
Yuna
setelah kelahiran Sasra Keesokkan harinya aku akan pergi ke Singapura tempat bibikku untuk menenangkan diri dari semua masalah yang telah terjadi, sebelum aku pergi " Sa gimana keadaan kamu ? " " baik, udah membaik, kamu mau kemana ? berpakaian seperti itu " "aku mau pergi tempat bibikku mau menenangkan diri, ini semua berat bagiku " Sasra memelukku "aku tau ini berat, tapi aku yakin kamu bisa. baik-baik disana " "iya, kalau kau butuh bantuku hubungi aku " "iya " aku meneteskan air mata semua orang yang terdekatku pergi dan harus aku tinggalkan aku menggendong bayi mungil itu " sayangku, tante pergi dulu iya jadi anak yang baik nanti tante akan datang melihatmu lagi " aku memberikan bayi yang belum bernama itu ke tangan Sasra " Vira ..." disana juga ada Vira yang sudah menangis terlebih dahulu sebelum aku mengatakan sesuatu padanya
" Makasih atas semua bantuamu, dan maafkan aku yang harus pergi " "iya gak papa, jaga dirimu disana, kabari kamu keadaanmu " "jaga keponakan kita dan jangan lupa kau juga harus memberiku keponakan juga " " aku akan berusaha kalau aku sudah dapat kau harus mengunjungiku " " pastilah " Vira ikut mengantarku sampai bandara sedangkan Sasra masih di rumah sakit karena keadaannya masih belum stabil.
Alvaro
__ADS_1
Aku masih di rumah sakit dan pagi ini aku keluar rumah sakit saat aku ingin keluar aku melihat ruangan yang ingin aku masuki kemaren sejenak aku pandangi ingin aku masuk tapi aku sama sekali tidak kenal jadi aku pergi berlalu. Di depan ruang pembayaran aku melihat Yuna dan Vira berjalan keluar rumah sakit ini " siapa yang sakit ? kenapa mereka berdua di rumah sakit ini ? mungkin keluarga salah satu mereka. Yuna dan Vira itu kan sahabat "
Sean
Sudah seminggu lebih berlalu setelah Tafani datang itu namun anehnya yang ada di benakku dan bayanganku hanya Yuna, rasa rindu terus menggerogoti aku. Aku pergi ke rumahnya namun rumah itu sangatlah sepi bagai tak berpenghuni dan saat aku menghubungi nomor Yuna no yang di tujuh di luar jangkauan tak berbeda dengan no Vira juga gak aktif.
__ADS_1
kenapa aku harus butuh waktu lama untuk sadar perasaanku ini, dia sekarang telah pergi jauh gak tau kemana benar kata orang kalau penyesalah selalu datang di akhir cerita akankah ceritaku memang sampai disini.
Satu bulan berlalu
Sasra
Aku mulai mencari pekerjaan dan mengejar semesteranku. Hari ini aku di terima kerja dari pagi hingga sore di perusahan besar namun petkerjaanku hanya sebagai pencatat barang-barang perusahaan masuk gaji memang sangat kecil namun lebih baik dari pada aku tak mendapatkannya karena Pangeran anakku masih membutuhkan susu.
__ADS_1