
1 Bulan Setelah kepulangan Dari Bali
Bisnis, bila Kita urus dengan baik dan tenaga yang sudah profesional bisa berkembang dengan sangat pesat. Apalagi bila sang Pemimpin mempunyai goals setiap tahunnya. Goals sangat membatu untuk menyemangati diri sendiri bagi Pemimpin Perusahaan. Semangat diri sendiri untuk Pemimpin Perusahaan sangatlah penting, bila Pemimpin Perusahaan saja loyo bagaimana para Bawahan bisa menghormati atasannya? Dan bagaimana para Bawahan bisa bekerja dengan disiplin? Bawahan akan bekerja seenaknya Sendiri Dan sudah pasti Perusahaan yang di pimpin akan jalan di tempat.
Perusahaan Sakas Grup semakin lama semakin berkembang pesat. Bila awalnya Sakas Grup hanyalah perusahaan industri yang memproduksi mi instan dan makanan instan. Kini Sakas Grup mulai merambah ke dunia kuliner dan pusat pembelanjaan.
Pagi hari Saka menghampiri Jesica ke kamarnya. Dia mengatakan bahwa Dia tidak bisa mengantarkan Jesica ke Kantor seperti biasanya dikarenakan Dia sedang sibuk - sibuknya dengan bisnis barunya itu.
"Jes, maaf ya hari ini Kakak nggak bisa nganterin kamu ke Kantor. Soalnya Kakak langsung mampir ke Restoran untuk peresmian, abis itu mau peresmian beberapa Mall juga. Kalau Kakak nyuruh Ar nganter Kamu nanti nggak keburu, soalnya ya pekerjaan Ar lagi bayak - banyaknya saat ini. Kamu hubungi Roby aja ya, Sekertari sekaligus Asisten pribadi Kamu itu. Kok Si Roby nggak pernah dateng ke Rumah lagi Jes? Dulu aja sering banget datang ke sini. Hampir saingan sama Ar." Ucap Saka seperti gerbong kereta, tidak ada putus - putusnya.
"Wihhh, Sakas Grup makin berkembang aja ya sekarang? Mulai merambah ke Pusat pembelanjaan dan dunia kuliner. Mahendra Company punya saingan baru yang setimpal juga ni sekarang." Ucap Jesica yang sedang mencatok rambut di Depan Meja Rias, bersiap - siap berangkat ke Kantor. Saka yang Perusahaannya mendapat pujian hanya diam dan membalas dengan senyuman manis.
"Masalah Kakak yang nggak bisa nganterin Aku, nggak apa - apa Kak, nanti Aku hubungi Si Roby aja. Roby itu nggak pernah ke Rumah, karena Aku larang datang ke rumah kalau nggak keadaan terdesak." Saka memang melarang Jesica untuk menyetir sendiri. Sedangkan bila Jesica menggunakan Sopir, Saka kurang Suka bila Jesica satu mobil dengan Pria yang tidak di kenalan dengan akrab. Di Rumah Utama memang banyak Sopir, tapi biasanya hanya digunakan oleh Papa Brian, Mama Nita dan untuk mengatakan Tamu pulang. Sedangkan Saka sudah ada Ar. Bila Jesica, biasanya Dia di antar Saka dengan di Supiri Ar, tapi karena Kakaknya itu sedang sibuk jadi Dia berangkat bersama Roby.
Roby Prayogi, adalah Kakak kekas Jesica sewaktu SMA. Rumah Roby hanya berjarak 200 meter dengan Rumah keluarga Mahendra. jadi bisa di katakan mereka tetanggaan. Tapi bedanya Rumah keluarga Mahendra di Komplek perumahan elite, sedangksn Rumah Roby di Komplek perumahan biasa. Walaupun Rumah keluarga Mahendra letaknya di perumahan elite, namun hanya Rumah keluarga Mahendra yang terlihat paling mewah bak Istana, diantara banyaknya rumah elite di komplek perumahan itu.
__ADS_1
Bila Lingga dan Bayu adalah Sahabat Saka yang mengetahui tentang seluk beluk kehidupan Saka. Beda halnya dengan Roby, Roby hanyalah salah satu teman dekat Saka saat SMA, dan itu adalah alasan kuat Saka percaya dengan Roby untuk menjadi Sekertaris Jesica.
Dulu saat Papa Brian yang masih menjabat sebagai CEO Mahendra Company, Ayah Roby yang menjadi Sekretaris Papa Brian. Tapi setelah Papa Brian menyerahkan jabatan CEO pada Jesica, Ayah Roby mengundurkan diri dan mencalonkan Roby putranya sebagai Sekretaris Jesica. Setelah Papa Brian mempertimbangkan bersama Saka dan Jesica akhirnya Roby diterima menjadi Sekertaris Jesica.
......................
"By, jaga Adik Gue!" Perintah Saka yang akan memasuki mobil.
"Siap Tuan." Jawab Roby profesional. Roby tetap menggunakan bahasa yang formal, walaupun Saka menggunakan bahasa yang cukup santai.
"Udah Kak, cepet berangkat. Jesi juga udah mau berangkat." Jesica mendorong tubuh Saka dengan pelansupaya cepat memasuki mobil. Karena bila tidak di dorong bukannya berangkat ke Kantor Saka nanti malah akan mengintrogasi Roby secara habis - habisan. Semua topik pembahasannya tidak jauh - jauh dari ' Siapa laki - laki di kantor yang masih suka mendekati Jesica'. Sungguh topik yang tidak bermanfaat bagi Jesica.
(Authour : Protektif banget sih. Mau deh punya Abang kayak gitu.)
Bukannya masuk mobil Saka malah berbalik badan. Dan menabrakan pipinya di bibir merah Jesica.
__ADS_1
Cup
Saka berhasil mencuri ciuman dari Jesica. Bibir Jesica mendarat sempurna di pipi sebelah kiri Saka, seolah - olah Jesica sedang menciumnya. Padahal faktanya Saka sendiri yang sengaja menabrakan pipinya di bibir Jesica. Ar yang berada di Kursi kemudi melihatnya dari spion mobil, hanya menyunggingkan senyum misterius. Sedangkan Roby yang melihatnya dengan jelas hanya bisa melongo. Memasang air muka terkejut, melihat keakraban Kakak beradik di hadapannya.
Setelah melakukan aksi jahilnya Saka langsung memasuki mobil dan menyuruh Ar untuk langsung tancap gas.
Salah siapa pagi - pagi gini udah dandan cantik begitu. Kan jadi nggak iklas kalau ada yang lihat Kamu selain Kakak. Jadi ya sebelum Kamu di lihat sama orang lain, boleh dong minta cium dulu. Fikir Saka di dalam mobil yang sudah menuju Restoran.
Sedangkan Jesica sudah memasuki mobil yang akan di kendarainya ke Kantor dengan di Supiri oleh Roby. Jesica bersikap biasa saja, seperti tidak ada yang terjadi. Itulah Jesica harus bisa menjaga citra di hadapan bawahannya.
"Jalan Ka By." Ucap Jesica. Karena Roby lebih tua dua tahun dari Jesica, Jesica memanggilnya dengan panggilan yang diawali 'Ka' yang diartikan 'Kak' bagi Jesica. Roby tidak berani protes karena itu adalah kemauan Atasannya.
"Baik Nona." Roby mulai menjalankan mobilnya keluar dari gerbang utama yang menjulang tinggi, memecah jalanan Komplek menuju jalan Pusat.
Bersambung
__ADS_1