
........ Selamat Membaca ............
(Sean )
Sore itu setelah menolong Yuna aku langsung pulang dengan kecepatan maksimal saat sampai di rumah
“ kak ,,, dari sekolahan disuruh mengundang orang tua ataupun wali untuk menyaksikan festival amal kami “ aku berjalan melalui
adikku
“ Nanti ajah di bicarakan Resa aku saat ini sedang emosi “ aku mengambil minum di dapur
“ Apa kakak berantem dengan kak Yuna “ tanya Resa khawatir
“ Huhu,,, “ aku tersedah karena kaget dengan celusan adekku ini
“ Oh kayaknya bener deh sampai tersedak gitu “ cetus Resa memutar bola matanya
“ Berantem apaan kami udah gak ada hubungan lagi “
“ Pantes kakak berubah jadi orang yang seperti makanannya lagi dicuri sama orang, iya jadi uring-uringan “ ucap adikku malas
“ Gak ada gue berubah”
“ Iya lah kakak gak nyadar kan baru kali ini kak marah - marah gini, biasanya kalau ke kak Tafani pasti kak Tafani yang ngalah sama sifat kakak “ tutur sok taunya
“ Bawel kamu “ aku pergi berlalu ke kamar dan menutup pintu kamarku dengan cepat agar pengekor itu tidak ikut.
Apa bener gue jadi emosian gak tentu kalau yang berhubungan tentang Yuna jujur saja saat dia mengatakan putus dan pergi ingin sekali aku memegang tangannya dan mengatakan jangan pergi namun itu memang gak mungkin ini sudah takdir, udah lupakan dulu hari ini aku benar - benar capek menghela nafas kasar lalu membenamkan kepalaku ke empuknya bantal.
(Alvaro )
Aku lagi - lagi melihat dia tidur ini sebenarnya momen - momen keberuntunganku aku bisa menghabiskan waktu dengannya
“ Sa gue sayang banget sama loe, gue mau loe jadi satu - satunya wanita gue selamanya dan ibu dari anak-anak gue “ aku mencium keningnya .
Aku melihat alis tipis, dagu runcing, bulu mata lebat, bibir tipis, hidung pesek dan pipi sedikit tembem dia benar - benar imut karena melihatnya aku tersenyum
“ Ini perlu di abadikan “ aku mengambil hpku dan ku foto dia tak lupa juga kami berfoto bersama tapi di masih tidur
“ Emmmhhhh,,, huaooo “ dia menguap
“ Ahhh,,, Varo loe kok disini “ dia menutup mukanya di malu karena tadi menguapnya tak di tutup
“ Hahaha,,,,,, kamu lagi di mobilku “
“ Jangan ketawa, nyebeli kamu tadi lihat aku tidur “ dia memeriksa belak dan iler tapi dia sama sekali gak ileran kok
__ADS_1
“ Ngapa malu sih, aku loh udah lihat semuanya kok “
“ Tau ah,, “ gaya ngambrknya dia berniat keluar tapi aku hentikan dengan menarik tangannya
“ Gue mau ngomong sama loe, jangan pergi dulu dong jarang - jarang kita punya waktu gini “ seruku menatap memohon dengannya
“ Oke “ kami diam sejenak
“ Tadi katanya mau ngomong “
“ Oh iya lupa “ sangking groginya padahal udah lama pacaran masih ajah
“ Hahaha,,, baru sebentar kok
lupa QI nya tinggi bisa lupa gitu iya “
“ Iyalah loe kok ada di hadapan gue “ sungutku jujur
“ Apa hubungannya gue ada di hadapan loe “
“ Jantung gue terlalu cepat berdetak kalau ada di hadapan loe buyar deh yang gue pikiri tadi“ Pipinya sontak memerah bagai tomat isss tambah gak karuan di jantung
“ Apaan sih gombalan receh “
" Biarlah buat kamu tertawa gitu
“Hahhahah,,, cepet ah apa yang mau di omongi “ dia kali ini memandangku dengan serius
“ Gue 3 hari lagi mau bertanding di Australia selama 2 minggu jangan lupa nonton gue dan jangan ganjen “
“ Apaan sih gak ada aku ganjen kamu disana mungkin nakal apa lgi cewek disana cantik - cantik dan aduhai “ terlihat dia memonyongkan bibirnya yang tipis itu
“ Secantik apapun cewek disana gak sebanding dengan kamu kok “
“ Udah ah, aku bener - bener kenyang dengan gombalan loe “ dia terus mengelak tapi raut mukanya senang
“ Oh iya gue udah kirim uang di no rek loe “
“ Kenapa loe kirim gue uang? “ Dia terkejut
“ Kalau gue disini takutnya loe ada yang loe butuhi walaupun gue gak bisa disini setidaknya sedikit keperluan loe gue bisa penuhi tolong terima kali ini “
“ Tapi uang aku masih cukup “ aku menggenggam tangannya
“ Tolong terima uangnya gak banyak kok iya hanya cukup beli makan iya bisa loe gunakan juga untuk tugas
kuliah “
__ADS_1
“ Oke kali ini ajah “
“ Iya udah gue turun iya “ dia memeluk gue walau sebentar namun pelukkannya begitu hangat seperti aku di peluk oleh ibuku
“ Oke mimpi indah “ melambaikan tangan
“ Kamu juga “ aku membalasnya dengan senyuman.
(Sasra )
Aku sangat sayang padamu Varo aku gak tau gimana perasaanmu ke aku
tapi kamu adalah laki - laki kekanak - kanakanku dan hanya kamu yang akan mengisih hatiku.
Aku akan berusah bahagiai kamu untuk menebus waktu kecilmu yang kesepian. “ iya ampun aku lupa beli pil itu kalau mau ke apotik jauh dari sini kalau naik taksi mana da taksi lewat sini kalau jam segini, besok ajah lah “ alhasil tertunda lagi aku juga tak yakin besok akan terbeli.
Keesokan Harinya
(Yuna )
Pagi ini aku sudah ada di kampus aku berharap dia tidak ke kampus padahal dia sudah tamat tapi masih ajah kekampus dan doaku terkabul
dari pagi hingga ujian pertama ini selesai aku tidak bertemu dengannya kini aku dan Vira akan ke kantin Sasra sedang mengerjakan tugas kelompok karena selesai
masa ujian minggu ini kelompoknya yang akan persentasi jadi hanya aku dan Vira.
“ Vir,,, “ panggil seseorang dari kejauhan yang perlahan terlihat ternyata kak Deo, vira pun menghampirinya
“ Yun, kayaknya aku mau pergi sama Deo dulu, kau pergi dulu ajah “
“ Oke “ ya,,, aku sendiri jadi urung aku ke kantil lebih baik aku ke perpus di perjalanan mau ke perpus aku melihat seseorang membawah buku
banyak sekali hingga mukanya tertutup buku yang menumpuk dihadapannya itu sekarang dia sedang kesusahan ingin mengambil salah satu buku yang terjatuh
tepat di dekat kakinya
“ Tolong bantu gue ambili buku yang ada di kaki loe “ dia meminta tolong padaku yang kebetulan tepat ada dihadapannya aku ngambil buku itu dan berniat membantunya jadi aku
ambil sebagian buku dari tumpukan yang dia pegang itu hingga mukanya terlihat
“ Loe Sean ,,,” aku terkejut yang ingin aku bantu ternyata Sean buku yang aku ambil itu langsung aku taruh lagi ditumpukan tangannya lalu pergi
“ Woyyy bantui ngpa,,, astaga gue kesusahani“ dengan nada tinggi seakan memanggil
“ Gak mau, kerjai ajah sendiri “ aku pergi menjauh darinya meninggalkan dia kesusahan.
" Aku menghindar kok mala dia tiba - tiba ada dihadapanku sih, nyebeli banget buat turun moodku " gerututku dalam hati masih melangkah terus menjauh darinya agar dia tidak bisa mengejarku. Iya kali aku kan lagi proses move On bisa gagal ini kalau begini terus.
__ADS_1