Kamu Jahat

Kamu Jahat
Dia Pacarku


__ADS_3

Sore itu kami pulang bersama aku, Vira dan Sasra . Kami akhir - akhir ini jarang sekali kami pulang seperti ini karena kami masing - masing sibuk dengan pacar kami apa lagi pacarku dan Vira ada di kampus yang sama berbeda dengan Sasra.


Dia orang yang tak banyak bica jadi kami tidak terlalu tau siapa pacarnya, saat


kami melewati gerbang kampus kami melewati sosok laki - laki dengan


penampilan cukup tertutup.


Celana lepis hitam panjang, kaos biru polos dilapisi jaket bewarna hitam, dengan topi merah beserta masker hitam  yang menutupi sebagian wajahnya dan kaca mata tanpa ragu kami hanya melewatinya saja .


“  Hei,,,,,”


 Kami medengar seseorang di belakang  mengatakan hei jadi kami bertiga menghadap belakang


“ Kau memanggil kami ? “     ujarku mengajukan pertanyaan padanya


“ Lebih tepatnya salah satu diantara  kalian, disebelah kanan “


Sasra ada di sebelah kanan aku dan Vira serentak melihat Sasra.


“ Aku,,,, ada perlu apa iya ? “ dengan santai Sasra menjawab pertanyaan cowok itu


“ Kau ,,, tak mengenal suara pacarmu sendiri “ Suaranya semakin meninggi


“ Alvaro,,,, “ Sasra melangkah cepat mendekati cowok itu


“ Kau sudah pulang, bukannya kau besok baru berangkat dari bandara “


“ Seharusnya senang pacarnya pulang cepat dan menjemputmu, ini sepertinya aku mengganggumu dengan temanmu “ cowok itu mengelus rambut Sasra lembut karena itu kami langsung tau diri


“ Tidak mengganggu kok, ayo Vira  ada yang harus kita beli jadi kami sedang buru - buru, bersantailah ngobrol dengan Sasra “


“ Oke “


.


(Sasra )


Aku sangat terkejut dia menjemputku dan sudah 2 minggu aku tidak bertemu dengannya kami sering sekali LDR  ingin sekali aku peluk dengan erat dia tapi


itu bukan karekterku jadi aku tak bisa melakukan itu.


Dia menggandeng tanganku sampai ke mobilnya Lamborjini warna hitam iya warna hitam memang kesukaan Alvaro. Aku diperlakukan seperti puteri di membukakan pintu untukku.


Di perjalanan


“ Ayo ke tempat koko baca komik “


“ Oke “ dengan senang hati.

__ADS_1


.


.


Saat sampai disana kami langsung pergi mencari komik.


Saat aku membaca komik ada sesuatu yang aneh dengannya mimik wajahnya sangat dingin dan dia sedikit berbicara tidak seperti biasanya membuat aku khawatir aku tidak berani bertanya tentang perlombaan kejuaraan itu setidaknya aku coba menghiburnya untuk saat ini.


Kami duduk di sudut rak buku di sana ada dua kursi yang biasanya dibuat untuk mengambil komik yang raknya tinggi tapi kebiasaan kami, ini tempat duduk yang tidak rame dan bisa fokus untuk membaca komik .


“ Ini juga bagus ceritanya, baru rilis “  aku memberanikan diri untuk membuka pembicaraan dengan menyodorkan


buku komik padanya.


( Jangan di baca yang tidak suka adegan mesum atau yang belum pantas bagi pembacanya, terimakasih )


Saat aku ada di hadapannya untuk menyodorkan buku komik itu dia menarik tanganku hingga aku duduk di pangkuannya dia menatapku dengan tajam terlihat dua matannya yang kecoklatan tua memancarkan senduh, dibukannya masker


mulutnya dan perlahan mencium bibirku dengan lembut aku membalas ciumannya tapi ciumannya lebih intens dan tangannya mulai meraba sesuatu yang membuat aku terkejut.


Aku halangi dia dengan tanganku tapi tidak berhasil dia merabahnya semakin cepat walaupun masih di selimuti baju dan juga braku tapi ini sudah sangat keterlaluan aku ingin mengatakan jangan tapi  mulutku di bungkam dengan mulutnya, iya kami


masih ciuman bahkan lidahnya sudah bermain masuk kemulutku dan terjun bebas menjelajai semua yang ada di bagian mulutku.


 “  Emmmm,,,,, emmmm”


ciuman kami akhirnya terlepas.


“ Alvaro,,,,,, kau sudah gila “ suaraku meninggih karena alangkah emosi


“ Pelankan suaramu,  iya aku gila.. “ suaranya semakin serak hampir tak terdengar lagi.


“ Ada  apa denganmu kau terlihat aneh sikapmu tak seperti biasanya “ aku membetulkan semua pakaianku yang berantakan karena perlakuannya.


“ Memangnya bagaimana aku seperti biasa “ mukanya murung, matanya memerah dan memalingkan tatapannya untuk menghindari tatapanku.


“ Apa yang terjadi ? “ suaraku lembut


“ Aku gak berguna Sa... aku gagal, dan sekarang aku juga jadi laki – laki kurang ajar yang  memperlakukanmu seperti wanita murahan” dia menundukan kepalanya aku tau dia merasa bersalah telah berbuat seperti tadi.


“ Jangan berbicara disini lebih baik kita ke apartemanmu kau sepertinya kurang sehat mukamu pucat dan suaramu mulai serak “ aku menggengam tangannya untuk meninggalkan tempat komik ini.


Kami sampai di aparteman dia memalingkan  tatapannya, selagi dia seperti itu aku ke dapur mengambilkan air hangat .


“ Minum dulu ini agar kau tenang “ dia meminumnya tapi dia tetap diam  aku perlahan memeluk dan sekarang aku sudah


ada di dekapan dada orang yang aku sayang ini


“ Katakanlah aku akan ada disini  apapun yang kau katakan, apapun yang akan terjadi “ aku menatap mukanya yang tepat ada di atasku .

__ADS_1


“ Aku gagal Sa , aku gak


bisa memenangkan  kejuaraan itu pada hal


itu yang akan aku berikan sebagai  melamarmu untuk menjadi istrikku, aku sangat berusaha tapi tetap saja


aku tak bisa “


Aku berdiri dihadapannya kutatap matanya sejenak dan mencium bibirnya sekilas lalu


melepasnya


“ Kau,,, Van Alvaro sangat membuat aku khawatir dengan tingkahmu ini “  aku menciumnya sekilas lalu melepasnya, dia hanya dia dan memperhatikanku


 “ Kau tau aku sayang dan cinta denganmu karena apa... . Iya itu karena kamu Alvaro “ kembali ku cium dengan cepat


( Lagi – lagi bagi pembaca yang belum cukup umur atau yang tidak suka dengan  cerita yang mesum di lewatkan saja  )


 “ Karena kamu, sikapmu, gayamu semua itu


karena kamu,  sebenarnya aku tak mengerti


tentang pekerjaanmu tapi  saat kau senang


mengejar mimpi itu aku juga ikut sangat senang  “ menyentuh hidungnya


 kembali ku cium bibirnya sampai 3 kali dengan cepat


“ Emuac,,,, emuac,,, emuac,,,  “ jangan sedih lagi sayang suaraku lebih lirih lagi


Dia menatapku  berdiri memegang pipikku dengan perlahan dan lembut.


Lalu mendekap pinggangku hingga kami dekat sekali


dan  menciumku perlahan tapi sangat intens lidahnya sudah masuk menari-nari didalam serta bertukar ludah.


Dia perlahan mergerak memelukku dibagian belakang dan dengan lembut mencium pipi sampingku  mulai turun ke leherku dia singkirkan rambutku kesamping agar dia bisa bebas mencium leherku.


Nafasku tak beraturan ini sesuatu yang aneh aku gak bisa berbicara apapun seperti di bius.


Dia mencium belakang telingaku sedangkan tangannya mulai membuka kancing kemejaku.


Aku mencoba menormalkan sesuatu yang aneh dalam tubuhku namun  dia duduk di sofa dan aku lagi - lagi ditarik dipangkuannya, dia masih sibuk mencium pipi  dan kembali ke bibirku 


Semua terjadi dimalam yang gelap Sasra, Alvaro dan semua yang mengerti iya itu telah yang terjadi hubungan suami istri tapi mereka lakukan tanpa stempel ikatan pernikahan.


Dan terjadilah dosa yang indah bagai sepasang kekasih ini, Keputus asaan dan kegagalan membuka pintu kesalahan akibat pelampiasan.


 

__ADS_1


__ADS_2