
...🌷🌷🌷...
...POV Dinda....
Sesuatu yang Kusuka, sesuatu yang ku rindukan di setiap harinya. Pasar pagi, ya... disini ada banyak jajanan pasar yang tidak tau kenapa semenjak hamil aku suka sekali dengan jajanan 0asar dan baso aci. Suamiku pun sampai geleng-geleng kepala. setiap harinya selalu saja aku menjadikannya sarapan dan setelahnya akan enggan makan sampai sore.
" Kak, Ayman mau dedeknya cewe atau cowok? " Tanya Keanu sembari mengemudikan motor matic dengan Ayman berada di paling depan dan Dinda di belakangnya dengan membawa belanjaan berupa bahan makanan mereka.
" Ewek aja lah, bial ga kakan kayak Idan. " Celotehnya.
" Apa? " Keanu mengulang pertanyaan karena lidah Ayman yang masih cadel berbicara membuatnya sulit menangkap arti pembicaraan Ayman.
Wanita yang di boncengnya terkekeh sampai memegang perutnya. " Tau tidak Ayman bicara apa Bi?"
Keanu sedikit menoleh lalu melirik kebelakang " Apa memangnya? "
" Cewek ajalah biar ga nakal kayak Wildan. " Dinda menerjemahkan bahasa Ayman.
" Oh~~~" Keanu ber O ria Dan kemudian baru kembali menyadari sesuatu. " Memangnya Wildan nakal Mi?"
" Huh, kamu seperti tidak hapal Ayman saja Bi. Dia kan anaknya pilih-pilih teman. Kalau tidak cocok sedikit ya pasti di bilang nakal. Apalagi kalau temannya di bilang lebih ganteng dari dia, pasti dia langsung marah. Coba saja." Dinda malah menjabarkan sesuatu yang menarik untuk Keanu coba.
" Masa iya anak Daddy se narsis itu? " Keanu menggumam dan kemudian mencobanya.
" Kak, tapikan walaupun nakal tapi Idan tampan. " Cicit Keanu yang memicu tantrum so bocah kecil itu.
" Ampan Iman Daddy! Idan jeyek....!" Protes Ayman dengan tantrum yang mulai meningkat levelnya.
" Abi~~~," tegur dinda.
" Iya iya Tampan Kakak. Daddy bohong tadi.." Ralat Keanu yang sudah terlambat. Ayman sudah mengamuk sejadi-jadinya dan menggoyangkan stang motor dan membuat Keanu susah mengendalikannya.
Dinda yang takut kemudian memaksa Keanu untuk menepi. Tepat seklai di jalan tempat mereka menepi ada sebuah mobil putih. Terlihat dari plat dan tipe mobilnya, itu bukanlah dari kalangan biasa. Si pemilik mobil tengah mengganti ban mobilnya. Mungkin kempes.
__ADS_1
" Wah, Obin bagus Ummi! " Beo Ayman dengan seru dan seketika berlari menghampiri dan memegangi mobil tersebut.
Dinda yang masih menata belanjaan dan Keanu yang masih menyetandarkan motornya tak punya kesempatan untuk mencegah kelakuan Ayman. Ya, anak kecil kadang memang suka seperti itu, rasa ingin tahunya sangatlah besar.
" Jangan Nak...! " Dinda menegurnya dan hampir berlari mengejar tetapi Keanu melarangnya dan khawatir akan kehamilannya saat ini.
" Sudah biar aku saja Ummi. Sekalian membantunya. Nampaknya yang punya mobil kesusahan untuk mengganti bannya. "
" Hem, aku tunggu disini ya Sayang. Jangan lama-lama! " Dinda pasrah dan menunggu suaminya duduk di bawah pohon di pinggir jalan.
Ayman terus saja bertanya kepada si pemilik mobil tentang mobilnya. Inilah, itulah, tapi... bukanya merasa terganggu laki-laki itu malah senang dan terdengar mereka tertawa bersama. Sempat bingung dari mana datangnya bocah cerdas yang suka berbicara ini datangembuat si lelaki melongok dan melihat dimana motor matic itu terparkir di pinggir jalan tepat di depan mobilnya.
" Ayman..." Keanu memanggil putranya lalu menggendongnya.
" Tulunin Iman Daddy. Iman mau ihat mobil bagus." Cerocosnya yang membuat Keanu malu dan sedikit menunduk tanpa melihat reaksi si lelaki yang ada di hadapannya.
" Jangan ganggu Oom Sayang, Oom lagi dandan mobil. Mobilnya rusak. " Keanu mengusap kepala Ayman dengan sayang lalu mencium pipi gembilnya. " Ada yang bisa saya bantu Mas?" Tanya Keanu yang kini malah terdiam setelah melihat siapa yang berdiri di hadapannya ini.
" Keanu? itu kamu....? " Bayu, lelaki itu adalah Bayu.
" Di... dia anakmu? Kamu kemana saja? " Bayu seketika mendekat dan menjabat dan memeluk Keanu. Dia merindukan keponakannya ini yang sudah beberapa tahun seperti hilang di telan bumi.
Sayup-sayup mendengar nama bayi disebut suaminya, Dinda mendekat dan dia pun tak kalah terkejutnya.
" Mas Bayu...?" Celetuk Dinda yang masih membeku di tempatnya berdiri.
Bayu memandang Keanu dan Dinda dengan penuh tanya. " Ka.... kalian?" Telunjuknya mengarah kepada Keanu dan Dinda " Lalu anak ini?" Bayu semakin bingung.
Beberapa tahun menghilang tanpa kabar, Keanu yang beralasan berada di luar negri bersama sang Nenek, nyatanya masih berada dalam satu negri yang sama dengannya. Bayu hanya bisa menggeleng dan memikirkan semuanya. Wanita yang dahulu pernah diincarnya kini sudah menjadi istri dari keponakannya sendiri.
Lalu sahabatnya? selama ini terasingkan dan menjadi pendiam karena kehancuran dan nyatanya wanita yang digilainya bersama dengan keponakannya. Mana yang harus Bayu pilih sekarang?
Bukan mengenai hubungan keluarga atau saudara, bukan juga mengenai persahabatan. Tapi mengenai kemanusiaan saja.
Masih berpikir jernih, akhirnya Bayu memilih Dian dan berpura-pura tidak melihat apapun meskipun kedepannya nanti dia akan merindukan anak laki-laki yang sedang di pangkunya kini.
__ADS_1
" Namanya siapa?" Bayu menanyai Ayman yang tengah asik dengan mainannya.
" Iman om." Sahutnya.
" Paman, panggil paman. Ini paman Bayu. " Keanu memperkenalkan Bayu dan juga statusnya dalam keluarganya yang lebih tinggi darinya.
Setelah bercengkrama dan berbagi ceritarita tentang pahitnya masa lalunya.
Tentang bagaimana dia harus hamil tanpa ada suami disisinya.
Tentang Dinda yang berjuang meluluhkan hati sang Papa agar tak terus-menerus membenci Andra.
Tentang bagaimana awalnya mereka bisa menikah, Bayu semakin menaruh simpati terhadap Dinda yang kini sudah merupakan bagian dari keluarga besarnya.
" Jadi dia anaknya Andra? " Bayu mencium pucuk kepala Ayman dengan sayang.
Dinda mengangguk " Iya Mas. "
Keanu tersenyum. " Iya Kak, dan ini calon anakku." Ujarnya sembari mengelus sesaat perut Dinda yang tak begitu terlihat karena bajunya yang longgar.
" Apa? Jadi kamu sedang hamil?" Bayu terperangah dan menutup mulutnya " Wah, kamu benar-benar wanita yang sangat subur. Aku dengar dulu bagaimana Andra menyesal karena hanya beberapa kali melakukan itu bersamamu sehingga kamu belum sempat hamil lalu bercerai. Tapi ternyata benihnya unggul. Lahannya juga subur."
Entahlah Bayu memuji atau menyindir perbuatan Dinda yang menyembunyikan kehamilannya dari Andra.
" Sudahlah Mas, jangan di bahas. Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang ada hati yang harus ku jaga. Tak baik rasanya terus membicarakan masa laluku." Tandas Dinda dengan lembut tapi cukup tajam hingga membuat suasana hening beberapa saat.
Keanu diam dan hanya mengusap-usap perlahan punggung Dinda, seolah menyalurkan kekuatan dan kenyamanan.
Andai kamu tau Din apa yang menimpa Andra. Tak akan tega kamu menjauhkan dia dari darah dagingnya.
Andra, aku berjanji padamu aku akan mencari cara untuk mempertemukan kami dan anakmu yang tampan ini. Sungguh Ndra, semangat hidupmu akan kembali setelah mengetahui yang sesungguhnya.
Tapi, bersabarlah Ndra. Ini tak mudah.
Batu menerawang dan terus mengusap pucuk kepala Ayman.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Keanu dan Dinda, saat mereka berdua berada di dapur untuk menjamu makan siang Bayu. Bayu mengambil foto dan mengirimkannya kepada Andra.