
"Jes, Kita mampir ke Kafe itu yuk." Ajak Saka sembari menunjukkan Kafe tang berada di pinggiran jalan.
"Boleh." Jawab Jesica.
Saka meminggirkan motornya. Ya motor. Saka Adiputra Sanjaya mahendra CEO Sakas Grub dan juga Jesica Aulia Mahendra CEO Mahendra Company kini tengah berjalan - jalan menaiki motor yang berjenis matic. Saat di Loby tadi Mereka tidak sengaja bertemu Ojol, yang baru saya mengantarkan tamu Hotel. Jadi sekalian saja Mereka beli motor Ojol itu. Ya motornya di beli oleh mereka berdua.
......................
Kejadian di Loby
"Kakakkkk, turunin." Teriak Jesi.
"Iya ini di turunin." Saka menurunkan Jesi dari gendongngannya. Dan setelah Jesica turun dari gendongan Saka, Jesica meminta permintaan aneh.
"Kak, Jesi mau jalan - jalan tapi main motor ya?" Pinta Jesi, karena melihat motor Ojol berhenti di depannya.
"Hah? Serius?" Tanya Saka tak percaya.
"Mbak nya mau naik ojol? Ayuk Mbak tapi buka dulu aplikasinya." Tanya Mas - Mas ojol yang tadi berhenti menurunkan penumpang.
"Eh, enggak Mas." Jawab Jesica.
"Ohhh, enggak. Ya udah saya duluan Mbak ngejar target." Jawab Ojek online itu.
"Mas, Mas sebentar. Motornya di jual nggak?" Tanya Jesica. Sembari melihat body motor yang di kendarai oleh Ojol itu. Motornya bersih mengkilap, tidak ada goresan sedikit pun. Dan ternyata saat di lihat plat nomor kendaraaanya, motor itu masih baru. Baru beberapa hari di beli. Motor yang mereknya di awali huruf H dan jenis Scoopy, itu berhasil membuat mata Jesica berbinar melihatnya.
"Jesica dia itu Ojek online, bukan tukang jual motor keliling!" Saka menjawab pertanyaan konyol adiknya itu.
"Ya kan Jesi tanya Kak. Jesi maunya jalan - jalan naik motor. Bosan pakai mobil terus." Jawab Jesi cemberut.
"Be-" Baru saja penarik Ojol itu akan menjawab perkataan Saka, Saka sudah mendahuluinya.
"Lakukan apa yang membuatmu bahagia Jes." Ucap Saka sambil mengacak rambut Jesica gemas. Saka tidak tega melihat Adiknya cemberut, jadi Dia menuruti kemauan Adiknya itu.
__ADS_1
"Be-" Baru saja Tulang Ojol itu mau berbicara, tapi di potong lagi oleh Jesica. (Authour : Kasih kesempatan napa ke tukang Ojolnya. Kan kasian setiap Tukang Ojolnya mau ngomong di potong terus).
"Makasih Kakak Ku paling tampan." Ucap Jesica tersenyum manis.
"Bener kata Pacarnya Mbak. Saja Ojol bukan penjual motor. Dan juga saya nggak ada niatan untuk menjual motor saya. Ini tempat saya bergantung hidup. Baru saja Saya menjual sapi saya di kampung, untuk merantau ke sini dan beli motor jadi Ojol." Sekalinya Tukang Ojol itu berbicara, Dia langsung mengeluarkan semua unek - unek yang tertahan sedari tadi, saat ucapannya di potong oleh Saka dan Jesica.
"Saya tahu Masnya beli motor ini paling mahal 25 juta. Tapi karena yang punya pabrik motor ini itu Om saya, jadi Saya beli motor ini sama Masnya 50 juta." Tawar Jesica yang membuat mata Tukang Ojol Itu melotot sempurna.
"Mbaknya serius?" Tanya Tukang Ojol itu.
"Serius." Jawab Jesica.
"Oke Mbak, kalau begitu saya berubah pikiran. Saya jual motor ini ke Embak." Tukang Ojol itu menjawab dengan mantap.
"Oke. Deal." Jawab Jesica.
Saka yang sedari tadi hanya diam kini Dia terlihat sedang menelpon seseorang. Dan tidak lama telponyan terhubung.
"Ar. Bawa uang cast 50 juta ke Loby sekarang!" Ucap Saka langsung to the point.
Dan tidak lama berselang Ar datang membawa Amplop coklat di tanganya.
"Lama sekali Kau datang. Kau kira kerjaan Ku cuma menunggu Mu di sini?" Ketus Saka. Karena menurutnya, Dia sudah lama menunggu di Loby.
"Maaf Tuan. Ini Saya sudah berusaha secepat mungkin." Jawab Ar.
"Cepat bayar dan urus semuanya. Aku dan Jesi ke Atas dulu." Ucap Saka, tanpa mengatakan apa yang harus di bayar, dan apa yang harus di urus. Lalu mengakat Jesica ke gendongannya. Untuk di bawa ke kamar berganti pakaian, karena Jesica menggunakan dress selutut yang tidak pantas di gunakan untuk mengendarai motor.
"Baik Tuan." Jawab Ar.
Pekerjaan menjadi Sekertaris CEO sangatlah sulit. Apalagi bila CEO nya macam Saka. Bos tidak mengatakan apapun, tapi Kita sebagai Sekertaris seperti Ar yang merangkap juga sebagai Asisten pribadi CEO harus tahu maksud dan maunya Bos. Walau pun Bos tidak menjelaskan kemauannya, jangankan kemauan Berkata saja di patah - patah Kita sebagai Anak buah harus peka.
......................
__ADS_1
Di sinilah Saka dan Jesica berada sekarang di Cafe yang bernuansa Bali. Pelayan yang ramah dan interior Cafe yang indah nyaman dipandang mata, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Dan juga menu makanan yang kekinian tapi tak meninggalkan bumbu Bali menjadi ciri khas Kafe ini.
" Jes, pesen apa?" Tanya Saka.
"Apa aja boleh." Jawab Jesica.
"Mbak" Saka melambaikan tangannya memanggil Pelayan.
"Iya, Ma-" Pelayan itu memelototkan matanya melihat Saka dan Jesica.
"Mas Saka dan Mbak Jesica?" Tanya Pelayan itu hampir tidak percaya.
"Iya. Saya Jesica. Dan ini Kakak Saya, Kak Saka. Mau minta foto ya? Nanti aja ya Mbak saya pesan dulu. Udah lapar." Jawab Jesica sembari tersenyum. Sedangkan Saka hanya memasang wajah datar.
"I-iya. Mau pesan apa Mbak? Mas?" Tanya Pelayan itu.
"Saya dan Jesica mau pesan menu andalan Kafe ini. Dua porsi dan jeruk peras kasih batu ES." Kawan Saka datar.
"Itu saja Mas?"
"Iya" Jawab Saka singkat.
"Ditunggu ya Mas, Mbak pesanannya." Kata Pelayan itu.
"Ya di tunggu lah, masa Saya tinggal. Saya kan kesini mau Makan. Bukan pesan terus di tinggal." Jawab Saka.
Jesica langsung menoyor kepala Kakaknya itu.
Malu - maluin. Batin Jesica.
Sedangkan Pelayan itu hanya tersenyum melihat kelakuan Kakak beradik itu.
Bersambung
__ADS_1
Note :
Jangan lupa Like dan Comment.