Kamu Jahat

Kamu Jahat
Menyerah


__ADS_3

Pupus sudah harapanku, dalam pikiranku aku masih ada kesempatan untuk menggapainya namun hari ini menjawab semuanya. Sasra keluar dengan menggendong anak laki-laki yang masih kecil. Mereka memang keluarga yang bahagia aku hanya menyambut keluarga kecil ini dengan senyum palsu.



semua tentang kita hanya jadi buku memori yang akan aman tersimpan dihatiku. " Aku hanya mau mengantar dokumen ini untuk besok dan siapakan persiapan dokumen rekrutan karya baru dari perusahan cabang lalu beri itu ke sekertaris saya karena saya tidak bisa menghubungi kamu jadi saya langsung datang ke rumahmu " "tidak masalah pak, istri saya kan karyawan bapak jadi pak Direktur berhak " "baiklah hanya itu, saya permisi " "bapak gak minum dulu ? " "gak usah, saya langsung saja " kepergianku di antar dengan senyum manis mereka namun itu yang membuat aku tambah hancur, sudah hatiku benar-benar tak sanggup aku akan menyerah untuk dia semoga kau bahagia .



" kau terlalu pekat menatapnya walaupun dia sudah tak terlihat tapi matamu tak bisa ber alih ke tempat yang lain " "maaf ...... dan terimakasih dengan inisiatif untuk membantuku " "kau sangat terlihat bingung makanya aku bantu, aku juga pergi sudah semakin malam " "terimakasih kak akan bantuannya " " oke,,, istirahatlah dengan baik, Pangeran paman pulang dulu iya".


Kenapa kau datang kesini hatiku semakin berat bila kau terus mencoba masuk "Pangeran tau iya papa datang tadi makanya Pangeran nangis, tapi Pangeran gak boleh ke gitu semuanya demi papa " aku memeluk dan menimang-nimang Pangeran sesekali air mataku menetes mengenang kenangan aku bersama dia.


__ADS_1




Beralih ke keadaan Yuna


Keadaannya semakin membaik dia memang sudah rutin terapi kejiwaan serta mencari waktu luang yang membuat riles iya dia sekarang menggeluti




" Bagaimana hasilku sudah semakin membaikkan dari sebelumnya " seorang cowok asing yang belum lama mintak tolong pada untuk menjadi modelnya dan aku akui dia sangat sabar dan terus mengajarkanku ceria lagi cowok itu bernama Abrahan Weht

__ADS_1




Negeri asing ini seakan lebih baik dari pada negeri sediri bila aku mengingat semuanya seakan ada cambuk yang terus mencambukku namun aku sadari semua kenangan orang-orang yang aku cintai ada disana cepat atau lambat aku pasti pulang meskipun aku tak tau tepatnya kapan.


lain lagi dengan cerita pasangan Vira dan Deo keadaan mereka sedang renggang.


" kenapa kamu dari 2 hari yang lalu selalu menghindariku " aku hanya diam dan terus melanjutkan pekerjaanku menyiapkan sarapan untuknya dia memegang tanganku dan menahanku untuk melakukan aktifitas " kata saja.... kalau memang aku ada salah aku minta maaf " tapi aku melepaskan tangannya yang menggegam punggu tanganku dan pergi dari dekatnya aku juga gak mau berantem namun saat aku menemukan cap bibir merah merak ada di bajunya dua hari lalu saat itupun aku berubah bukan cuma itu hari selanjutnya aku mencium harum parfum cewek yang sangat pekat dan parfum itu bukan milikku maupun dia. apakah dia sudah tidak cinta lagi padaku padahal pernikahan kami belum ada satu tahun namun kenapa dia dengan cepat berubah begini aku tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa.



ada apa dengan istriku ini dia semakin menjauh, apakah aku perna berbuat salah dia aku tanyakan dia malah semikin menghindar kalau seperti ini apa yang harus aku perbuat sungguh membingungkan.

__ADS_1



__ADS_2