
Alvaro
Sudah 8 bulan aku ditinggalkannya namun rasa sayang dan cintaku tak bisa hilang semua tentangmu ku simpan di sebuah kota dan itu banyak sekali kenangan-kenangan
__ADS_1
meskipun bibikku sudah banyak sekali merencanakan kencan untukku namun aku selalu dingin dan cuek hingga wanita-wanita itu yang mundur fokus yang terutama adalah perusahan aku paling marah jika yang ku rencanakan bisa buyar dengan satu dua orang perusahaan yang seperti itu lebih baik aku pecat tak ada ampun di depanku.
Sasra
aku baru 2 minggu kerja disini aku bergelut dengan barang masuk maupun barang keluar tak perna aku masuk ke perusahaan pusat "pak ini laporan catatan barang masuk dan keluar " "maafkan aku Sasra, bisa minta tolong antarkan laporan ini keruangan pendataan di kantor pusat " aku melihat bapak ini sangat sibut dengan kertas-kertas "baik pak " aku pergi ke kantor pusat karena aku tak tau di mana ruangan pendatan itu aku bertanya dengan ob yang ada disitu dia berkata kalau di lantai dua sebenarnya aku mau menitipkan dengan ob namun aku tidak mau ambil resiko takut data ini tidak ada pada orang yang tepat.
aku menemukan ruangan pendataan di luar tidak orang satupun terpaksa aku harus masuk "tok....tok...." aku mengetuk pintu
Alvaro
__ADS_1
Aku merasa pendataan ada kesalahan yang cukup banyak aku datang ke ruangan pendataan dan langsung menyurur semua yang bagian pendatan masuk dalam satu ruangan itu dan rapat mendadak untuk tau secara langsung laporan mereka ditengah-tengah saya sedang marah ada yang mengetuk pintu ada stapku yang akan membuka namun aku " tidak usah, tetap fokus " sejenak dia mengetok lagi aku menggedor meja karena merasa terganggu " siapa sih, buka panggil dia kesini " " baik pak " stapku membuka pintu seseorang itu masih belum terlihat olehku namun terdengar suaranya "maaf pak, ini saya menyerahkan laporan masuk keluarnya barang " "baiklah, kamu jangan pergi dulu kamu disuruh masuk oleh direktur kami " "ada apa iya pak " "kau sudah membuat masalah, aku tak bisa membantumu "
Sasra
aku takut sekali dengan ragu aku masuk dan dengan sedikit menunduk aku benar-benar tak berani menatap wajah direktur itu.
Alvaro
Aku sangat terkejut orang yang ingin aku marahi adalah orang yang aku cari-cari terlihat muka bersalahnya dengan menunduk kepala aku langsung berkata " rapat sekarang censel kalian semua keluar " "baik pak " semua orang keluar dari ruangan ini kini hanya aku dan dia. Jujur aku sudah menyerah mencarimu namun kini kamu yang datang padaku, Tuhan inikah sekenariomu yang kau siapakan padaku aku langsung memeluknya dan menangis di pundaknya.
Sasra
aku terkejut dia memelukku dari depan " maaf pak jangan kurang ajah memelukku " namun dia malah menangis " aku rindu padamu Sasra " aku sangat terkejut mendengar suara lirih itu dan aku sangat mengenal suara yang sangat aku rindukan ini " Alvaro " akupun meneteskan air mataku namun dengan cepat aku lap karena aku tak mau semua yang kita lakukan yang kita perjuangkan akan sia-sia dia harus bisa tanpa diriku aku melepas pelukkannya " maaf pak, jangan kurang ajah pada staf anda walaupun ada direktu namun ini sangat tidak pantas apalagi saya sudah mempunyai suami " "suami ..... hahhaa berarti dia mau sesuatu barang bekas " aku tak bisa menahan amarahku aku langsung menamparnya dan pergi dari ruangan itu hatiku begitu hancur dia dengan muda menjatuhkan harga diriku aku rasanya tak bisa hidup lagi namun aku ingat di kehidupan ini ada keluargaku dan juga anakku yang tak bisa aku tinggalkan setelah dari ruangan itu aku langsung ke tempat istirahat dan membereskan semua barang-barangku karena aku tau tindakkan yang akan dia lakukan adalah memecatku secara tidak terhormat.
__ADS_1
Alvaro
kenapa aku sangat bodoh, seharusnya kau tau dia adalah orang yang kau cari-cari namun kenapa kau malah mengusirnya jauh dengan berkata seperti itu. Aku langsung menghubungi manejer bagian barang dan meminta semua data tentang Sasra, hasilnya membuat aku tercengang statusnya masih belum nikah namun dia mengatakan kalau dia sudah menikah. Aku sangat bingung namun yang pasti aku tak akan membiarkannya pergi jauh lagi.