Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
31. Hari Bayu dan Lingga (part 1)


__ADS_3

Di lain sisi. Di Desa terplosok di suatu daerah. Terdapat dua pemuda yang sedang menjalani masa hukuman yang sangat berat bagi mereka. Terlihat Meraka sedang memungut telur-telur Bebek yang ada di sela-sela pangkal batang padi yang baru saja buah padinnya di panen oleh Petani.


Mereka merasa sangat jijik masuk ke dalam lumpur yang bercampur dengan kotoran bebek.


Namun apalah daya mereka, bila sang atasan yang menghukum mereka selalu mengawasinya.


Terlihat salah satu pemuda itu menggunakan kaos berwarna biru langit yang kebesaran. Dan bagian depan kaos yang kebesaran itu di manfaatkan oleh Si pemakai baju untuk menggondol telur-telur bebek yang baru saja di pungutnya dari lumpur.


"Ling, deketin sini napa wadahnya. Tangan sama baju gue udah nggak muat ni, udah kepenuhan." Teriak Bayu yang masih berdiri sembari memegang bajunya yang menggondol telur bebek itu.


"Sabar kalik. Susah ni jalannya. Lumpurnya dalam banget. Kalau mau cepet itu makanya bawa wadah sendiri." Jawab Lingga seenak jidatnya.


"Woyy, Wadahnya cuma ada satu. Jadi gue loe suruh bawa apaan?" Jawab Bayu Kesal.


Ya. Yang sedang menjalani hukuman itu adalah Bayu dan Lingga. Awalnya memang Saka memberi hukuman untuk mengurus kantor cabang, tapi entah kenapa Sekertaris Ar malah memerintahkan Anak buahnya untuk membawa Mereka berdua ke sebuah Desa yang mayoritas penduduk desa itu memelihara bebek untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.


Mereka berdua di beri hukuman oleh Sekretaris Ar untuk menggembala bebek. Dan perhari mereka harus mengumpulkan minimal lima ribu telur. Bayu dan Lingga awalnya membantah atas Sekretaris Ar yang mengubah-ubah hukuman seenaknya sendiri. Tapi, lama-kelamaan Mereka hanya bisa menerima hukuman itu dengan lapang dada, Dan tidak terasa Bayu dan Lingga sudah menjalani hukuman itu selama sebulan lebih. Mereka hanya pasrah, menunggu panggilan untuk kembali lagi ke pusat. Karena bila sampai Mereka membantah bisa-bisa Sekertaris Ar memberi hukuman yang lebih gila lagi dari menggembala bebek.


"Nih." Lingga memberikan wadah telur pada Bayu.


"Bantuin kalik. Masak ya langsung gue tuangin ni telur yang ada di baju ke wadah itu, bisa-bisa pecah semua." Bayu meminta tolong pada lingga untuk memindahkan telur dari baju ke wadah itu secara satu-persatu.


"Iya. Ih bawel banget sih." Jawab Lingga.


"Di pondok udah ada berapa?" Tanya Bayu pada Lingga yang kini sudah selesai memindahkan telur dari baju Bayu ke wadah yang di bawa Lingga tadi.


"Udah ada 4950 butir. Kalau di tambah sama ini udah lebih 2 butir. Jadi Kita bisa pulang dan istirahat setelah ini." Mereka berdua berjalan mendekat ke arah pondok yang banyak terdapat telur bebek di sana.


Di perjalanan menuju Pondok, Bayu tidak berhenti-berhentinya mengeluh.

__ADS_1


"Kalau bukan karena Sekretaris sialan itu, mungkin Kita bisa santai-santai di ruang ber AC. Walaupun bukan di pusat setidaknya Kita kan masih kerja di dalam ruangan. Nggak kayak di sini panas banget udah kayak ikan asin aja Kita setiap hari di jemur." Keluh Bayu sembari mengelap keringat yang bercucuran di seluruh bagian wajahnya dengan menggunakan lengan baju yang bagiannya masih bersih.


"Nikmati aja Bay!" Perintah Lingga pada Bayu, sembarang tersenyum kecut.


"Nikmati apanya? Sebulan gue di sini kulit gue jadi gosong. Jangankan perawatan kulit, rambut Gue ni." Memperlihatkan rambutnya ke Lingga. "Udah kayak rambut Tarzan yang baru keluar dari hutan alias nggak ke urus ni rambut, gondrong!" Bayu berkata dengan wajah yang di tekuk.


"Tapi, setelah gue lihat-lihat ada baiknya lo kerja dan tinggal di sini." Kata Lingga.


"Apaan baiknya ?" Tanya Bayu penasaran. Karena Dia merasa tidak ada baik-baiknya bila Dia kerja dan tinggal di Desa pengembala bebek itu.


"Loe udah nggak pernah makan perempuan lagi! Loe udah tobat ya?" Kata Lingga dengan keras.


"Yaelah. Gue kira baiknya apaan. Gue nggak makan perempuan itu ya karena terpaksa. Dan terpaksanya itu karena nggak ada. Walaupun ada perempuan yang biasanya melayani laki-laki casanova kayak gue, mana ada perempuan yang seksi-seksinya kayak perempuan yang sering layanin gue." Jawab Bayu dengan wajah yang masih di tekuk.


Perbincangan Mereka terputus, karena ada yang menyelanya.


"A'a, udah selesai ambil telurnya?" Tanya Gadis cantik yang duduk di kursi Pondok.


"Lis, Mang Asep. Tolong urus bebek sama rapiin telur, telur ini ya? Saya dan Lingga ingin segera pulang dan beristirahat. Tubuh Kami sangat lelah sekali hari ini. Maaf hari ini Kami tidak bisa membantu." Bayu mewakili dirinya sendiri dan Lingga untuk izin pulang lebih cepat.


"Iya. Pulang aja duluan." Jawab Lilis. Lalu Bayu dan Lingga pergi meninggalkan pondok itu, menuju untuk pulang kerumah, tempat Bayu dan Lingga bernaung selama satu bulan terakhir ini.


Karena merasa pembicaraannya dengan Bayu belum selesai, Lingga meneruskan obrolannya.


"Bay, loe tadi bilang di sini nggak ada perempuan seksi-seksi kayak yang sering ngelayanin loe dulu sebelum kita di hukum ke sini'kan ?" Tanya Lingga pada Bayu. Dia penasaran kenapa Bayu sahabatnya itu tidak bisa terlepas dari yang namanya Perempuan malam.


"Iya. Emang kenyataannya kan?" Bayu balik bertanya.


"Ada kok perempuan di dini yang cantik dan nggak kalah seksi dari wanita koleksi loe itu." Jawab Lingga.

__ADS_1


"Siapa?"


"Lilis. Tubuh Dia lumayan bagus." Jawab Lingga memancing Bayu.


"Gue nggak mau ngerusak anak gadis orang. Dia itukan masih perawan." Bayu menjawab dengan nada suaranya datar.


"Lah apa bedanya sama wanita malam?" Tanya Lingga bingung. Padahal kan sama-sama meniduri perempuan yang bukan pasangan sah kita. Lantas apa bedanya?


"Menurut kaca mata gue pribadi-"


"Gaya bener gaya bicara Loe. Pakek menurut kaca mata Gue pribadi lagi." Sela Lingga saat Bayu sedang bicara.


"Mau di lanjutin?" Tanya Bayu geram. Karena baru saja Dia akan menjelaskan malah di sela.


"Mau."


"Menurut kaca mata pribadi gue. Kalau wanita malam itu memang udah pekerjaannya Mereka itu ngelayani laki-laki casanova kayak gue. Dan sudah di pastikan wanita malam itu udah nggak perawan. Sedangkan kalau untuk anak gadis orang itu. Gue punya janji pada diri gue sendiri untuk tidak merusak anak gadis orang. Ya karena gue punya adik perempuan. Dan gue nggak rela kalau adik gue itu di mainin sama laki-laki casanova. Maka dari itu gue nggak mau nidurin gadis perawan, karena gue juga nggak rela adik gue itu di tidurin orang yang belum sah menjadi suaminya." Jelas Bayu panjang lebar.


"Wihhh. Ternyata loe sayang juga sama adik loe ya?" Ledek Lingga pada Bayu.


"Ya sayang lah. Bodoh banget sih loe. Kakak mana yang nggak sayang sama adiknya." Kata Bayu dengan sinis.


Drtd


Drtd


Handphone Lingga bergetar di saku celananya. Pertanda ada yang menelpon. Lingga langsung mengambil handphone nya dan langsung mengangkat telpon itu.


"Halo" Ucap Lingga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2