Kamu Jahat

Kamu Jahat
Saingan baru


__ADS_3

Dari sejak itu Sean semakin perhatian dan semakin mengejar Yuna.


Namun itu tak berlangsung lama hingga muncullah Aruka penyelamat Yuna yang mampu membangkitkan kewarasan dan membangkitkan kesehatan mental Yuna.


Siapakah yang akan di pilih Yuna antara penyebab rasa sakit atau penyembuh rasa sakit itu.


"Yuna...," Suara yang tidak asing tapi dia tak yakin.


Dia berbalik dan melihat laki-laki tampan dengan pakaian jas lengkap ala pria kantoran yang terbilang sangat berkarisma sangat berbeda terakhir kali dia bertemu yang terbilang penampilannya bebas dengan kaos polos, celana lepis yang tak jauh dengan robekan serta jaket yang menambah kesal bebas dan santai.


"Aruka..., sejak kapan kau ada di indonesia." Yuna menyambut Aruka dengan pelukkan hangat dan terkesan menyambut sang teman.


Beda dengn Aruka dia memejamkan mata menghirup wangi tubuh Yuna, jujur dia sangat rindu dengan sosok baik hati baginya.


"Baru 2 hari yang lalu aku sampai, kau terlihat sangat cantik dengan senyum di wajahmu." Dia tersenyum mengetahui gadis ini tak lagi depresi dan sepetinya dia benar-benar sudah sembuh.


"Ini juga berkatmu, selagi kau di Indonesia. Ayo aku traktir makanan Indo yang perlu kau cicipi." Ini bagai angin yang membuat Yuna lupa akan semua masalahnya.


Di restoran khas indo berbincanglah Aruka dan Yuna.


"Minggu depan aku akan meneraktirmu balik, aku gak mau kau menolak." Sahut Aruka yang menikmati makanan Indonesia.


"Oke, gak masalah." Yuna menyambut tawaran Aruka dengan senang hati.


Sedangkan ponselnya sudah banyak sekali notifikasi pesan maupun panggilan dari Sean hanya bedanya Yuna membisukan semua panggilannya.


.


Sean


Apakah aku salah mengambil langkah ? Apakah aku terlalu egois ingin memiliki Yuna.


Aku sangat menyayangi dan mencintainya, aku harus terus berjuang walau bagaimanapun. Jika memang aku harus bersabar agar dia membuka hatinya aku siap karena memang dari awal aku yang sudah salah kembali menggoreskan luka yang sangat dalam padanya.


Setiap hari tidak luput aku terus menanyai keadaannya, mengajak dia makan, menceritakan keadaanku tapi tidak satupun pesanku yang di balas.


Aku akan terus berjuang dan terus berjuang.


.


Di sisi lain Aruka dan Yuna semakin dekat, mereka saling bertemu hingga satu bulan berlalu.

__ADS_1


Sean masih memperjuangkan perusahaan Yuna sampai dia mati-matian bergadang mencari solusi agar para penyalur juga mau berjuang mempertahankan perusahan itu.


Sampai di satu tragedi di suatu restoran Aruka sedang janjian dengan Yuna di restoran Gaza.


Bertepatan dengan Sean yang akan melakukan meetting di restoran yang sama.


Suasana romantis, Yuna mengira itu adalah tema restoran.


"Waw... restoran yang bagus, bernuansa romantis." Senyum indah terukir sempurna di bibir Yuna.


Melihat itu Aruka sangat senang, lalu ada seorang pelayan membawahkan satu buket besar bunga mawar putih serta satu kotak kecil.


Aruka mulai berlutut sedangkan reaksi Yuna merasa tidak percaya dan tidak mengerti ini adalah situasi apa.


"Yuna, Aku tidak tau sudah sepahit apa yang telah kau lalui selama ini, aku tidak bisa menghapuskan jejak masa lalumu aku hanya bisa menjanjikan diriku akan menerima dirimu dalam keadaan apapun, dan aku akan berusaha menjadikan diriku menjadi alasanmu bahagia selamanya. Maukah kau menjadi pendamping hidupku." Aruka menyodorkan kotak kecil yang ternyata sebuah kalung dengan liontin huruf AY.


Yuna hanya terdiam sampai sesuatu mengalihkan penglihatan mereka.


Di saat yang bersamaan juga Sean melihat semua dan karena syok dia tanpa sadar menjatuhkan tas dan beberapa dokumen.


Sekertaris Sean langsung memungutnya Sedangkan Sean masih menatap tajam.


Melihat sumber suara itu dan melihat kalau orang itu adalah Sean membuat Yuna semakin terkejut.


Yuna yang mengetahui Sean pergi dengan raut wajah kecewa dengan segera mengejar Sean.


Aruka hanya melihat Yuna pergi tanpa ragu meninggalkannya demi orang yang pernah melukainya.


"Aku memang kalah, hatimu masihlah miliknya tidak ada sedikitpun titik untukku." Menatap dengan tatapan senduh.


"Sean.... Sean...." Hujan di luar restoran yang tiba-tiba datang berebutan ke bumi.


Sean yang berjalan ke arah parkiran yang tepatnya di depan restoran itu.


Secara otomatis basah karena tempat parkirannya seperti halaman bebas.


"Selamat sepertinya kau sudah menemukan orang yang terbaik, tenang saja aku akan tetap memperjuangkan perusahanmu tanpa iktan pernikahan kita."Hal itu yang dia ucapkan sebelum masuk ke dalam mobil.


"Sean tunggu...." Sean menancapkan gas dan pergi meninggalkan Yuna.


Tidak tau perasaan Yuna sangat kecewa melihat Sean malah pergi, Yuna maunya Sean mempertahan dan berjuangi dia.

__ADS_1


Derasnya hujan menyapu kulit halus Yuna dan mengenang memori manis Yuna saat bahagia memulai pacaran dengan Sean.


Yuna sebenarnya sangat sayang dan cinta dengan Sean sampai sekarang dia saja sengaja mengabaikkan Sean hanya karena dia takut dirinya akan runtuh dan mengemis cinta pada Sean.


"Sean, jangan pergi." Tapi sayang mobil Sean sudah melaju meninggalkan Yuna yang hanya bisa menatap jalan hampa.


"Apakah tidak ada ruang untukku masuk." Suara itu mengalihkan pandangan Yuna ke sumber Suara.


"Aruka... " Di derasnya hujan Aruka memberikan payung yang ia bawah.


"Aku irih padanya, andai aku lebih dulu yang mengenalmu mungkin ceritanya akan berbeda, tapi bagaimana lagi yang ada di hatimu bukanlah aku melainkan dia."


"Maafkan aku." Aruka pergi melangkah menjauh tanpa payungnya membuat jas dan bajunya basa.


.


Beberapa hari telah berlalu hubungan Yuna dan Sean sangat pasif.


Mereka hanya akan berbicara kalau membahas tentang perusahaan, seperti orang yang tidak saling kenal.


Dan tibalah ini hari persidangan penentuan akan perusahan Yuna terhadap pemilik baru perusahannya.


"Sesuai janjiku, aku akan dapatkan perusahan ini." Dengan wajah datar Sean.


"Sean... " Tapi Sean tidak menoleh sedikitpun ke arah Yuna.


Tapi di sini yang lebih membuat Yuna terkejut adalah pemilik baru yang sah itu adalah Aruka.


"Aruka... " Mata Yuna membulat seakan tidak percaya kalau yang selama ini menyerang perusahaannya tidak lain adalah Aruka yang sudah dia anggap sebagai teman baiknya.


"Yuna... " Jujur saja Aruka juga merasa tidak percaya perusahaan yang selama ini dia incar untuk bangkrut adalah perusahaan orang yang sangat dia cintai.


"Ternyata kamu, Aruka apa salahku." Yuna merasa kecewa air matanya menetes tanpa permisi.


Sean mendekat lalu berbisik.


"Kendalikan dirimu, aku tidak tau ini akan menjadi drama romantis tapi fokuskan pada kemenangan perusahaan ini."


Jujur perkataan Sean menusuk hatinya seakan dia berkata ini bukan waktu kalian saling bermesraan, apa lagi tatapan Sean tidak seperti biasa tatapannya sangat tajam.


Aku hanya bisa diam menelan kekecewaan akan temannya yang ternyata menjadi pelaku hancurnya perusahannya dan kecewa dengan Sean yang semakin acu padanya.

__ADS_1


Happy reading.


__ADS_2