
Ceklek
Suara kenop pintu yang di buka.
Hal pertama yang Saka dan Mama Nita lihat saat memasuki kamar Jesica adalah, kamar Jesica yang sangat berantakan. Lampu yang menyala di kamar Jesica pada saat Saka dan Mama Nita masuk adalah lampu redup atau lampu khusus untuk tidur.
Mama Nita melangkahkan kaki menuju nakas di samping tempat tidur guna meletakan nampan berisi makanan yang di bawanya.
Mata saka terus menyisir seluruh sudut ruangan kamar Jesica untuk mencari Jesica, tapi Saka tidak menemukan keberadaan Jesica.
Saat Saka melangkahkan kaki ke arah Balkon kamar Jesica, Saka tidak sengaja menginjak beling vas bunga kaca yang berserakan di lantai. Untungnya Saka menggunakan sendal rumah jadi kakinya tidak terluka. Di saat Saka akan melanjutkan langkahnya, Saka mendengar suara yang mampu menarik perhatiannya.
Ueekkkkk, Ueekkkkk.
Terdengar suara Jesica yang sedang mual dan di selingi suara gemericik air dari arah kamar mandi. Saka yang mendengar suara Jesica langsung berjalan cepat menuju kamar mandi dan tanpa permisi Dia langsung membuka pintu kamar mandi.
Ueekkkk, Ueekkkkk.
Kembali terdengar suara Jesica yang sedang mual di kamar mandi.
Di saat sedang parah parahnya Jesica muntah, aja tangan kekar yang memijat tengkuk Jesica dengan lembut. Jesica terkejut karena tiba-tiba saja ada tangan yang memijatnya. Lalu Jesica mendongakan kepalanya melihat orang yang sedang memijat tengkuknya dari pantulan kaca. Dan ternyata tangan kekar yang memijat tengkuk Jesica dengan lembut adalah Saka.
Karena Jesica sudah tidak merasakan mual lagi, Dia mencuci mukanya dengan air mengalir, Lalu berdiri dengan tegak menghadap ke arah Saka.
"Makasih Kak." Ucap Jesica secara tiba-tiba.
"Iy-iya." Jawab Saka bingung.
Ehhh, bukannya seharusnya Jesica marah ya sama Aku, setelah terbongkarnya semua rahasia besar yang Aku sembunyikan darinya. Tapi ini malah kebalikannya. Jesica terlihat biasa-biasa aja, walau kalau di lihat dari kamarnya terlihat bila Dia tadi sempat emosi dan melampiaskan dengan barang-barang yang ada di kamarnya.
Melihat Jesica yang masih saja berdiri di hadapannya Saka mulai binggung. Dan karena penasaran Saka langsung bertanya.
"Kenapa Jes ?" Tanya Saka heran. Karena Jesica hanya diam saja sedari tadi berdiri di depan Saka.
"Boleh minta gendong ?" Tanya Jesica yang langsung membuat Saka dan Mama Nita terbengong karena ucapannya.
__ADS_1
"Gendong ?" Tanya Saka balik, karena takut salah mendengar ucapan Jesica.
"Iya. Sampek sana aja kok. Ya? Please ?" Jesica menunjuk tempat tidurnya yang bentuknya sudah tidak beraturan itu.
"Mah?" Tanya Saka meminta izin.
"Iya." Jawab Mama Nita singkat.
Apa ini ada hubungannya dengan Jesica yang sedang hamil ? Jesica sedang ngidam ?
Mama Nita bertanya-tanya dalam benaknya atas perubahan Jesica yang sangat manja pada Saka.
Dan sesampainya di tempat tidur Saka nenurunkan Jesica dengan hati-hati.
"Jes makan dulu ya ! Kamu belum makan dari tadi siang Kamu harus makan." Mama Nita duduk di tepian tempat tidur dan bersiap untuk menyuapi Jesica untuk makan.
"Mah, Mamah pengen tahu nggak, kenapa aku mual tadi ?" Jesica ingin menceritakan pengalaman konyolnya pada Mama Nita dan Saka.
" Memang karena apa?" Tanya Saka.
......................
Aku harus minum obat ini. Bagaimanapun kondisinya Anak dalam rahimku tidak bersalah dalam hal ini. Jadi aku harus minum obat dari Rumah Sakit ini. Menggenggam wadah obat dengan kuat.
Di tengah kekacauan yang terjadi, Jesica menyempatkan untuk meminum obat resepan Dokter kandungan yang di dapatnya dari Rumah Sakit Wirautama.
Jesica melangkahkan kakinya menuju nakas, mengambil air minum mineral yang selalu tersedia di laci nakas samping tempat Ia tidur. Untung saja air mineral itu di letakannya di dalam laci nakas. Jadi air mineral itu tidak perlu menanggung luapan emosi Jesica. Seperti Bantal, guling, selimut, vas bunga, dan barang-barang lainnya yang sudah tergeletak di lantai.
Di saat Jesica sudah memasukan obat itu ke mulutnya. Entah apa yang terjadi, sehingga di saat Jesica mulai meneguk minumnya untuk menelan obat itu, Jesica malah terbatuk. Hasilnya air yang ada di mulut Jesica tersembur ke mena-mana, obat yang akan di telannya tidak tertelan oleh Jesica. Dan malah terkena gigit oleh gigi Jesica.
Karena merasakan rasa yang sangat pahit di mulutnya Jesica langsung lari ke Kamar mandi. Lalu Jesica langsung memuntahkan obat itu, dan ternyata bukan hanya obat itu yang di muntahkan Jesica. Semua makanan yang masuk ke perut Jesica ikut di muntahkannya juga.
......................
"Hah? Jadi gara-gara itu Kamu mual dan muntah ?" Tanya Saka.
__ADS_1
"Hehehe. Iya Kak." Jesica tersenyum garing.
"Terus kalau perubahan sikap Kamu jadi manja itu karena apa?" Kini Mama Nita yang bertanya.
"Aku nggak manja Mah!" Jesica mencebikan bibirnya. Dia tidak terima di katakan Anak manja oleh ibunya.
"Terus dari minta gendong sama Kak Saka itu apa namanya, bukan manja? Dan lihat tuh ! Orang Kak Saka ada di sebelahnya aja tangannya masih di pegang aja. Kak Saka nggak bakal ilang kok Jes !" Ledek Mama Nita. Menunjuk tangan Jesica yang masih bergelayut manja di lengan kekar Saka yang hanya menggunakan baju kaos Rumahan berwarna navy itu.
"Ini bukan manja Mah ! Jesica cuma lagi pengen aja deket-deket sama Kak Saka." Jawab Jesica tak mau kalah. Sembari menatap ke arah manik mata Saka.
Udah pasti Jesica lagi ngidam pengen deket sama Saka ni. Secara Saka kan Papa dari janin yang Jesica sedang kandung.
"Jes makan dulu !" Mama Nita menyuapi putri semata wayangnya itu.
"Jesi mau makan, tapi Kak Saka yang suapin Jesica." Pinta Jesica dengan suara yang memelas.
"Saka !" Panggil Mama Nita pada Saka.
"Nih !" Menyerahkan piring berisi makanan pada Saka.
Saka mulai menyuapi Jesica. Jesica makan dengan lahap dari tangan Saka. Terlihat Jesica bersendawa karena baru saja meminum air.
"Kak Kenyang." Ucap Jesica pada Saka yang sudah siap memasukan sendok ke mulut Jesica.
"Kakak aja deh yang makan. Jangan di buang !Banyak yang nggak bisa makan makanan kayak gini di luaran sana. Jadi kita harus banyak-banyak bersyukur atas yang kita punya saat ini." Jesica mengambil alih sendok yang berada di tangan Saka. Lalu Jesica nenyuapkan sendok itu ke mulut Saka. Setelah selesai mengunyah dan menelan makanan yang di suapkan Jesica padanya, Saka langsung minum.
Lalu setelah minum.
Cup
Saka mengecup kening Jesica dengan penuh kelembutan. Sedangkan Jesica hanya tersenyum menerima perlakuan lembut Saka.
Ni Anak berdua lupa kali ya kalau masih ada Mamanya. Tapi setidaknya Aku lega sekarang. Karena Aku tahu Saka sangat menyayangi Jesica. Dan karena itu Aku bisa mempercayakan Jesica padanya. Batin Mama Nita.
Kakak nggak bakal pernah menyesal jatuh cinta sama Kamu Dek ! Batin Saka.
__ADS_1
"Mah Aku malam ini tidur sama Kak Saka ya ?"
Bersambung