Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
Bagian 50. Ayman Dhakaa Pramudya.


__ADS_3


...🌷🌷🌷...


Tangis suara bocah laki-laki memenuhi kamar tidur Dinda dan Keanu. Mereka tengah sibuk menenangkan bocah kecil yang tampan dan menggemaskan itu. Dia menangis keras setelah terjatuh karena memanjat dari tempat tidurnya.


" Aduh, sakit ya? Mana yang sakit?" Keanu menggendong Ayman dan mengusap kepalanya barang kali tadi terbentur saat jatuh.


" Ummi .....! " Rengek Ayman yang kamudian mengulurkan tangannya meminta agar Dinda menggendongnya.


" Hoek ...! Hoek....! Nanti sayang. Ummi masih mual, Hoek....! Sama Daddy dulu ya?" Dinda berseru menyahuti Ayman yang merengek.


Suasana benar-benar riuh, padahal masih pukul 4 dini hari. Papa Dimas sudah bangun sedari tadi dan bersiap menuju ke masjid untuk menyambut sholat subuh.


" Ada apa ini? Apa dia jatuh lagi? " Papa Dimas berdiri di ambang pintu kamar yang terbuka.


" Iya Pa, tadi dia jatuh lagi. Tidurnya sangat-sangat... " Keanu berhenti berucap dan hanya di lanjutkan dengan gelengan lalu menatap sang mertua.


Papa Dimas ikut menggeleng dan kemudian membujuk Ayman untuk pergi ke masjid bersamanya. Ayman bocah laki-laki yang baru bisa belajar berjalan itu paling suka ikut ke masjid. " cup... cup...., diam ya pintar. Ikut kakek ke masjid yuk? " Tawarnya yang dengan lembut mengusap punggung sang cucu.


Mendengar penawaran yang menggiurkan, Ayman langsung terbelalak dan menghentikan tangisnya. Atensinya seketika berpindah penuh kepada sang Kakek.


" Itut...! " Beonya dengan mata yang membulat.


" Nak, kamu urus dulu istrimu." Papa Dimas beralih menggendong Ayman. " Biar Ayman ikut sama Kakek ya? " Sambungnya yang kemudian sudah menciumi wajah sang cucu yang sembab setelah menangis.


3 tahun berlalu semenjak kepergian Dinda dan Papa Dimas dari kehidupan Andra yang dimana, tanpa Andra ketahui, bila mereka pergi dengan membawa harta berharganya yaitu anaknya. Waktu demi waktu berlalu, butuh waktu lama bagi Dinda untuk menerima Keanu.


Tak mudah bagi Keanu untuk meyakinkan hati Dinda bahwa bukan sekedar dari fisik dia menilainya.


Ini merupakan 4 bulan setelah pernikahan mereka dan Dinda tengah hamil muda. Sempat malu dan menolak, akhirnya Dinda luluh juga dengan kesungguhan dan ketulusan Keanu.


" Ummi? Sayang, " Panggil Keanu dengan lembut yang kini sudah berada di belakang Dinda dan memijit tengkuknya yang sedari tadi mual-mual.


"Emm....? " Tak mampu menjawabnya, Dinda hanya menoleh dengan wajah yang lusuh dan pucat.

__ADS_1


Tangan Keanu setia mengusap, memijat dan membelai lembut Dinda dia memberikan usapan dan rasa nyaman kepada istrinya. Dinda sangat menyukai perlakuan lembut Keanu kepadanya. Berbanding terbalik dengan suaminya yang terdahulu. Dimana selalu ada jarak pemisah diantara keduanya. Jika dahulu dia selalu merasa seperti menaiki rollercoaster, karena sikap dan perlakuan Andra yang tak menentu, maka saat ini semua apa yang di inginkanya terdahulu terasa seperti terwujud di saat ini. Perlakuan dan sikap Keanu sangatlah lembut kepadanya.


"Masih mual?" Tangannya mengusap sisa air yang menempel di sudut bibir sang istri. " Mau tiduran lagi? " Keanu merapikan anak rambut Dinda yang berantakan. Selalu lembut dan hangat ketika bertanya membuat Dinda selalu ingin bermanja kepadanya. Entah karena pengaruh hormon kehamilan atau saja memang Dinda haus kasih sayang suaminya. Selalu haus dan haus.


Dinda langsung menelusupkan, dan melingkarkan tangannya di pinggang Keanu lalu memeluknya hangat. " Mau peluk Kamu Abi... " Ucapnya dengan nada manja yang mendayu. Membuat Keanu tersenyum senang dengan sikap manja istrinya.


" Tapi sebentar ya? " Jawab Keanu dengan kecupan yang mendarat di kening sang istri.


" Kok sebentar?" Protes Dinda dengan bibir manyunnya. " Yang lama Sayang~~~! " Dinda menggeleng beberapa kali seperti anak kecil.


Keanu terkekeh dan kembali menciumi pucuk kepala Dinda. " Nanti kalau Abi pulang dari masjid ya sayang. Sekarang Abi mau menyusul Kakak Ayman dan kakek dulu. Dedek jangan ngambek ya?" Keanu berbicara dengan satu tangan kanannya mengusap-usap perut Dinda yang buncit kecil. Usia kehamilannya menginjak 4 bulan saat ini. Tapi jualnya belum juga berakhir.


" Iya Abi...! " Sahut Dinda pasrah dengan mimik wajah yang tak rela ditinggalkan.


" Jangan manyun gitu, atau ga kita kemasjid bareng? " Keanu menatap kedua manik milik sang istri yang semenjak kehamilan sering sekali menangis dan merengek layaknya anak TK.


Mereka pergi ke masjid dan menunaikan ibadah subuh. Pulang dari masjid mereka berjalan bersama dengan Papa Dimas yang berjalan sembari bercengkrama dengan tetangganya dan Keanu yang menggendong Ayman dengan Dinda yang bergelayut manja di lengan sang suami. Sungguh pemandangan yang membuat jomblo iri.


...🌷🌷🌷...


" Bahagia sekali mereka, Anak dan istri yang Sholeh dan Sholehah. " Andra tersenyum kecut, ia lalu memarkirkan mobilnya di sebuah masjid yang berada di sebuah desa yang menjadi tempat tinjauannya saat ini.


Semenjak perceraian itu, dialah yang paling di rugikan. Dia kehilangan semuanya. Orang-orang terkasihnya lenyap seketika. Dinda dan Papa Dimas yang meski dicarinya setiap hari tapi tak pernah ketemu seolah ada yang menutup segala data dan informasi mereka berdua.


Tiga tahun, Andra berubah menjadi sosok pendiam dan hanya memilih bekerja dan bekerja. Hatinya koyak karena Natasya dan rindu serindu rindunya kepada sosok istri dan juga adik yang tak pernah rela dia ceraikan.


Hanya Bayu kini satu-satunya orang terdekat yang dimilikinya.


Bayu lah saksi bagaimana seorang Andra hancur lebur dan terpuruk bahkan pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan mobil yang dikendarainya.


Sekarang setelah sekian lama, dia memeiliki peluang untuk bertemu dengan orang yang dicarinya selama ini dan mungkin dengan kejutan yang akan membuatnya semakin tersentak tak percaya yaitu keberadaan Ayman Dhakaa Pramudya. Seorang anak laki-laki yang tampan dan cerdas sama seperti dirinya bahkan wajah mereka sangat mirip. Hanya saja dagu dan hidung Ayman menuruni milik sang ibu.


Gaya makan dan tingkah lakunya merupakan campuran yang sempurna dari keduanya.


Mungkin saja jika Andra tau dia memiliki seorang putra, maka bisa jadi dia akan mengupayakan segala cara agar bisa berada dekat dengan putranya.

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...Dinda POV....


Ini kehamilan keduaku, tapi.... aku menjadi sangat manja kepada suamiku. Rasanya aku tak ingin jauh dan ingin selalu menempel padanya. Tak seperti kehamilan pertamaku, disaat hamil Ayman aku cenderung mandiri bahkan tak merasakan mual sama sekali. Dan sekarang, ketahuilah aku sedang menodong suamiku untuk memanjakan ku. Aku memintanya untuk memanggku kepalaku dan mengusap lembut perutku.


" Abi..." Panggilku kepadanya manja. Panggilan sayangku padanya juga untuk mengajarkan Ayman agar memanggilnya dengan sebutan Abi.


Sangat sulit ternyata, Ayman lebih memilih memanggilnya dengan sebutan Daddy. Tak apalah apapun itu asal tak langsung sebut nama saja.


" Iya Mi..." Sahutnya dengan sangat lembut. Inilah yang Kusuka darinya selalu hangat dan lembut.


" Hari ini ada yang terlewatkan. " Rengekku mendayu-dayu sambil memainkan janggutnya.


Sejenak dia terlihat seperti menerawang dan memikirkan sesuatu. " Apa? Jangan buat teka teki ya sayang. Nanti aku salah lagi seperti kemarin dan kamu marah-marah seharian. "


Aku tertawa, aku ingat bagaimana aku marah kemarin hanya karena saat aku berdiri di depan cermin dan meminta pendapatnya dia hanya mengangguk dan menjawab dengan deheman. Hihihi mungkin ini pengaruh hormon.


" Ih, Kan lupa. Hari ini aku belum dicium loh Bi....." Aku merjuk. Kesal saja rasanya jika mengawali hari tanpa sentuhan bibirnya. Dia tertawa dan membaringkan tubuhnya di sampingku aku tau setelah ini bukan hanya ciuman yang kudapatkan. Tapi, lebih dari itu. Kunjungan dari Toya sakti mungkin.


Aku sangat suka perlakuan hangatnya, setiap centi dari wajahku tak ada yang terlewatkan meski pagi ini aku masih belum mandi setelah pulang dari masjid tadi. Dia tidak perduli. Dia tau semenjak hamil aku menjadi sangat anti air bahkan air hangat sekalipun.


Sentuhan lembut bibirnya menelusuri setiap lekuk tubuhku. Aku suka.


Tak dapat kutahan lagi desah manja yang meluncur di kamar kami. Menelusupkan kepalanya diantara kedua pahaku adalah kegemarannya. Tapi....


" Daddy....! Ummi....! UKA.....!" Teriak Ayman putraku menggedor pintu seperti polisi yang sedang merazia pasangan mesum di hotel remang-remang.


Aku mendelik dan bergegas memakai bajuku. Pun dia Keanu juga sama dia sedang merapikan penampilannya lalu tersenyum kearahku. " Jangan marah pada Ayman. Ingat, dia belum tau jika ibunya sangat menggilai Daddy nya ini." Keanu tertawa dan mengedipkan satu matanya kearahku. Dia sengaja menggodaku.


Jika sudah begini aku terpaksa mandi dengan air hangat untuk mengurangi tingkat keseteraan yang ada di dalam kepalaku karena hasrat yang tidak tersalurkan.


" AYMAN DHAKAA PRAMUDYA " kamu sengaja menganggu kegiatan penting ibumu ini nak. Gumamku yang berdiri di bawah guyuran air hangat.


__ADS_1


__ADS_2