Kamu Jahat

Kamu Jahat
Obsesi


__ADS_3

" terus aku memperhatikannya dan mengikitinya tanpa dia tau sampai aku putuskan akan berjuang mendapat dia namun aku mendengar saat dia di tanyakan pada temannya "


masa lalu


" ehhh Yuna kamu mau punya cowok yang kayak gimana? disini loe banyak cowok yang ganteng dan kaya apalagi kakak tingkat. itu loh kak Ansel Govan " " aiiii kamu ini, aku gak perna mementingka ganteng dan kaya kalau aku lihat dia tidaklah perna tulus dengan orang teman-temannya saja di belinya dengan uang aku sungguh gak mau punya pacar begitu " kau tau rasanya aku sudah di tolak tanpa berjuang karena itu aku berusaha melupakannya namun rasa suka dan sayangku berubah menjadi cinta aku sama sekali tak bisa melupakannya mala aku tambah terbayang-bayang dengan dirinya sampai aku merasa kurang waras.


Dan terus aku melakukan kebiasaanku memperhatikannya secara diam-diam hingga datanglah murid baru yang tak kalah tampan serta kaya dariku sekarang yang menjadi pusat perhatian namun aku juga tidak tau dari mana kami bisa berteman baik aku, Juna dan Abdi. " cewek yang sangat susah bagi gue itu "


__ADS_1


" cantik sih tapi pasti sama dengan yang lain, dia pasti luluh dengan ke kayaan " seru Juna " aku akan kasih kamu mobil yang terbaru kalau kau bisa mendapatkannya " "oke siapa takut " aku gak tau hal gila apa yang membuat aku taruhan dengan Juna yang bisa dikatakan dia teman baikku karena dia seperti mirip denganku.


 “ hey ..... adek


tingkat, belagu banget ! siapa nama loe”


“ aku... kamu emangnya kakak tingkat, jangan sok ketuaan deh


__ADS_1


Fidelis  kalau gak percaya “


“ iya kamu bisa  ajah


ngaku – ngaku nama kak tingkat “


“ terserah deh, ampun gue sama adek tingkat satu ini “


awalnya usaha dia tanpa hasil namun si Juna bukan tipe yang akan menyerah

__ADS_1


kebetulan hari ini pelajaran olaraga kelas kami dengan kelas adek tingkat iya si Yuna dan pak guru yang mengajarkan olaraga sedang ada keperluan, kami sebagai kakak tingkat dipercaya membimbing mereka olaraga semuanya sudah di bagi-bagi kelompoknya si Juna satu kelompok dengannya terkadang aku bertanya kenapa keberuntungan jatuh pada Juna


" kau sekarang percayakan adek kecil " Yuna hanya mentap Juna dengan tajam dan perasaan tidak suka. Dalam kelompok Juna hanya ada 3 orang 2 laki-laki dan 1 perempuan pastinya 2 laki-laki itu sangat gampang diatasi perintahkan berolaraga yang lain apalagi biasanya cowok memang lebih cerdas soal olaraga dari pada cewek jadi iya urusan sekarang hanyalah Yuna. " kita olaraga basket ajah " "aku gak bisa " "iya justru itu kalau kau sudah pintar untuk apa aku mengajarkanmu sudahlah adek kecil lebih baik menurut saja " "aku hanya beda 1 tahun denganmu jangan sebut aku adik kecil " " jangan berdebat terus ini tangkap bolanya " Juna melemparka bola ke Yuna namun Yuna malah menghindar hingga bola terlempar jauh "tangkap, ambil itu " kali ini dia tidak protes dan mengambilnya saat sudah mulai dekat dengan Juna " sini biar aku ajari dari dasarnya " dia mendekat dan memberikan bolanya dengan Juna "kegini posisi tangan, sedikit membungkuk dan mulai menderible bolanya mudahkan " dia hanya menggeleng "cobalah " dia mulai mencobanya namun tidaklah bisa justru bolanya terus terlempar jauh dan terkadang sampai balik lagi menghantam jarinya hingga jarinya ada yang biru "aaa..... hikkkkk... aaa " "kau kenapa ? " dia menutup tangannya yang sakit dengan erat tapi Juna lebih keras tenagahnya untuk membuka " main bola ini yang sangat mudah saja kau tak bisa sampai biru begini jarimu " dia menarik Yuna ke pinggir lapangan "biar aku saja yang mengurus " mencoba menarik tangannya yang bengkak " sini, kau hanya diam " nada suara Juna keras dan sedikit membentak hingga Yuna hanya diam dan Juna mulai memijat jarinya Yuna "emmhh..... " menahan sakit "sabar dulu, memang ini sakit " dia hanya mengangguk setelah selesai dipijet "kamu tunggu dulu disini " Juna pergi dan beberapa saat dia kembali dengan membawah batu es serta kain pendek dan langsung mengompres tangannya Yuna hingga mendingan " udah gak sakit lagi kan " "iya.. " " makasih sudah mau mengobatiku " "iya sama-sama "


__ADS_2