Kamu Jahat

Kamu Jahat
Bersyukur


__ADS_3

Sesampainya di kantor Yuna " maaf bisa bertemu dengan dengan ibu Yuna " " sudah ada janji sebelumnya " " belum tapi tolong katakan kalau yang bernama Sasra sedang berkunjung " " baiklah bu, tunggu sebentar " aku menunggu di lobi perusahaan itu tak lama kemudia datanglah Yuna sendiri " Sasra.... " kami berpelukan melepas rasa rindu sudah lama sekali kami tidak bertemu " kenapa kau repot-repot datang kesini, padahal aku sebentar lagi mau mengunjungimu kembali " " kau ini wanita jahat kenapa tak mengabariku pulang ke Indonesia " "maafkan aku, sebenarnya aku mau buat kejutan padamu tapi aku sibut mempelajari perusahaan " "okeoke wanita karir " kami tertawa bersama....


 


" Kita ngobrol sambil cari tempat makan yok " "bukannya ini belum jam istirahat " "biarlah waktu\-waktu seperti ini sangat jarang ditemukan " Yuna masuk ruangannya dia mengatakan untuk mengambil tasnya tak lama kemudian dia keluar dari ruangannya.


" Aku akan telpon Vira, dia pasti senang kau datang " " bagaimana keadaan dia apakah dia sudah mau memberiku anak angkat yang baru " " belum, tapi hidup mereka tentram-tentram saja " "baguslah " .


 


Di tempat Restoran


Datanglah Vira dan dia sangat terkejut melihat Yuna karena aku membuat janjian padanya tanpa mengatakan kalau Yuna sudah pulang.


" Yu.... naa..... " matanya berkaca-kaca seakan dia sangat terharu.


" aku kembali " di sambut senyuman hangat Yuna dan Vira berpelukan akupun mengikuti memeluk mereka berdua. " Akhirnya kita berkumpul juga " seru Yuna yang sudah deras menitihkan air mata " kau sudah berusaha keras kawan, kau terbaik " balas Vira.


Kami makan bersama sambil tertawa riang


" oh iya aku penasaran bagaiman kau bisa, menghadapi sulit itu " Vira bertanya namun muka Vira dan Sasra serius ingin menyimak cerita dariku.


" Sesampai disana dikeluargaku aku masih belum bisa mengontrol keadaan mentalku masih jadi seorang pemurung tidak makan, kadang lupa meletaka barang, lebih banyak tidur, melamun, menangispun tidak " aku menatap mereka masih setia mendengarkan ceritaku " Dan keluargaku mengirim seorang Psikolog dan tak lain adalah Dokter Bunga Ahli Psikologku biasanya . Banyak hal yang dia saran kepadaku salah satunya untuk jalan-jalan ke taman disana tamannya sangat bagus dan masih asri namun aku tak menikmatinya aku hanya duduk melamun terus itu yang kulakukan walau sia-sia namun terus saja aku diantar ke taman duduk melamun. Suatu hari aku diantar ke taman lalu sengaja di tinggalkan agar mungkin aku akan berinteraksi dengan orang lain, tiba-tiba ada yang memoteretku "


Flashback


" ckrekk..... ckrekk... "



" kau sangat cantik, anggun namun kenapa kau duduk melamun terus, aku perhatikan beberapa hari ini kau hanya duduk melamun " aku sama sekali tak merespon kata-katanya hingga dia menarik tanganku, aku menatapnya dan mengikutinya, kalian tau dibawah kemana? " aku bertanya pada Vira dan Sasra berharap mereka bisa menjawab.


Vira


" kau dibawah jalan-jalan ke mall kan "


Sasra


" aku rasa di bawah ke taman hiburan agar kau bahagia lagi "


" kalian semua salah, dia membawahku ke panti asuhan yang bagiku tak layak jadi panti asuhan "


" kenapa "


" saat aku masuk, banyak anak kecil sampai-sampai ada yang masih bayi mereka bekerja membuat sebuah kerajinan tangan tangan mereka sampai lecet-lecet hanya untuk sepiring nasi, sebutir telur dan sepotong tempe "


" bukannya biasanya ada para donasi yang memberikan sumbangan " sahut Vira


" memang ada tapi donasi tak sebanding dengan jumlah anak disana apalagi kebutuhan terus mengalir beruntungnya mereka ditawari membuat kerajinan tangan itu, sepiring nasi, sebutir telur dan sepotong tempe disambut sorakkan pada mereka itu lah yang membuat aku menitihkan air mata "


" kami juga tersentuh sayang " tambah Sasra

__ADS_1


" aku bukan tersentuh tapi benci diriku sendiri, aku lupa bersyukur keadaanku sama seperti mereka kehilangan ayah dan ibuku tapi lebih beruntung aku bisa merasakan kasih sayang ayah hingga aku dewasa dan aku bisa makan serta minum tanpa aku takut tak makan lagi kemudia hari. Itulah yang mengobati sedikit demi sedikit emosiku serta aku coba membantu dengan jadi model pemuda tadi jika mendapatkan upahnya aku donasihkan ke panti asuhan itu "


" kau telah melalui banyak hal sayang " Sasra menangis


" Tapi kau bisa melewatinya dengan baik, semangat " senyum manis menandakan rasa semangat untukku.


.


.


.


Alvaro


Bagaimana aku mengahadapimu bila setiap hari aku harus pura-pura melihatmu sebagai pegawaiku padahal ingin sekali aku berduaan membicarakan tentang kita dan ingin sekali aku bertanya apakah anak yang kau gendong waktu itu adalah anakku.


Aku masih setia menatap fotomu yang terpajang di mejaku



" Sasra.. aku ingin kau memelukku dan tak bersifat cuek dan menghindariku ".


" tok... tok... "


ada yang mengetok pintu ruanganku


" iya masuk "


terlihat wanita cantik masuk ia adalah sekertarisku


" saya sudah dapatkan sempel anak nona Sasra pak " menunjukan bungkusan padaku


" kau dapat mana " aku sedikit terkejut tak percaya sekertarisku mendapatkannya


" aku ke rumah nona Sasra kebetulan hanya ada pembantunya jadi saat dia ambil minum saat itu juga aku ambil rambutnya "


" baiklah, aku akan membawahnya ke rumah sakit " aku tersenyum bersemangat


" tolong hendel dulu sebelum aku kembali "


" baik pak ".


.


.


.


Sasra


Aku kekantor seperti biasa namun aku mengubah penampilanku dengan memotong rambutku aku sadar kritik-kritik dari para kru karena aku sudah mengambil keputusan jadi model itu aku juga harus berjuang sampai akhir.

__ADS_1



" waooo.... nona Sasra seakan wajah baru, aku sangat menyukainya, benarkan pak Alvaro " seru ketua kru. Aku lihat Alvaro hanya menatapku tajam aku tak tau dia memikirkan apa sekarang.


" iya, cukup bagus "


"apa yang aku harapkan, dia akan memuji jangan bodoh Sasra " dalam batin yang merasa kecewa.


" ayo kita mulai pemoteretan, Nona silakan ganti baju yang sudah disiapkan "


" baik pak "


Pemoteretan dimulai






" nona Sasra boleh saya minta tolong "


salah satu kru pemoteretan


" saya kan ada proyek modelnya tipenya sama sepertimu tapi pasangan aku hanya mau mengatur konsep tolong bisa kah kau jadi mood modelnya "


" apakah aku bisa pak "


" lakukan seperti biasa biar aku mengaturnya "


" baiklah "


Saat akan mulai pemoteretan


" pak Alvaro kok disini " aku melihat dia ada disebelahku


" aku membantunya mencoba jadi model "


" bapak yang jadi modelnya " pak Alvaro hanya mengangguk pelan




" ya ampun kalian manis sekali sangat dapat fellnya seperti pasangan sesunggunya "


" makasih pak "


" saya yang harusnya makasih sama nona Sasra dan pak Alvaro "

__ADS_1


Jantung ini berdetak sangat kencang tak ada yang berubah sama seperti dulu jantung ini memang tak bisa dibohongi, sudah lama dada itu tidak aku peluk begitu hangat dan nyaman ingin sekali aku hentikan waktu tadi agar tak berakhir.


selamat membaca, jangan lupa like, comen dan vote.


__ADS_2