibuang." Jelas Jesica.


"Sayang dibuang? Maksudnya kamu masih sama Kenzo?" Kata Saka. Wajahnya langsung metah menahan amarah.


"Ya enggaklah. Kakak salah tangkap omongan aku!" Jawab Jesica.


"Kakak nggak suka ya kamu masih menyimpan barang-barang berbau mantan. Apalagi mantannya kayak pria sialan itu." Kata Saka. Berbicara menatap tembok.


"Cemburu ya? Ya kan? Memangnya kakak secinta dan sesayang apa sih sama aku?" Tanya Jesica. Dia baru sadar bahwa perkataannya membangunkan harimau yang sedang kelaparan.


What! Aku salah bicara. Nanti kalau kak Saka kira aku butuh pembuktian gimana? Wawawaw, Kok kak Saka senyumnya jadi berubah gitu sih? Bikin takut. Bodoh kamu Jesica! Bodohhhhh!


Dalam hati dia merutuki kebodohannya itu.


Saka berjalan mendekat kearah Jesica.

__ADS_1


"Mau minta maaf nggak?" Kata Saka pada Jesica. Sontak perkataan Saka membuat Jesica kebingungan.


"Minta maaf atas? " Tanya Jesica.


Aku nggak ada salah loh! Kenapa apa disuruh minta maaf?


"Minta maaf karena telah menyimpan barang berbau mantan!" Kata Saka datar.


"Maaf," Kata Jesica. Berbicara menunduk.


"Bukan begitu cara minta maafnya sayangku, cintaku, Jesicaku." Kata Saka gemas.


"Terus?" Tanya Jesica bingung.


Kalau urusan kayak begini kenapa kamu berubah jadi O²N sih Jes! Kayaknya kamu butuh kursus besok sewaktu kita malam pertama. Ehhh, salah. Malam kedua maksudnya setelah kejadian di Bali. Batin Saka. Tersenyum penuh arti.


Penulis, O²N itu singkatan dari oon.


"Cium!" Kata Saka dengan percaya dirinya.


"What!" Kata Jesica kaget.


"Cium?" Kata Jesica mengulang kata yang diucapksn Saka.


"Nggak bisa berubah?" Tanya Jesica, berharap Saka akan berubah pikiran.


"Nggak. Sudah harga mati." Kata Saka.


"Please? Ini Jesica loh kak yang mohon." Kata Jesica.


"Sudah harga mati." Jawab Saka masih pada pendiriannya.


Huft. Jesica menghela napas sebelum mengambil keputusan.


"Oke. Di mana diciumnya?" Jesica merapatkan tubuhnya kearah Saka.


Jesica berdiri di hadapan Saka dengan tubuh yang hampir tak ada jarak. Tinggi Jesica hanya setinggi dagu Saka. Jadi butuh sedikit berjinjit bagi Jesica untuk mencium Saka.


"Di sini!" Menunjuk pipi sebelah kanan.


Cup


Jesica langsung menciumnya. Dan Jesica pikir sudah selesai.

__ADS_1


"Sudah! Sekarang kakak keluar Jesi mau tidur." Kata Jesica.


"Di sini belum!" Menunjuk pipi sebelah kiri.


Jesica langsung mencium pipi kiro yang ditunjuk.


Terserahlah mau minta cium berapa kali. Tok kami besok akan segera menikah karena ada bayi ini. Dari pada aku harus berdebat dengan kondisi mata mengantuk, lebih baik turuti saja. Biar urusan cepat selesai mending langsung aku cium saja semuanya.


Jesica langsung mencium pipi kiri yang di tunjuk oleh Saka. Dan tanpa banyak berkata Jesica langsung mencium seluruh bagian wajah Saka. Saka dibuat terkejut oleh kelakuan Jesica yang mencium seluruh bagian wajahnya.


Bagian terakhir.


Sebelum Jesica mencium bagian terakhir, Jesica terlebih dahulu menatap lekat manik mata hitam milik Saka. Dan tanpa berkata-kata Jesica langsung mencium bagian terakhir itu.


cup


Bibir merah muda Jesica berhasil mendarat di bibir seksi milik Saka. Jesica hanya bermaksud untuk mencium bibir Saka sekilas. Namun orang yang mempunyai bibir seolah tak rela bila bibir manis yang ingin sekali dia cicipi itu terlepas begitu saja. Terlebih bibir itu kini sudah ada didepan mata, tinggal hanya melahapnya saja.


Saka memegang tengkuk Jesica dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya menarik pinggang Jesica supaya menempel dengan tubuhnya. Dan kini diantara tubuh mereka berdua sudah tidak ada jarak sedikit pun.


Jesica bodoh. Kenapa kamu membangunkan harimau yang sedang kelaparan. Batin Jesica. Dia terus saja menggerutu.


Kamu yang memancing Kakak Jes! Maka dari itu kamu juga harus tanggung jawab! Kakak tadi kan cuma meminta mencium pipi, tidak yang lain. Batin Saka.


Saka masih memegang tengkuk Jesica. Di lumatnya bibir bawah jesica, yang menurutnya sangatlah manis itu. Awalnya Jesica sangatlah kaku, dia hanya diam saja, namun lama-kelamaan Jesica membalas ciuman Saka yang lembut itu.


Merasa mendapatkan balasan dari Jesica, Saka semakin puas. Saka mencium Jesica dengan sangat dalam, hingga tidak menyadari bila perbuatannya itu salah. Bagaimanapun mereka belum memiliki hubungan yang sah.


Di lepaskannya ciuman itu karena pasokan oksigen terasa habis dan napas hampir tersengal. Hanya sekejap, Saka langsung mencium bibir merah muda Jesica kembali.


Di pindahkannya ciuman itu ketelinga Jesica. Jesica menggeliat pelan, merasa ada sesuatu yang aneh di tubuhnya. Setelah puas bermain ditelinga Jesica, Saka menurunkan ciuman itu ke leher jenjang Jesica. Di hembuskannya napas yang memburu di leher Jesica.


Bulu kuduk Jesica seolah langsung berdiri semua, merespon semua sentuhan yang diberikan oleh Saka.


Deg,


Saka tersadar.


*B*odoh!


Tanpa berbicara Saka langsung menjauhkan tubuhnya dari Jesica. Lalu Saka langsung melangkahkan kaki keluar kamar itu. Meninggalkan Jesica sendirian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2