Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
9. Menjalankan Rencana


__ADS_3

"Gimana? Minumannya di minum ngak sama Jesica?" Tanya pria misterius menggunakan jaket hodie berwarna hitam.


"Maaf Tuan. Nona Jesica sudah tidak ada di tempat tadi." Menjawab dengan ragu.


"Jadi gagal?" Tanya pria misterius itu.


"Ita tuan."


"Jadi siapa yang meminum Jus itu? Kenapa gelasnya kosong?"


"Tuan Saka, Tuan" Pelayanan itu menjawab dengan gugup.


"Bodoh." Ucap pria berjaket hodie itu. " Kalau target sudah tidak ada itu minuman jangan dikasih ke orang lain." Pria itu memarahi Pelayan itu.


"Baik Tuan. Saya minta maaf." Pelayan itu menundukan diri sebagai tanda ucapan meminta maaf.


"Ya sudah sana pergi." Mendapat perintah dari Tuannya, Pelayan itu pun pergi meninggalkan Tuannya.


"Gagal lagi." Gumam Pria misterius itu.


......................


Bayu dan Lingga keluar dari Toilet yang ada di kamar Jesica.


"Jes Gue ke bawah dulu ya ambil minum. Kering ni tenggorokan." Ucap Bayu pada Jesica, setelah Dia keluar dari Kamar.


"Terus Kak Saka gimana?" Tanya Jesica binggung.


"Kalau Saka, tu tanya sama Lingga. Gue turun cuma bentar ambil minum terus balik kesini." Ucap Bayu.


"Kenapa nggak pesen aja. Pasti nanti pelayan yang anterin. Dari pada Kak Bayu turun kan capek."


"Biarin aja Dia yang turun Jes. Biar Dia itu berguna dikit jadi temen." Ucap Lingga dengan tersenyum penuh arti.


Masalahnya, nanti kalau pelayan yang nganterin minuman ke sini. Bayu nggak ada kesempatan untuk masukin obat itu. Pikir Lingga.


"Sialan Loe. Ngatain Gue nggak berguna." Bayu mengumpat Lingga.


"Canda bos ku." Ucap Lingga sembari tersenyum manis.


"Udah dong Kakak - kakakku sekalian , jangan berdebat." Jesica berbicara dengan suara sedikit keras.


Setelah Jesica melerai perdebatan Unfaedah antara Lingga dan Bayu. Lingga pergi dari sana menuju lantai bawah untuk mengambil minuman.


Dan kini hanya tersisa Jesica dan Lingga yang berdiri di depan pintu kamar Saka.


"Kak, Kita harus gimana sekarang? Nggak mungkin kan kita biarin Kak Saka dalam kondisi kayak gini." Jesica membuka topik pembicaraan dengan Lingga.


"Kakak udah punya solusinya untuk masalah Kakakmu itu." Ucap Lingga sambil memainkan handphone nya.


"Oh ya? Apa solusinya?" Jesica penasaran dengan solusi yang di dapatkan Sahabat Kakak nya Itu.


"Rahasia. Cuma laki - laki yang boleh tahu."


"Terus kenapa Kakak diam aja. Nggak langsung melakukan tindakan yang Kakak bilang solusi tadi?" Tanya Jesica heran. Yang membuat Jesica heran, Sahabat kakanya itu bukannya melakukan hal yang di sebut solusi tadi, Dia malah dengan santainya menyandarkan tubuhnya di tembok dann asik dengan handphone nya sendiri.


"Kita tunggu Kak Bayu untuk menjalankan Solusi yang Kak Linggga bilang tadi." Jawab Lingfa sembari memasukan handphone nya ke saku celananya.

__ADS_1


"Ohhh, Ya udah kalau gitu kita tunggu." Ucap Jesica.


......................


Terlihat Bayu berada di dapur bersih yang berada di Hotel itu. Dia menghampiri pelayan hotel yang sedang menyiapkan minuman untuk para tamu.


"Mbak, Jeruk perasnya 3."


"Ehhh, Tuan Bayu ya temannya Tuan Saka?" Tanya pelayan itu.


"Iya." Jawab Bayu singkat.


Tanpa banyak tanya Pelayan itu langsung menyiapkan pesanan Bayu.


Lalu Bayu memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di sana.


"Mbak yang satu bawa sini ya. Mau saya minum disini." Ucap Bayu mulai menjalankan rencananya.


"Baik Tuan." Lalu pelayan itu membawa nampan yang berisi 1 gelas jeruk peras, ke hadapan Bayu.


Setelah Bayu menerima Jeruk peras itu, dirasa sudah aman Dia mengeluarkan bingkisan kecil dari saku jasnya. Dan di masukannya isi bingkisan itu kedalam Jeruk peras yang ada di hadapannya. Dan mulai di aduknya jeruk peras itu dengan perlahan supaya tercampur merata.


Rencana beres. Batin Bayu.


"Mbak ini nggak jadi saya minum. Mbaknya bantuin saya bawa minumannya ke Kamar Presidential Suite nomor 3 ya? Mbaknya bawa yang satu ini saya yang dua itu."


"Baik Tuan." Jawab pelayan itu pendek - pendek karena tidak mau berbuat kesalahan.


......................


Rencana Bayu dan Lingga. Perbincangan di Toilet.


"Gila aja Loe. Ya mana maulah si Jesicanya." Jawab Lingga.


"Terus siapa dong yang kita suruh bantu Saka? Kasian Dia." Kata Bayu.


"Gimana kalau kita nyewa Kupu - Kupu malam aja?" Usul Lingga.


"Bisa di siksa 7 turunan kita, kalau kita nyewain Dia Kupu - Kupu malam. Dia kan paling benci sama yang namanya Dunia malam, Kupu - kupu malam dan teman - temannya itu." Jelas Bayu.


"Bagusan juga ide Gue tadi. Biar si Jesica aja yang bantuin Saka. Itung - itung kita sekalian bantuin mereka bersatu. Nggak kayak Si Saka yang pakai gaya kuno untuk deketin Jesica."


"Caranya gimana supaya Jesica mau?" Tanya Lingga.


"Kita kasih obat perangsang gimana?" Muncul ide gila di kepala Bayu.


"Nggak terlalu berlebihan itu Bay?" Tanya Lingga.


" Nggak." Jawab singkat Bayu.


"Gimana menurut Loe rencana Gue Ling?" Sambung Bayu.


"Nanti kalau Saka marah sama kita gimana Bay?" Lingga kurang yakin dengan rencana yang di usulkan oleh Bayu.


"Serahin sama Gue, tentang rencana ini." Ucap Bayu.


"Tapi Rencana Loe itu terlalu beresiko menurut Gue. Nanti kalau Saka bangun dan tahu itu semua rencana kita gimana? Bisa di pecat kita dari kantor sama Dia." Ucap Lingga.

__ADS_1


"Demi Sahabat kita. Kita harus berani ambil resiko." Ucap Bayu.


Bayu dan Lingga adalah Sahabat dekat Saka semenjak SMA. Maka dari itu Saka tidak ragu memberi tahu tentang kebenaran dirinya yang bukan anak kandung dari keluarga Mahendra kepada Sahabatnya itu. Bayu dan Lingga mengetahui semua tentang Saka. termasuk cinta pertama Saka yaitu, Jesica.


......................


Bayu dan pelayan sudah keluar dari lift. Mereka berdua berjalan dengan posisi Bayu memimpin jalan dan Pelayan mengikuti di belakang Bayu.


"Lama bener sih Loe Bay? Lu pesen minum apa boker di bawah?" Ledek Lingga.


"Ya pesen minum lah. Dasar Sialan Loe. Udah tinggal minum aja banyak protes." Umpat Bayu yang di tunjukan untuk Lingga. Lalu Bayu memberikan jeruk peras ke tangan Lingga.


"Kak untuk Jesi nggak ada ni?" Tanya Jesica karena Jesica tidak menyadari ada pelayan yang mengekori Bayu di belakang.


"Ada kok. Ini Gue pesenin untuk Loe." Menyodorkan gelas yag berisi jeruk peras.


Tanpa pikir panjang Jesi menerima Jeruk peras itu dan langsung meneguk habis minumnya. Bayu Dan Lingga saling lirik memberi kode.


"Ahhhh, segarnya." Ucapnya sambil menaruh gelas kosong bekas minumannya di Nampan yang di pegang pelayan.


"Haus banget Jes?" Tanya Lingga.


"Iya. Banget." Jawab Jesica singkat.


" Mbak turun aja. Soalnya gelas saya sama Lingga masih lama " Ucap Bayu pada Pelayan yang memegang nampan, dan di jawab anggukan oleh pelayan itu.


5 menit kemudian.


Lingga dan Bayu melihat bahwa tubuh Jesica mulai bereaksi. Jesica terlihat gelisah. Dan sesekali mengibas - ngibaskan tagannya, mengeluh kepanasan.


"Kak, Kak lingga panas dan gerah ngak sih?" tanya Jesica pada Lingga dan hanya di jawab gelengan kepala oleh Lingga.


"Kalau Kak Bayu panas nggak?"


" Enggak." Jawab Bayu singkat.


"Kok Jesi panas ya? " keluh Jes. Tapi tidak dijawab oleh Bayu dan Lingga.


"Jes, kita berdua pinjem kamar mandi kamu ya." Izin Lingga, mulai menjalankan langkah rencana selanjutnya.


"Tapi Kayaknya mau Jesi pakek deh Kak." Ucap Jesi.


"Bentar aja Jes, cuma mau cuci muka." Sambung Bayu.


"Ya udah tapi cepet ya Kak!" Jesi menjawab dengan terpaksa, padahal Dia sangat membutuhkan Kamar mandinya sekarang.


"Iya." Jawab Bayu dan Lingga kompak.


......................


Tiga menit, Lima menit, sepuluh menit dan sampai lima belas menit Bayu dan Lingga tak kunjung keluar.


Karena tidak tahan menahan panas yang menjalar dalan tubuhnya. Jesica pun tanpa pikir panjang langsung masuk ke kamar Saka.


Tanpa di sadari Jedica ternyata sedari tadi Bayu dan Lingga mengintip dari celah pintu kamar Jesica. Ternyata Mereka berdua tidak ke kamar mandi. Melainkan mengintai Jesica. Dalam pikiran mereka berdua, pastilah Jesica tidak bisa menahan rasa panas yang menjalar di tubuhnya. Dan mau tidak mau Jesica harus memilih masuk ke Kamar Saka untuk ke kamar mandi, dari pada menahan rasa panas itu tanpa bantuan air.


Yes. Berhasil. Ucap Lingga dan bayu di dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2