Kamu Jahat

Kamu Jahat
Pesta Membawah Bencana


__ADS_3

(Sean )


Gue pergi  lebih awal dan menjemput Tafani namun sebelum itu aku chat  Yuna kalau diriku harus disana lebih awal dan karena itu tak bisa  menjemputnya, iya itu pastinya tidak jadi masalah karena Yuna memang cewek yang pengertian.


Aku sangat berat melakukan ini pada Yuna, rencana ini begitu menusuk perasaan dan harga dirinya. Dalam hatiku mengatakan kalau ini tak benar dan mengatakan kalau Yuna adalah gadis baik dan pengertian tapi ini adalah puncak rencana kami, semua ini drama bila cerita drama telah selesai maka akan ada pesan - pesan yang kami tampilkan terkait drama itu.


  “ Sean “  dia baru keluar dengan gaun hitam  model  elegan  dan  model  terbuka  dengan  sepatu  hells  yang cukup tinggi namun tidak perlu di khawatirkan karena dia sudah terbiasa menggunakan membubarkan lamunanku.


“ Kau sangat anggun Fani “ aku sunggu terpesona dengan wanitaku ini yang sudah lama aku kenal


“ Thanks, ayok “ dia tersenyum menunjukan ukiran seni di bibirnya yang bewarna merah padam seperti darah.


Tidak butuh waktu lama kami sampai disana


“ Wauuuuuu,,,,, ratu dan raja kalian memang  sangat cocok “ salah satu teman yang sudah ada di tempat dan kebiasaannya menggoda teman - teman iya termaksud diriku


“ Bisa ajah loe “  disana sudah mulai rame


Tafani menjauh dariku menandakan semuanya akan di mulai dan memang juga orang mulai berdatangan sepertinya semua mahasiswa ditunjukan betapa padatnya dan aku yakin sebentar lagi  Yuna akan datang. Aku disini meneguk minum yang ada di tanganku selagi menunggu di.


( Yuna )


Aku berpakaian dengan lebih menunjukan  punggungku bagian leher hingga setengah pundaku   dengan  setengah lengan baju tanganku dan panjanga dress di atas lutut. Walaupun tidak nyaman tapi untuk sekali ini aku ingin tampil istimewah di harinya yang mebahagiakan ini.


Aku dan Vira datang dengan supir sedangkan kak Deo sudah lebih awal bersama dengan teman satu angkatannya dan Sasra datang bersama Alvaro


“ Yuna kita berpencar disini iya, kita sama - sama cari pacar kita “ saat kami sudah bercampur dengan orang - orang yang memenuhi tempat itu.


“ Oke “ aku mencari Sean ternyata dia sedang mengobrol aku perlahan mendekatinya


“ Yuna “ dia tersenyum dan menghampiriku


“ Kau sangat cantik “ dia berbisik dekat dengan telingaku hingga terdengar dengan jelas walaupun didentuman musik yang kencang.


Aku hanya tersenyum mendengar pujian pacarku ini


“ Ayo kesana kita seneng - seneng “ dia menggengam tanganku dan menuntunku dekat dengan teman - temannya. Hatiku sangat senang bisa bersama dengan pria hebat dan baik ini itulah yang aku pikirkan tentang pacarku yang baik ini.

__ADS_1


 ( Sean )


Aku benci banget lihat kau mabuk apalagi sekarang di depan orang - orang  tapi ini yang harus aku  lakukan  aku pergi mengambil minuman aku diam - diam mencampurkan alkohol dengan kadar cukup tinggi sebelum mengantarkannya ke tempatmu


“ ini minuman kamu “ memberika segelas minuman bewarna hijau terang dan mengkilat menyerupai sirup


“ Kok rasanya pahit gini sih “ setelah meminumnya sedikit


“ Mungkin kau belum pernah minum ini jadi  aneh rasanya, ini no alkohol


kok “  dustaku memalingkan pandanganku.


Datang Sasra dan kekasihnya


“ Bro selamat atas kelulusannya “ memberi selamat dengan bersalaman denganku kusambut dengan senang hati


“ Makasih bro udah luangkan waktu kesini , oh iya kapan kita main bareng “ basa - basi


“ Ini belom saatnya bro “ dia tertawa


“ Minum bro “ memberikan padanya


( Yuna )


Ada rasa sedikit pusing tapi pesta ini belum usai jadi sabar Yuna, kau tidak selemah itu.


“ Kok gak minum, ayo dong minum gak seru nih di perayaan kelulusan kami gak minum “ ujar teman Sean menyodorkan satu gelas kecil alkohol aku sangat ragu untuk  meminumnya.


Namun jika aku tidak minum  aku jadi menyinggung perasaan mereka  dan Sean jadi aku minum  walaupun  sebenarnya aku tidak suka.


Sean


Malam panjang pun mulai saat itu  juga suasana semakin menggila huntuman musik Dj mengumandan membuat kita ingin terus berjoget dan minum kini Yuna juga sudah teler


  “ Yuna,,,,  Yuna,,,,, “  panggilku dan menyentuh pipinya lembut


“ Kayaknya cewek loe ini udah setengah sadar, mabuk tuh “  salah satu temanku mengingatkan yang sadar Yuna tak berdaya

__ADS_1


“ Gue antar dia pulang dulu “ berpamitan dengan temanku itu


“Oke “ aku  menuntunnya  masuk ke mobil  lalu aku meraih ponselnya di tas


“ Sial hpnya dikunci, gimana aku mengabarkan orang rumah kalau aku tidak kabarkan ini akan jadi bencana. Coba lewat  sidik jari “  akupun mencobanya  dan berhasil  rencana awalku  chat pembantunya


untuk mengabarkan kalau dia akan menginap


“ Oke beres selanjutnya  aku mengantar dia pulang  tepat di dekat gerbang  rumahnya hingga dia melihat kalau dia sudah ada di rumah“


Sesampainya di dekat rumah aku menyadarkan Yuna yang kadar alkholnya sudah mulai menurun


" Yuna bangun ,,, kamu sudah sampai di rumah “ dia turun dari mobil secara perlahan aku dengan cepat turun dan membius dia sebelum dia melewati gerbang rumahnya dan ku gendon masuk ke mobil.


Kami  pergi ke hotel yang sudah kami pesan sesuai  rencana, sesampai disana aku papah menujuh kamar


“ Wauuuu,,,, ceweknya cantik “


sudah  ada cowok gayanya kampungan dan perilaku seperti brandal terlihat dari tatapan mata yang nakal serta rokok yang sedang di hisapnya, dia menyambut kami.


Aku membaringkan  Yuna di atas kasur dan pergi tanpa pamit dengan laki - laki itu aku yakin itu suruhan Fani tapi tidak ada yang lebih baik dari tampang seperti pecundang itu.


 Saat  aku ingin pergi dari kamar itu tidak tau apa yang merasuki diriku.


Aku melangkah cepat berbalik arah langkahku kini menujuh kamar itu lagi dan mengatuk pintu


“ Ada apa lagi “ dia seperti sebal karena aku mengganggu kesenangannya namun aku langsung menyuntikan  bius dengan cepat kearah  punggungnya


“ Apa - apa an ini “ dia tampak sangat marah tapi perlahan kesadarannya menurun


“ Sorry bro gue gak rela wanita gue disentu loe “  dia pun pingsan  aku menggeretnya  ke kamar tidur  disamping Yuna.


Aku membuka baju dan celananya menyisahkan boksernya ku tutup dengan selimut  yang sama dengan Yuna .


Aku memanggil pelayan perempuan  untuk membuka semua pakaian Yuna dan menyelimutinya dengan satu selimut pada brandal itu “ gue takut nih cowok sadar dan berbuat hal yang gila “  aku memasang kamera untuk memantaunya  menunggu  set panggung berikutnya.


Aku memperhatikan Yuna tak kunjung sadar mungkin dosis bius itu cukup banyak.

__ADS_1


Lelah yang kurasakan  tak membuat aku menyerah aku terus memperhatikan layar monitor dari kamera yang ku pasang  dan aku juga tak jauh dari tempat itu iya aku sengaja memesan kamar satu lagi tepat di samping kamar Yuna.


__ADS_2