
Hari ini seperti biasa aku kuliah dari pagi hingga sore, dari jam 8:00 sampai 14:40 seharusnya tapi tidak sesuai dengan rencana karena di akhir perkuliahan dosen yang mengajar memberikan tugas kelompok dan ditambah lagi salah satu kelompokku gila belajar orang itu juga yang menjadi ketua jadi harus diselesaikan hari ini juga.
Di perpus kami mengerjakan keuntungnya dia membagi-bagi tugas kepada kami jadi kami gak perlu menunggu yang lain selesai, aku langsung mengerjakannya karena aku sadar aku punya janji dengan orang itu.
Selesai juga tapi jam sudah menunjukkan jam 15:15. Ahhhh sial udah jam segini aku bergegas akan pergi " maaf teman-teman aku pamit mau duluan pulang aku ada janjian ini tugas yang bagianku sudah selesai".
Aku langsung berlari ya ampun aku pasti gak akan keburu kalau jalan dari sini sampai stasiun iya udah naik taxsi ajah, sesampai di sana aku langsung menujuh tempat perjanjian jam udah menunjukkan jam 15:25 dalam hati ku sudah pasra "terserahlah kalau dia gak ada lagi".
Setelah sampai tempat yang dijanjikan aku mengatur pernafasanku dulu yang masih terengah-engah.
Tiba-tiba " kenapa baru datang ?" suara itu mengagetkanku karena berasal dari belakangku
" Ehhh loe ngageti ajah " aku menoleh ke belakang dan aku tau siapa dia.
" Kamu juga kenapa gak ngabari kalau kamu datang telat, aku pikir kamu kenapa-kenapa " dia mendekat denganku dan sekarang ada di hadapanku aku melihatnya merasa bersalah.
"Maaf iya, loe pasti udah lama nunggu di sini " menatapnya.
"Tunggu disini dulu" dia pergi berlari gak tau ke mana apa ada sesuatu yang harus dikerjakan, selagi menunggunya aku duduk dulu karena capek banget habis lari-lari memang benar kalau di buru-burui ke gini membuat sengsara .
"Ini minum dulu" dia ada di sampingku dan menyodorkan air mineral dan tisu aku agak bingung melihat perhatiannya namun dia lebih peka dari dugaanku.
"Kamu sepertinya capek sampai keringetan gitu" dia mengatakan itu aku gak enak menolak kebaikkannya jadi aku mengambil tisu dan airnya dan meminum airnya kini diriku mulai tenang.
" Oke ayok mau jalan kemana ini ?" aku berdiri dari tempat dudukku dan menatapnya yang masih duduk menandakan menunggu jawaban.
" Kok kamu tanya aku, iya terserah kamu mau kemana, aku yang dekati kamu jadi aku pengen lebih tau lagi tentang kamu dari apa yang sekarang aku tau" aku tersenyum.
" Oke jangan nyesel iya kalau ngikuti agenda aku, ayok" mengarahkan tangan mengisaratkan lambaian mengajak.
" Sekarang kita ke kedai kopi yang kemaren ajah karena kamu aku gak sempat minum kopiku" kami ke sana naik taxsi sesampai di sana kami duduk dan memesan.
__ADS_1
"Aku kopi latte kalau kamu"
" Aku gak tau karena aku gak pencinta kopi, minuman bersoda ada gak?"
"Haha..... gak ada lah ini mah bukan cafe yang ada semua jenis minuman, kamu suka manis?" dia diam sesaat sepertinya dia berpikir lalu dia mengangguk.
" Kopi susu ditambah krimnya" aku memesankan minuman untuknya.
"Mohon ditunggu pesanannya" aku mengangguk dan tersenyum ke pelayan itu.
" Karena waktu itu kamu gak sempat minum kopi sebagai permintaan maaf aku akan mentraktirmu, oh iya kamu suka minum kopi iya ? "
" Oke aku terima teraktiran kamu karena kata kamu sebagai permintaan maaf, masalah kopi iya lumayan tapi papa ku melarang kalau aku kebanyakan minum ini aku akan sulit tidur dan karena itu penyebab orang stres katanya papa iya dia selalu ngomel, kamu baru pertama kalikan, enak banget coba lah nanti pesanan kopi yang aku pilihi".
"Oh iya aku belum ada no wa kamu, aku boleh minta no wa kamu? " tersenyum.
"Bolehlah, tapi kau gak akan macam-macam kan sama nomorku ?"
"Iyalah, masih ajah curigaan " dengan nada kecewa.
"Itu no aku, save iya "
" Oke " pelayan datang dan mengantar pesanan kami.
"Selamat menikmati" " makasih "
" Disini cukup rama dan pelayanannya juga baik " dia memperhatikan seluruh keadaan kedai kopi ini.
"Itulah salah satu yang aku suka dari tempat ini selain kopinya " aku pun mulai meminum dan menikmatinya.
Sejenak matakuku melihatnya dia yang hanya memandang kopinya yang ragu bisa di minum apa gak "minum dong Sean, kalau gak enak nanti aku yang akan tanggung jawab".
Aku berkata seperti itu untuk membuat dia setidaknya merasakan dulu sebelum beranggapan itu tidak enak maupun tidak baik.
__ADS_1
Dia ragu namun dia masih mencoba tak menyerah lalu dia minum perlahan tapi lucunya minum kopi kayak mau minum obat ajah " enak juga? manis gurih gitu, kalau yang kamu sama dengan yang aku ?"
Aku tersenyum melihat dia berkomentar begaya seperti iklan-iklan dan kini dia juga penasaran dengan kopiku ada-ada memang orang satu ini " berbeda kalau yang aku agak pahit tapi juga ada manisnya".
" Ternyata banyak ragam rasa kopi itu iya " aku mengangguk .
Selesai kami minum dia tampak sangat semangat " sekarang kita mau kemana lagi?"
Dia bertanya seakan belum puas menjalani tempat ini. Aku berpikir mencari inspirasi sayangnya sama sekali gak ada inspirasi tempat yang bagus di benakku yang akan kami kunjungi "gak ada, kayaknya pulang ajah deh" dengan putus asa.
" Jangan dong, kok cepat banget hari pertama jalan ke kamu aku kan jarang punya kesempatan jalan sama kamu Yuna " raut wajah yang terpancar terlihat sekali kalau dia kecewa.
" Iya bagaimana lagi kita harus kemana kalau kegitu " berbicara baik-baik agar tak menyinggung perasaannya.
" Iya udah biar aku yang memimpin sekarang kamu ikuti aku biar bukan cuma aku yang kenal kamu tapi kamu juga kenal sama aku ayok" Ohhh... dia mulai membuka dirinya aku dipersilahkan duduk taksi terlebih dahulu, sangat aneh diperlakukan seperti ini.
" Astaga,,, bagaimana ini " batinku melihatnya saja aku membuatku tak nyaman.
" Ayok masuk " aku melihat dia sangat semangat kalau aku menolak perlakuannyaitu akan menyinggung niat baiknya dia.
" Makasih " tersenyum, aku masuk mobil itu dan mencoba mengendalikan perasaanku dia masuk menyusulku.
Aku memang berpesan padanya untuk naik kendaraan umum, namun tak kendaran pribadi atau pun umum dia bisa saja bersifat manis seperti tadi sepertinya dia sudah biasa menghadapi wanita.
" Apakah jauh tempatnya "
"Gak bentar lagi nyampek " sampailah kami disuatu tempat dia keluar dan membukakan kembali pintuku seperti puteri.
"Ini tempatnya ayo masuk " seru dia yang membimbingku berjalan menujuh tempat yang ada di hadapanaku ini.
Selamat membaca.
Jangan lupa like, komen dan Vote
__ADS_1
Salam dariku Penulis Ulung03 😘😍.