Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku
39. I Love You


__ADS_3

Mata Bayu dan Lingga membulat sempurna setelah mendengar ucapan dan melihat Jesica menunjuk perutnya.


"Kamu hamil Jes?" Tanya Lingga memastikan.


"Iya." Kata Jesica singkat.


"Kok bisa?" Tanya lingga bodoh. Menatap Jesica dan Saka bergantian.


"Cih. Loe itu bodoh banget Bay!" Kesal Saka. Menantap tajam Bayu.


"Beneran gue tanya. Kok Jesica bisa hamil?" Tanya Bayu. Sepertinya kepala Bayu baru saja terbentur sesuatu hingga Amnesia. Bisa-bisanya dia menanyakan pertanyaan bodoh yang bisa membangunkan harimau yang sudah mulai tertidur.


"Bay, kalau loe buka mulut lagi. Nggak tahu apa yang akan terjadi sama loe Bay!" Ancam Saka sudah mulai emosi dengan Bayu.


"Aawh," baru saja Bayu mau bicara kakinya di injak sekeras-kerasnya oleh Lingga. Lingga sedari yadi emosinya sudah memuncak di ubun-ubun mendengar pertanyaan bodoh Bayu, tapi dia berusaha menahannya.


"Kan kita yang merencanakan itu semua Bayu. Otak loe itu isinya apaan? Sampai hal yang kayak gitu perlu loe pertanyakan!" Kata Bayu. Berbicara dengan nada bicara penuh penekanan.


"Ohh iya. Gue lupa. Loe kan nggak pakai pengaman waktu ngelakuin itu." Bayu menepuk jidatnya.


Saka, Jesica, dan Bayu yang melihat kebodohan teman casanovanya itu hanya bisa menatap tajam Bayu. Sedangkan yang di tatap hanya menjawab dengan tersenyum kuda, menunjukan barisan gigi rapinya.


"Udah-udah nggak usah bahas hal nggak penting kayak gitu. Walaupun itu di bahas memangnya Jesica bisa perawan lagi? Enggak kan? Ya udah lupakan! Sekarang kasih kak Saka kesempatan untuk membicarakan hal yang serius sama ka Lingga dan ka Bayu." Jesica sudah kembali seperti semula. Dia tidak lagi menggunakan bahasa formalnya.


Mendengar ucapan Jesica yang sudah seperti biasa, Bayu dan Lingga bisa bernapas dengan lega. Setidaknya mereka berdua tidak mendapatkan hukuman yang lebih berat dari menggembala bebek. Itu sudah lebih dari cukup bagi Bayu dan Lingga. Ya walaupun hukuman itu membuat ketampanan Bayu yang awalnya 100% kini hanya tinggal 65%.


Saka,Bayu, dan Lingga kini sudah duduk di sofa ruang kerja Saka. Mereka bertiga terlibat pembicaraan yang sangat serius. Sedangkan Jesica masih duduk di kursi kerja Saka, duduk berputar-putar di kursi itu. Layaknya seorang anak kecil yang baru saja duduk di kursi yang bisa berputar.


Seru juga ya ternyata duduk sambil muter-muter. Tapi kok aku nggak pernah nyoba ya di kantor?


"Jadi gini Bay, Ling. Saya mau ambil cuti untuk sementara waktu. Untuk mempersiapak pernikahan mendadak saya dengan Nona Jesica." Saka berbicara formal, karena menyangkut soal pekerjaan.


"Iya, saya tahu itu Tuan. Tapi maksud tuan mengatakan itu kepada kami apa ya?" Tanya Lingga dengan serius.

__ADS_1


"Saya menyerahkan semua urusan kantor kepada kalian berdua, dan juga sekertaris Ar." Jelas Saka. Menatap Bayu dan Lingga secara bergantian dan serius.


"Bapak serius?" Tanya Lingga lagi. Dia merasa bahwa dia tidak mampu mengurus perusahaan besar. Kemampuannya dalam mengurus perusahaan besar masih sangat jauh dari Saka. Lingga masih harus banyak belajar. Mungkin bila di beri penilaian hanya 7/10. Itu menurut penilaian Lingga sendiri. Lain halnya bila Saka yang memberikan penilaian itu pada Lingga. Bagi Saka nilai yang cocok untuk Lingga adalah 10/10.


"Anda tidak perlu khawatir, ada sekertaris Ar yang akan mengawasi pekerjaan anda." Saka meyakinkan Lingga. Saka sangatlah tahu karakter sahabat dekatnya ini.


Lingga itu lebih cenderung kurang percaya diri pada dirinya sendiri. Sebenarnya bila dia lebih percaya diri dia akan menjadi orang jenius di Sakas Grub.


Itu bisa dibuktikan. Karena dulu Lingga pernah menyelesaikan masalah di Sakas Grup, namun dia tidak berani memberikan hasil dari kerjanya itu kepada Saka. Seminggu setelah dia menyimpan hasil pekerjaan itu barulah dia menyerahkannya pada Saka. Dan saat di tanya oleh Saka mengapa baru memberikan hasil kerjaannya setelah seminggu. Ternyata alasannya sangatlah sepele keluar dari mulut Lingga, 'saya tidak sepercaya diri itu tuan dengan hasil kerja saya'.


Dan saat hasil kerjanya di periksa oleh Saka. Ternyata hasil kerja Lingga sangatlah memuaskan.


"Anda bagaimana? Bayu? bisa diterima keputusan saya?" Saka memperhatikan Bayu yang sedari tadi hanya diam sembari melihat sesuatu dengan serius.


Tidak ada jawaban dari Bayu. Dia masih saja duduk diam tanpa merespon perkataan Saka sedikitpun. Karena penasaran dengan apa yang dilihat Bayu, Saka pun mengikuti arah mata Bayu.


Dan ternyata yang dari tadi di lihat Bayu adalah Jesica. Bayu diam-diam memperhatikan Jesica yang duduk berputar-putar. Dan kini Jesica sedang berfoto selfie menggunakan kamera handphone nya. Banyak gaya yang di ambil oleh Jesica, seperti gaya tersenyum kuda, mengangkat dua jari keatas, tersenyum manis, hingga gaya cemberut sudah diambil Jesica. Tapi Jesica tidak menyadari bila ada yang sedang memperhatikannya.


Mata Saka memerah saat melihat arah mata Bayu yang sedang memperhatikan Jesica. Ada gurat wajah cemburu dan marah menjadi satu di wajah Saka.


"Ling, sudah paham kan apa saja tugas kamu?" Tanya Saka berusaha tidak memperdulikan Bayu yang sedang memperhatikan Jesica. Kenyataannya Saka sekarang sangatlah cemburu, karena ada yang berani melirik wanitanya. Terlebih yang melirik wanitanya adalah Bayu, sahabatnya sendiri.


"Sudah tuan." Jawab Lingga singkat.


"Kalau begitu bawa teman mu itu keluar dari sini. Ajari dia untuk tidak melirik wanita bosnya!" Ucap Saka agak keras penuh penekanan pada setiap katanya.


Mendengar kakaknya berbicara kata-kata yang sedikit pedas, membuat Jesica nenengok ke arah Saka.


"Kak, kenapa?" Tanya Jesica.


"Nggak apa-apa!" Jawab singkat Saka.


Sedangkan Bayu yang kepergok memandangi wajah Jesica hanya bisa menundukan kepala. Dia tidak berani menegakan kepalanya. Takut bila matanya akan bertemu dengan tatapan mata elang milik Saka.

__ADS_1


Lingga yang sudah tahu tentang apa yang terjadi langsung menarik tangan Bayu untuk keluar.


Setelah Bayu dan Lingga keluar.


"Jesi! Sini!" Saka menyuruh Jesica untuk mendekat kearahnya. Karena tidak mau mendengar ocehan kakak sekaligus calon suaminya itu, akhirnya tanpa membantah Jesica mendekat ke arah Saka.


"Why? (kenapa)" Jesica berdiri di sebelah Saka yang sedang duduk di sofa.


"Duduk sini!" Kata Saka. Menyuruh Jesica untuk duduk di sebelahnya.


Jesica duduk di sofa.


Bugh


Saka menjatuhkan kepalanya tepat di paha Jesica. Paha Jesica dijadikannya sebagai bantal. Jesica tidak kaget, karena memang Saka sering melakukan itu sebelumnya.


Seperti biasanya juga Jesica langsung bermain-main dengan rambut Saka. Tanpa banyak bicara Saka langsung menutup matanya, menikmati setiap sentuhan yang diberikan Jesica di kepalanya.


"Jes!" Panggil Saka dengan mata masih tertutup.


"Hmmm." Jawab Jesica. Masih saja fokus dengan gerakan tangannya yaitu, memainkan rambut Saka.


Setelah mengatakan itu mereka berdua terdiam. Tidak ada yang membuka topik pembicaraan lagi. Hingga Saka akhirnya memanggil Jesica lagi. Namun kini Saka memanggil Jesica dengan cara lain.


"Jesica Aulia Mahendra!" Masih menutup mata.


"Iya, Kak Saka Adiputra Sanjaya Mahendra." Jawab Jesica. Dengan cara lain pula.


"I love you!" Kata Saka.


Bersambung


Note :

__ADS_1


Penulis tidak minta yang aneh-aneh. Penulis hanya minta Like dan Komen saja. Penulis sedikit kecewa, karena dari statistik yang baca banyak, tapi yang kasih Like sedikit. Apakah karya penulis ini sejelek itu?


__ADS_2