
___________________________________
Singkat cerita malam ini adalah malam pesta besar-besaran yang sengaja dibuat oleh Alvaro agar semua orang tau Sasra itu adalah istrinya dan agar semua orang tidak ada yang merendahkan Sasra dan juga anaknya.
Deo
" Mau pake baju apa sih, isi koper dibuka semua " Deo menghela nafas pasrah melihat kamar hotelnya sudah sangat berantakan dengan gaun Vira berserakan di mana-mana memenuhi semua sudut termaksud ranjang mereka.
" Issss... Diam ngapa, aku gak konsen mau pilih baju " masih mencoba baju.
Setelah beberapa lama Vira akhirnya terduduk lemas di sofa, Deo menghampirinya yang duduk disamping sang istri.
" Ketemu ? " Vira menggeleng lesu.
" Astaga gaun sebanyak ini gak ada satupun dia pilih, begini ribetnya jadi cewek " batin Deo.
" Mau belanja....? " Vira melirik malas Deo.
" Capek, kamu ajah yang beli. Aku maunya dress panjang warna putih " Vira menidurkan diri di sofa tanpa mendengar pembantahannya Vira sudah tertidur pulas.
" Ya ampun apa yang mau aku beli, ukurannya ajah aku gak paham " membatin Deo.
Kepalanya rasanya pecah melihat kamar ini ditambah dia harus berbelanja baju perempuan sendirian.
Walaupun berat dia tetap pergi ke salah satu butik langganan Vira berharap yang punya butik tau ukuran Vira.
.
Sedangkan Sean baru kemarin sampai ke indonesia membuat dia sangat capek.
" Pak saya mengingatkan kalau bapak di undang ke pernikahan pak Alvaro nanti jam 7 malam, atau bapak tidak mau hadir agar saya kirimkan yang lain untuk mewakili perusahan " embuh sang sekertaris.
Sekertarisnya tau banyak yang harus dikerjakan oleh direkturnya ini, cuma sekedar pernikahan bisa diwakili itulah yang ada di pikiran sekertarisnya yang berusaha meringankan pekerjaan bosnya.
" Tidak usah, saya yang datang. Cancel jadwal saya jam 7 keatas " yang masih sibuk dengan berkas-berkas.
" Baik pak, saya permisi "
.
Tibalah saat pesta itu terlihat dekorasi moderen yang indah serta bernuansa hangat.
Disana sudah ada Alvaro, Sasra dan juga Pangeran ada dipelukan sang ibunya.
Datanglah Deo beserta Vira yang memang sudah memakai dress putih panjang yang terlihat anggun dan seksi.
" Emmhhh.. Senangnya akhirnya baikkan juga " Sasra menyambut dengan pelukkan.
" Itu balasan udah bantu pernikahan kita sayang " Alvaro menyambut dengan bersalaman.
" Akhirnya kalian bisa resmi juga " sahut Deo.
Setelah selesai memeluk Sasra, Vira berhadapan dengan Alvaro. Alvaro yang bersiap ingin menyalami Vira tidak mengira mendapat serangan Vira.
" Ihhhh..... " suara Vira yang seketika menyubit kedua pipi Alvaro yang langsung disambut teriakan kesakitan
"Aawwww.... " teriakan itu membuat tamu lain melihat tingkah kami.
__ADS_1
Dengan sigap Deo langsung menarik tangan Vira dari pipi Alvaro.
" Apaan sih Vira itu, sakit banget pipiku " Alvaro memmegang kedua pipinya.
Sasra juga ikut membelai pipi Alvaro pelan.
" Masih sakit.... " Alvaro menggeleng kini dia fokus pada gadis cantik berbaju krim itu.
" Mungkin Vira jengkel sama kamu jadi dia balas dendam sama kamu "
" Iya kali Sa, ini loh pesta pernikahan aku masa gitu amat " terlihat sekali kejengkelan dalam raut wajah Alvaro.
" Sudah-sudah jangan merengut gitu, kita masih harus menyambut tamu " Sasra membujuk Alvaro yang tadi sempat ngambek karena Vira.
Disisi Vira dan Deo.
" Apaan sih Vir.. Kok kamu ke gitu sama Alvaro, ingat ini pesta dan juga dia atasan aku " kini nada tinggi yang dikeluarkan Deo saat mereka berdua sudah ada di belakang jauh dari hiruk piuk suara pesta.
" Iya gak usah marah-marah, aku. Kan hanya gemes mau cibut pipinya. Kamu tuh jahat bentak-bentak aku " Vira sedikit berlari ke arah taman karena jengkel Deo tidak mengejarnya.
Tak lama datanglah Yuna dengan gaun cantik bewarna hitamnya terlihat seksi, walaupun terkesan berduka tapi bila Yuna yang memakain cantik dan ceria kok.
" Selamat iya, akhirnya bersama juga " Yuna memberi pelukan sayang ke Sasra berbeda ke Alvaro dia berjebatan tangan disertai senyum bahagia.
" Gue juga makasih atas bantuan lo yang udah jaga istri sama anak gue, sebagai rasa terima kasih gue udah siapi hadia untuk lo " Yuna melirik Sasra karena Yuna merasa ini hal tidak baik tapi Sasra membalas dengan gelengan seakan tau maksud lirikkan Yuna.
Belum lama itu pembawah acara itu mengumandankan suara dan terdengar nama Yuna di panggil
" Oke dari kerabat ada yang akan mempersembahkan sebuah lagu yang akan menghibur tamu sekalian marilah kita sambut dengan meriah nona Yuna Islan " gemuru tepuk tangan bergemuruh.
Kalau seperti ini bila dia tidak maka Yuna yang akan malu seketika dia memandang Alvaro kesal sedangkan Alvaro membalas dengan senyuman jail.
Yuna duduk dikursi yang sudah disiapkan dengan mix dihadapannya.
Iringan musik mulai terdengar. Melo... Itulah kesimpulan saat mendengar iringan musiknya.
" Ini pernikahanku kenapa lagunya sedih seperti itu " sungut Alvaro dari jauh yang protes didengar oleh Sasra.
" Salah kau sendiri menyuruhnya bernyanyi saat hatinya kacau seperti itu " sahut Sasra yang masih memperhatikan Sahabatnya itu.
Selepas kau pergi 🎶
Tinggallah disini ku sendiri 🎶
Ku merasa kan sesuatu 🎶
Yang telah hilang didalam hidupku🎶
Dalam lubuk hatiku 🎶
Ku yakin kau pun sebenarnya tak🎶
Inginkan lepas dariku🎶
Taukah kau kini ku terluka🎶
Reff
__ADS_1
Bantu aku membencimu 🎶
Ku terlalu mencintaimu🎶
Dirimu begitu ....🎶
Berarti untukku...🎶
Kau telah mencinta🎶
Dan dicintai kekasihmu🎶
Ini tak adil bagiku🎶
Hilanglah damba tinggalah hampa🎶
Reff
Bantu aku membencimu 🎶
Ku terlalu mencintaimu🎶
Dirimu begitu ....🎶
Berarti untukku...🎶
Lupakanku dalam tidurmu🎶
Yang pernah mencintaimu🎶
Kau memang tercipta🎶
Bukanlah untukku🎶
Selepas kau pergi 🎶
Tinggallah disini ku sendiri 🎶
Ku merasa kan sesuatu🎶
Yang telah hilang didalam hidupku🎶
By. La luna
Tanpa disadari air mata Yuna menetes ditengah-tengah alunan lagu yang ia nyanyikan.
Gemuruh tepuk tangan dari penonton yang seperti masuk dalam alunan lagu Yuna termaksud pria yang berdiri dekat dengan ambang pintu.
Dia terlalu terkesima dengan alunan paduan musik dan suara Yuna yang menjadi paduan harmonis sampai dia belum menjabat tangan atau mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
Pria itu siapa lagi kalau bukan Sean.
Yuna menuruni panggung dan tatapan kedua ingsan itu bertemu.
Yuna langsung melangkah menjauh padahal tadinya dia mau kembali ke dekat Sasra dan Alvaro tapi saat melihat Sean di memilih pergi ke pintu samping untuk menjauhi pria tersebut.
Sean dengan sigap mengikuti Yuna padahal kan yang punya pesta bukan Yuna seharusnya dia menghampiri Alvaro dan Sasra tapi dalam pikiran Sean yang terpenting adalah sosok wanita yang sangat dirindukan beberapa minggu ini tak bertemu.
__ADS_1
-Happy Reading -