Kamu Jahat

Kamu Jahat
Sayang Dua - Duanya


__ADS_3

 Sean


" Sean gue tunggu loe di klub tempat biasa sekarang ruangan VIP no 1109 " Tafani chat gue , apa yang dia inginkan padahal dia baru saja sampai semenjak itu hp ku penuh dengan notifikasi chat ataupun panggilan darinya.


Aku langsung pergi menuju klub, sesampainya di sana " woyyy.... bro loe baru maen kesini udah lama gue gak liat loe " seseorang menyapaku


" Gue sibuk bro, gue ke atas dulu " aku pergi keruangan yang sudah ditentukan dengan Tafani saat sampai disana aku melihat sudah banyak sekali botol wine dan bir di meja.


" Kenapa loe minum ? bukannya loe udah di antar Andi tadi " masih kaget melihat keadaan Tafani sekarang


" Sandiwara.... semuanya hanya drama "


dia berdiri dan menghampiriku


" Sean,,,,, gue tau semua hanya drama, tapi hati gue sakit banget loe perhatian sama cewek itu " dia menarik kemeja lenganku dan memukul dadaku


" Kayaknya loe udah mabuk, gue antar pulang " menepiskan tanganku yang akan menuntun jalan mau pulang

__ADS_1


" Jangan mengalihkan semua pertanyaan gue , itu percuma gue ingeti ke loe Sean. Loe hanya milik gue Sean gue pacar loe sebenarnya bukan dia " suaranya meninggi tatapannya senduh dengan matanya yang sedikit berair dan memerah.


" Iya gue tau, gue pacar loe iya udah ayok pulang " aku tak menyerah untuk mengajaknya pulang


"Gue gak mau pulang, antar gue ke hotel gue udah pesan "


" Kenapa loe gak pulang, sekarang loe malah mabuk "


" Dasar cowok gak peka, gimana gue bisa istirahat kalau loe selalu membuat gue cemas "


Tafani.... loe emng cewek manja tapi sisi loe yang ke gini buat gue suka dan betah sama loe selama ini ada rasa sayang atau mungkin cinta.


Namun kau sudah lama menjadi pacarku hanya ingin di mengerti terus tanpa mau mencoba mengerti gue, iya tetap loe masih membuat aku begitu cemas setiap saat aku benar - benar bingung siapa yang sebenarnya ada di hatiku atau mungkin kedua - duanya.


Di kamar hotel aku memapahnya ke tempat tidur saat aku hendak akan pergi


" Sean.... jangan pergi,,, jangan " dia menarik bajuku sepertinya dia tidak bisa di tinggalkan aku berniat tinggal sebentar dengan tiduran di sampingnya dan mengelus rambutnya namun niat hanyalah niat karena aku ketiduran disana.

__ADS_1


Saat aku bangau ada rasa bersalah dalam diriku pasalnya belum lama aku tidur dengan Yuna dan sekarang aku satu ranjang dengan Tafani sungguh membuat aku seperti laki-laki berengsek yang mau meniduri semua cewek walaupun sebenarnya tidak terjadi apa-apa, sunggu membuat aku merasa bersalah dengan kedua wanita cantik itu.


" Udah bangun sayang " aku menyambut paginya Tafani dengan bahagia untuk membuat dia lebih baik dia langsung memelukku


" Aku ingin menebus waktu lamaku yang tak bertemu denganmu. Sean, disana aku begitu tersiksa menahan ingin menghubungi dirimu kau tau itu sangat sulit bagiku " aku menepuk pelan punggungnya untuk menenangkannya wanita yang kusayangi ini.


Ternyata cewek terkenal, manja dan sensitifnya tinggi ternyata saat dia rapuh dan lemah jadinya seperti ini " Iya aku disini, jangan sedih " kataku lembut


" Gak usah kerja magang " rengeknya menatapku senduh yang membuat aku tak bisa melawan dengan permintaannya ini


" Baiklah aku akan izin, kita mau apa emangnya " menatapnya lagi


"Jalan-jalan pokoknya seneng-seneng sama kamu " tersenyum cerah yang baru aku lihat dari tadi malam.


Hari ini jadi hari yang panjang pasalnya kami menghabiskan waktu untuk menebus waktu yang sudah lama hilang.


Aku pergi belanja dan makan serta jalan-jalan seperti dulu saat kami pacaran tapi kali ini lebih intens dan waktu yang kami habiskan dari pagi hingga malam seakan hari esok tidak ada " Sean.... tunggu sebentar lagi kita akan akhiri drama kita dengan puncak drama yang sangat menarik jadi bersabarlah " dia menatapku mengelus pipiku lembut.

__ADS_1


Ternyata aku memang hanya sebentar lagi punya waktu dengan Yuna ini memang hanya suatu permainan iya harus... harus di akhiri tapi dari lubuk hatiku nama kalian bedua tidak bisa dipungkirkan.


 


__ADS_2