
Hubungan kami baik tapi waktu kami bersama semakin sedikit karena dia sedang sibuk akan tugas magangnya di salah satu perusahaan yang besar dan jauh dari kampus iya aku memakhlumi kecuali aku ingin pasanganku seorang pengangguran.
" Nanti kita makan bersama iya " chat darinya ohh... tumben banget dia chat aku pagi - pagi gini
" Makan bersama? apa kamu gak sibuk ?"
" Aku sibuk, tapi aku kangen banget sama kamu " senyumku terukir saat aku melihat balasan manjanya ini aiiisshhh dia pintar sekali merayu
" Baiklah "
" Aku sayang kamu dengan emotikon cium " dia ini semakin berani mengumbar perhatian dan gombalan mautnya.
Aku juga tak mau kalah membalasnya balik dengan " emotikon cium "
Sean
Aku sangat rindu dengan perempuan ini, sambil memandang walpeper fotoku bersamanya dia terlihat manis dengan khas bibirnya yang sedikit tipis dan bewarna mereh delima, tapi kalau aku perhatikan iya dia semakin hari semakin cantik
" Pacarku,,,,, sudah Sean kerja " batinku.
Beberapa saat aku sibuk dengan dokumen yang ada di meja kerjaku hpku bergetar iya aku sengaja karena di tempat kerja dan kulihat foto serta nama dia yang muncul.
Orang yang sudah lama tidak membalas panggilan maupun chatan darinya, aku seakan sudah di lupakan tapi dia kembali muncul
" Hallo ,,,,"
" Hallo ,,, sayang,,,, aku benar-benar rindu denganmu, maafkan aku akhir-akhir ini aku sibuk jadi gak membalas panggilan dan chatmu "
" Oke tidak masalah " dengan nada bicara dingin serta singkat
" Kok singkat banget kamu jawabnya, apa masih marah ? jangan dong " rengek yang terdengar di telingaku
" Aku gak marah " aku tidak bisa mengembalikan emosiku secepat membalikan telapak tangan
" Aku ada kabar baik ,,,,"
" Apa ...? " nadaku masih sama singkat
" Tiga hari lagi aku pulang ... hore,,, kamu senang kan " dia teriak bahagia
" Hahha,,,,, iya pastilah aku senang " terpaksa tertawa
" Tunggu aku disana yang sayang,,,,iya udah aku tutup dulu aku ada kegiatan bayyy sayang "
__ADS_1
" Bayyyy" kami mengakhiri panggilan.
Ini benar - benar kejutan yang luar biasa dia akan datang dan ini menjadi tanda permainan pasangan akan berakhir rasa sesak seakan udara disini semakin sedikit kenapa aku segelisa ini
" Sean kenapa dengan loe, bukannya bagus Tafani pacar loe yang sebenarnya akan datang dan permainan ini akan selesai tapi kenapa hatiku terasa seperti ini berat dan gak mau ini semua terjadi " aku terduduk lemas memegang rambutku yang sama sekali tidak pusing tapi terasa berat.
.
Siang itu aku makan bersama dengan Yuna sesuai dengan janji tapi raut muka yang tidak semangat tidak bisa di tutupi
" Sean,,, kamu kenapa ? sepertinya kamu banyak masalah "
Aku mengalihkan pandanganku yang tadinya ke makanan sekarang ke arah dia " emmhh,,,, kamu adalah masalahku sekarang Yuna, begitu sulit mencari solusi untuk menyelesaikan masalahku ini " batinku
Setelah cukup lama menggantungkan pertanyaan Yuna " gak kok, aku hanya kurang enak badan, kecapean dunia pekerjaan itu bukan gayaku jadi butuh perjuangan untuk menyesuaikan diri " jelasku agar dia tidak khawatir denganku
" Kalau ke gitu pulang lebih awal dan istirahatlah " dia menepuk lenganku
" Iya "
Setelah selesai makan aku bergegas mengantarnya pulang
" Gak usah antar aku lebih baik kau luangkan waktumu untuk istirahan, oke " dia tersenyum, sekarang pacar yang ada di hadapanku ini sangat bijaksana
" Tapi kamu,,,, "
.
Pulang dari kantor bukannya aku pergi pulang ke rumah tapi tujuanku malah gedung yang tidak cukup besar dan banyak orang bermain bliar " Woy bro loe datang " yang lain menyapaku
langsung duduk ke sofa yang di sediakan oleh tempat ini " gue pesan alkohol 1 botol " Andi menghampiri gue
" Loe tumben minum alkohol biasanya loe minum saat pesta kalau gak loe lagi galau " duduk di sampingku sedikit lebih jauh
" Sibuk loe Di, main sana " Andi pergi aku mengeluarkan rokok dan terkadang meminum alkohol yang baru datang.
"Andi kayaknya ada yang salah sama Sean kenapa kebiasaan buruk itu dia lakukan lagi " mengarah pada rokok dan minuman alkhol yang ada di meja
" Iya sepertinya dia ada masalah yang gak bisa dia selesaikan "
" Dia lagi berantem sam cewek daki itu, loe ada no nya gue rasa suruh ceweknya jemput dia dari pada dia sampai besok pagi ke gini terus "
" Kita ajah kenapa yang ngurus dia "
__ADS_1
" Loe gila nunggu dia mabuk mau berapa banyak alkohol sama rokok habis tunggu dia mati over dosis " bener juga Sean tahan dengan alkohol tapi bisa berakibat fatal setelahnya dia bisa hampir mati iya pengaruhnya efeknya setelah beberapa menit dia berhenti minum
" Oke gue sms cewek itu "
" Loe ada Di" tatapan temannya Sean yang satu lagi seakan curiga
" Ada, saat dia nanyai rumah Sean gue tawari no gue kalau-kalau dia kesasar "
" Orang baik hati " gaya ngeledek
" Diam loe Setan "
Yuna
Malam itu aku dapat chat dari Andi teman Sean kalau Sean sedang mabuk
" Kok dia mabuk, tadi katanya dia gak enak badan " jengkelku mendapat berita langsung saja aku kesana.
Sesampainya di tempat itu aku melihat iya dia minum dan sudah habbis 3 setengah botol aku duduk di hadapannya
" Yuna kenapa loe kesini " nadanya bergetar dan sedikit lebih tinggi dari biasanya
" Gak boleh gue kesini lihat loe " jawabku cuek
" Loe tau dari mana gue disini " aku tak menjawab pertanyaan itu
" Tolong ambilkan gue gelas kosong " aku menatapnya
" Sean gue hanya mau lihat loe ajah, jujur aku gak pintar memerintah orang karena semua orang punya pemikiran dan haknya masing-masing "
" Apa sih maksud loe " dia masih menatapku tajam.
Gelas yang ku pesan sudah datang akupun mengisihnya dan langsung minum dengan sekali tengguk
" Dan aku harap kamu seperti aku, karena aku punya hak kebebasan juga " tersenyum lalu aku menuangkan lagi dan hendak meminumnya
"Yuna ,,,, hentikan " dia menatapku tapi aku masih meminumnya dia berpindah tempat duduk tepat di sampingku dan mengambil gelas yang sudah kosong dari tanganku
" Hentikan Yuna, sudah hentikan " aku terus memancing kesabarannya terlihat dari raut wajahnya sedikit memerah
" Kau sudah dua botol lebih meminumnya dan aku hanya dua gelas kau semarah ini denganku bagaimana denganku " Nada suaraku semakin meninggih karena sangat kesal kami saling tatap menatap lalu dia berpaling wajah denganku tapi aksiku tak sampai di sana aku mengambil rokok yang ada di meja dan mengambilnya beranjak mendekati Andi
" Andi gue minjam korek loe "
__ADS_1
" Korek,,," tentunya Andi terkejut dengan permintaanku tapi dia memberikannya aku pun menyalahkan rokokku itu.
Sebelum aku hisap rokok yang tidak bersalah itu berakhir teragis di genggaman erat tangan kekar itu.