
Sean
Penyesalan memang datangnya pada akhir itu yang aku rasakan, andai Permainan sial ini tak perna di mulai mungkin persahabatan kami tidak hancur begini, Taman yang penuh dengan orang ini namun aku masih merasa sangat sepi lain saat itu meskipun malam gelap tak ada orang namun jika dia ada di dekatku semua menjadi lebih baik. Aku sangat merindukanmu Yuna.
Waktu seakan cepat berlalu sudah 5 bulan berlalu
Sasra
Kini fisikku berubah aku semakin gendut beban yang ku bawah semakin berat namun ada kebahagian dia yang aku jaga dan nantikan semakin sehat dan tumbuh kini aku bisa merasakan gerak-gerak di perutku. Karena hal itu kuliahku total ku hentikan akan memgambil semestar depat namun pekerjaanku masih berlanjut untuk makan Yuna dan Vira sering bergiliran mengantarkan untukku.
Alvaro
Aku terus mencari-cari Sasra hingga 1 bulan full, aku ke kostnya namun dia sudah pindah, aku tunggu di kampus namun dia tak muncul- muncul dia benar-benar menghilang sedangkan beban baruku harus segera akan dimulai.
Kini sudah 4 bulan aku bekerja di kantor ini namun dalam kesibukanku bekerja dia masihlah terbayang oleh dirinya.
Bukan aku tak mencari karena bekerja aku masih terus mencari aku kerahkan orang untuk menunggu kost siapa tau di pulang ke kost dan membayar orang di kampus untuk mengamatinya di kampus namun semuanya nihil.
Aku sudah tau kalau Deo bekerja di perusahanku sebagai manejer perencanaan dan aku perna bertanya dia tau kabar tentang Sasra ? tapi yang dia tau hanya Sasra sudah menikah karena buru-buru pernikahannya hanya sederhana jadi hanya Vira yang datang .
__ADS_1
Suatu hari datanglah Vira ke kampus dengan cepat aku menghampirinya
" Vira ...." dia melihatku dengan raut muka yang sangat terkejut
" Alvaro ..."
"Vira ... dimana Sasra ? " hanya itulah yang terus aku tanyakan pada semua orang yang dulu mengenal Sasra
" Aku tidak tau, setelah dia menikah dia ikut dengan suaminya jadi kami gak tau kabarnya "
"Ada apa ini, Vira kamu ada disini ? " datanglah Deo di tengah-tengah pembicaraan kami
" Sayang, aku bawah makanan untukmu, permisi Alvaro " Vira menarik tangan Deo dengan buru-buru sekan menghindariku .
" Kalian tadi ngomng apa " Deo curiga
"Gak ngomng apa-apa "
"Tapi tadi aku lihat kalian ngomong serius "
"Udah di omong gak ngomong apa-apa ihhhh rewel banget jangan ngomong kamu cemburu " aku berdiri dan meninggalkan ke tempat menujuh keluar
" Berhenti.... " aku tepat di pintu ruangannya dan berhenti dia menghampiri dan memelukku
__ADS_1
" Iya aku cemburu ...... aku hanya penasaran kenapa sangat seriu kau dan dia hanya itu, jangan marah "aku baru tau sisi kak Deo yang ini terlalu posesif dan pencemburu
"Kau juga, kita belum satu tahun pernikahan jangan sampai kita berantem dengan hal yang sepele " seruku mengalah
" Iya maafkan aku "
"Oke, jangan di ulangi " seruku menantang
" Siap bos ".
Yuna
Aku sedang sibuk magang dengan Vira dan aku tak bertemu lagi dengan Sean iya mungkin masalahnya dari kampus ini sudah selesai kini seakan tak pernah kenal hilang yang satu mulai dekat namun kalau hati tak bisa cepat berpaling iya itu adalah si Dokter hari ini dia akhirnya Wisuda.
"Selamat udah wisuda "
"Akhirnya kamu datang, kamu yang aku tunggu-tunggu "
"Ihhh... gombal manjang ... ini " aku memberikan bunga untuknya
"Makasih, ayo kita fotoan " kami berfoto
" Aku teraktir makan sepuasnya,,,, ayo " Dia memang baik, ganteng, kaya apalagi sekarang dia sudah sah jadi dokter wauuuuu laki-laki menjanjikan tapi di mataku dia teman cowokku satu-satunya .
__ADS_1