
Tidak terasa hari inipun tiba penentuan untuk mendapatkan Pangeran.
Sasra dan Vira sudah ada di tempat penonton untuk menonton pertandingan.
Vira masih ada rapat, dia berencana setelah ini ke kantor Sean menyerahkan berkas kontrak untuk mengakhiri kerjasama dengan perusahan Sean baru setelah itu dia ke perlombaan bagaimana juga Yuna sudah menganggap Pangeran sebagai anak angkatnya.
Alvaro
Sebelum pertandingan ini Alvaro sudah memeriksa segala sesuatu tentang JB, sampai baru tadi malam pesuruhnya menemukan tempat tersembunyi JB.
Aku sudah menghubungi polisi untuk terus mengawasi di tempat itu karena aku tidak mau mengambil resiko atas pertandingan ini. Segala usaha akan aku lakukan supaya anakku tidak terluka.
" Akhirnya kita bertemu juga " senyum sinisku menyambutnya di saat lomba pembukaan.
" Iya inilah ku tunggu - tunggu "
.
Para pembawah acara
" waw... Bukannya ini adalah para pemain legendaris IT, apa gerangan mereka bergabung dalam pertandingan ataukah mereka akan berlanjut mengibarkan bendera untuk melanjutkan dunia IT "
" Oww... Bisa jadi pasalnya dua - duanya masihlah melekat di hati para penggemar yang kecewa ketika mereka memilih hengkang, akankah sejara IT mencetak rekor baru setelah kemenangan Internasional yang diikuti AL JM Akhir masa jabatannya dulu "
" Sudahlah dari pada menerka - nerka lebih baik kita mulai saja "
.
Kali ini pertandingan one by one. Pertandingan awal player yang menang kelompok lawan jadi skor 1:0.
Pertandingan kedua dimenangkan dengan player kami skor 1 : 1
Alvaro
" Bagaimana sudah ada kabar dari polisi " Alvaro menelpon para pesuruhnya yang disuruh mengawasi tempat itu juga
" Belum bos, belum ada pergerakkan "
" Kabari terus, jangan sampai lengah " di ruang tunggu
" Baik bos "
" Sial... Aku harus dapati Pangeran bagaimanapun caranya " batinku yang masih sangat gelisah
" Emhhh... Kau sangat gelisa " suara yang aku kenal siapa yang punya
" Kak Alex "
" Iya, lebih tepatnya aku takut " terlihat jelas muka gelisah tak menentu
" Jangan tunjukan kelemahanmu didepan musuh kalau kau mau kemenangan "
" Bagaiamana caranya "
" Tenangkan dirimu " memasangakan seperti Handseat kecil ditelingaku.
" Aku akan coba menjaga emosimu dengan memberi interuksi dari jauh "
" Oke, makasih Lex "
" Kau sangat tidak sopan memanggilku Lex, ingat setelah kau dapatkan jangan lupa tanggung jawab dengan gadis manis itu "
" Baik kak Alex " karena percakapan Alex itu membuat aku tenang.
__ADS_1
Sekarang skor sudah 2 : 2 jadi kami seimbang dan yang menjadi penentu adalah aku dan JB.
.
.
Di tempat yang terduga
" Woy kita dapat aba - aba nih, kita harus keluar dari sini bawah anak itu " sahut dugaan A
" Oke... Oke... Sayang sekali anak selucu ini harus dilempar sini dilempar sana iya " dugaan B
" Sudahlah, ini perintah gimana juga kita ngelakui ini agar bisa menyambung hidup " dugaan A
Mereka keluar dari tempat tersembunyi hingga polisi dan pesuruh Alvaro melihatnya.
" Kok perasaan gue gak enak, kayaknya ada yang mejar kita " dugaan B
" Loe kan bawah tas, gendong ke arah depan seperti gendong anak. Didepan ada pertigaan gue akan bawah anak ini belok kanan dan loe belok kiri " orang berdua itu berlari ber iringan. Dugaan A
" Oke, loe harus lolos gimana pun caranya gue tunggu " dugaan B
" Oke... " dugaan A
Mereka berpisah dan dapat mengecoh para polisi dan pesuruh Alvaro.
" Aku tidak bisa berlari lebih kencang kalau aku menggendong anak ini bebanku dua kali lipat, dari pada aku tertangkap lebih baik aku letak anak ini disini. Semoga ada orang baik yang menemukanmu anak lucu " meletakkan anak itu di tempat cafe minuman.
Akhirnya polisi dan peseruh Alvaro tidak menemukan orang itu atau anak Alvaro.
" Maaf bos polisi dan kami tidak bisa menemukan mereka " Pesuruh Alvaro menghubungi Alvaro
" Anak itu " ucap Alvaro emosi
" Ahhhh.... Sial... "
Pertandinganpun dimulai antara aku dan JB
" Akhirnya aku bisa bertanding dengan Rival sejatiku " senyum senang mengembang di bibirnya
" Aku juga sudah tidak sabar mau melihat kemampuanmu akankah masih sama seperti dulu satu level di bawahku " ujarku sombong untuk mengalihakan rasa khawatirku.
" Hahaha.... Kita lihat saja. Tapi aku ada hadia untukmu sudah aku kirim "
Aku langsung memeriksa komputer yang ada di hadapanku dan benar saja ada sesuatu yang dikirimkannya dengan cepat aku membukanya.
Terlihat Pangeran yang sudah mulai bisa berjalan perlahan dengan senyum yang polos dan murni mengatakan pa... pa...
Air mataku sesaat menetes melihat malaikatku itu sudah tumbuh, JB melihatku merasa heran.
" Apakah kau sesenang itu, aku jadi curiga. Siapa anak itu? "
" Itu bukan urusanmu, aku akan dapatkan anak itu "
" Ayo kita lihat saja "
Pertandingan dimulai keadaan sekitar kembali kondusip, aku mencoba membobol pertahanan servernya dan mencoba menanamkan virus yang baru aku buat belum lama ini.
Polanya sedikit berbeda dari cara mainnya dulu ternyata dia sudah mempersiapkannya sepertiku.
Dia menatapku sekilas lalu aku melihat bahwa dia meluai menanamkan virus yang unik anehnya juga virus ini serperti cepat merambat hingga membuat serverku kebingungan.
Tapi aku bisa memulihkannya dan menyerang balik dia.
Dengan mengecohkan dia dengan virus yang sering digunakan untuk mengincar server utama lalu aku tanamkan Virus handalanku agar aku bisa menghapus data - data pentingnya.
__ADS_1
"Woooow.... Pemenangnya adalah AL JM " sorak teput tangan bergemah memenuhi pertandingan
Lain dengan JB dia sangat kesal dan baru mendapat pesan notifikasi menyatakan bahwa polisi dan pesuruh Alvaro mengejar mereka hingga kehilangan anak itu.
" Sial kau AL, kau sudah melaporkan polisi dan memata - mataiku "
" Iya karena aku tidak percaya padamu, di mana anakku sekarang "
" Kenapa kau bertanya padaku bukannya kau sudah dapatkan anakmu " jawab JB marah karena merasa ini semua curang
" Kami kehilangan mereka dan juga anak itu, jadi anak itu masih bersama anak buahmu "
" Sayang yang tidak, ini semua karena kau, anak hilang tidak tau kemana "
" JB ******** " JB lari tidak di sadari disitu ada Sasra yang mendengarnya dan kini Alvaro baru sadar sedari tadi percakapannya didengar wanita ini sesaat air matanya mengalir dalam diamnya hingga tiba - tiba dia pingsan.
Aku menghampiri Sasra yang sudah tergeletak di lantai
" Sa... Sa.... bangun... "
Aku gendong ke arah lobi tunggu disini.
" Sasra kenapa? " sahut Vira
" Dia pingsan, bisakah kau jaga dia disini ada yang akan aku kerjakan, ini penting "
" Mengenai pangeran "
" Iya "
" Baiklah, aku mohon bawah pangeran "
" Tanpa kau suruh aku akan membawahnya, dia anakku Vir " Alvaro berlalu pergi.
Sean
Setelah melihat dan mengamati perkembangan proyek aku ingin pulang tapi diperjalanan aku melihat sopirku seperti tidak enak badan
" Bapak kenapa? Sepertinya bapk lebih pucat "
" Gak papa den, saya cuma flu "
" Iya udah habis ini lebih baik bapak pulang istirahat, oh iya pak berhenti di cafe depan saya mau minum kopi "
" Baik den "
Setelah sampai di depan Cafe itu
" Den saya saja yang belikan "
" Gak usah pak, saya bisa sendiri "
Aku keluar menujuh cafe saat ingin masuk ada panggilan dari ponselku mau tidak mau aku angkat dulu.
" Hallo. Ada apa Resa "
" Dimana kontrak itu kak "
" Sudah kakak omong aku gak mau tanda tangan "
Tiba - tiba seorang ibu - ibu menengurku dengan cepat aku langsung mematikan ponsel
" Mas diperhatikan dong anaknya, Kasihan anaknya dibawah "
Aku sontak menoleh ke arah kaki benar saja ada nak yang memegang celanaku
__ADS_1