
Sekarang aku sangat sibuk di kantor ayahku sebagai menajer perencanaan keuntungannya aku bisa kabur dari gejolah masalah perasaan ini dan fokus pada pekerjaanku.
"Kriiiing..... kring..... " hpku berbunyi dan tertulis nama Jack
" Hallo, ada apa ? "
"Aku sudah memeriksa data yang ada di sekolah lamamu, benar dugaanmu kalian satu sekolah namun beda kelas, dan ada satu berita lagi aku sudah menemukan tempat tinggal cowok itu "
"Bagus,,,, kirimkan padaku "
"Baiklah " aku akan tau siapa cowok berengsek itu.
Malam ini, selesai aku berkerja aku berniat pergi ke alamat yang dikirimkan.
Sesampainya disana aku melihat tempat yang gelap seperti rumah tak berpenghuni tapi ini semua semakin membuat aku curiga aku masuk dari pintu depan dan ternyata di kunci akhirnya aku masuk dari jendela samping seperti maling.
Saat aku masuk kedalam keadaan seperti rumah sewajarnya aku terus menjelaja ruang ke ruang dan tepatlah ke satu ruang dan saat aku masuk aku sangat terkejut didalam ruangan itu penuh dengan foto Yuna
__ADS_1
"Gila...... dia memang mesum, psikopat udah dari dulu dia terobsesi dengan Yuna " aku memeriksa komputernya dan ada vidio, dan ini lah yang membuka mataku membuat aku naik pitam dalam vidio
" Tolong lepasi gue,,,, kalau gue ada salah gue minta maaf, tolong ..... tolong ..... " aku menyalin semua Vidio yang berisi Yuna untuk kuperiksa sebenarnya apa yang terjadi saat dulu dan aku kembali memeriksanya dan terlihat ada foto 4 sekawan semuanya terlihat familiar namun aku tak kenal aku yakin mereka pasti dulu satu sekolahan dengan aku.
Yuna
Siang ini aku ada urusan ke kampus, aku melihat Tafani dan Andi berbicara dengan raut emosi tak tau dari mana datang rasa kepo tiba-tibaku ini aku perlahan mendekat tanpa mereka tau dan terdengar percakapan mereka
" Gue gak bisa nerima loe, Sean itu pacar " seru Tafani
" Dia pacaran dengan anak bisnis itu atas perintah gue, jadi itu semua cuma setingan gue, Sean gak pernah serius dengan tuh cewek dia sayang dan cinta ke gue, kami gak pernah putus " aku dengar dari awal hingga akhir seketika aku merasa rapuh.
" Semua yang gue rasakan itu palsu ahhh.... gampang iya menghancurkan hati seseorang " batinku
Aku mendekat dengan mereka " oh .... jadi ini adalah karya loe Tafani, suka pertunjukan ini tapi gue gak mau jadi pemain dalam dramamu lagi, makasih untuk semuannya " pergi meninggalkan mereka yang terkejutaku mengetahui semuanya .
setelah aku berpaling dan menjauh air mataku berderai dengan deras seakan semua perasaanku percuma, sakit, luka di hati ini juga apakah bisa sembuh.
Esok harinya aku memutuskan untuk istirahat dirumah minta ijin sakit dari magang untuk menenangkan diri
__ADS_1
" Pip... pip.. " pertanda ada chat masuk
" Yuna besok kita ketemuan di Alamat P, ada yang aku ingin bicarakan " aku gak tau sekarang aku harus apa tapi bila harus berakhir maka harus berakhir dengan jelas.
" Apa maksud dia mempermainkan aku ? apa salah aku dengannya hingga dia tega ? " semuanya harus jelas.
Aku menjawab " baiklah ".
Hari ini di tempat yang sudah di janjikan
"Gue ada sesuatu yang akan di sampaikan " seru Sean semangat
"Sebelum itu biarkan aku yang berbicara terlebih dulu " dengan tatapan tajam
"Iya "
"Sean.... apa maksud lo jadi pacarku dan apa tujuanmu mendekatiku " aku melihat mimik wajah Sean langsung berubah menjadi terkejut dan wajah murung yang kini terlihat jelas
"Maksudnya ????"
" Katakan saja gue sudah tau kalau lo jadi pacarku memang itu hanya bohongan "
Dia masih bersikukuh tak mau mengatakannya "bohongan , gue masih gak ngerti apa yang loe omongi "
__ADS_1
" Tafani udah ngomng semuanya jadi gak usah pura-pura lagi, sekarang loe jelasi apa tujuan kamu ? " sekarang nada bicaraku lebih tinggi emosi dan tangis yang aku tahan menyebabkan suaraku sumbang bergetar.