Kamu Jahat

Kamu Jahat
obsesi yang menyiksa


__ADS_3

Semenjak itu lah Juna dan Yuna semakin dekat hingga kabar mereka pacaran terdengar ditelingaku " woy bro gue udah pacaran sama Yuna loe bisa nepati janji loe mobil bos " "oke sesuai perjanjian dan gue mau ngasih villa gue kalau loe bisa lakukan sesuatu untuk gue yang berhubungan dengan Yuna gimana loe mau tantangan ini " "boleh " kau tau Juna gak perna ada hati dengan cewek itu dan ini semua bukan salahku semata .


aku sangat geram mendengar cerita ini ingin sekali aku habisi orang ini dengan tanganku sendiri namun cerita itu belum selesai.

__ADS_1



Tibalah dia benar-benar bisa bawah Yuna dan gue sedikitpun gak tau cara dia berhasil bawah cewek itu dalam ke adaan seperti orang diculik dikursi dengan tangan, kaki diikat serta mata di tutup gue memang yang nyuruh dia bawah namun semua sampai dia ada disini atas otak bulusnya.

__ADS_1


" lalu apa yang kau lakukan dengan Yuna hingga dia trauma seperti itu " "kenapa kau tak tanya dengannya, dia sudah ingat semuanya " " dia sudah ingat " "berarti waktu itu adalah hari-hari terberatnya benar-benar bodoh aku ini menyakitinya di saat dia membutuhan seseorang aku merasa orang yang paling brengsek gak jauh bedah aku dengan bedebah ini " batinku "


Alvaro terus menghindar sebisa mungkin tidak berinteraksi dengan Sasra walaupun sangat sulit iya jalan keluarnya Alvaro jarang masuk kantor " kenapa dia jarang masuk kantor iya? apa dia sedang sakit? " diriku membatin " maaf bu sekertaris kenapa kok kantor ini sepi sekali " "proses perkantoran tetap berjalan tapi semua metting di tunda sampai direktur datang " "memangnya direktur kemana bu " "tidak ada kabar dari direktur, jadi bantu saya mengendalikan ini semua " "baik bu "

__ADS_1



apa dia syok melihat aku sudah mempunyai suami dan anak aku tau dia benar-benar kecewa mungkin ini cara dia menenangkan diri. Saat siang hari " astaga pak Direktur angkat dong " sekertaris itu keluar ruangan dengan menggenggam hp yang di dekatkan dengan telinga "bagaimana ini " "ada apa bu ? " " ada ke adaan gawat banget datang perusahan luar negeri yang datang tanpa jadwal dan ingin menyambung kontrak sedangkan direktur gak ada aku ingin menjemput dari rumahnya namun aku juga harus mengendalikan keadaan disini " saya saja yang akan menjemput pak direktur ibu kendalikan disini saja saya minta alamatnya saja " aku segera pergi ke alamat yang diberitahukan namun alamat itu sungguh membuat aku benar-benar terkejut kalian tau alamat yang dimaksud adalah tempat yang penuh kenangan kami berdua iya itu adalah apartemen yang dulu aku mengetok pintu apartemen itu " tok.... tok.... " tak ada jawaban aku mengetok lagi " tok...... tok..... tok.... " rasa penasaran ku semakin besar apakah kunci sandi apartemen ini masih sama atau sudah di ganti aku yakinnya sih sudah di ganti namun rasa penasaranku semakin memuncak akupun mencoba membuka kunci pintu dan bunyi "krrrekkkk " tanda kunci cocok dan pintu terbuka " astaga ya tuhan semuanya belum berubah jangan-jangan perasaan Alvaro padaku juga gak perna berubah " batinku "aku harus apa Alvaro kalau kau begini terus kita saling menyakiti " aku masuk ke apartemen itu semua terlihat gelap dan sepi perlahan aku telusuri ruangan ke ruangan sampai ke kamar dan disana ada Alvaro yang tidur namun wajahnya sangat pucat.

__ADS_1


__ADS_2