
Dan,,,
Untung saja Saka tidak salah kamar. Saka memasuki kamar Presidential suite nomor 3 yang ternyata nomor kamarnya sendiri. Saka langsung berlari kekamar mandi tanpa melepas pakaian terlebih dulu Saka langsung menyalakan air di bathtup supaya bathtup terisi penuh.Selagi menunggu bathtup penuh Saka menyalakan shower, dan mengguyur tubuhnya yang terbakar api gairah.
Di lihatnya bathtup sudah penuh terisi air. Saka langsung masuk ke dalam bathtup masih menggunakan pakaiannya, karena dia tidak sabar untuk menceburkan dirinya ke bathtup.
Akhirnya, reda juga.
Saka langsung melepas pakaiannya dan melanjutkan mandinya.
Saka sudah keluar dari kamar mandi mengunakan handuk mandi. Baru beberapa langkah Saka keluar rasa panas itu datang lagi. Dia pun langsung kembali masuk ke kamar mandi menguyur tubuhnya dengan air.
Kejadian Saka keluar masuk Kamar mandi berulang hingga lima kali. Kejadian yang ke enam, karena Dia lelah dia memutuskan untuk berendam di bathtup lebih lama.
Ini kenapa jadi kayak gini sih ? Pasti karena jus mangga itu.
***
Terlihat Jesica sudah terlelap dalam mimpinya. Dan di tengah - tengah kenyamanannya tidur suara handphone mengagetkannya. Jesica langsung terbangun dari tidurnya dan mengambil handphone di atas nakas samping tempat tidur.
"Halo." Jawab Jesica, sembari mengucek matanya.
"Halo Jes, Kakak Loe kemana? Kenapa nggak balik - balik. Katanya cuma sebentar. Tapi ini udah hampir satu jam kita nunggu Kakak Loe ngak nongol - nongol. Masa pesta semeriah ini yang nyambut tamu cuma Bokap sama nyokap Loe ?" Kata Lingga panjang lebar. Ya ternyata Lingga yang menelpon Jesica.
" Ha? Kakak? Bukannya Kakak di bawah tadi sama Kalian waktu aku tinggal ke Kamar duluan." Jesica bingung, terlebih dia baru saja bangun dari tidur. Sudah ditodong banyak pertanyaan. Sebutan populernya adalah nyawanya masih ngambang atau bisa juga nyawanya itu belum kumpul. Tapi sudah di tanya dengan pertanyaan sebanyak gerbong kereta.
"Kakak Loe itu udah pergi ke Kamar dari satu jam yang lalu. Pamitnya sih bentar tapi sampek sekarang belum balik - balik." Ucap Lingga di sebrang telepon.
"Ya udah Kak lingga. Biar Jesi coba nengokin Kak Saka ke Kamarnya. Nanti Jesi suruh turun Dia nemuin Kakak dan menyambut tamu." Jawab Jesica dengan menguap.
"Dan satu lagi, kalau nguap itu mulutnya ditutup. Nanti nyamuk masuk ke mulut jadi berabe urusannya. Kan lucu kalau ada berita 'CEO Mahendra Company, Jesica Aulia Mahendra meninggal dunia karena tersedak seekor nyamuk. Dikarenakan menguap tidak menutup mulut.' Kasian Keluarga nyamuknya terjerat atas kasus tindakan pembunuhan berencana terhadap CEO Mahendra Company." Sambung Lingga dengan nada bicara serius.
"Emang kedengeran ya Kak? Kalau aku itu nguap tadi?" Tanya Jesica malu. Karena suara meguapnya di dengar oleh teman Kakaknya.
"Jelas banget kali kedengerannya."
"Terus kenapa si Keluarga nyamuknya yang terjerat kasus pembunuhan berencana? Kan nyamuk yang masuk itu dia nggak sengaja masuknya. Jadi kenapa keluarga nyamuknya yang menanggung kesalahan satu ekor nyamuk yang masuk nggak sengaja itu?" Tanya Jesika bingung. Itu sama saja halnya dengan yang membuat kesalahan Si A tapi yang menerima hukumannya Si B.
"Ya pasti sebelum Nyamuk itu masuk ke mulut Loe Nyamuk itu udah ambil ancang - ancang untuk masuk. Dan yang pasti Nyamuk itu bisa masuk karena di bantu dengan keluarga dan teman - temannya. Jadi itu sudah masuk kategori pembunuhan berencana." Jelas Lingga dengan penjelasan yang sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"Sebentar - sebentar. Kak Lingga itu belajar hukum di mana? Kok bisa dapat ilmu yang macam begitu." Tanya Jesica heran dengan semua penjelasan Lingga.
"Kakak belajar di Kampus yang tak pernah ada." Lingga terlihat berfikir. Karena otaknya buntu akhirnya dia asal sebut saja.
"Ha? Emang ada nama Kampus 'Yang Tak Pernah Ada' Kenapa Jesi baru denger?" Tanya Jesi tambah bingung.
"Jes, Loe itu pinter. Lulusan Cum Laude. Bisnis yang lu pimpin itu maju dengan pesat. Tapi kenapa Loe sekarang jadi blo'on. Maksud Kampus yang tak pernah ada itu kampusnya itu ya nggak ada. Kakak cuma ngawur - ngawur aja. Dan masalah Nyamuk terjerat Kasus itu Kakak cuma bercanda kali. Jangan di ambil serius." Jelas Lingga dengan Jesica.
"Ohhh, bercanda to Kak. Jesi kira beneran. Pantesan ilmunya ngawur gitu. Ya udah kalau gitu Kak, Jesi mau ke kamar Kak saka dulu."
"Orang Kakak cuma bercanda Loe tanggapin serius." Gerutu Lingga.
"Ya udah. Kak Da...da. Jesi tutup." Jesica menyela Lingga yang sedang berbicara.
"Ya udah by. Jangan lupa Kakak Loe suruh sini."
"Iya, Ini Jesi langsung Ke Kamar nya Kak Saka."
Tut, tut, tut.
Sambungan telepon terputus.
Jesica turun dari tempat tidur. Jesi berjalan kearah Kamar mandi untuk membasuh wajah terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian Jesi sudah keluar dari dari kamar mandi. Wajahnya terlihat sedikit lebih segar dari sebelumnya. Bila sebelumnya rambutnya kusut, sekarang rambut kusut itu sudah di ganti dengan rambut yang di jepit dengan rapi dan sedikit anggun, dengan penjepit rambut.
Ceklek
Tok, tok, tok.
"Kak, ada di dalem nggak?" Jesika mengetuk pintu dan di selingngi memanggil saka.
"Kak, helloooo." Jesica berteriak.
Tok, tok, tok.
"Jesi masuk ya Kak. Ya udah ni Jesi masuk ya? Jawab dong Kak."
Sedari tadi Jesica berteriak - teriak memanggil Kakaknya itu tapi tidak ada yang menyahut dari dalam.
Ceklek
__ADS_1
Jesica memutar knop pintu. Dan ternyata pintu tidak terkunci. Akhirnya Jesi memasuki kamar Saka.
Bertepatannya Jesica masuk ke kamar Saka berbarengan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.
"Loh, Kakak Mandi? Kenapa malam- malam gini mandi? terus kenapa wajah Kakak merah gitu?" Jesica terus memperhatikan tubuh Saka yang menggunakan handuk itu.
"Jes, keluar dari sini!" Perintah Saja pada Jesica. Jesica terkejut karena Dia di usir dari kamar Kakaknya.
"Kenapa Jesi harus keluar? Jesi mau menyampaikan pesan dari Kak Lingga dan Kak Bayu." Jelas Jesica
"Ya udah cepetan sampaikan." Saka menutup matanya Dia tidak mau memandang Jesica. Karena dia tahu apa yang akan terjadi bila dia melihat tubuh Jesica. Dia sudah tahu kebiasaan Jesica bila tidur malam hanya akan memakai hots pants dan kaos kebesaran. Dia berusaha mati - matian supaya tidak tergoda oleh tubuh Jesica, terlebih sedari tadi ia sudah terbakar api gairah.
"Kak Lingga sama Kak Bayu......." Jesica menjelaskan dengan panjang lebar. Tidak langsung ke point pembicaraan jadi memakan waktu yang cukup lama.
"Udah kan Jes? Kalau udah cepet keluar dan kunci pintu!" Berbicara tanpa melihat Jesica.
"Tapi Kakak kenapa sih Kak? Kok Kakak aneh gitu?"
Saka menatap Jesica, dan tubuhnya langsung beresaksi. Tanpa sadar Saka melangkahkan kakinya mendekat ke Jesica. Saka terus mendekatkan wajahnya ke wajah Jesica.
Namun teriakan Jesica menyadarkannya.
"Kakak, mau ngapain?" Jesica berteriak. Karena sudah mencium gelagat aneh pada Kakaknya.
Untung saja mereka belum berciuman.
"Jes, cepet keluar!!! Kunci pintunya."
"Tapi Kak?"
"Jesica , Cepet keluar. Sebelum terjadi sesuatu saka kamu."
"Terus Kakak gimana?"
"Jesica Aulia Mahendra, Cepat keluar dari kamar Saya!!!"
Deg
Hati Jesica mencelos mendengar Kakaknya memanggil dengan nama panjangnya dan juga mengunalan bahasa formal. Bila itu sudah terjadi berarti Kakaknya itu sedang tidak main - main dengan ucapannya. Dia tahu sekarang keadaan Saka. Dia tahu bahwa Kakaknya itu sedang mencoba menahan sesuatu.
__ADS_1
Tanpa berkata - kata lagi Jesica langsung keluar dari kamar dan mengunci pintu.
Bersambung