
SELAMAT MEMBACA
Ternyata cowok asing itu Ansel dunia ini sangatlah sempit sebenarnya apa yang terjadi hingga dia bisa bebas jika memang dia yang menculikku seharusnya dia ada di penjara.
Aku duduk sejenak namun dari samping ada yang menarik tanganku " hahhaa.... kita memang jodoh iya, selalu ketemu " astaga dia memang panjang umur baru aku pikirkan sudah ada dihadapanku namun kini reaksiku lebih waspada karena orang ini seperti orang gila aku gak tau dia bisa apa padaku karena dari ingatanku itu sangatlah menakutkan.
"Lepasih tangan gue "merontah-rontah
"Oke.. oke " dia senyum sinis padaku pelahan aku mundur
"Yuna gimana kamu udah ingat apa belum denganku ? " aku menatapnya dengan tajam tanpa berkata apapun dan berusaha menelpon seseorang tanpa dia tau.
Tangan kananku memegang hp dan berusaha menelpon seseorang " aku gak tau siapa yang aku telpon semoga siapapun dia bisa bantu aku " harapan yang ada di hatiku
" Kalau kau diam begini sepertinya kau sudah tau aku " dia menangkap tanganku dan menarik aku hingga aku sangat dekat di hadapannya
" Kau jangan macam-macam aku bisa teriak " tubuhku mulai gemetar itu tidak bisa dibohongi
"Sekarang aku sudah benar-benar yakin kau ingat padaku, aku senang kau ingat padaku ratuku "
" Oh Allah aku mohon tolong lepaskan aku dari orang ini " berdoa dalam hati
(Sean )
"Kring.... kring..." ponselku berbunyi terlihat nama sang mantan yang tertera Yuna
"Nih cewek tadi marah-marah gak jelas sekarang mala nelpon "aku mengangkat telponnya dengan sedikit sebal dengan sifat sok jual mahalnya
__ADS_1
" Hallo ... " bukan jawaban yang kudengar namun percakapan
" Kau jangan macam-macam aku bisa teriak "
"Sekarang aku sudah benar-benar yakin kau ingat padaku, aku senang kau ingat padaku ratuku " kenapa percakapan ini seperti menyudutkan Yuna sepertinya dia dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
Aku langsung ke arah parkiran untuk mengambil mobil sedari mendengar percakapannya .
" Loe akan dikeroyok masyarakat sini kalau kau berani melakukan hal yang keji " Yuna masih berusaha mengontrol rasa takutnya
"Aku punya caraku sendiri Yuna dan juga kau lihat sekelilingmu ini tempat yang cukup sepi hanya beberapa orang itu bukan hal yang sulit "
"Aku harus menyebut alamat ini segala sesuatu harus di coba walau aku gak tau ini panggilan tersambung atau tidak " terus berpikir bagaimana bisa lolos
" Ini Daerah perumahan elit kota Z terlihat sepi tapi bila aku teriak pasti orang-orang akan datang, kebanyakkan kerjanya di rumah "
" Hahaha...... Perumahan elit ini justru tak berpenghuni kau tak tau atau kau mulai ***** "
Bagaimana ini tamatlah pikiranku semakin kacau yang ada dipikiranku hanya kabur berlari sekuat-kuatnya dengan sekuat tenaga aku menarik tanganku hingga lepas dari genggaman laki-laki menakutkan ini dan lari " Yuna .....kau mau kemana " aku terus berlari
"Sial dia mengejarku ".
(Sean)
" Cukup pintar akhirnya dia menyebutkan alamatnya iya itu tidak jauh dari rumahnya semoga aku tidak terlambat"
__ADS_1
Aku tancapkan gas menujuh alamat Itu " Yuna ... tunggu gue loe harus bertahan, gue gak akan biarkan cowok itu nyakiti loe ".
Yuna
Aku berlari sekencang-kencangnya namun tak sebanding dengan dia yang kakinya panjang jadi iya dua kali lipat lebih cepat dia menarik bajuku hingga sobek bagian lengan hingga mendekati pundakku karena itu juga keadaanku tak seimbang aku pun terjatuh " loe memang gak berubah, lemah "
" Loe.... jangan mendekat... tolong ... tolong " tak kusadari aku berlari ke arah sepi lebih sepi dari yang tadi itulahyang sangataku sesali atau ini memang penyesalanku yang terakhir
" Berteriaklah ..... sekarang aku tau kau memang di ciptakan untukku. Terimakasih Allah hahhaa... " dia mendekat semakin dekat namun aku belum menyerah
"Tolong... tolong... " dia menamparku dan mencekram daguku
"Berisik banget... maupun aku hancur harus hancur sama dengan kamu syang, dulu si Juna itu tololnya lepasi kamu tapi sekarang gak ada yang lepasi kamu " air mataku terus menangis rasa takut yang teramat didalam hati dan pikiranku.
"Sean "
Sesampainya di sana aku langsung berkeliling mencari dengan berlari-lari aku mendengar suara minta tolong saat aku ingin menghampirinya suara itu hilang tapi aku terus menelusuri di dekat-dekat daerah suara tadi "gue mohon jangan sampai gue terlambat " hingga aku berada di tempat sepi, aku telusuri hingga aku melihat seorang cowok mencekram dagu cewek dan sebelah tangan yang lain memegang pisau yang membuat aku semakin marah cewek itu tak lain Yuna.
Dengan emosi yang sudah di puncak aku rahi tangan yang memegang pisau dan menariknya menjauh dari Yuna tanpa aba-aba aku hantampakan kepalan tanganku ke mukanya hingga babak belur tapi dia bukan laki-laki lemah di melawan kami berkelahi hingga dia kabur "tunggu.... Yuna kali ini kamu bisa lepas tapi kamu memang di takdirkan untukku " dia kabur
Aku melihat Yuna menangis dengan menunduk aku perlahan memegang pundaknya " pergi...lepasih gue... tolong "
"Yuna ini gue Sean " dia melihatku aku memeluknya mencoba memenangkannya dipelukkan ku terlihat betapa takutnya dia hingga badannya masih bergetar dan tangisannya masih terdengar dengan jelas
" Aku juga sangat takut kamu kenapa-napa Yuna, aku akan melindungimu dari cowok tadi gak akan aku biarkan dia membahayakanmu lagi aku janji " dalam batinku
__ADS_1
" Udah jangan takut, disini ada aku ".
JANGAN LUPA KOMEN, LIKE DAN FAVORIT